Pejagoan, Kebumen

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Pejagoan
Kecamatan
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Tengah
KabupatenKebumen
Pemerintahan
 • CamatDr.Sujari,M.Ag
Luas58,2 km²
Kepadatan799 jiwa/km²
Desa/kelurahan13

Pejagoan adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Kecamatan Pejagoan terletak di sebalah barat laut Kota Kebumen dan dekat dengan pusat Kabupaten Kebumen. Jarak Kecamatan Pejagoan dari Kota Kebumen adalah 2 kilometer. Luas wilayahnya 58,20 km², dan jumlah penduduknya 47.681 jiwa (laki-laki 24.059 jiwa, perempuan 23.662 jiwa). Kecamatan Pejagoan terdiri atas 13 desa, 64 RW, dan 257 RT. Pusat pemerintaha Kecamatan Pejagoan berada di Desa Pejagoan

Desa/kelurahan[sunting | sunting sumber]

  1. Aditirto
  2. Jemur
  3. Karangpoh
  4. Kebagoran
  5. Kebulusan
  6. Kedawung
  7. Kewayuhan
  8. Logede
  9. Pejagoan
  10. Pengaringan
  11. Peniron
  12. Perigi
  13. Watulawang

Batas-batas Wilayah[sunting | sunting sumber]

  1. Sebelah Barat: Kecamatan Sruweng dan Kecamatan Karanggayam
  2. Sebelah Timur: Kecamatan Alian, Kecamatan Karangsambung dan Kecamatan Kebumen
  3. Sebelah Utara: Kecamatan Karanggayam
  4. Sebelah Selatan: Kecamatan Klirong

Geografi[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Pejagoan memiliki kondisi geografi berupa perbukitan dan dataran rendah Sungai Luk Ulo yang merupakan bagian dari Pegunungan Serayu Selatan. Ketinggian rata-rata Kecamatan Pejagoan adalah 180 meter di atas permukaan air laut. Puncak tertingginya adalah Bukit Pranji yang memiliki ketinggian 424 meter di atas permukaan air laut yang berada di perbatasan Desa Pengaringan dengan Desa Watulawang dan Kecamatan Sruweng. Bahkan Desa Watulawang merupakan Desa tertinggi kesepuluh di Kabupaten Kebumen karena keberadaannya memiliki ketinggian rata-rata 299 meter di atas permukaan air laut. Wilayah utara dan barat Kecamatan Pejagoan merupakan daerah Perbukitan. Wilayah utara terdapat rangkaian Perbukitan Brujul yang masuk dalam Cagar Alam Nasional Geologi Karangsambung. Sedangkan di selatan dan timur berupa dataran rendah. Sungai - sungai yang ada di wilayah ini diantaranya Sungai Luk Ulo, Sungai Cungkup, Sungai Sibango, Sungai Kalisana, Sungai Rancang, Sungai Langkung, Sungai Keji, Sungai Klantang, Sungai Karangmangu, Sungai Lengkong, Sungai Krasak dan Sungai Kejawang.

Penggunaan Lahan[sunting | sunting sumber]

Penggunaan lahan di Kecamatan Pejagoan umumnya digunakan sebagai hutan Perhutani di wilayah perbukitan utara, palawija serta sawah tadah hujan di sepanjang perbukitan barat. Sedangkan dataran rendah yang berada di bantaran Sungai Luk Ulo digunakan untuk lahan persawahan irigasi dari Sungai Luk Ulo dan Waduk Wadaslintang. Begitu juga wilayah di selatan yang merupakan dataran rendah. Hasil bumi Kecamatan Pejagoan berupa padi, sayur-mayur, buah buahan, palawija, tembakau, cengkih, jenitri dan kayu.

Transportasi[sunting | sunting sumber]

Transportasi di Kecamatan Pejagoan berupa angkutan pedesaan yang menghubungkan sejumlah desa di Kecamatan Pejagoan dengan pusat Kecamatan maupun Kabupaten Kebumen serta wialayah utara Kabupaten Kebumen seperti Kecamatan Karanggayam dan sekitarnya. Kecamatan Pejagoan dilintasi jalan nasional yang menghubungkan sejumlah kota di selatan pulau Jawa. Ruas jalan vital yang melintasi Kecamatan Pejagoan adalah ruas Kebumen Kota - Pejagoan - Karanggayam - Karangsambung. Sarana dan Prasaran penunjang seperti jalan hotmix dan jembatan sudah mulai baik diruas vital wilayah ini. Kecamatan Pejagoan juga dilintasi rel kereta api lintas selatan pulau Jawa. Stasiun kereta api di Kecamatan Pejagoan adalah Stasiun Soka

Penduduk[sunting | sunting sumber]

Sebagian besar penduduk Kecamatan Pejagoan berprofesi sebagai petani, buruh tani, Ibu Rumah Tangga, Wiraswasta dan PNS. Umumnya penduduk usia produktif pergi merantau atau bersekolah ke kota besar seperti Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi (Jabotabek), Kota Bandung, Kota Semarang, Kota Surabaya, Kota Yogyakarta, Kota Surakarta, Purwokerto dan sejumlah kota besar di luar pulau seperti Sumatra, Bali, dan Kalimantan. Mayoritas penduduk Kecamatan Sadang memeluk agama Islam dan terdapat pula yang beragama Kristen. Jenjang pendidikan yang dicapai penduduk di wilayah ini adalah hingga Universitas meski sebagiaan besar tamatan Sekolah menengah pertama dan dan Sekolah menengah atas

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Beberapa perguruan tinggi juga sekolah menengah negeri dan swasta yang ada di Kecamatan Pejagoan adalah sebagai berikut:

  1. STIE Putra Bangsa Kebumen
  2. SMA Negeri 1 Pejagoan
  3. MA Kewayuhan
  4. MA Plus Al Iman Kewayuhan
  5. SMP Negeri 1 Pejagoan
  6. SMP Negeri 2 Pejagoan
  7. SMP PGRI Pejagoan
  8. MTs Roudlotus Sholihin Jemur
  9. MTs Sudirman Pejagoan

Sarana Publik[sunting | sunting sumber]

Sarana publik di Kecamatan Pejagoan dinilai bagus dengan adanya pasar tradisonal, masjid, dan gereja yang mendukung serta fasilitas kesehatan. Berikut sejumlah fasilitas umum yang ada di Kecamatan Pejagoan:

  1. Pasar Peniron di Desa Peniron
  2. Pasar Gang di Desa Pengaringan
  3. Pasar Kedawung di Desa Kedawung
  4. Puskesmas Pejagoan di Desa Pejagoan

Pariwisata & Sosial Budaya[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Pejagoan memiliki tempat wisata, potensi wisata, kerajinan tangan serta makanan khas yang menjajikan. Tempat pariwisata ada yang sudah dikelola dengan baik oleh pemerintah Kabupaten Kebumen dan juga ada yang belum. Berikut tempat wisata yang ada di Kecamatan Pejagoan

  1. Bukit Pranji di Desa Pengaringan dan Desa Watulawang
  2. Kolam Renang Gading Splash Water di Desa Pejagoan
  3. Kerajinan Genteng Sokka di Desa Logede, Desa Kedawung, Desa Kewayuhan, Desa Kebulusan dan Desa Aditirto
  4. Kerajinan Jenitri di Desa Pengaringan dan Desa Watulawang