Patimuan, Cilacap

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Patimuan
Kecamatan
Negara  Indonesia
Provinsi Jawa Tengah
Kabupaten Cilacap
Pemerintahan
 • Camat Muji Utomo, A.P, M.M
Luas 75,30 km&sup2[1]
Jumlah penduduk 46.478 jiwa (BPS 2016)[2]
Kepadatan 617 jiwa/km²
Desa/kelurahan 7

Patimuan adalah suatu kecamatan di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Indonesia. Kecamatan ini berjarak sekitar 93 Km dari ibukota Kabupaten Cilacap ke arah barat melalui Sidareja. Pusat pemerintahannya berada di Desa Patimuan. Kecamatan ini terletak di pinggir Sungai Citanduy dan merupakan garis pembatas antara wilayah provinsi Jawa Tengah dengan Jawa Barat.

Batas wilayah[sunting | sunting sumber]

Batas-batas wilayahnya adalah sebagai berikut:

Utara Kecamatan Kedungreja
Selatan Kabupaten Pangandaran (Jawa Barat) dan Segara Anak (Kecamatan Cilacap Selatan)
Barat Kabupaten Pangandaran (Jawa Barat)
Timur Kecamatan Gandrungmangu dan Kecamatan Kampung Laut

Desa/kelurahan[sunting | sunting sumber]

  1. Bulupayung
  2. Cimrutu
  3. Cinyawang
  4. Patimuan
  5. Purwodadi
  6. Rawaapu
  7. Sidamukti

Penduduk[sunting | sunting sumber]

Mata pencarian penduduk di kecamatan ini sebagian besar adalah petani dengan sambilan mengambil nira (badeg) dari pohon kelapa yang merupakan bahan baku untuk membuat gula merah (gula jawa). Sebagai wilayah yang berbatasan langsung dengan provinsi Jawa Barat maka penduduknya dari dua suku yang berbeda yaitu suku Jawa dan Sunda. Bahasa utama yang digunakan di wilayah ini adalah bahasa Banyumasan, akan tetapi bahasa Sunda-pun disini mampu berkembang. Rata-rata penduduk wilayah Kecamatan Patimuhan mampu berkomunikasi dalam dua bahasa daerah yaitu Sunda dan Jawa (Banyumasan).

Budaya[sunting | sunting sumber]

Dalam pementasan seni pertunjukan tradisional ternyata tidak jarang seni ronggeng, wayang golek yang merupakan jenis kesenian Sunda dipentaskan dalam acara hajatan di rumah penduduk di daerah ini, bahkan di wilayah kecamatan tersebut terdapat beberapa kumpulan grup ronggeng. Masuknya unsur kebudayaan Sunda melalui kesenian sebagaimana dicontohkan tersebut ke dalam wilayah kecamatan Patimuan ternyata juga tidak mematikan semangat penduduk wilayah ini untuk berekspresi melalui kebudayaan Jawa. Ekspresi jiwa dalam kebudayaan jawa (banyumas) penduduk di wilayah ini dapat di lihat melalui tumbuhnya berbagai varian kesenian jawa seperti layaknya ebeg, lengger dan wayang kulit gagrag banyumas.

Referensi[sunting | sunting sumber]