Caruy, Cipari, Cilacap

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Caruy
Desa
Negara  Indonesia
Provinsi Jawa Tengah
Kabupaten Cilacap
Kecamatan Cipari
Pemerintahan
 • Kepala desa Karsino S.E
Kodepos 53262
Luas 648 m²
Jumlah penduduk 7152 jiwa
Kepadatan -

Caruy adalah desa di kecamatan Cipari, Cilacap, Jawa Tengah, Indonesia. Desa Caruy merupakan desa paling utara di wilayah kecamatan Cipari yang berbatasan langsung dengan Kecamatan Cimanggu dan Kecamatan Karangpucung.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Sejarah Desa Caruy menurut (Alm) S. Reksosudarmo yang merupakan mantan Kepala Desa Caruy yang ke-XIII mengisahkan bahwa pada tahun 1794 M seorang bernama RONGGOWIYUDHO alias NAYAPURWA dia famili dari Hadipati Cisagu/ Penyarang. Ia membuka hutan di sebelah Timur Pegadingan. Pegadingan pada waktu itu sebuah Kademangan yang di bawah Kadipaten Cisagu. Hutan yang dibuka belum punya nama. Teman Ki Nayapurwa mereka adalah Ki Reksajaya asal Curuguwa wilayah Ajibarang; Ki Sampet (Ki Sumpit); Ki Alsan; kedua orang tersebut berasal dari Kalapagenep wilayah Pasundan. Hutan yang telah dibuka itu kemudian menjadi sebuah dukuh dan diberi nama Dukuh Curug oleh Ki Reksajaya, menurut desanya yang ditinggalkan.

Kehidupan warga dukuh itu baik, rukun, tenteram, satu sama lain saling menjaga, walaupun dukuh itu terletak di tengah hutan tetapi tidak pernah ada gangguan yang berarti; karena guyub dan rukun itu. Walaupun di dalam dukuh itu penghuninya belum banyak, tetapi setiap waktu selalu ada pendatang baru. Mereka ingin ikut membuka hutan, untuk dibuat peladangan dan pemukiman di dukuh Curug itu. Akhirnya dukuh itu menjadi ramai. Lalu dibentuk pembagian kerja, tugasnya sebagai berikt: Ki Ronggowiyudho (Nayapurwa) menjalankan tugas untuk hubungan dengan pihak kademangan. Ki Reksajaya mengatur warga dukuh yang kewajibannya membuka hutan untuk dibuat lahan pertanian.

Cara yang demikian itu dipatuhi oleh warga dukuh. Maka tidak mustahil bahwa tanah Curug itu akhirnya menjadi perkampungan atau merupakan desa kecil dan penghuninya mempunyai semangat yang tinggi. Mereka rajin menjalankan kegotong-royongan yang penuh keikhlasan dan patuh pada pimpinan. Peristiwa ini kira-kira masih dalam kurun waktu antara 1894 sampai dengan 1980. Pembukaan hutan makin meluas, bergeser ke arah timur dari kampung Curug lalu membelok ke arah Utara dan ke Selatan melalui bukit Igirbeling. Dengan meluasnya pemukiman dalam dukuh Curug ini maka dilaporkan ke Kadipaten Cisagu.

Setelah resmi bahwa perkampungan itu dilaporkan dan diketahui oleh atasan, maka menurut pendapat dari para warga supaya nama kampung itu diberi nama resmi pula yang sesuai dengan keadaan. Lalu diadakan kumpulan warga untuk merembug nama desa. Menurut cerita, berhubung tempat itu banyak tumbuh pohon menurut ujar Ki Alsan dan Ki Sampet (Warga asal dari Pasundan) bahwa pohon yang tumbuh banyak di situ namanya tangkap CARUY (pohon Caruy) kemudian nama pepohonan tersebut digunakan untuk nama desa. Maka sampai sekarang desa ini diberi nama Caruy (menurut bahasa Jawa pohon tersebut adalah pohon/ kayu bayur). Selanjutnya Desa Caruy di bawah pengawasan Kademangan Pegadingan Kadipaten Cisagu. Berdasarkan pembukaan hutan di Desa Caruy telah mengembang, merata ke arah Timur dan ke Utara. Kemudian ditetapkanlah batas-batasnya.

  • Batas sebelah Timur adalah Sungai Sempayak; membatasi dengan Desa Penyarang dan Cidadap.
  • Batas sebelah Selatan adalah Igir Jojoktiga yang membujur ke Barat sampai Igirbeling; membatasi dengan Desa Segaralangu dan Tanah Kehutanan Wilayah Desa Kunci.
  • Batas sebelah Barat adalah Sungai Cihaur yang membujur ke Selatan sampai Watuandong dan Igirbeling; membatasi dengan Desa Pegadingan.
  • Batas sebelah Utara adalah Sungai Cikawung dan Sungai Gerugak; membatasi dengan Cimanggu dan Pangaweran.

Demikianlah batas Desa Caruy sampai sekarang. Adapun pendahulu/ pembuka hutan Caruy itu terdiri dari Suku Jawa dan Sunda. Karena itu di Caruy bahasa yang digunakan rakyat pada umumnya bahasa Jawa kagok/ miring; misalnya Jawa Bumiayu atau Ajibarang; begitu pula bahasa Sunda yang digunakan kebanyakan bahasa Sunda Kagok atau Sunda Kasar. Pedukuhan yang telah ada antara tahun 1794 sampai dengan 1801:

  1. Dukuh Curug
  2. Dukuh Babakan
  3. Dukuh Negaraayu
  4. Dukuh Nanggela
  5. Dukuh Benda
  6. Dukuh Garugak
  7. Dukuh Pentus
  8. Dukuh Karangduren (kemudian menjadi Karang Jambu)

Orang pertama yang trukah / membuka lahan di dukuh tersebut antara lain:

  1. Ki Reksajaya dan Ki Sampet membuka Dukuh Curug; sampai sekarang namanya tetap Curug
  2. Ki Nayapurwa membuka di Babakan/ Bojongereng sampai wafat; di tempat itu makam dia masih dipuja oleh penduduk
  3. Ki Drepesinga membuka di Negaraayu/ Nggela
  4. Ki Kertayasa membuka di Benda
  5. Ki Karsipah, Ki Martandaka, Ki Dipakerta, Ki Suradipa semuanya membuka di Pasirmalang dan Garugak
  6. Ki Alsan dari Curug pindah membuka di Pentus dan di Karangduren Ki Wangsarana
  7. Ki Alit membuka di Cikrisik

Di pedukuhan tersebut di atas telah banyak penghuninya; ditambah pendatang baru setiap waktu bermunculan dari setiap penjuru. Maka para tua-tua desa memandang perlu diadakan Tata Pemerintahan menurut keadaan pada masa itu. Guna mengatur tata tertib masyarakat supaya orang-orang tidak bertindak sendiri-sendiri dan supaya ada peraturan yang menentu.

Sehubungan dengan pendapat para tua-tua desa, Ki Nayapurwa selaku sesepuh masyarakat menyetujuinya. Lalu diadakan pilihan Kepala Desa. Dalam pilihan tersebut yang dipilih untuk menjadi Kepala Desa adalah Ki Reksajaya, Tua Desa Dukuh Curug. Maka Ki Reksajaya ini adalah Kepala Desa Caruy yang pertama. Diresmikan pada tahun 1801 M. Adapun menurut riwayat urut-urutan Kepala Desa di Desa Caruy sebagai berikut:

  1. Ki Reksajaya dari tahun 1801 sampai dengan 1817. Lamanya 13 tahun; berhenti karena umur lanjut.
  2. Ki Wangsarana dari Tahun 1814 sampai dengan tahun 1817 M. Lamanya 4 (empat) tahun. Dia berhenti tanpa diketahui masalahnya.
  3. Ki Mad Karim dari Tahun 1818 sampai dengan 1825 M. Lamanya 8 (Delapan) tahun. Dia berhenti karena lanjut usia.
  4. Ki Ranadipa dari Tahun 1826 sampai dengan tahun 1843 lamanya 18 tahun. Berhenti karena tua.
  5. Ki Ranabangsa dari Tahun 1844 sampai dengan 1860. Lamanya 17 tahun, berhenti karena kesalahan dengan atasan.

Keadaan Desa Caruy semenjak Kepala Desa pertama sampai Kepala Desa ke-lima, ini masyarakatnya tenang, tenteram, dan aman; sifatnya masih sangat primitif (kuno). Penghidupannya bercocok tanam, beternak masih jarang, umumnya masih enggan memelihara ternak karena masih banyak binatang buas yang mengganggu.

Batas wilayah[sunting | sunting sumber]

Batas-batas wilayahnya adalah sebagai berikut:

Utara Kecamatan Cimanggu
Selatan Desa Kutasari
Barat Desa Sidasari
Timur Kecamatan Karangpucung

Pembagian wilayah[sunting | sunting sumber]

Desa Caruy terdiri dari 42 RT dan 10 RW dan terbagi menjadi 3 wilayah administratif yaitu:

  1. Dukuh Cigintung
  2. Dukuh Karang Jambu
  3. Dukuh Pentus

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Semenjak disahkan sebagai desa Pada Tahun 1950 yang berdasarkan pada undang-undang, Desa Caruy yang awalnya menjadi desa inti telah mengalami pemekaran menjadi 3 Desa, yaitu Desa Kutasari dan Desa Karangreja. Struktur Organisasi Pemerintah Desa Caruy terdiri dari Kepala Desa, Sekretaris Desa, Kepala Urusan dan Unsur pelaksana teknis yang semua berjumlah 22 personel.