Malangrejo, Banyuurip, Purworejo

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Malangrejo
ꦩꦭꦁꦉꦗ
Desa
Negara  Indonesia
Provinsi Jawa Tengah
Kabupaten Purworejo
Kecamatan Banyuurip
Pemerintahan
 • Kepala desa Singgih
Kodepos 54171
Luas ... km²
Jumlah penduduk ... jiwa
Kepadatan ... jiwa/km²

Malangrejo (Jawa: ꦩꦭꦁꦉꦗ, translit. Malangreja) adalah desa di kecamatan Banyuurip, Purworejo, Jawa Tengah, Indonesia.

Batas-batas wilayah[sunting | sunting sumber]

Sebelah Barat : Tegalkuning
Sebelah Timur : Surorejo
Sebelah Utara : Sumber Sari
Sebelah Selatan : Bencorejo

Perangkat Desa[sunting | sunting sumber]

Kaur Pembangunan : Maryadi
kaur Umum : Sugiat
Kaur Keuangan : Agus
Kaur Kesra : Sapari

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Desa Malangrejo, bagi yang memahami Bahasa Jawa Kuno jika diartikan langsung tentu sangat tidak tepat, dimana Malang berarti menghalangi atau menghancurkan, sedangkan Rejo berarti Ramai, Makmur, atau Sejahtera, tentu tidak tepat jika di artikan langsung sebagai penghalang kesejahteraan, sebenarnya memiliki sejarah panjang setelah peristiwa penangkapan Pangeran Diponegoro oleh Jenderal De Kock di Magelang Tanggal 28 Maret 1830, banyak Senopati (Panglima Perang) berpencar ke seluruh Jawa Timur dengan menggunakan nama-nama samaran yang bertujuan menghilangkan jejak terhadap Belanda. Pangeran Soera Adimerto berganti nama Ki Ageng Peroet, Pangeran Honggo Kusumo menjadi Mbah Onggo, ulama besar Kanjeng Kyai Zakaria II menjadi Mbah Djoego (Gunung Kawi, keturunan langsung Pangeran Diponegoro), kemudian memiliki keturunan di bawahnya bernama Raden Mas Singowiryo (Wafat 1893) yang di makamkan di Kuburan Tandak, Malang [1] setelah acara Nyewu atas wafatnya Raden Mas Singo Wiryo, anaknya yang bernama Singo Diwiryo bersama lainnya yang merasa ingin kembali ke tanah leluhurnya (Bagelen) boyongan ke daerah Bagelen yang telah berganti nama Purworejo, rombongan itu bermukim pada daerah yang kemudian dinamakan Malangrejo, karena masyarakat sekitar mengenal penduduk baru tersebut dari daerah Malang [2], sedangkan Malang sendiri berasal dari kata Malangkuçeçwara yang berarti tuhan menghancurkan penghalang/keburukan yang ditambah kata "Rejo" menjadi Malangrejo yang berarti "Tuhan menghancurkan segala penghalang kemakmuran".

Pembagian Kampung[sunting | sunting sumber]

- Dukuh Kranon
- Dukuh Trukan
- Dukuh Budug
- Kampung Krasak
- Dukuh Gentan

Tempat Ibadah[sunting | sunting sumber]

-Masjid Baitul Mustaqim

Sarana dan Prasarana[sunting | sunting sumber]

Lembaga Pendidikan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ http://www.aremamedia.com/menelusuri-jejak-mbah-honggo-tokoh-penyebar-islam-yang-makamnya-di-talun/
  2. ^ http://singhawiryanvi.blogspot.com/p/singhawiryan-ii.html