Kereta api Jayabaya

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Kereta api Jayabaya Utara)
Lompat ke: navigasi, cari
Plat nama KA Jaya baya Daop 1.png
Kereta api Jayabaya
KA Jayabaya 08-2015.JPG
Kereta api Jayabaya di Stasiun Malang
Info
Kelas Ekonomi AC plus non-PSO
Sistem Kereta api ekspres
Status Beroperasi
Lokal Daop 1 Jakarta
Stasiun terminus Jakarta Pasarsenen
Surabaya Pasarturi
Malang
Jumlah stasiun 14
Rute pelayanan 1
Nomor KA 151-152
Operasional
Dibuka 1961 (Jayabaya Utara kelas bisnis)
Ditutup 2006
Dibuka kembali 18 Oktober 2014 (Jayabaya kelas ekonomi AC)
Pemilik PT Kereta Api Indonesia
Operator Daerah Operasi I Jakarta
Dipo Jakarta Kota (JAKK) dan Malang (ML), Untuk Rangkaian Kereta api
Jatinegara (JNG) dan Sidotopo (SDT), Untuk Lokomotif
Lokomotif CC206
Teknis
Jarak tempuh 820 km
Lebar sepur 1067 mm
Kecepatan operasi 40-100 km/jam
Peta Rute
Peta rute kereta api Jayabaya
  • Stasiun yang diberi tanda "Ls." berarti kereta api Jayabaya tidak berhenti
Continuation backward
Ke Jakarta Kota / Tanjung Priok
Station on track
Stasiun Pasar Senen
Unknown route-map component "exCONTgq" Unknown route-map component "eKRWg+r"
Ke Manggarai / Gambir / Jakarta Kota
Unknown route-map component "pBHF"
Ls. Stasiun Jatinegara
Unknown route-map component "pBHF"
Ls. Stasiun Bekasi
Unknown route-map component "pBHF"
Ls. Stasiun Tambun
Unknown route-map component "pBHF"
Ls. Stasiun Karawang
Station on track
Stasiun Cikampek
Unknown route-map component "exCONTgq" Unknown route-map component "eABZrf"
Ke Bandung
Unknown route-map component "KMW"
Batas Daop I JAK - Daop III CN
Unknown route-map component "pBHF"
Ls. Stasiun Jatibarang
Station on track
Stasiun Cirebon
Unknown route-map component "pBHF"
Ls. Stasiun Cirebon Prujakan
Unknown route-map component "exCONTgq" Unknown route-map component "eABZrf"
Ke Purwokerto
Unknown route-map component "pBHF"
Ls. Stasiun Brebes
Unknown route-map component "KMW"
Batas Daop III CN - Daop IV SM
Station on track
Stasiun Tegal
Unknown route-map component "pBHF"
Ls. Stasiun Pemalang
Station on track
Stasiun Pekalongan
Unknown route-map component "pBHF"
Ls. Stasiun Weleri
Station on track
Stasiun Semarang Poncol
Unknown route-map component "pBHF"
Ls. Stasiun Brumbung
Unknown route-map component "exCONTgq" Unknown route-map component "eABZrf"
Ke Gundih / Solo
Station on track
Stasiun Ngrombo
Unknown route-map component "exCONTgq" Unknown route-map component "eKRWg+r"
Ke Gundih / Solo
Unknown route-map component "pBHF"
Ls. Stasiun Gambringan
Station on track
Stasiun Randublatung
Station on track
Stasiun Cepu
Station on track
Stasiun Bojonegoro
Unknown route-map component "KMW"
Batas Daop IV SM - Daop VIII SB
Unknown route-map component "eKRWg+l" Unknown route-map component "exCONTfq"
Ke Gresik
Unknown route-map component "pBHF"
Ls. Stasiun Kandangan
Station on track
Stasiun Surabaya Pasarturi
Straight track Unknown route-map component "exKBHFa"
tidak melewati Stasiun Surabaya Kota
Unknown route-map component "eABZrg" Unknown route-map component "exSTRrf"
Unknown route-map component "eABZgl+l" Unknown route-map component "exKBHFr"
tidak melewati Stasiun Sidotopo
Station on track
Stasiun Surabaya Gubeng
Unknown route-map component "pBHF"
Ls. Stasiun Wonokromo
Unknown route-map component "CONTgq" Junction to right
Ke Kertosono lewat Mojokerto
Station on track
Stasiun Sidoarjo
Unknown route-map component "CONTgq" Junction to right
Ke Kertosono lewat Tulangan
Unknown route-map component "pBHF"
Stasiun Bangil
Unknown route-map component "eABZlf" Unknown route-map component "exCONTfq"
Ke Jember
Station on track
Stasiun Lawang
Station on track
Stasiun Malang
Continuation forward
Ke Kertosono lewat Blitar

Kereta api Jayabaya adalah kereta api kelas ekonomi AC plus milik PT Kereta Api Indonesia di Jawa yang melayani rute Jakarta Pasarsenen-Surabaya Pasar Turi-Malang Kotabaru Dan Sebaliknya, Kereta api ini merupakan kereta api pertama dengan gerbong yang dipesan sendiri oleh PT KAI dan tidak lagi didanai oleh Kementerian Perhubungan Indonesia, serta tidak dibiayai PSO oleh Pemerintah.

Sejatinya dahulu kereta api ini bernama Jayabaya Utara, dan pasangannya, Jayabaya Selatan yang melayani rute Jakarta-Surabaya via Semarang yang merupakan kereta api kelas bisnis. Kereta api ini diluncurkan pada tahun 1961, namun kereta api ini berhenti beroperasi pada tahun 2006 karena okupansi yang minim. Kereta api Gumarang yang mulai beroperasi pada tahun 2001 praktis menggantikan kereta api ini.

Pada tahun 2014, PT KAI mengoperasikan kembali kereta api ini setelah 8 tahun mati suri dengan memperpanjang rutenya sampai Malang karena macetnya jalan raya Surabaya-Malang. Peluncuran kereta api ini dilaksanakan pada tanggal 18 Oktober 2014.

Kereta api ini terdiri dari 8 rangkaian kereta ekonomi (K3) AC ditambah satu kereta makan (restorasi) dan pembangkit (MP3). Dua di antaranya adalah gerbong khusus untuk kaum difabel. Total penumpang yang dapat diangkut adalah 800 orang. Perjalanan dari Jakarta-Surabaya-Malang maupun sebaliknya sejauh ± 820 km ditempuh selama sekitar 13-14 jam. Tarif batas bawah dan atas kereta api ini adalah antara Rp200.000,00 hingga Rp400.000,00. Untuk rute Malang-Surabaya Pasarturi dan sebaliknya diberlakukan tarif khusus Rp30.000,00.

Livery[sunting | sunting sumber]

Eksterior kereta ekonomi AC Jayabaya.

Kereta ini juga menggunakan livery baru, yang berbeda dari KA ekonomi AC sebelumnya sejak era KA Bogowonto hingga KA Sawunggalih Tambahan yang diluncurkan pada lebaran. Rangkaian "all new liveries" yang diberi nama "Kesepakatan"[1] dari PT INKA ini dipergunakan untuk meremajakan armada secara bertahap serta mengganti semua rangkaian kereta eksekutif dan ekonomi yang sudah tua dan tidak layak operasi. Peremajaan ini dilakukan secara bertahap pada tahun 2014-2020.[2] Livery KA Jayabaya ini nantinya akan digunakan di seluruh kereta api di Indonesia pada semua kelas, saat satu persatu kereta menjalani pemeliharaan akhir (PA) di balai yasa maupun saat kedatangan kereta baru dari PT INKA.

Asal usul istilah[sunting | sunting sumber]

Nama Jayabaya berasal dari salah satu Raja Kediri, Jayabaya yang amat terkenal dengan ramalannya, Jangka Jayabaya. Ia bertakhta dengan gelar Sri Maharaja Sang Mapanji Jayabhaya Sri Warmeswara Madhusudana Awataranindita Suhtrisingha Parakrama Uttunggadewa pada tahun 1135-1157 Masehi. Keberhasilannya mengembangkan kekuasaannya itulah yang kemudian disematkan pada nama kereta ini sehingga menumbuhkan kebanggan bagi setiap penumpangnya. Versi lain menyebutkan bahwa Jayabaya merupakan singkatan dari dua kota tujuan akhir kereta api ini, yaitu Jakarta Raya-Surabaya.

Jadwal perjalanan[sunting | sunting sumber]

Berikut ini jadwal KA Jayabaya per 1 April 2015 (berdasarkan Gapeka 2015).

KA 151 Jayabaya (Malang-Jakarta Pasarsenen) KA 152 Jayabaya (Jakarta Pasarsenen-Malang)
Stasiun Kedatangan Keberangkatan Stasiun Kedatangan Keberangkatan
Malang - 11.45 Pasarsenen - 12.00
Lawang 12.08 12.15 Cikampek 13.11 13.13
Sidoarjo 13.15 13.18 Jatibarang 14.22 14.24
Surabaya Gubeng 13.41 13.48 Cirebon 14.53 15.01
Surabaya Pasarturi 14.01 14.15 Tegal 16.00 16.10
Bojonegoro 15.39 15.44 Pemalang 16.32 16.36
Cepu 16.15 16.22 Pekalongan 17.02 17.07
Randublatung 16.42 16.47 Weleri 17.48 17.52
Ngrombo 17.32 17.37 Semarang Poncol 18.24 18.45
Semarang Poncol 18.29 18.41 Ngrombo 19.37 19.41
Weleri 19.14 19.18 Randublatung 20.27 20.31
Pekalongan 19.59 20.05 Cepu 20.51 20.57
Pemalang 20.31 20.35 Bojonegoro 21.28 21.34
Tegal 20.57 21.10 Surabaya Pasarturi 22.58 23.10
Cirebon 22.10 22.18 Surabaya Gubeng 23.23 23.28
Jatibarang 22.48 22.50 Sidoarjo 23.51 23.53
Cikampek 23.57 23.59 Lawang 00.50 00.54
Bekasi 00.46 00.48 Malang 01.17 -
Jatinegara 01.05 01.07
Pasarsenen 01.16 -

Pemberhentian[sunting | sunting sumber]

Kereta api ini berhenti di Stasiun Cikampek, Stasiun Jatibarang, Stasiun Cirebon, Stasiun Tegal, Stasiun Pemalang, Stasiun Pekalongan, Stasiun Weleri, Stasiun Semarang Poncol, Stasiun Ngrombo, Stasiun Randublatung, Stasiun Cepu, Stasiun Bojonegoro, Stasiun Surabaya Pasarturi, Stasiun Surabaya Gubeng, Stasiun Sidoarjo, Stasiun Lawang, dan terakhir di Stasiun Malang.

Susunan Rangkaian[sunting | sunting sumber]

E
40
5

Dalam setiap perjalanan, rangkaian kereta api ini tersusun dari:

  • 1 lokomotif seri CC206 Dipo Induk Jatinegara (JNG)
  • 6 Kereta api kelas ekonomi AC (K3)
  • 2 Kereta api kelas ekonomi AC dengan fasilitas khusus penumpang difabel mengapit kereta makan (K3)
  • 1 Kereta makan pembangkit (MP3)
  • 1 Kereta bagasi (B)

Fasilitas[sunting | sunting sumber]

Interior dan spesifikasi
No. Jenis Karakteristik Keterangan
1 Interior Desain dirancang untuk aspek keselamatan dan kenyamanan, dilengkapi peredam suara dan isolasi panas
2 Tempat duduk Kapasitas 80 penumpang tiap kereta standar dan 64 tempat duduk untuk tiap kereta dengan fasilitas untuk penumpang difabel Terdapat ruang kosong untuk alat bantu penumpang difabel pada kereta khusus difabel
3 Pintu ruangan Sistem geser manual dengan mekanisme menutup sendiri
4 Sistem penyejuk udara 2 set air conditioner (AC) tiap kereta Suhu rata-rata 23°C
5 Jenis bogie K5 (TB-398) Dapat berjalan hingga 100 km/jam
6 Fasilitas keselamatan Tabung pemadam kebakaran, rem darurat
7 Fasilitas lainnya Toilet

Insiden[sunting | sunting sumber]

  • Pada tanggal 3 Februari 2015, kereta api Jayabaya jurusan Malang anjlok di petak Stasiun Ujungnegoro-Stasiun Kuripan. Diperkirakan penyebab kejadian ini adalah rel ambles. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun kejadian ini menyebabkan sekitar 455 penumpang kereta api Jayabaya terlantar dan banyaknya keterlambatan perjalanan kereta api di jalur Pantura.[3]

Galeri[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]