Somogede, Pituruh, Purworejo

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Somogede
Desa
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Tengah
KabupatenPurworejo
KecamatanPituruh
Kodepos54263
Jumlah penduduk± 925 jiwa
Kepadatan-

Somogede adalah salah satu desa terpencil di kecamatan Pituruh, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Indonesia. Desa Somogede berjarak 11 Km berkendara ke utara dari pusat kecamatan Pituruh melalui Kalikotes-Polowangi serta 35 Km dari pusat Kabupaten Purworejo. Desa ini merupakan salah satu desa paling barat di Kabupaten Purworejo berbatasan langsung dengan Kabupaten Kebumen dan Kabupaten Wonosobo. Desa Somogede terkenal dengan sejumlah potensi air terjunnya seperti Air Terjun Jaka Tarub dan Air Terjun Pandowo. Selain itu juga terdapat wisata tracking ke Gunung Kembang.

Batas wilayah[sunting | sunting sumber]

Batas-batas wilayahnya adalah sebagai berikut:

Utara Kabupaten Wonosobo
Timur Desa Kaligondang
Selatan Desa Kalijering dan Desa Kaligintung
Barat Kabupaten Kebumen dan Kabupaten Wonosobo

Pembagian Wilayah[sunting | sunting sumber]

  1. Dusun Kalibodeh
  2. Dusun Ngubengan
  3. Dusun Silempung
  4. Dusun Sipetir
  5. Dusun Trukan Lor
  6. Dusun Trukan Kidul

Geografi[sunting | sunting sumber]

Desa Somogede berada di bagian paling barat di kecamatan Pituruh. Desa ini terletak di wilayah dataran tinggi pegunungan diatas ketinggian 200-680 Mdpl. Sehingga wilayahnya dikelilingi gunung dan bukit seperti Gunung Kembang (716 m), Bukit Sijaran (313 m) dan Bukit Pendowo (325 m). Desa Somogede diapit dua sungai yaitu Sungai Lesung di barat dan Sungai Gondang di timur serta menjadi hulu Sungai Gede ditengah desa.

Penduduk[sunting | sunting sumber]

Penduduk Desa Somogede mayoritas bermata pencaharian sebagai petani, dengan berbagai macam tanaman seperti ketela, padi, jagung,ubi, kelapa, cengkih, pisang, durian, dsb. Namun ada juga yang bekerja sebagai tukang kayu, membuat berbagai almari, mebel, meja kursi, tempat tidur, dll. Ada juga yang merantau ke luar Jawa seperti di Kalimantan, Palembang, dan juga Jakarta.

Infrastruktur[sunting | sunting sumber]

Letaknya yang berada di kaki Gunung Kembang, membuat desa ini hanya memiliki satu akses jalan dari kecamatan pituruh yang sampai hari ini belum pernah mengenal jalan aspal. Yang membuat sidikit terhibur masyarakat di sana, sudah semenjak kurang lebih delapan tahun yang lalu jalan muali ada perbaikan walupun baru di cor pas untuk dua ban mobil saja, ( kalau mau kepapasan mobil harus mencari lokasi ), padahal melihat lokasi jalan yang menanjak dan di apit kanan kirinya jurang yang terjal sangatlah berbahaya untuk kendaraan maju mundur dalam rangka mencari lahan yang muat untuk berpapasan. Yang paling menyakitkan, di era Orde baru sampai pertengahan era reformasi banyak sumber daya alam ( kayu mahoni ), yang di keruk oleh pemerintah dari desa ini namun sama sekali tidak ada perhatian perbaikan jalan.

Lihat pula[sunting | sunting sumber]