Karanggayam, Kebumen

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Untuk kegunaan lain dari Karanggayam, lihat Karanggayam (disambiguasi).
Karanggayam
Kecamatan
Kantorcamatkrnggayamkbumen.JPG
Kantor Camat Karanggayam
Negara  Indonesia
Provinsi Jawa Tengah
Kabupaten Kebumen
Luas 148,4 km²
Jumlah penduduk 53.864
Kepadatan 463 jiwa/km²
Desa/kelurahan 19 desa

Karanggayam adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Merupakan kecamatan di wilayah utara Kabupaten Kebumen. Kecamatan Karanggayam memiliki jumlah penduduk 53.864 Jiwa. Kecamatan Karanggayam merupakan salah satu kecamatan yang terluas di Kabupaten Kebumen yakni seluas 109.29 km² atau sama dengan 10.929 hektare. Desa terluas adalah Desa Giritirto seluas 15.28 km². Sedangkan desa dengan luas wilayah terkecil adalah Desa Karangtengah seluas 1.69 km². Pusat pemerintahnya berada di Desa Karanggayam

Desa/kelurahan[sunting | sunting sumber]

  1. Binangun
  2. Clapar
  3. Ginandong
  4. Giritirto
  5. Glontor
  6. Gunungsari
  7. Kajoran
  8. Kalibening
  9. Kalirejo
  10. Karanggayam
  11. Karangmojo
  12. Karangrejo
  13. Karangtengah
  14. Kebakalan
  15. Logandu
  16. Pagebangan
  17. Penimbun
  18. Selogiri
  19. Wonotirto

Batas-batas Wilayah[sunting | sunting sumber]

  1. Sebelah Barat: Kecamatan Sempor dan Kecamatan Karanganyar
  2. Sebelah Timur: Kecamatan Karangsambung
  3. Sebelah Utara: Kabupaten Banjarnegara
  4. Sebelah Selatan: Kecamatan Karanganyar, Kecamatan Sruweng dan Kecamatan Pejagoan

Pembagian Administratif[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Karanggayam seluruhnya memiliki 19 Desa, sebanyak 76 RW dan 74 Dusun. Dusun yang terbanyak berada di Desa Karanggayam dan Desa Kajoran yang masing-masing memiliki sebanyak 7 dusuh. Sedangkan RW terbanyak berada di Karanggayam dan Kajoran sebanyak 7 RW. Dalam perkembangan pemerintahan seringkali terjadi penambahan satuan lingkungan setempat. Hal ini dikarenakan semakin bertambahnya penduduk dan semakin bertambahnya rumah tangga di Kecamatan Karanggayam sehingga diperlukan pemecahan satuan lingkungan setempat. Pada tahun 1997 sebanyak 373 RT dan sekarang pada tahun 2009, sebelas tahun setelah 1997 jumlahnya sebanyak 393 RT. Artinya terjadi penambahan sebanyak 20 RT. Untuk tingkat RW juga terjadi penambahan, dari 68 pada tahun 1997 sekarang 76 RW (naik 11 % dari tahun sebelumnya).

Geografi[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Karanggayam berada di bagian Pegunungan Serayu Selatan. Seluruh wilayahnya merupakan pegunungan, lembah dan perbukitan. Kecamatan Karanggayam memiliki elevasi rata rata 89 meter di atas permukaan air laut (mdpl). Titik tertingginya berada di puncak Bukit Igir Anjir yang memiliki ketinggian 532 meter di atas permukaan air laut yang masuk Desa Glontor. Desa Selogiri merupakan desa paling tinggi dengan ketinggian wilayah rata rata 322 meter diatas permukaan air laut. Sungai besar yang mengalir di wilayah ini antara lain Sungai Luk Ulo, Sungai Lokidang, Sungai Cacaban, Sungai Gebang, Sungai Kedungtangkil, Sungai Srigunung, Sungai Kalibayi, Sungai Karanganyar, dan Sungai Padureska. Sebagian besar luas wilayahnya adalah lereng atau perbukitan dan kesemuanya mempunyai karakteristik lahan yang sama di mana letaknya di tepi hutan.

Penggunaan Lahan[sunting | sunting sumber]

Berdasar data BPS Kebumen, oleh KSK Karanggayam Sdr. Aji prasojo, Kecamatan Karanggayam memiliki lahan sawah seluas 1. 616 Ha, dan lahan kering (dry land) seluas 9.313. Lahan keringnya juga merupakan lahan terluas di wilayah Kabupaten Kebumen. Sebagian besar tanah berupa tanah negara seluas 38.44 km², tanah tegalan seluas 36.53 km². Pengguanan lahan yang lain adalah digunakan untuk perkebunan sebanyak 7.431 rumah tangga pertanian. Dilihat dari status penguasaan lahan, lahan yang dikuasai sebanyak 40.462.511 meter persegi. Milik sendiri sebanyak 36.52,743 m², sementara yang berada di pihak lain seluas 1.123,106 m². Palawija merupakan komoditas utama masyarakat di perbukitan Karanggayam, hal ini disebabkan karena struktur lapisan tanah Kecamatan Karanggayam yang cocok untuk tananam palawija. Sementara di dataran rendah dan lereng perbukitan digunakan sebagai lahan sawah tadah hujan.

Jumlah Penduduk[sunting | sunting sumber]

Jumlah penduduk Kecamatan Karanggayam adalah 53.864 Jiwa atau bertambah 560 Jiwa (naik 1,05 % dari tahun sebelumnya) dalam kurun waktu 1 tahun di mana pada tahun 2007 sebanyak 53.304 Jiwa. Laki-laki sebanyak 27.309 Jiwa dan perempuan sebanyak 26.555 Jiwa. Dibanding tahun sebelumnya 2007, jumlah total penduduk pada tahun 2007 sebesar 52.795 Jiwa terbagi laki-laki sebanyak 27.025 dan perempuan sebanyak 26.279. Pada tahun 2009 penduduk Desa Karanggayam sebanyak 5.347 orang atau sebesar 9,9 % dari jumlah penduduk di Kecamatan Karanggayam. Dengan jumlah total tersebut Desa Karanggayam merupakan ibu kota kecamatan yang menduduki urutan teratas dalam jumlah total penduduk di Kecamatan Karanggayam. Sedangkan penduduk paling sedikit ada di Desa Karangtengah yang hanya sebanyak 837 Jiwa atau sebesar 1,55 % dari jumlah penduduk di Kecamatan Karanggayam.

Penduduk[sunting | sunting sumber]

Sebagian besar penduduk Kecamatan Karanggayam berprofesi sebagai petani meskipun bukan sebagai pemilik sawah namun dapat dikatakan mayoritas, penduduknya adalah petani, baik buruh tani maupun petani. Berdasarkan hasil sensus pertanian 2003 dapat diambil angka bahwa rumah tangga pertanian di Kecamatan Karanggayam sebanyak 11.080 rumah tangga, sementara rumah tangga petani gurem sebanyak 8.611 rumah tangga. Profesi lainnya yakni Ibu Rumah Tangga, Wiraswasta dan PNS. Umumnya penduduk usia produktif pergi merantaau atau bersekolah ke kota besar seperti Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi (Jabotabek), Kota Bandung, Kota Semarang, Kota Surabaya, Kota Yogyakarta, Kota Surakarta, Purwokerto dan sejumlah kota besar di luar pulau seperti Sumatera, Bali, dan Kalimantan. Mayoritas penduduk memeluk agama Islam dan Kristen. Sarana ibadah sebanyak 38 masjid, di mana di Desa Giritirto saja memiliki sebanyak 4 masjid dan menjadi desa yang mempunyai masjid terbanyak. Mushola ada 137 buah, terbanyak Kajoran sebanyak 18 buah. Kemudian 1 unit Gereja di Desa Giritirto. Jenjang pendidikan yang dicapai penduduk di wilayah ini adalah hingga Universitas meski sebagiaan besar tamatan Sekolah menengah pertama dan Sekolah menengah atas

Sekolah[sunting | sunting sumber]

Dalam rangka mewujudkan tujuan Undang-undang Dasar 1945, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa, bidang pendidikan menjadi sangat penting, mengingat pendidikan menjadi tolak ukur kemampuan berpikir seseorang. Dengan pendidikan yang memadai diharapkan sedikit membantu mengurangi tingkat keterbelakangan pemikiran yang cenderung primitif. Dari segi pendidikan formal, wilayah Kecamatan Karanggayam sudah cukup tersedia fasilitas pendidikan. Terdapat 37 sekolah negeri dan 1 SD swasta. Jumlah terbanyak ada di Desa Karanggayam yang merupakan ibu kota kecamatan yakni sebanyak 5 SD atau 13,15 % dari jumlah SD di Kecamatan Karanggayam dengan jumlah guru sebanyak 35 orang PNS dan 8 orang lainnya guru non-PNS.

Pendidikan nonformal di Kecamatan Karanggayam yakni tiap desa memiliki Taman Pendidikan Alquran (TPQ) serta PAUD bagi anak-anak. Selain hal tersebut juga ada lembaga keterampilan berupa menjahit di Karanggayam. Sementaraitu terdapat juga sekolah menenagh di Kecamatan Karanggayam antara lain:

  1. SMKN 1 Karanggayam
  2. MA Al Barokah
  3. SMPN 1 Karanggayam
  4. MTs Al Barokah
  5. MTs Kepadangan

Sarana Publik[sunting | sunting sumber]

Sarana kesehatan di Kecamatan Karanggayam antara lain puskesmas sebanyak 2 buah terletak di Desa Pagebangan dan Desa Karanggayam. Klinik pengobatan ada di Desa Karanggayam sebanyak 1 buah. Fasilitas pusling ada 1 buah. Sebanyak 10 orang mantri ada di Kecamatan Karanggayam. Fasilitas kesehatan lainnya: 2 tempat praktik dokter, bidan 10 orang, posyandu ada 71 posyandu dengan kader sebanyak 358 orang. Pasar tradisional di Kecamatan Karanggayam di antarannya adalah Pasar Soma, Plumbon, Leok dan Karanggayam.

Transportasi[sunting | sunting sumber]

Transportasi di Kecamatan Karanggayam berupa angkutan desa seperti rute Karanggayam - Karanganyar. Kondisi geografis di wilayah Kecamatan Karanggayam membuat sara dan prasara transportasi dan jalan tertinggal. Beberapa ruas jalan vital di antaranya:

  1. Kebumen Kota - Kebakalan - Binangun - Giritirto - Banjarnegara
  2. Kebumen Kota - Kebakalan - Binangun - Kalibening - Gunungsari
  3. Kebumen Kota - Kebakalan - Logandu - Gunungsari
  4. Karanganyar - Karanggayam - Kalirejo - Gunungsari
  5. Karanganyar - Karanggayam - Logandu - Gunungsari
  6. Karanganyar - Karanggayam - Kalirejo - Sempor
  7. Karanganyar - Karanggayam - Ginandong - Sempor
  8. Gunungsari - Selogiri - Banjarnegara
  9. Gunungsari - Glontor - Sempor

Pariwisata & Sosial Budaya[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Karanggayam memiliki tempat wisata, potensi wisata, kerajinan tangan serta makanan khas yang menjajikan. Kesenian yang sangat terkenal berasal dari Kecamatan Karanggayam adalah Tari Cepetan Alas selain itu juga terdapat Kuda Lumping atau Ebleg/ Ebeg. Tempat pariwisata ada belum dikelola sebaik mungkin di antara banyaknya air terjun atau curug serta bukit. Berikut tempat wisata yang ada di Kecamatan Karanggayam di antaranya:

  1. Curug Kedondongdi Dusun Kepudang, Desa Gunungsari
  2. Curug Sikebut di Dusun Sibelet, Desa Ginandong
  3. Curug Domas di Dusun Sidomas, Desa Selogiri
  4. Curug Lanang di Dusun Sidomas, Desa Selogiri
  5. Curug Gupit di Dusun Sidomas, Desa Selogiri
  6. Curug Lawet di Dusun Plipitan, Desa Giritirto
  7. Curug Sikubud di Desa Glontor
  8. Bukit Menyan di Desa Selogiri
  9. Bukit Condong di Desa Kajoran
  10. Bukit Tutukan di Desa Karanggayam