Banyu Urip, Banyuurip, Purworejo

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Banyu Urip
Desa
Negara  Indonesia
Provinsi Jawa Tengah
Kabupaten Purworejo
Kecamatan Banyuurip
Pemerintahan
 • Kepala desa BAMBANG SURYONO
Kodepos 54171
Luas ± 178 hektare
Jumlah penduduk 1688 Jiwa

Banyu Urip adalah desa di kecamatan Banyuurip, Purworejo, Jawa Tengah, Indonesia.

Geografi dan Demografi[sunting | sunting sumber]

  • Provinsi : JAWA TENGAH
  • Kabupaten : PURWOREJO
  • Kecamatan : BANYUURIP
  • Desa : BANYUURIP
  • Ibu Kota Desa : JURU TENGAH
  • Nama Hasil Survai: BANYUURIP
  • Nama di Daerah : BANYUURIP
  • Nama Yang Disepakati : BANYUURIP
  • Arti Nama : Air untuk kehidupan
  • Sejarah Nama : Nyi Putri Galuhwati dan Pangeran Joyokusumo (putra Brawijaya II) dalam perjalanannya diusir dari Majapahit karena Pangeran Joyokusumo tidak mau menghadap ayahnya dalam pertemuan kerajaan dan hanya bermain adu burung puyuh sakti . Selanjutnya dalam perjalanan ke arah barat sampai di suatu tempat, Nyi Putri Galuhwati merasa haus minta minum dan Pangeran Joyokusumo kemudian menancapkan keris Panubiru miliknya lalu muncullah air dari bekas tancapan keris tersebut, dan daerah tersebut dinamakan BANYUURIP
  • Bahasa Daerah : JAWA
  • Koordinat Geografis : 7°45'36" LS 109°58'23" BT
  • Keterangan : ketinggian 44 mdpl


Potensi wilayah[sunting | sunting sumber]

  • Pertanian padi
  • Makanan khas srabi, gayam
  • Minuman khas teh teko
  • Batik tulis (romo ngarak)
  • Kesenian kuda lumping (langen suko rahayu)
  • Kesenian rebana (nurul huda, al ashrof dan pelangi)

Unsur alami yang menonjol[sunting | sunting sumber]

  • Sumur Beji (berasal dari tancapan keris Panubiru milik Pangeran Joyokusumo karena Nyi Putri Galuhwati haus minta minum, asal mula nama Banyuurip karena dari tancapan keris muncul air, dinamakan beji yang berarti sumur)
  • Goa Tritis (tempat berkarya Empu Suradahana berada di tebing/ tritis)
  • Goa Siwunung (konon dulu tempat peminjaman gamelan secara gaib, dinamakan siwunung karena gamelan tersebut kalau dipinjam datang dengan sendirinya dan kembali dengan sendirinya juga, dan menjadi kediaman Syeh Wunung makanya dinamakan siwunung)

Unsur buatan yang menonjol[sunting | sunting sumber]

  • Punden Parigi (petilasan dan tempat muksa Pangeran Joyokusumo dan sampai sekarang banyak dikunjungi sebagai tempat menyepi juga setiap tahun sebagai tempat Merti Desa dengan kegiatan pentas wayang kulit)
  • Masjid Banyuurip (dibangun Ki Guru Wonosalam)sekarang disebut masjid besar kecamatan Banyuurip
  • Pasar Senin (tempat bermain/pasaran Nyi Putri Galuhwati dan hanya pada hari Senin, sampai sekarang masih dipercaya sebagai tempat “midhang” bagi orang yang sembuh dari sakit ataupun terkabul hajatnya)
  • Sumur Tinatah (dibuat oleh Ki Manguyu untuk mandi Nyi Putri Galuhwati waktu hamil dengan tujuan kalau lahir putra kelak tampan dan lahir putri kelak cantik, sekarang banyak diambil airnya untuk syarat 7 bulanan orang hamil dan untuk siraman calon pengantin, dinamakan tinatah karena buatan tangan atau dengan istilah ditatah)
  • Makam Gedhe (makam Nyi Putri Galuhwati dan Ki Manguyu)
  • Kolam Masjid (dibangun Ki Guru Wonosalam, dahulu sebagai tempat berwudlu yang airnya tidak pernah kering)

Sejarah kepemimpinan[sunting | sunting sumber]

  • Tumenggung Wongsonegoro VII (1785-1800)
  • Tjokromenggolo I  (1800-1814)
  • Tjokrodrono Secodrono  (1815-1826)
  • Singomenggolo (1827-1867)
  • Djojowirono (1868-1891)
  • Ronodimedjo (1892-1914)
  • Djojosoeponto (1915-1942)
  • Tjokrodihardjo (1942-1943)
  • Bondan Djojomihardjo (1943-1944)
  • Abdul Mutholib (Dulud) Soerodihardjo(1944-1945)
  • Sastrowigeno Koewoso (1945-1951)
  • Danuwidjojo Saat (1953-1954)
  • Rs. Darmosoewito (1954-1975)
  • Ag. Sukiman (1975-1990)
  • Drs. H. Saiful Anwar (1990-1999)
  • Bambang Suryono (1999-2007)
  • Paulus Purnomo (2007-2013)
  • Bambang Suryono (2013 s/d sekarang)

Tokoh Banyuurip (berkiprah nasional)[sunting | sunting sumber]

  • Haji Winoto Danoeasmoro = Kepala Rumah Tangga Presiden Soekarno (makam di komplek Masjid Banyuurip)
  • Brigjend HR Soebrantas Siswanto = Mantan Gubernur Riau (makam di Riau)
  • Mayjend H Mardiyanto = Mantan Gubernur Jawa Tengah dan Mantan Menteri Dalam Negeri (domisili di Jogjakarta)
  • Letkol Soendjono = Mantan Panglima Divisi III Siliwangi (makam di TPU Siwungu)
  • M. Sardjono Wiryohardjono = Mantan Wali kota Malang Th. 1945-1958 (makam di komplek Masjid Banyuurip)
  • Drs. R Herdjono = Mantan Wakil Wali kota Semarang (makam di komplek Masjid Banyuurip)
  • Mayjend Bayu Purwiyono = Mantan Pangdam IV Diponegoro dan Danjen Akademi Militer
  • Laksamana Muda Lilik Supramono = Mantan Pangarmatim
  • Brigjend Saryono
  • Brigjend Bambang Sulisno Sono
  • Brigjend Harmono
  • dll

Daftar Nama Perangkat Desa[sunting | sunting sumber]

  • Kades = Bambang Suryono, D1
  • Plt. Sekdes = Istiawan Hadi Suprato, D1
  • Kaur Pemerintahan = Istiawan Hadi Suprapto, D1
  • Kaur Umum = Bambang Winarno, STM
  • Kaur Keuangan = Budi Yulianto, SMEA
  • Kaur Kesra = Riswal Parno, SMA
  • Kaur Pembangunan = Hudi Purwoko, SMA
  • Kadus Dukuh Wetan = Supriyani, SMEA
  • Kadus Dukuh Kulon = Supriyono, SMP
  • Kadus Soroyasan = Sukirman, SMP
  • Kadus Kembaran = Maryanti, SMK
  • Kadus Jurutengah = Suratman, SMP
  • PTL Ili-Ili = Kastono, STM
  • P3N = Muhadi, SMA