Banjarsari, Nusawungu, Cilacap

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Banjarsari
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Tengah
KabupatenCilacap
KecamatanNusawungu
Kodepos
53283
Luas-
Jumlah penduduk-
Kepadatan-

Banjarsari adalah desa di kecamatan Nusawungu, Cilacap, Jawa Tengah, Indonesia. Desa Banjarsari merupakan salah satu desa yang terletak di pesisir] selatan dengan wilayah 55% merupakan area sawah 40% tanah pekarangan dan pemukiman dan 5% tanah ladang bibir pantai (dalam bahasa setempat disebut tegalan). Desa banjarsari terbagi menjadi 5 wilayah Dusun, 5 RW dan 31 RT.

Batas Wilayah[sunting | sunting sumber]

Batas-batas wilayahnya adalah sebagai berikut:

Utara Desa Kedungbenda dan Desa Klumprit
Timur Kabupaten Kebumen
Selatan Desa Karangsembung, Desa Banjareja dan Desa Jetis
Barat Desa Karangsembung

Pembagian Wilayah[sunting | sunting sumber]

  1. Dusun Depok
  2. Dusun Dewa
  3. Dusun Ketapang Kulon
  4. Dusun Ketapang Wetan
  5. Dusun Simanis

Geografis[sunting | sunting sumber]

Berada pada ketinggian antara 1 meter hingga 2 meter di atas permukaan laut. Dengan batas-batas Utara berbatasan dengan desa Karangsembung dan Banjareja, Timur berbatasan dengan desa Banjareja dan Jetis, Selatan Samudra Hindia, barat berbatasan dengan desa Karangpakis. Berada pada jarak 450 km dari Ibu kota Negara (Jakarta), 225 km dari ibu kota Profinsi (Semarang), 45 km dari pusat pemerintahan Kabupaten (Cilacap) dan 8 km dari kecamatan Nusawungu. Jarak ke kota-kota lain; Bandung 310 km, Purwokerto 50 km, Kebumen 46 km, Jogjakarta 175km. Jalur Jalan Rintisan Selatan Selatan pulau Jawa (Bandung – Jogjakarta) yang sekarang sudah aktif dan dapat dilalui bebagai jenis kendaraan darat membentang melalui desa ini, sehingga ketika musim liburan panjang jalur jalan ini cenderung ramai oleh kendaraan wisatawan dan akan menjadi lebih ramai ketika musim arus mudik lebaran dan arus balik.

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Kantor pemerintahan desa terletak di tepi jalan raya jalur Selatan Selatan Jawa, mudah diakses oleh warga maupun pengunjung desa dari berbagai arah maupun kota.

Struktur Pemerintahan

  • Kepala Desa : SURATMAN
  • Sekretaris Desa : MARYANTI
  • Kepala Urusan Umum : SARJONO
  • Kepala Urusan Pemerintahan : SUGENG PRASONGKO, S.E.
  • Kepala Urusan Pembangunan : TOCHIDAN ALMA`SUM
  • Kepala Urusan Kesos : semetara tidak ada, karena berhenti atas permintaan sendiri
  • Kepala Urusan Keuangan : SLAMET HANDOKO
  • Perangkat Desa lain : Kepala Dusun (5 orang) dan Unsur Pelaksana (11 orang)
  • Lembaga Desa : BPD, LPPMD, PKK, Karang Taruna

Perekonomian[sunting | sunting sumber]

Pertanian[sunting | sunting sumber]

Karena sebagian besar wilayah desa ini adalah sawah, maka sebagian besar mata pencaharian utama warga adalah bertani. Pada lahan sawah pertanian andalan warga adalah padi dan ketika musim kemarau di mana sawah mengalami kekeringan sebagian ada yang bertanam palawija. Pengelolaan sawah ketika bercocok tanam padi oleh warga masih tergolong konvensional, mereka baru menggunakan alat bantu pertanian berupa traktor sawah dan mesin rontok padi, sementara mesin tanam dan mesin pemanen dan pengering gabah balum menjamah desa ini. Kendala pertanian padi yang banyak dialami oleh petani adalah kekeringan karena meskipun ada jaringan irigasi yang memasuki wilayah desa (sawah), tetapi tidak dapat berfungsi normal bahkan dapat dikatakan tidak berfungsi. Hama yang sering menyerang pertanian padi barupa tikus, wereng, keong, jamur dan burung. Hasil pertanian ladang (tegalan) berupa sayuran, semangka, kacang tanah dan kelapa. Mata pencaharian warga yang kedua adalah penyadap nipah gula kelapa (bahasa setempat disebut nderes).

Perikanan dan peternakan[sunting | sunting sumber]

Sebagian warga lainnya ada yang berpecaharian sebagai nelayan laut, peternak, dan budi daya perikanan air tawar. Bagi nelayan selain buruh juga banyak yang memiliki perahu dan peralatan tangkap ikan sendiri maupaun patungan. Hasil penangkapan ikan dijual di tempat Pelelangan Ikan (TPI) dan ada pula yang di bawa pulang untuk dijajakan sendiri dengan cara berkeliling antar desa. Hasil petrnakan warga berupa ayam negeri, ayam kampung, ayam bankgok, kambing jawa, kambing etawa, sapi jawa, sapi metal, kerbau dan beberapa warga yang kreatif ada yang beternak burung puyuh, burung merpati, semut, dan lebah.

Buruh dan karyawan[sunting | sunting sumber]

Selain perantau domestic yang bekerja di sektor formal dan informal dalam negeri, dengan mayoritas tujuan kerja di Jakarta, Bekasi, Tangerang dan Bandung. Warga usia produktif juga banyak yang menjadi buruh migrant ke beberapa Negara di antaranya Korea Selatan, Jepang, Taiwan, Hongkong, Singapura, Malaysia. Prosentase pegawai negeri sipil, TNI Polri dibanding jumlah warga tergolong kecil.

Perdagangan[sunting | sunting sumber]

Memiliki sebuah pasar desa yang letaknya sangat setrategis, berada di tepi jalan jalur Selatan Selatan pulau Jawa. Hari pasarannya Senis, Kamis dan Sabtu, dipenuhi oleh pedagang sembako, sayur mayur, buah-buahan, makanan dan minuman tradisonal, mainan anak, pakaian, dan kios pedagang emas dan valuta asing. Jika malam pasar digunakan berjualan oleh penjaja kuliner. Toko milik warga di perkampungan juga banyak dari mulai toko material bangunan, spare part kendaran, kelontong, sembako, seluller, alat tulis kantor dan pertanian.

Usaha Jasa[sunting | sunting sumber]

Bengkel sepeda dan sepeda motor lebih dari 10, bengkel mobil sementara sudah ada 5, bengkel lainnya adalah bengkel motor variasi / modif, las, elektornik dan listrik, rice mill (penggilingan gabah menjadi beras), saw mill (penggergajian kayu), jasa sewa mobil dan angkutan wisata, angkutan barang dan warung internet (warnet). Usaha jasa lainnya berupa penjahit, tukang kayu, tukang besi, sewa tenda dan peralatan resepsi, soundsystem dan penerangan juga banyak terdapat di desa ini.

Usaha Hiburan[sunting | sunting sumber]

Memiliki satu lapangan sepak bola berukuran setandar yang biasa dipergunakan untuk olahraga, kegiatan upacara Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kegiatan keramaian dan hiburan, terletak 50 meter di tepi jalan Jalur Selatan Selatan Jawa sihingga tidak membahayakan pengguna lapangan dan pengguna jalan raya namun mudah diakses. Memiliki akses jalan wisata ke Pantai Selatan (Samudra Hindia). Ada beberapa kelompok seni kuda kepang, beberapa dalang wayang kulit, kelompok seni ketoprak dan kelompok seni music campur sari.

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Terdapat sarana pendidikan formal dan informal dari PAUD sampai dengan SLTA. Ada dua PAUD Informal yakni Taman Balita dan Bina Balita, lima Pos Paud, tujuh TPQ, satu PAUD formal yakni TK Pertiwi, tiga Sekolah Dasar Negeri, satu Madrasah Tsanawiyah Negeri, satu SMK Karya Mandiri (swasta), satu Lembaga Pendidikan Keterampilan (LPK) bahasa Korea, satu LPK komputer. Meski termasuk desa pesisir, tetapi tingkat pendidikan warga sudah tergolong baik dan sudah sadar akan pendidikan minimal 12 tahun (tidak termasuk PAUD) bagi anak-anak.

Kesehatan[sunting | sunting sumber]

Memiliki satu Pos Kelinik Desa, dua bidan desa, dua tenaga kesehatan di Puskesmas. Kesadaran akan pentingnya budaya perilaku hidup bersih dan sehat warga sudah cukup baik. Jarak tempuh ke layanan kesehatan Puskesmas 6 km, ke Puskesmas Pembantu 1 km, balai pengobatan swasta 1 km, rumah sakit umum swasta 25 km, rumah sakit umum daerah (Pemda) 43 km. Bagi warga yang digolongkan miskin menerima BPJS gratis (angsuran preminya dibayar oleh Negara), sementara bagi warga mampu kepesertaan BPJS mandiri (premi bayar sendiri) sudah cukup banyak.

Wisata[sunting | sunting sumber]

Memiliki wilayah desa yang berupa pantai yang sangat cocok untuk objek dan kunjungan wisata, tetapi objek ini belum tersentuh oleh investor, jadi masih sangat alami.