Tambakbulusan, Karangtengah, Demak

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Tambakbulusan
Peta tambakbulusan.png
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Tengah
KabupatenDemak
KecamatanKarangtengah
Kode Kemendagri33.21.05.2017 Edit the value on Wikidata
Luas47 km²
Jumlah penduduk2524 jiwa
Kepadatan53,69 jiwa/km²

Tambakbulusan adalah desa di kecamatan Karangtengah, Demak, Jawa Tengah, Indonesia.

Desa Tambakbulusan termasuk desa yang terletak di pesisir Demak. Potensi desa ini antara lain terletak pada sektor tambak, UMKM, dan juga wisata. Khusus untuk wisata, desa ini memiliki brand "Istambul" atau Istana Tambakbulusan sebagai daya tarik wisatanya.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Desa Tambakbulusan dari segi bahasa terdiri dari kata Tambak dan Balusan. Tambak artinya Empang dan Balusan adalah sejenis rumput ilalang tumbuh di belantara pantai, yang dekat dengan laut jawa konon ceritanya para sesepuh pada zaman dahulu kala ada seorang petualang yang terdapampar dipantai dan panai tersebut berbau harum atau wangi jadi dinamakan muara Glagah Wangi. dari cerita babat tanah Jawa Tambakbulusan adalah bagian dari Kerajaan Demak yang waktu itu dikenal dengan alas glagah wangi.

Pada zaman dahulu desa Tambakbulusan ikut dalam satu wilayah dengan desa Surodadi kecamatan Sayung. Adapun dukuh Tambakgembolo, dukuh Tambaktengah dan dukuh Tambakkontrak adalah satu wilayah Desa Tambakgembolo yang kecamatannya ikut Karangtengah.

Karena letak dukuh Tambakbulusan dengan desa Tambakgembolo yang hanya berbatasan dengan kali tangking. Maka tokoh-tokoh masyarakat dukuh Tambakbulusan dan desa Tambakgembolo meminta kepada petinggi / lurah desa Surodadi agar dukuh Tambakbulusan dilepas dari wilayahnya, dan akan bergabung dengan desa Tambakgembolo, dengan perundingan secara kekeluargaan dan ketentuan-ketentuan yang yang harus diterima desa Tambakgembolo sepertinya hasil pajak bumi dan bangunan yang masih dikuasai oleh desa Surodadi.

Sejak saat itulah desa Tambakgembolo ganti nama desa Tambakbulusan kemudian pada tahun 70-an antara Camat Sayung dengan Camat Karangtengah berrunding di Kawedanan Grogol membahas tapel batas desa Surodadi dan Desa Tambakbulusan. Sejak itulah disepakati bahwa batas desa Surodadi dengan desa Tambakbulusan adalah sungai sinder bandang dan juga menyerahkan sepenuhnya hasil bumi dan bangunan atau pajak kepada desa Tambakbulusan.

Pembagian administratif[sunting | sunting sumber]

Desa ini terdiri atas 13 RT dan 4 RW yang dibagi menjadi 4 dusun, yaitu:

  1. Dusun Tambakbulusan
  2. Dusun Tambakgembolo
  3. Dusun Tambaktengah
  4. Dusun Tambakkontrak

Tambak[sunting | sunting sumber]

Desa Tambakbulusan memiliki potensi tambak yang sangat luas. Komoditas tambak andalan desa ini adalah udang dan ikan bandeng.

Pantai Glagah Wangi[sunting | sunting sumber]

Salah satu destinasi wisata di Tambakbulusan adalah Pantai Glagah Wangi. Konon, pantai ini memiliki asal usul dari sebuah pantai yang mengeluarkan aroma wangi.

Mangrove[sunting | sunting sumber]

Desa Tambakbulusan memiliki potensi mangrove yang sangat besar. Luas total area mangrove di desa ini 200 Ha. Spesies mangrove didominasi oleh jenis Bakau dan Api-Api. Spesies yang dapat ditemukan antara lain: