Wiro, Bayat, Klaten

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Wiro
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Tengah
KabupatenKlaten
KecamatanBayat
Kodepos
57462
Kode Kemendagri33.10.04.2018 Edit the value on Wikidata
Luas... km²
Jumlah penduduk... jiwa
Kepadatan... jiwa/km²

Wiro (bahasa Jawa: Wira) adalah desa di kecamatan Bayat, Klaten, Jawa Tengah, Indonesia. Desa ini berjarak sekitar 4,5 Km dari pusat pemerintahan kecamatan Bayat atau 13 Km dari ibu kota Kabupaten Klaten. Desa Wiro terbagi menjadi sembilan [[pedukuhan].

Batas wilayah[sunting | sunting sumber]

Batas-batas wilayahnya adalah sebagai berikut:

Utara Kecamatan Trucuk
Timur Desa Tawangrejo
Selatan Desa Kebon dan Desa Jotangan
Barat Desa Krakitan

Pembagian wilayah[sunting | sunting sumber]

  1. Dukuh Jonggrangan
  2. Dukuh Mandungan
  3. Dukuh Ngruweng
  4. Dukuh Pengkol
  5. Dukuh Pilangsari
  6. Dukuh Somoyudan
  7. Dukuh Tegalasin
  8. Dukuh Tugurejo
  9. Dukuh Wiro

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

  1. SMP Negeri 3 Bayat
  2. SD Negeri 1 Wiro
  3. SD Negeri 2 Wiro
  4. SD Negeri 4 Wiro
  5. TK Pertiwi 1 Wiro
  6. TK Pertiwi 3 Wiro
  7. PAUD Kuncup Mekar

Olahraga[sunting | sunting sumber]

Memiliki dua klub sepak bola yang cukup terkenal di wilayah klaten, yaitu PS Rajawali dan PS Wiro Sableng, dengan dua lapangan yang menjadi Base Campnya, masing-masing di dukuh Jonggrangan dan dukuh Ngruweng.

Potensi[sunting | sunting sumber]

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Desa Wiro berpotensi menjadi desa pariwisata. Suasana khas pedesaan masih sangat terasa dan terdapat berbagai hal yang menarik, mulai dari bumi perkemahan dan bukit pandan dengan lokasi di pegunungan dukuh Tugurejo, memancing di Sungai Dengkeng, bercocok tanam bersama petani di sawah maupun ladang serta bermain permainan tradisional, berlatih Tari dan kerawitan. Selain itu, konon terdapat juga umbul abadi di dukuh Ngruweng

Pertanian[sunting | sunting sumber]

Hasil pertanian yang utama selain padi adalah tembakau, cabai keriting, terong, ceme, jagung dan kedelai. Selain itu, petani di desa Wiro juga menghasilkan hasil pertanian pepaya yang unggul. Yang menarik di desa ini ada Blumbang sejenis kolam/telaga yang tidak pernah habis airnya walaupun di musim kering, letaknya di Dukuh Ngruweng.

Budaya[sunting | sunting sumber]

Kesenian di DesaWiro masih sangat kental. Dari seni musik tradisional hingga musik religi seperti Laras Madyo di Dukuh Wiro dan Seni hadroh di Dukuh Ngruweng serta di Dukuh Jonggrangan. Selain itu saat hari raya idul fitri, maka desa ini kental dengan tradisi kenduri terutama di Dukuh Jonggrangan. Sembari bersilaturahmi, warga diperbolehkan makan tumpeng yang telah disediakan dan juga kue apem.