Boloh, Toroh, Grobogan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Boloh
Desa
Negara  Indonesia
Provinsi Jawa Tengah
Kabupaten Grobogan
Kecamatan Toroh
Kodepos 58171
Luas 8,5 Ha
Jumlah penduduk 8638
Kepadatan 12/km

Boloh adalah sebuah desa di kecamatan Toroh, Grobogan, Jawa Tengah, Indonesia. Boloh terdiri dari beberapa dusun yakni Dsn. Boloh 1, Boloh 2, Kaluwan, Kayen, Tlogomulyo. Sebagai salah satu desa bagian timur dari kecamatan toroh, Desa Boloh merupakan sebuah desa yang cukup maju dibanding desa-desa lainnya. Karena disinilah letak satu dari tiga pasar tradisional yang digunakan oleh beberapa desa di sekitarnya (seperti Tunggak, Kenteng, Ngrandah) untuk melakukan jual beli. Selain itu, di desa ini juga sudah ada Dokter Umum (tidak semua desa memiliki klinik dokter), SD Negeri (SDN 1. Boloh, SDN 2 Boloh, SDN 3 Boloh, SDN 4 Boloh, dan Lain-lain )SMP Negeri (SMP N 1 Toroh), MA, SMA Filial dan Terbuka, Koperasi Pegawai Negeri,Kantor unit Bank Rakyat Indonesia, Warnet (warung Internet), pertokoan, dan lain-lain. Namun sektor pertanian tetap menjadi sektor utama penunjang perekonomian di desa ini.dan juga sekarang sungai di timur desa boloh telah menjadi tempat rekreasi yang sangat menawan di sore hari,yang lebih terkenal dengan sebutan Taman Turi. Di desa boloh juga sangat terkenal akan kekompakan karang tarunanya terutama karang taruna Remaja Modern. yaitu anak2 muda boloh 1 sebelah barat yang selalu kreatif & kompak. Transportasi umum di desa Boloh, hanya memanfaatkan Transportasi Angkutan Kota atau yang disingkat dengan nama Angkot "H" dengan Rute Purwodadi-Boloh-Tunggak-Kenteng p.p . Selain itu jalan di Desa Boloh sudah di Beton, sehingga kita ketika berkendara menjadi lebih nyaman. Jalan yang membentang dari desa Gendingan sampai Desa Kenteng. Senin, 1 April 2013 merupakan hari yang tak terlupakan terutama bagi penduduk dusun Pejaren, karena sebuah bencana angin ribut melanda kawasan tersebut. Kejadian ini tidak berlangsung lama, hanya 1 s.d. 5 menit. Meskipun demikian, kejadian ini menimbulkan kerugian yang cukup besar. Dari hasil pelaporan warga, tercatat 6 rumah roboh dan 85 rumah rusak berat. Bantuanpun segera berdatangan ke lokasi kejadian, baik dari pihak keluarga korban, para tokoh masyarakat, pemdes, pemkec sampai pemkab, serta dari sukarelawan (Pramuka dan PMI). Bantuan yang diberikan berupa logistik, material, uang santunan maupun dalam bentuk tenaga terutama dalam upaya pembersihan puing2. Bantuan tersebut dikoordinasi dengan baik oleh pemerintah desa, sehingga dapat tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan.