Lompat ke isi

Bulusulur, Wonogiri, Wonogiri

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Bulusulur
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Tengah
KabupatenWonogiri
KecamatanWonogiri
Kode pos
57651
Kode Kemendagri33.12.12.2009 Edit nilai pada Wikidata
Luas4.786 km²
Jumlah penduduk-
Kepadatan-

Bulusulur adalah desa di kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, Indonesia. Desa ini berjarak ± 3 Km sebelah timur Pusat Kota Wonogiri.

Batas[sunting | sunting sumber]

Utara Desa Purwosari
Timur Desa Purworejo dan Desa Ngadirojo Lor
Selatan Desa Purworejo
Barat Kelurahan Wonoboyo

Pembagian Wilayah[sunting | sunting sumber]

Desa Bulusulur terdiri dari 6 dusun dan 10 Rukun Warga (RW), masing-masing dusun terdiri dari setidaknya 1 RW:

  1. Bulusari, terdiri dari 4 RW, yaitu RW 03, RW 04, RW 05 dan RW 09
  2. Bulusulur, terdiri dari 2 RW yaitu RW 02 dan RW 10
  3. Kedungsono, terdiri dari 1 RW yaitu RW 06
  4. Klemut, terdiri dari 1 RW yaitu RW 07
  5. Lemahireng, terdiri dari 1 RW yaitu RW 01
  6. Malangsari, terdiri dari 1 RW yaitu RW 08

Sarana dan Prasarana[sunting | sunting sumber]

Kantor Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Kantor Kepala Desa Bulusulur terletak di Jl. Diponegoro KM3.5 Dusun Bulusari (tepatnya di RT 02 / RW 03). Di sebelah Kantor Kepala Desa, juga terdapat Gedung Serbaguna Balai Desa. RW 03 terletak di tengah-tengah Desa Bulusulur, sehingga jarak masing-masing RW ke Balai Desa relatif sama.

Di desa ini, juga terdapat Kantor Dinas Penghijauan dan Kantor Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Wonogiri.

Sarana Transportasi[sunting | sunting sumber]

Desa Bulusulur bisa ditempuh selama 5 menit dari Pusat Pemerintahan Kabupaten Wonogiri. Dusun Bulusari dan Bulusulur dilintasi Jalan Utama Kabupaten, yaitu Jalan Diponegoro yang menghubungkan Kota Wonogiri dengan kecamatan-kecamatan disebelah timur dan tenggara Kabupaten Wonogiri. Sehingga banyak kendaraan umum (Angkutan Pedesaan) melewati jalan ini. Semua bis AKDP dan AKAP jalur Solo - Baturetno - Pacitan dan Solo - Purwantoro juga melalui jalan ini.

Di Dusun Kedungsono, dilalui jalan yang menghubungkan Kota Wonogiri dengan Desa Purwosari. Terdapat 1 trayek yang melewati jalan ini, yaitu Angkutan Pedesaan trayek Wonogiri - Pojok. Sedangkan di dusun lainnya (Lemahireng, Klemut, dan Malangsari) belum ada angkutan umum yang melewatinya.

Rencana pembangunan Jalan Lingkar Kabupaten (JLK) juga dimulai dari Desa Bulusulur, yaitu di Dusun Bulusulur, melalui Dusun Lemahireng kemudian melalui Jalan Desa Purworejo, Desa Pokoh Kidul, wilayah Plasa Wadug Gajah Mungkur, Kelurahan Wuryorejo, Randubang kawasan Perhutani, dan beberapa Desa di wilayah kecamatan Selogiri sampai ke Terminal Krisak Selogiri.

Sarana Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Di Desa Bulusulur terdapat beberapa sekolah baik dasar maupun menengah, antara lain:

Di desa ini juga terdapat Sanggar Kegiatan Belajar.

Listrik dan Air Bersih[sunting | sunting sumber]

Wilayah Desa Bulusulur sudah dialiri listrik. Sedangkan untuk air bersih, Dusun Bulusari dan Bulusulur sudah mendapatkan pasokan dari PDAM. Sedangkan di Dusun Klemut dan Malangsari, telah berdiri Perusahaan Desa (Badan Usaha Milik Desa - BUMDes) bernama Sumber Agung, yang memberikan fasilitas air bersih murah kepada tak kurang 300 KK.[1] Dusun lainnya memanfaatkan air tanah untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Telekomunikasi[sunting | sunting sumber]

Di Dusun Bulusari, Bulusulur, dan Kedungsono jaringan telepon rumah sudah bisa dinikmati warga. Seluruh jaringan operator seluler juga bisa dinikmati di desa ini. Sebagian penduduk desa menggunakan jasa warnet untuk mengakses informasi.

Tempat Ibadah[sunting | sunting sumber]

Di Desa Bulusulur terdapat beberapa tempat ibadah, antara lain: [butuh rujukan]

  • Dusun Bulusari: 6 Masjid, 2 Gereja, 1 Vihara
  • Dusun Bulusulur: 1 Masjid
  • Dusun Kedungsono: 1 Masjid
  • Dusun Klemut: 1 Masjid
  • Dusun Lemahireng: 1 Masjid
  • Dusun Malangsari: 1 Masjid

Pasar dan Perbankan[sunting | sunting sumber]

Di desa ini tidak terdapat pasar karena letaknya yang cukup dekat dengan Pasar Kota Wonogiri, hanya sekitar 3 km. Sebagian penduduk Desa Bulusulur, selain ke Pasar Kota Wonogiri juga biasa pergi ke Pasar Ngadirojo yang berjarak sekitar 6 km ke sebelah timur. Saat ini juga terdapat minimarket-minimarket (Alfamart dan Indomart) disepanjang Jl. Diponegoro.

Sedangkan untuk transaksi keuangan (Bank / ATM) penduduk Desa Bulusulur harus ke Kota Wonogiri yang berjarak sekitar 3 km.

Sarana Kesehatan[sunting | sunting sumber]

Puskesmas terdekat terletak di dekat Lapangan Bantarangin yaitu diperbatasan dengan Kelurahan Wonoboyo. Sedangkan Rumah sakit terdekat adalah Rumah Sakit Medika Mulya yang terletak di Desa Purworejo (sekitar 3 Km ke arah timur), RSUD Kab. Wonogiri (sekitar 4 Km ke arah barat), dan Rumah Sakit Marga Husada (Sekitar 5 Km arah barat laut).

Sarana Olahraga[sunting | sunting sumber]

Di masing-masing RW terdapat lapangan bola volley untuk aktivitas warga. Selain itu beberapa dusun mempunyai lapangan bulu tangkis. Lapangan sepak bola terdapat di Dusun Bulusari dan Kedungsono. Diperbatasan dengan Kelurahan Wonoboyo di sebelah barat, juga terdapat Lapangan sepak bola milik Kelurahan Wonoboyo. Di Dusun Bulusari juga terdapat lapangan tenis milik Pemda Wonogiri.

Perekonomian[sunting | sunting sumber]

Pertanian[sunting | sunting sumber]

70% penduduk Desa Bulusulur adalah petani.[butuh rujukan]

Kerajinan[sunting | sunting sumber]

Ada sekitar 30 UKM di Desa Bulusulur yang mengembangkan kerajinan berbahan dasar pelepah pisang. Aneka kerajinan pelepah pisang ini antara lain: karpet, lukisan, parcel, keranjang pakaian hingga pot bunga.[2]

Industri Rumah Tangga[sunting | sunting sumber]

Beberapa penduduk memproduksi berbagai macam kue, sambal kacang, tempe dan tahu.

Peningkatan Status (wacana)[sunting | sunting sumber]

Ada wacana Desa Bulusulur ditingkatkan statusnya menjadi kelurahan. Hal ini didasarkan pada fakta bahwa Bulusulur saat ini menjadi desa yang sangat pesat pembangunannya. Mata pencaharian penduduk juga variatif, tidak tergantung sektor pertanian semata, terutama di Dusun Bulusari. Adanya sekolah menengah (SMKN 2 Wonogiri) menggairahkan kegiatan ekonomi di desa ini. Mulai dari tempat kost, fotocopy, warnet, waralaba, dan warung makan merebak di berbagai sudut desa. Usaha Kuliner juga menghiasi suasana malam desa ini. Sepanjang jalan Diponegoro, kita jumpai pedagang berbagai macam kuliner. Namun hingga saat ini wacana ini masih ditolak oleh Pemerintah Kabupaten Wonogiri.[3]

Bulusulur tidak tertutup kemungkinan menjadi kelurahan, namun masih ada pekerjaan rumah yang besar yang perlu dilakukan oleh pejabat desa beserta seluruh warganya. Diantaranya adalah pemerataan pembangunan di beberapa dusun, terutama Klemut dan Malangsari, kedua dusun ini jauh tertinggal dari dusun lainnya.

Referensi[sunting | sunting sumber]