Clapar, Bagelen, Purworejo

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Clapar
Desa
Negara  Indonesia
Provinsi Jawa Tengah
Kabupaten Purworejo
Kecamatan Bagelen
Pemerintahan
 • Kepala desa Arief Suryahadi
Kodepos 54174
Luas 174 Ha
Jumlah penduduk 1.205 jiwa

Clapar adalah sebuah desa di kecamatan Bagelen, Purworejo, Jawa Tengah, Indonesia. Desa Clapar terletak kurang lebih 3 Km dari ibu kota kecamatan Bagelen ke arah utara atau dari 14 Km dari ibu kota Kabupaten Purworejo. Desa ini memiliki tiga pedukuhan. Desa Clapar adalah tempat kelahiran Kasman Singodimedjo yang merupakan salah satu tokoh Persiapan Kemerdekaan RI.

Batas wilayah[sunting | sunting sumber]

Batas-batas wilayahnya adalah sebagai berikut:

Utara Desa Soko
Selatan Desa Sokoagung dan Desa Kalirejo
Barat Kecamatan Purwodadi
Timur Desa Sokoagung

Pembagian wilayah[sunting | sunting sumber]

  1. Dukuh Clapar Kidul
  2. Dukuh Clapar Lor
  3. Dukuh Kaliputat

Penduduk[sunting | sunting sumber]

Sebagian besar mata pencaharian warganya adalah petani, buruh tani, pedagang, PNS dan pegawai Swasta lainnya. Sebagian warganya yang hidup di pegunungan di Dusun Kaliputat memproduksi gula merah. Kegiatan pemberdayaan masyarakat banyak sudah dilaksanakan seperti menjahit, seni tari, rias pengantin, pengrajin jenang dll.

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

  1. TK Binasiwi Desa Clapar
  2. SD Negeri Clapar
  3. Pondok Pesantren Ponpes Al-Munna dirikan oleh Bpk. (Alm) Kyai Hasyim
  4. Pondok pesantren An-Nur didirikan oleh Bpk. (Alm) Kyai Dahlan

Tradisi[sunting | sunting sumber]

Desa Clapar merayakan selamatan desa pada Jumadil awal yang setiap dua tahun sekali mengadakan pagelaran wayang kulit.

Sarana dan prasarana[sunting | sunting sumber]

Di Desa Clapar dibangung gedung seni atau gedung serbaguna untuk kegiatan kelembagaan dan masyarakat. Desa Clapar mempunyai sumber mata air yang dinamakan tirip dan sumur bor dengan tenaga sinar matahari yang berada di Dusun Kaliputat. Semua jalan diseluruh wilayah Desa Clapar sudah terbangun sehingga kendaraan roda dua dapat melintas dengan nyaman untuk menunjang perekonomian masyarakat desa.