Rawalo, Banyumas

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Rawalo
Kecamatan
Negara  Indonesia
Provinsi Jawa Tengah
Kabupaten Banyumas
Pemerintahan
 • Camat -
Luas 49,64 km²
Jumlah penduduk 63.273 Jiwa
Kepadatan 1.274 jiwa/km²
Desa/kelurahan 9
Jembatan Rawalo (1948)

Rawalo adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Kecamatan Rawalo berjarak sekira 20 Km berkendara ke arah selatan dari pusat Kabupaten Banyumas yaitu Purwokerto. Ibu Kota Kecamatan terletak di Desa Rawalo. Kecamatan Rawalo secara geografis merupakan pertemuan jalan raya nasional jalur selatan Jawa terutama jalur Bandung - Jogjakarta dengan jalan raya nasional lintas tengah Brebes - Banyumas. Luas wilayah Kecamatan Rawalo seluas 4.964 Hektar. Pada tahun 2015 Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Banyumas mencatat jumlah penduduk Kecamatan Rawalo menjapai 63.273 Jiwa terdiri dari 31.939 Laki-laki dan 31.334 Perempuan.

Batas-batas Wilayah[sunting | sunting sumber]

Desa/kelurahan[sunting | sunting sumber]

  1. Banjarparakan
  2. Losari
  3. Menganti
  4. Pesawahan
  5. Rawalo
  6. Sanggreman
  7. Sidamulih
  8. Tambaknegara
  9. Tipar

Geografi[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Rawalo terletak dibagian selatan Kabupaten Banyumas. Wilayahnya sebagain besar merupakan dataran rendah terutama dibagian tengah. Wilayah selatan berupa lereng perbukitan landai yang dilintasi oleh Sungai Serayu dari dibagian timur. Bagian utara merupakan daerah perbukitan berketinggian lebih dari 300 meter diatas permukaan air laut (Mdpl) dengan sejumlah puncaknya seperti Bukit Payung (312 m), Bukit Watujambangan (237 m) dan Bukit Kubang (185 m). Selain Sungai Serayu Kecamatan Rawalo juga dilintasi sejumlah sungai lain seperti Sungai Tajum, Sungai Kalibalung, Sungai Kalidare dan Sungai Sungkalan. Kecamatan Rawalo yang beriklim tropis dengan dua musim dalam satu tahunnya yaitu musim kemarau dan penghujan, dengan suhu udara pada siang hari berkisar antara 26 - 33 derajat Celcius.

Sekolah Menengah[sunting | sunting sumber]

  1. SMAN 1 Rawalo
  2. SMA El Madami Rawalo
  3. SMK Ma'arif 1 Rawalo
  4. SMK Diponegoro 2 Rawalo
  5. SMK Miftahul Huda Rawalo
  6. SMK Teknik Komputer Rawalo
  7. MA Miftahul Huda Rawalo
  8. SMPN 1 Rawalo
  9. SMPN 2 Rawalo
  10. SMP Muhammadiyah Rawalo
  11. SMP Islam Al-Falah Rawalo
  12. SMP Diponegoro 8 Rawalo
  13. MTs Ma'arif 1 Rawalo
  14. MTs Ma'arif 2 Rawalo
  15. MTs Miftahul Huda Rawalo
  16. MTs Al-Mujahidin Rawalo

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

1. Bendung Gerak Serayu

Bendung Gerak Serayu Banyumas adalah bendung sungai buatan dengan membendung Sungai Serayu yang masuk wilayah Desa Tambaknegara. Bendung ini dibangun oleh pemerintah orde baru pada 1993 dan secara resmi difungsikan pemakaiannya oleh Presiden Suharto pada 20 November 1996. Jauh sebelum bendung dibuat, Belanda telah membangun Pompa Air Banjarsari, yang letaknya persis di samping bendung, untuk memompa air Sungai Serayu ke saluran irigasi yang mengairi sawah-sawah di daerah Banyumas selatan, Cilacap, dan sebagian Kebumen barat. Sebagai hiburan, jika beruntung, pengunjung mungkin bisa melihat beberapa ekor burung Raja Udang Biru di sekitar Bendung Gerak Serayu, dengan bulu biru kehijauan pada punggung, putih pada leher hingga perut dengan garis dada biru tua atau hijau, paruhnya hitam, dan kakinya merah[1]

2. Pemandian Tirta Husada Kalibacin

Pemandian Tirta Husada Kalibacin berjarak 350 m dari jalan masuk ke Bendung Gerak Serayu atau masih termasuk wilayah Desa Tambaknegara. Masyarakat sekitar dulu memberi nama Goa Teleng pada sumber mata air di tempat ini yang airnya terus menerus mengucur keluar, meski pada musim kemarau panjang sekalipun. Ketika diketahui bahwa ternyata airnya berkhasiat, namanya lalu berubah menjadi Tuk Semingkir, artinya mata air yang menyingkirkan (berbagai jenis penyakit). Pemandian Tirta Husada Kalibacin merupakan obyek wisata husada karena pengunjung yang datang selain berekreasi juga dapat berobat. Objek wisata inii disebut Kalibacin karena airnya berbau kurang sedap. Namun karena kandungan belerangnya cukup tinggi, airnya diyakini mampu mengobati berbagai macam penyakit kulit, syaraf, dan tulang atau rematik. Di tempat ini tersedia kolam untuk berendam maupun kamar mandi[2] .



  1. ^ Bendung Gerak Serayu Banyumas
  2. ^ Pemandian Tirta Husada Kalibacin