Tengger, Japah, Blora
Tengger | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Negara | |||||
| Provinsi | Jawa Tengah | ||||
| Kabupaten | Blora | ||||
| Kecamatan | Japah | ||||
| Kode pos | 58257 | ||||
| Kode Kemendagri | 33.16.16.2002 | ||||
| Luas | ... km² | ||||
| Jumlah penduduk | ... jiwa | ||||
| Kepadatan | ... jiwa/km² | ||||
| |||||
Tengger adalah sebuah desa di Kecamatan Japah, Kabupaten Blora, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Pada tahun 1990-an, Desa Tengger masih tergabung dalam Kecamatan Ngawen. Disebabkan banyak desa yang ada di Kecamatan Ngawen, sehingga Kecamatan Ngawen kewalahan untuk menjalankan peran pemerintahan desa-desa yang ada dalam kecamatannya. Oleh karena itu, diadakan pemekaran wilayah kecamatan. Ketika pemekaran wilayah diadakan, penduduk di Desa Tengger tidak menunjukkan keberatan. Penduduk di desa-desa yang dimekarkan juga menunjukkan antusiasme terhadap daerahnya yang akan dipecah menjadi dua kecamatan. Disebabkan pascapemekaran menjadi dua kecamatan ini disertai dengan proyek pembangunan yang berkelanjutan.
Letak Geografis
[sunting | sunting sumber]Desa Tengger terletak di bagian selatan Kecamatan Japah dan di sebelah barat Kecamatan Ngawen. Lebih tepatnya, Desa Tengger terletak di sebelah selatan Desa Bradag, di sebelah timur Desa Gotputhuk dan Sambung rejo, di sebelah Utara Desa Harjowinangun, dan di sebelah barat Desa Krocok. Desa ini terbagi ke dalam dua dusun, yaitu: Dusun Tegal Gedhe dan Dusun Tengger kidulan.
Kebudayaan
[sunting | sunting sumber]Adat istiadat
[sunting | sunting sumber]Penduduk Desa Tengger memiliki adat-istiadat yang unik, seperti misalnya tradisi sedekah bumi atau yang biasa disebut tekah deso. Penduduk desa ini sering kali datang secara berbondong-bondon ke Sendang untuk merayakannya. Tidak hanya sedekah bumi saja, penduduk Desa Tengger juga memiliki tradisi satu syuro dan kemamangan. Tradisi kemamangan sering kali diadakan setiap satu tahun sekali. Tradisi kemamangan ini bisanya diadakan bagi warga yang memiliki peliharaan ternak, seperti misalnya sapi, kerbau, dan kambing. Sebelum tradisi kemamangan dimulai, penduduk DesaTengger menjalankan ritual-ritual semacam Lamporan dulu selama satu minggu keliling desa. Setelah itu menjelang hari kemamangan tiba masyarakat tengger seluruhnya membuat sesajen di bawa ke simpang jalan untuk di bacakan doa-doa oleh sesepuh yang ada di sana, guna untuk meminnta perlindungan yang maha kuasa supaya di jauhkan dari bencana dan marabahaya (kata tradisi mereka ini).
Kesenian
[sunting | sunting sumber]Kesenian favorit masyarakat tengger ini adalah: Barongan, Ketoprak, Tayub, wayang kulit, Dangdut. Desa ini mempunyai Group musik,dan Group musik tersebut namanya barongan. Seni barongan ini di pimpin oleh Bp.Ngaripan dan kawan-kawan. Dan seni Barongan ini sangat di gemari oleh masyarakat tengger itu sendiri. Dan setiap pertunjukan seni barangan ini biasanya di ikutu dengan mistik-mistik misalnya dengan membaca mantra-mantra dan ini di lakukan oleh pawangnya atau sesepuh yang ada di seni tersebut. Dan seni barongan ini biasanya di mainkan di saat masyarakat punya hajatan misalnya: Khitanan dan Mantenan. setiap ada acara khitanan atau mantenan si yang sunat atau yang mantenan mereka ini di arak keliling kampung.
Pertanian
[sunting | sunting sumber]Masyarakat Desa Tengger ini pada umumnya mereka memelihara ternak sapi. Setiap rumah di desa ini pada umumnya hampir sebagian mempunyai sapi, dan sapi di sini biasanya kalau musim hujan di pakai untuk membajak sawah. Sebagian besar kalau musim kering para penduduk desa Tengger ini pada umumnya menjual sapi sebagai andalan mereka untuk menyambung hidup. Kenapa mereka pada menjual ternak meraka? Karena sebagian besar tempat bercocok tanam mereka (sawah mereka adalah tadah hujan),paling-paling mereka hanya panen sekali saja dalam setahun. Dan setelah itu sawah-sawah mereka pada di tanami jagung. Setelah melewati penanaman jagung sawah mereka ini pada umumnya adalah BERO Alias tidak bisa di kerjakan karena pada NELO (BERLUBANG-LUBANG) Masyarakat desa Tengger ini sangat rukun sekali, mereka saling tolong menolong misal dalam membangun rumah, membajak sawah, hajatan, sunatan dan mantenan misalnya, penduduk di sini biasanya mereka BERGOTONG-ROYONG saling membantu. Dan di desa ini masyarakatnya kalau di musim kemarau para pemudanya memanfaatkan waktu kosong mereka merantau ke kota untuk mencari tambahan nafkah. Pada umumnya masyarakat desa tengger ini mereka merantau mencari kerja sebagai tenaga kasar yaitu sebagai Kuli Bangunan. Dan pada saat musim hujan tiba mereka semua pulang kampung untuk mengolah sawahnya.Di desa Tengger ini listrik sudah masuk sekitar ± tahun 1997, hanya jalan-jalannya agak gelap maklum namanya juga desa yang lebih ada kemajuan adalah jalan sudah di aspal walaupun masih belum halus di bandingkan sekitar tahun 90an kalau hujan sangat becek sekali tetapi sekarang mulai ada peningkatan. Dan jalan menuju kecamatan Japah sudah di aspal, hanya jalan yang menuju kecamatan Ngawen masih kasar dan jelek,kenapa? karena jalan menuju kecamatan Ngawen di sini khususnya tepat di posisi timur desa jalannya naik turun melewati pekuburan, dan jalan di tempat ini bisa rusak di akibatkan tergerus air hujan dan kanan kirinya adalah sawah-sawah milik warga.Dan andalan para penduduk desa ini adalah tanaman padi,cabe,dan kacang ijo.
Pendidikan
[sunting | sunting sumber]Sekolah di desa ini ada satu yaitu Sekolah Dasar Negeri Inpres. Nama sekolahannya SD Negeri Tengger. Masyarakat Tengger ini umumnya mereka mempunyai rumah terbuat dari kayu dan bambu. Dan sangat jarang bila anda berkunjung atau melewati desa Tengger ini anda menjumpai rumah tembok, seandainya ada itupun satu dua yang punya. Masyarakat tengger ini pada umumnya mereka berpendidikan setingkat SLTP dan SLTA. Mereka sangat jarang sekali meneruskan pendidikan yang lebih tinggi,dan ini di karenakan mata pencaharian mereka adalah sebagai petani dan ada juga sebagai petani pas-passan.
