Madusari, Wanareja, Cilacap

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Madusari
Kantor Desa Madusari
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Tengah
KabupatenCilacap
KecamatanWanareja
Kodepos
53265
Kode Kemendagri33.01.15.2016 Edit the value on Wikidata
Luas-
Jumlah penduduk-
Kepadatan-
Suasana jalan desa

Madusari adalah desa di kecamatan Wanareja, Cilacap, Jawa Tengah, Indonesia. Desa ini terletak di ujung barat Kabupaten Cilacap berbatasan langsung dengan Provinsi Jawa Barat. Desa ini berjarak sekitar 97,5 km dari ibu kota Kabupaten Cilacap.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Desa Madusari adalah pemekaran dari Desa Madura. Desa Madusari berdiri akhir tahun 1980-an dimasa pemerintahan Orde baru, yang mana pada waktu itu sebelumnya bernama Desa Madura. Karena lokasinya berada di jalur jalan kabupaten yang berbatasan dengan Desa Tambaksari, sehingga desa pemekaran ini diberi nama Desa Madusari (antara Madura dan Tambaksari).

Batas Wilayah[sunting | sunting sumber]

Batas-batas Desa Madusari adalah:

Utara Desa Tambaksari, Desa Ciwalen, Desa Majingklak
Timur Desa Majingklak
Selatan Desa Madura
Barat Desa Ciwalen

Pembagian wilayah[sunting | sunting sumber]

Desa Madusari terbagi dalam 4 dusun dan 13 RW:

  1. Dusun Banjarwaru (RW 01, 02)
  2. Dusun Ciupas (RW 03, 04)
  3. Dusum Cimalati (RW 05, 06, 07, 08, 09, 10)
  4. Dusun Cipicung (RW 11, 12, 13)

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Desa Madusari dipimpin oleh seorang Kepala Desa yang dipilih langsung dalam sebuah Pemilihan Kepala Desa (PILKADES). Daftar Kepala Desa Madusari:

  1. Dartono Sumantri (...-1997)
  2. Nur Hayati (1997-2005)
  3. Dartono Sumantri (2005-2013)
  4. Yoes Sachri (2013-2018)

Transportasi[sunting | sunting sumber]

Menuju Desa Madusari:

  1. Dari Wanareja: Angkutan Perdesaan Warna Merah Muda / Pink (tarif sekitar Rp 10.000)
  2. Dari Desa Madura: Ojek (tarif sekitar Rp 7.500 - 15.000 per-orang)

Transportasi di Desa Madusari:

  1. Sepeda Motor menjadi alat transportasi yang direkomendasikan untuk dapat mengelilingi Desa Madusari.

Kebudayaan[sunting | sunting sumber]

Desa Madusari yang secara geografis masuk wilayah Jawa Tengah ini budaya mayoritas adalah sunda, dan mungkin bisa dikatakan Suku Sunda karena hampir keseluruhan aspek budaya di Desa Madusari ini adalah Budaya Sunda. Sebagai contoh bahasa, menggunakan bahasa sunda, kemudian adat yang berlaku adalah adat sunda sebagai contoh dari pernikahan, sunatan dll. Warga Desa Madusari melakukan komunikasi sehari-hari menggunakan bahasa sunda, dan sama sekali mereka tidak mengerti bahasa jawa meskipun dari letak geografis masuk ke Provinsi Jawa Tengah.

Komunikasi[sunting | sunting sumber]

Warga Desa Madusari sudah cukup mudah berkomunikasi, baik menggunakan sinyal seluler, radio maupun televisi. Jaringan telepon PT Telkom Indonesia sudah masuk ke wilayah RW 3 Dusun Ciupas, menyambung jaringan dari Desa Madura. Kondisi sinyal seluler di Desa Madusari:

  1. Telkomsel: Baik, beberapa tempat tersedia 3G - HSDPA
  2. Indosat: Baik, beberapa tempat hanya 2G (EDGE)
  3. XL: Cukup Baik, beberapa tempat hanya 2G (EDGE)
  4. 3 (tri): Kurang Baik, hanya dibeberapa tempat yang 3G
  5. Smartfren: Kurang Baik, hanya bisa diakses di beberapa tempat

Konservasi[sunting | sunting sumber]

Desa Madusari memiliki hutan konservasi yang disebut Karamat Candi. Terletak di wilayah RW 09 Dusun Cimalati, hutan ini sengaja dibiarkan seperti aslinya karena dianggap sebagai hutan keramat oleh masyarakat Desa. Hingga tahun 1996 hutan ini masih terdapat kera-kera yang dikeramatkan, tetapi karena perburuan warga sendiri, akhirnya kera-kera penghuni Karamat Candi, saat ini sudah punah.

Jejaring[sunting | sunting sumber]

Madusari ikut GDM

Desa Madusari sejak tahun 2013 ikut aktif dalam lingkar belajar jejaring Gerakan Desa Membangun bersama dengan ribuan Desa lain di seluruh Indonesia.[1]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]