Lompat ke isi

Karangmulyo, Purwodadi, Purworejo

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Karangmulyo
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Tengah
KabupatenPurworejo
KecamatanPurwodadi
Kode pos
54173
Kode Kemendagri33.06.03.2036 Edit nilai pada Wikidata
Luas... km²
Jumlah penduduk... jiwa
Kepadatan... jiwa/km²
Peta
PetaKoordinat: 7°47′6″S 110°1′7″E / 7.78500°S 110.01861°E / -7.78500; 110.01861

Karangmulyo adalah sebuah desa di kecamatan Purwodadi, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Desa ini berbatasan langsung dengan Desa Keduren, (Kecamatan Purwodadi) di sisi Selatan dan Barat, serta berbatasan langsung dengan Desa Cengkawakrejo, (Kecamatan Banyuurip) di sisi Utara, dan juga berbatasan dengan Desa Soko, (Kecamatan Bagelen) dan Clapar, (Kecamatan Bagelen) di sisi Timur yang dipisah oleh aliran sungai Bogowonto.

Mayoritas penduduk di Desa Karangmulyo berprofesi sebagai Petani dan Peternak, serta sebagian lainnya berprofesi sebagai pedagang. Tidak sedikit pula warganya yang merantau ke luar kota untuk bekerja di kota kota besar seperti Bandung, Tangerang, Jakarta, Bekasi, Surabaya, dan kota kota lain, bahkan sebagian warganya juga merantau hingga pulau Kalimantan, Sumatra, dan Sulawesi.

Komoditas pangan Padi adalah tanaman yang paling banyak ditanam dan dikembangkan di Desa Karangmulyo, namun jika musim kemarau tiba, sebagian lahan padi beralih fungsi untuk budidaya tanaman seperti Jagung, Cabai, berbagai Sayuran, hingga Tembakau. Tembakau dari Desa Karangmulyo juga sudah terkenal akan kualitasnya hingga banyak dicari oleh para penikmat tembakau.

Agama Islam menjadi agama mayoritas yang dianut penduduk di Desa Karangmulyo, Ada dua masjid dan satu mushola yang berdiri di desa ini, yaitu Masjid An-Nur dan Masjid Al-Mustaqim, serta Mushola Al-Amin. Hampir setiap tahun pasti diadakan acara pengajian rutin untuk memperingati hari besar Agama Islam, seperti Maulid Nabi Muhammad SAW, Isra Mi'raj, dan lain lain dengan diiringi sholawat dari grub hadroh lokal.

Seperti daerah-daerah lain, di Desa Karangmulyo juga memiliki kesenian daerah yaitu Kuda Lumping, Wayang Kulit, hingga Campursari. Grub Kuda Lumping di Desa Karangmulyo bernama Langen Krido Mulyo yang sudah cukup dikenal oleh masyarakat luas. Untuk Wayang Kulit, Desa Karangmulyo juga memiliki beberapa dalang kondang seperti Bapak Dalang Saman. Begitu pula dengan Campursari, Desa Karangmulyo memiliki beberapa peralatan musik gamelan sendiri yang juga digunakan baik itu untuk Campursari dan Kuda Lumping.

Adat istiadat di Desa Karangmulyo masih melestarikan budaya leluhur seperti dengan mengadakan kenduri atau dalam bahasa lokal disebut "kepungan" yaitu acara berbagi makanan berupa nasi, beserta lauk dan sayur dalam bentuk matang, yang dikemas menggunakan besek (kotak nasi berbahan anyaman bambu) lengkap dengan nasi rasul, ingkung, wajik, gemblong, dan lanting. Acara ini biasanya sebagai bentuk rasa syukur warga ketika baru saja membeli kendaraan, membangun rumah, meng-khitankan, melahirkan, aqiqah, dan lain lain, serta untuk memperingati atau mengingat wafatnya seseorang leluhur atau anggota keluarga.

Walaupun Desa Karangmulyo terletak agak terpencil namun desa ini sudah seratus persen dialiri aliran listrik dari PLN dan juga sebagian besar rumah warganya juga tersambung dengan layanan internet kabel dari berbagai provider penyedia WiFi. Untuk kebutuhan air bersih pun hampir semua rumah warga terhubung dengan saluran PAM mandiri yang didirikan pemerintah desa yang bersumber dari sumber air bawah tanah.

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]