Pentur, Simo, Boyolali

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Pentur
Desa
Desa Pentur
Negara  Indonesia
Provinsi Jawa Tengah
Kabupaten Boyolali
Kecamatan Simo
Kodepos 57377
Luas 351.399 Ha
Jumlah penduduk 3.368
Kepadatan 959 Jiwa/km²

Pentur adalah desa di kecamatan Simo, Boyolali, Jawa Tengah, Indonesia, terletak di ujung barat Kecamatan Simo Kabupaten Boyolali, berjarak sekitar 5 KM dari pusat Kota Kecamatan. Satu desa dibagi menjadi 5 Dusun, terdiri dari 6 RW dan 23 RT.

Desa Pentur terdiri dari 12 wilayah pedukuhan, diantaranya adalah Dukuh Karang, Ngroto, Pancuran, Jati Rejo (Mbete), Ringin Anom (Mbasan), Tegal Rejo, Mberan (Gumuk), Rejosari (Gentan), Pentur, Pule, Regunung, dan Kedung Puser.

Batas Wilayah[sunting | sunting sumber]

  • Sebelah Utara : Desa Gunung
  • Sebelah Timur : Desa Walen
  • Sebelah Selatan : Desa Nglembu
  • Sebelah Barat : Desa Tawang

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Perpustakaan Desa Pentur "Tumpi Readhouse"

Pra Sekolah

  • PAUD Harapan Kita
  • TK Wonosemar
  • RA Aisyiyah Ngroto
  • RA Aisyiyah Pentur

Sekolah Formal

  • SD Negeri 1 Pentur
  • SD Negeri 2 Pentur
  • SD Rejosari
  • MI Muhammadiyah Ngroto
  • MI Muhammadiyah Pentur

Pendidikan Non Formal

  • TPQ At-Taqwa Karang

Perpustakaan Desa Pentur

Desa Pentur memiliki perpustakaan desa "Tumpi Readhouse", yang berdiri sejak tanggal 16 Juli 2012. Di perpustakaan ini terdapat 2500 koleksi buku, ratusan koleksi film, berbagai majalah dan buku referensi. Selain sebagai tempat membaca, di perpustakaan ini juga digelar berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat seperti kegiatan pertanian dan kelompok UMKM.

Potensi Wisata[sunting | sunting sumber]

Desa Pentur memiliki potensi wisata yang menarik untuk dikunjungi, mulai dari wisata kuliner tradisional khas pedesaan, wisata alam persawahan dan perbukitan, juga sentra kerajinan bambu. Jineman Pasar Tiban, menjadi salah satu daya tarik wisata

Mata Pencaharian[sunting | sunting sumber]

Dari sisi ekonomi sebagian besar warga Desa Pentur menjadi petani, baik yang bekerja di sawah maupun ladang, selain itu juga sentra industri kerajinan anyaman bambu yang menjadi mata pencaharian sebagian warganya.

Seni Budaya[sunting | sunting sumber]

Beberapa kesenian hidup di desa ini, berbagai upacara adat seperti bersih desa dengan pagelaran wayang kulit masih dilaksanakan setiap tahunnya, selain itu kesenian reog, musik dan seni lukis juga menjadi nafas kegiatan kesenian di desa ini.