Ngawen, Blora

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Ngawen
Kecamatan
Negara  Indonesia
Provinsi Jawa Tengah
Kabupaten Blora
Pemerintahan
 • Camat -
Luas 105km2
Jumlah penduduk 62.788 jiwa
Kepadatan - jiwa/km²
Desa/kelurahan 2 kelurahan dan 27 desa

Ngawen adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Blora, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Luas wilayah kecamatan ini adalah 105km2. dengan penduduk 62.788 jiwa. Kecamatan ini berbatasan dengan:

Utara Kecamatan Japah
Selatan Kecamatan Kunduran dan Kecamatan Randublatung
Barat Kecamatan Todanan dan Kecamatan Kunduran
Timur Kecamatan Tunjungan dan Kecamatan Banjarejo

Geografi dan demografi[sunting | sunting sumber]

Dengan terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1992 tanggal 4 April 1992 tentang Pembentukan Kecamatan di Wilayah Kabupaten Kabupaten Daerah Tingkat II Pati, Blora, Temanggung, Purbalingga, Grobogan, Brebes, Wonogiri, dan Cilacap dalam wilayah Provinsi Daerah Tingkat I Jawa Tengah, sebagian wilayah Kecamatan Ngawen (18 desa)dimekarkan menjadi Kecamatan Japah[1].

Kecamatan Japah tersebut meliputi wilayah Desa Japah, Pengkolrejo, Bogorejo, Ngiyono, Sumberejo (11), Wotbakah, Harjowinangun, Ngrambitan, Padaan, Tengger, Beganjing, Bogem, Tlogowungu, Dologan, Ngapus, Krocok, Kalinanas, dan Desa Gaplokan.

Dengan berdirinya Kecamatan Japah maka wilayah Kecamatan Ngawen meliputi desa Ngawen, Berbak, Sukolilo, Sendangsari, Gondang, Ndohan, Punggursugih, Trembulrejo, Talokwohmojo, Wantilgung, Gotputuk, Bradag, Semawur, Kedungsatrian, Karangtengah, Kendayaan, Bandungrojo, Randualas, Rowobungkul, Gedebeg, Ketanggi, Sendangagung, Sendangmulyo, Bogowanti, Karangjong, Srigading, Harjowinangun, Sumberrejo (13) dan Sarimulyo.

Penduduk kecamatan Ngawen berjumlah 62.788 jiwa. Agama yang dipeluk di wilayah ini adalah Islam, Kristen, Katolik, Hindu dan Budha.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Pada tanggal 18 September 1948, Markas Kepolisian Distrik Ngawen (Blora) diserbu oleh pasukan PKI. Dua puluh empat orang anggota Polisi ditahan dan tujuh orang yang masih muda dipisahkan. Mereka ditelanjangi kemudian disekap di sebuah ruang sempit di belakang kawedanan. Kemudian datang perintah dari komandan pasukan PKI Blora, agar mereka dihukum mati. Pada tanggal 20 September 1948, tujuh orang anggota Polisi itu dikeluarkan dari tahanan, dibawa ke suatu tempat terbuka di belakang kawedanan dan dibunuh dengan kejam[2].

Desa/kelurahan[sunting | sunting sumber]

Dengan berdirinya Kecamatan Japah maka sisa wilayah Kecamatan Ngawen meliputi:

Ekonomi[sunting | sunting sumber]

Produk unggulan Kecamatan Ngawen utamanya adalah hasil bumi seperti padi, kedelai, jagung, serta hasil industri kecil seperti: kerupuk, batu bata, serta barang-barang kerajinan.

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Fasilitas pendidikan yang ada antara lain: 26 TK, 41 SD, 1 MI, 7 SMP, 3 MTs, dan 1 SMA[3].

Tokoh terkenal[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]