Limpung, Batang
Limpung | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Negara | |||||
| Provinsi | Jawa Tengah | ||||
| Kabupaten | Batang | ||||
| Pemerintahan | |||||
| • Camat | Sany Tanjung, S.E | ||||
| Populasi (2024)[1] | |||||
| • Total | 46.264 jiwa | ||||
| Kode pos | 51271 | ||||
| Kode Kemendagri | 33.25.08 | ||||
| Kode BPS | 3325080 | ||||
| Luas | 33,41 km² | ||||
| Kepadatan | 1385 jiwa/km² | ||||
| Desa/kelurahan | 17 | ||||
| |||||
Limpung (bahasa Jawa: ꦭꦶꦩ꧀ꦥꦸꦁ) adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Kecamatan Limpung dikenal karena letaknya yang strategis, berada pada pertemuan berbagai kecamatan di wilayah timur Kabupaten Batang. Wilayah ini juga terletak di kawasan transisi antara wilayah berbasis pegunungan dan wilayah berbasis pesisir.
Geografi
[sunting | sunting sumber]Kecamatan Limpung memiliki lanskap yang unik dan indah, dengan berbagai sisi wilayahnya yang didominasi perbukitan dan pegunungan, meskipun letaknya relatif dekat dengan pantai, yaitu sekitar 7 km. Di sisi selatan, terdapat pemandangan Hutan Polowono dan rangkaian Pegunungan Dieng, yang merupakan salah satu kawasan pegunungan utama di Jawa Tengah. Salah satu puncak yang paling menonjol dalam rangkaian Pegunungan Dieng tersebut adalah Gunung Prau, yang tampak menjulang tinggi dan menjadi lanskap utama yang dapat dilihat dari Kecamatan Limpung.
Di sisi barat, terdapat Gunung Kendalisodo, sementara di sisi utara terdapat Gunung Prikso dan Pegunungan Roban. Di sisi timur, terlihat perbukitan wilayah Kecamatan Tersono. Selain itu, dari wilayah Kecamatan Limpung juga tampak perbukitan yang berada di wilayah Kecamatan Plantungan dan Kecamatan Pageruyung di Kabupaten Kendal, yang menjadi bagian dari lanskap timur kecamatan ini.
Secara topografi, wilayah Kecamatan Limpung terbagi menjadi dua zona, yaitu wilayah loran (dataran rendah) dan wilayah kidulan (dataran tinggi). Wilayah kidulan dicirikan dengan temperatur yang lebih sejuk dan curah hujan yang lebih tinggi dibandingkan wilayah loran. Tingginya curah hujan di wilayah kidulan disebabkan oleh fenomena hujan orografis, yakni hujan yang terjadi akibat uap air yang terkondensasi ketika menaiki lereng pegunungan.
Menurut klasifikasi iklim Köppen-Geiger, Kecamatan Limpung termasuk dalam tipe iklim hutan hujan tropis (Af) dengan curah hujan yang relatif tinggi sepanjang tahun.
Penggunaan Lahan
[sunting | sunting sumber]Wilayah Kecamatan Limpung umumnya didominasi oleh lahan agroforestry dengan tanaman sengon (albasia) sebagai tanaman penaung. Selain itu, terdapat sawah dengan sistem irigasi sederhana, serta kebun dan ladang (tegalan). Seiring perkembangan waktu, di Kecamatan Limpung mulai banyak dijumpai pertokoan dan area permukiman yang terus berkembang.
Ekonomi
[sunting | sunting sumber]Kecamatan Limpung merupakan salah satu wilayah di Kabupaten Batang yang berbasis industri yang terus berkembang. Salah satu komoditas unggulan dari wilayah ini adalah produksi emping dari melinjo, yang telah dikenal hingga mancanegara.
Selain industri emping, keberadaan lahan pertanian dan perkebunan turut menopang perekonomian masyarakat setempat. Letaknya yang strategis, dekat dengan wilayah pesisir maupun pegunungan, juga menyebabkan melimpahnya komoditas segar pada beberapa sentra perekonomiannya.
Batas Wilayah
[sunting | sunting sumber]Kecamatan Limpung berbatasan dengan wilayah-wilayah berikut:
- Sebelah utara: Kecamatan Banyuputih
- Sebelah barat: Kecamatan Subah dan Kecamatan Pecalungan
- Sebelah selatan: Kecamatan Reban
- Sebelah timur: Kecamatan Tersono
Pembagian Wilayah
[sunting | sunting sumber]Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ Penduduk Kabupaten Batang Tahun 2024
- ↑ Tohirin, Amat (September 2021). Kecamatan Limpung dalam Angka 2021. Batang: BPS Kabupaten Batang. hlm. 7. ISBN 978-623-7979-22-7. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
