Portal:Makanan
Budaya (k) |
Filsafat (k) |
Geografi (k) |
Ilmu (k) |
Indonesia (k) |
Masyarakat (k) |
Matematika (k) |
Sejarah (k) |
Seni (k) |
Teknologi (k) |
Tokoh (k) |
Selamat datang di
PORTAL MAKANAN
Makanan atau panganan merupakan salah satu zat yang dimakan oleh makhluk hidup untuk mendapatkan nutrisi yang kemudian diolah menjadi energi. Karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan mineral merupakan nutrien dalam makanan yang dibutuhkan oleh tubuh. Cairan untuk dikonsumsi sering disebut minuman, tetapi kata 'makanan' juga bisa digunakan untuk menggantikannya. Makanan yang dikonsumsi oleh manusia disebut pangan, sedangkan makanan yang dikonsumsi oleh hewan disebut pakan.
Kualitas suatu makanan dapat dinilai dari energi makanan dan umur simpan yang dimilikinya. Konsumsi makanan yang tidak tepat atau tidak cukup akan menyebabkan malnutrisi, dan dapat berdampak pada berbagai gangguan kesehatan. Selain itu, beberapa jenis makanan bisa memicu timbulnya alergi makanan saat dikonsumsi oleh individu yang sensitif. Bahan makanan diolah menjadi berbagai hidangan yang berbeda-beda dan menjadi ciri khas suatu kebudayaan atau penduduk di lokasi geografis tertentu. Makanan merupakan subjek yang dipelajari dalam berbagai ilmu, seperti ilmu pangan, ilmu gizi atau nutrisi, dan gastronomi. (Artikel selengkapnya...)
Artikel pilihan
- Image 1

Daging sapi mentah
Daging merah merupakan istilah kuliner yang merujuk kepada daging yang berwarna kemerahan. Oxford dictionary menjelaskan bahwa daging merah umumnya adalah daging sapi, daging domba, daging kambing, daging babi dan daging kuda. Sedangkan daging ayam, daging kelinci, ikan, serta daging mamalia muda seperti daging sapi muda dan daging domba muda dikategorikan bukan daging merah (daging putih). Secara kimiawi, daging merah berwarna kemerahan karena kandungan myoglobin yang relatif lebih tinggi dibandingkan daging putih. Daging ayam hanya mengandung 0.05 persen myoglobin, dan daging sapi muda 0.4-1 persen. Sedangkan daging sapi tua memiliki 1.5 hingga 2 persen myoglobin. Dalam definisi USDA, hanya daging ayam dan daging ikan yang dikategorikan daging putih.
Dalam ilmu gizi, daging merah didefinisikan sebagai daging yang memiliki lebih banyak protein mioglobin daripada daging putih. Daging putih didefinisikan sebagai daging non-gelap dari ikan atau ayam (tidak termasuk kaki atau paha). Efek kesehatan dari daging merah tidak jelas pada 2019. (Artikel selengkapnya...) - Image 2Everything Tastes Better with Bacon: 70 Fabulous Recipes for Every Meal of the Day adalah sebuah buku memasak masakan dengan daging bakon yang ditulis oleh Sara Perry. Ia adalah seorang penulis, kritikus makanan, dan kolumnis untuk surat kabar The Oregonian. Buku tersebut diterbitkan di Amerika Serikat pada tanggal 1 Mei, 2002, oleh Chronicle Books, dan edisi dalam bahasa Prancis pada tahun 2004 oleh Les Éditions de l'Homme di Montreal. Dalam buku tersebut, Perry menjelaskan konsep asli berupa resep-resep dalam mencampurkan gula dengan daging bakon. Buku tersebut juga memasukkan resep-resep hidangan rasa bakon dan bakon dalam hidangan penutup.
Buku tersebut mendapatkan ulasan positif dan resep-resepnya terpilih dalam daftar The Best American Recipes 2003–2004 (Resep-resep Amerika Terbaik 2003-2004). Surat kabar St. Petersburg Times menyebutnya sebagai salah satu "buku masak paling menarik dan unik" yang pernah diterbitkan, surat kabar Pittsburgh Post-Gazette menyorotnya dalam artikel "Favorite Cookbooks for 2002" dan surat kabar The Denver Post memasukkannya dalam daftar buku masak terbaik tahun 2002. Sebuah ulasan di surat kabar Toronto Star mengkritik kekurangan kreativitas dari Sara Perry dalam pilihan resepnya. (Artikel selengkapnya...) - Image 3

Cheesecake (bahasa Indonesia: "kue keju") adalah kue yang biasanya dimakan sebagai hidangan penutup, dibuat dengan mencampurkan keju yang bertekstur lembut, telur, susu, dan gula. Keju yang umumnya digunakan untuk membuat cheesecake adalah keju krim, tetapi dapat juga menggunakan keju lainnya seperti cottage cheese, ricotta, mascarpone, neufchâtel ataupun keju quark. Cheesecake umumnya diberi hiasan buah segar, krim, dan lapisan gula. Bagian dasar dari cheesecake dapat diisi dengan biskuit graham, kacang yang dihancurkan, ataupun bahan lainnya yang bertekstur rapuh. Walaupun disebut cake atau bolu, cheesecake bukan merupakan sejenis kue bolu, melainkan dapat dikategorikan sebagai pai atau custard yaitu campuran telur dan susu yang dipanggang atau dimasak dengan air panas dan menjadi kental akibat proses koagulasi protein telur. Cheesecake dapat dipanggang ataupun tidak dipanggang. Cheesecake yang menggunakan telur umumnya dipanggang untuk mematangkan telur tersebut. Sementara itu, gelatin digunakan untuk cheesecake yang tidak dipanggang. Baik dipanggang maupun tidak, cheesecake harus disimpan di lemari es terlebih dahulu sebelum disajikan. (Artikel selengkapnya...) - Image 4

Swike atau Swikee adalah hidangan kaki kodok khas Tionghoa Indonesia. Hidangan ini dapat disajikan dalam bentuk sup, digoreng, atau ditumis. [
Nama "Swikee" berasal dari dialek Hokkian sui (air) dan ke (ayam), yang mungkin merupakan eufemisme untuk menyebut kodok sebagai "ayam air". Makanan ini terkadang diidentikkan dengan makanan tradisional Purwodadi, sebuah kecamatan di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, dan Jatiwangi, sebuah kecamatan di Majalengka, Jawa Barat. Bahan utamanya adalah kaki katak (terutama dari "kodok hijau") dengan bumbu bawang putih, jahe, pasta kedelai yang difermentasi (tauco), garam, dan merica. Setelah disajikan, bawang putih goreng dan seledri cincang dapat ditambahkan. Swikee biasanya disajikan dengan nasi putih.
Ada yang berpendapat bahwa rasa dan tekstur swike merupakan paduan antara ayam dan ikan. Umumnya, hanya bagian paha kodok yang dijadikan swike, akan tetapi bagian kulitnya dapat dikeringkan dan digoreng menjadi kripik kulit kodok. Cara memasak swike yang lainnya adalah "pepes kodok", daging kodok tanpa tulang dimasak dalam bungkusan daun pisang sebagai pepes. (Artikel selengkapnya...) - Image 5

Kue alpukat dengan alpukat berada di tengah-tengah kue moka sebagai pelapisnya
Kue alpukat adalah kue yang dibuat menggunakan alpukat sebagai bahan utamanya, bersama jenis bahan-bahan kue lainnya. Alpukat dapat dilembutkan, dan dapat digunakan sebagai bahan campuran dalam adonan kue, dapat pula pada pelapis atas kue. Ragam jenis kue alpukat termasuk kue alpukat mentah, brownies alpukat dan cheesecake alpukat. Alpukat mentah, jenis belum masak yang biasa digunakan dalam kue alpukat mengandung vitamin E dan asam lemak esensial, yang terkandung dalam alpukat. Kue yang menggunakan alpukat sebagai isiannya termasuk bubur alpukat (avocado fool) dan puding alpukat (avocado crazy). (Artikel selengkapnya...) - Image 6

Pedagang kaki lima di tepi jalan Jakarta.
Jajanan jalanan, makanan jalanan, jajanan kaki lima, jajanan pinggir jalan, makanan kaki lima, atau makanan pinggir jalan (bahasa Inggris: street food) adalah makanan atau minuman siap santap yang dijual oleh pedagang kaki lima, pedagang asongan, warung, atau kedai di tempat umum, misalnya di tepi jalan umum, pasar, pasar malam, atau pekan raya. Jajanan jalanan biasanya dijajakan di gerai makanan, gerobak makanan, atau truk makanan dan dimaksudkan sebagai makanan segera dikonsumsi. Beberapa makanan jalanan bersifat lokal, beberapa jenis makanan lebih populer dan melampaui batas wilayah tradisional mereka. Beberapa jajanan jalanan diklasifikasikan sebagai camilan dan makanan cepat saji, dan rata-rata lebih murah daripada harga makanan di rumah makan. Menurut penelitian yang digelar pada 2007 study dari Food and Agriculture Organization, 2,5 miliar orang mengkonsumsi jajanan jalanan setiap hari. (Artikel selengkapnya...) - Image 7
Bubur ayam atau umum pula disebut buryam adalah salah satu jenis makanan dari Indonesia. Bubur nasi adalah beras yang dimasak dengan air yang banyak sehingga memiliki tekstur yang lembut dan berair. Bubur biasanya disajikan dalam suhu panas atau hangat. Bubur ayam disajikan dengan irisan daging ayam dengan beberapa tambahan bumbu, seperti kecap asin dan kecap manis, merica, garam, dan terkadang diberi kaldu ayam. Bubur dilengkapi dengan taburan daun bawang cincang, bawang goreng, seledri, tongcai (sayur asin), kacang tanah goreng atau terkadang kedelai goreng, cakwe, dan kerupuk. Bubur ayam cocok bagi mereka yang kurang menyukai masakan Indonesia yang pedas, karena bubur umumnya tidak pedas, sambal atau saus cabai disajikan secara terpisah.
Bubur ayam kerap menjadi pilihan makanan untuk sarapan, tetapi bubur ayam sebenarnya dapat dimakan kapan saja. Selain sarapan, bubur ayam kerap menjadi pilihan hidangan hangat di tengah malam. Karena teksturnya yang lembut serta memiliki kandungan gizi yang cukup baik,bubur ayam kerap dijadikan makanan bayi, anak-anak, atau orang sakit yang tengah dirawat untuk pemulihan. (Artikel selengkapnya...) - Image 8
Rendang (bahasa Minangkabau: randang; Jawi: رندڠ) adalah hidangan lauk pauk yang berasal Minangkabau, Indonesia dengan bahan dasar daging (ayam, bebek, telur, rusa, sapi, kerbau, dan lainnya) yang melalui proses memasak dengan suhu rendah dalam waktu lama dengan menggunakan aneka rempah-rempah dan santan. Hidangan ini terlahir akibat perilaku sedari lampau suku Minangkabau yang gemar merantau ke sana kemari sehingga butuh banyak perbekalan, terutama hidangan yang awet, tahan lama, dan bercita rasa sesuai lidah asli orang Minang. Awalnya menggunakan daging rusa. Namun, karena rusa mulai sulit didapat, bahan dasarnya beralih menjadi daging sapi atau kerbau.
Proses memasak rendang berlangsung lama, biasanya sekitar empat jam, hingga menyisakan potongan daging dengan tekstur yang empuk serta bumbu kehitaman yang mengering—proses ini dikenal sebagai merendang atau slow cooking. Dalam suhu ruang, rendang dapat bertahan hingga berminggu-minggu. Jika dimasak lebih singkat dan santannya belum mengering, hidangan ini disebut kalio, yang berwarna cokelat terang keemasan. Sementara itu, jika masih berkuah dan belum cukup pekat, tahap ini dikenal sebagai gulai. (Artikel selengkapnya...) - Image 9

Setangkup barley malt, kecambah berwarna putih dapat dilihat
Malt adalah kecambah biji-bijian serealia yang telah dikeringkan. Biji-bijian dibuat berkecambah dengan merendamnya di dalam air, lalu menahan proses perkecambahan lebih lanjut dengan pengeringan. Biji-bijian yang telah menjadi malt akan membentuk enzim yang memecah pati di dalam biji-bijian menjadi gula, termasuk monosakarida glukosa, disakarida maltosa, trisakarida maltotriosa, dan gula yang lebih kompleks seperti maltodekstrin. Enzim lain juga terbentuk, seperti protease, yang memecah protein di dalam biji-bijian menjadi bentuk yang dapat dimanfaatkan oleh ragi. Malt juga mengandung sejumlah kecil gula jenis lain seperti sukrosa dan fruktosa, yang sesungguhnya bukan produk dari modifikasi pati tetapi sudah ada di dalam biji-bijian sebelum proses pembuatan malt.
Biji-bijian yang dijadikan malt digunakan untuk membuat bir, wiski, milkshake, cuka malt, permen, minuman rasa seperti Horlicks, Ovaltine, dan Milo, dan berbagai jenis roti seperti bagel. Malt yang telah digerus dapat digunakan sebagai pemanis. Dari berbagai jenis sereal yang dapat dibuat malt, barley adalah yang paling umum. (Artikel selengkapnya...) - Image 10

Sagu dijual dalam bentuk lempeng persegi.
Sagu adalah tepung atau olahan yang diperoleh dari pemrosesan teras batang rumbia atau "pohon sagu" (Metroxylon sagu Rottb.). Tepung sagu memiliki karakteristik fisik yang mirip dengan tepung tapioka. Dalam resep masakan, tepung sagu yang relatif sulit diperoleh sering diganti dengan tepung tapioka sehingga namanya sering kali dipertukarkan, meskipun kedua tepung ini berbeda.
Sagu merupakan makanan pokok bagi masyarakat di Indonesia sebelum beras mulai dikenal masyarakat seperti sekarang ini. Sagu dimakan dalam bentuk papeda, semacam bubur, atau dalam olahan lain. Sagu sendiri dijual sebagai tepung curah maupun yang dipadatkan dan dikemas dengan daun pisang. Selain itu, saat ini sagu juga diolah menjadi mi. (Artikel selengkapnya...) - Image 11

Pertumbuhan produksi pangan per kapita selalu meningkat sejak tahun 1961. Sumber: Food and Agriculture Organization.
Ketahanan pangan atau (keter)jaminan pangan adalah ketersediaan pangan dan kemampuan seseorang untuk mengaksesnya. Sebuah rumah tangga dikatakan memiliki ketahanan pangan jika penghuninya tidak berada dalam kondisi kelaparan atau dihantui ancaman kelaparan. Ketahanan pangan merupakan ukuran kelentingan terhadap gangguan pada masa depan atau ketiadaan suplai pangan penting akibat berbagai faktor seperti kekeringan, gangguan perkapalan, kelangkaan bahan bakar, ketidak stabilan ekonomi, peperangan, dan sebagainya. Penilaian ketahanan pangan dibagi menjadi keswadayaan atau keswasembadaan perorangan (self-sufficiency) dan ketergantungan eksternal yang membagi serangkaian faktor risiko. Meski berbagai negara sangat menginginkan keswadayaan secara perorangan untuk menghindari risiko kegagalan transportasi, tetapi hal ini sulit dicapai di negara maju karena profesi masyarakat yang sudah sangat beragam dan tingginya biaya produksi bahan pangan jika tidak diindustrialisasikan. Kebalikannya, keswadayaan perorangan yang tinggi tanpa perekonomian yang memadai akan membuat suatu negara memiliki kerawanan produksi.
World Health Organization mendefinisikan tiga komponen utama ketahanan pangan, yaitu ketersediaan pangan, akses pangan, dan pemanfaatan pangan. Ketersediaan pangan adalah kemampuan memiliki sejumlah pangan yang cukup untuk kebutuhan dasar. Akses pangan adalah kemampuan memiliki sumber daya, secara ekonomi maupun fisik, untuk mendapatkan bahan pangan bernutrisi. Pemanfaatan pangan adalah kemampuan dalam memanfaatkan bahan pangan dengan benar dan tepat secara proporsional. FAO menambahkan komponen keempat, yaitu kestabilan dari ketiga komponen tersebut dalam kurun waktu yang panjang. (Artikel selengkapnya...) - Image 12

Sekelompok petani berbagi makanan sederhana yang berupa roti dan minuman; Livre du roi Modus et de la reine Ratio, pada abad ke-14. (Bibliothèque nationale)
Hidangan abad pertengahan mencakup makanan, kebiasaan makan, dan cara memasak dari berbagai kebudayaan Eropa selama Abad Pertengahan, suatu masa dalam kurun waktu sekitar abad ke-5 sampai abad ke-16. Selama periode ini, pola makan dan tradisi memasak di Eropa tidak banyak berubah, terutama bila dibandingkan dengan periode modern awal (sebelum Revolusi Industri), ketika hidangan Eropa mengalami perubahan-perubahan penting yang mendasari bentuk modernnya.
Terdapat beberapa bahan makanan yang dikonsumsi oleh masyarakat Eropa pertengahan, seperti sereal, jelai, oat, gandum hitam, bubur, bubur sumsum, pasta, kara oncet, sayuran, daging, dan ikan. Sereal merupakan bahan pokok terpenting sepanjang awal Abad Pertengahan sebelum beras dan kentang diperkenalkan pada tahun 1536. Jelai, oat dan gandum hitam merupakan bahan makanan yang diperuntukkan bagi kaum miskin, sedangkan gandum dikonsumsi oleh kelompok elit. Bahan ini dapat diolah sebagai roti, taburan pada bubur dan bubur sumsum serta pasta. Bahan makanan lain seperti Kara oncet dan sayuran dijadikan sebagai suplemen penting untuk pola makan yang berbasis sereal. (Artikel selengkapnya...) - Image 13
Stevia rebaudiana, sumber utama dari pemanis stevia
Pengganti gula adalah bahan tambahan makanan yang meniru rasa dari gula ketika bertemu dengan lidah, umumnya memiliki nilai kalori yang lebih rendah. Pengganti gula dapat berasal dari bahan alam maupun sintetik. Minuman ringan yang berlabel "diet" atau "rendah kalori" biasanya mengandung bahan pengganti gula atau pemanis buatan. Rasa manis dari pengganti gula dibandingkan dengan gula pasir biasa sehingga didapatkan angka tertentu yang dapat digunakan untuk menakar jumlah atau konsentrasi yang akan digunakan dalam makanan supaya tidak terlalu manis. Stevia, aspartam, sukralosa, neotam, sodium asesulfam, dan sakarin adalah pemanis buatan yang paling banyak digunakan dalam industri saat ini.
Stevia adalah salah satu pemanis pengganti gula yang berasal dari alam. Pemanis alami lainnya yaitu silitol dan sorbitol yang diekstrak dari buah-buahan tetapi juga bisa dibuat dari bahan lain dengan cara hidrogenasi gula sederhana. Silitol kini dapat dibuat dari xilosa, sorbitol dari glukosa, dan laktitol dari laktosa. (Artikel selengkapnya...)
Tahukah Anda?
- "... bahwa gastronomi molekuler adalah disiplin ilmiah yang melibatkan studi tentang proses fisik & kimia yang terjadi selama memasak?"
- "... bahwa beberapa kebudayaan menjadikan darah sebagai makanan, di antaranya dalam bentuk sosis darah, sebagai pengental untuk saus, atau sebagai sup darah?"
- "... bahwa keju cheddar adalah keju paling populer di Britania Raya, jumlahnya melebihi 50% pasar keju tahunan negara itu yang bernilai £1,9 miliar?"
- "... bahwa permen karet, dalam berbagai bentuk, telah ada sejak masa Neolitikum?"
Gambar pilihan
- Image 2Cumi-cumi yang dikeringkan di Iwami, Prefektur Tottori, Jepang. Oleh: David Monniaux. (from Portal:Makanan/Gambar pilihan)
- Image 4Bunga, bubuk, dan kulit kayu manis. Oleh: Simon A. Eugster. (from Portal:Makanan/Gambar pilihan)
- Image 5Ikan kering dari Sungai Mekong, Laos. Oleh: Basile Morin. (from Portal:Makanan/Gambar pilihan)
- Image 7Rempah-rempah yang dijual di Maroko. Oleh: Donar Reiskoffer. (from Portal:Makanan/Gambar pilihan)
- Image 8Beragam jenis wortel. Oleh: Stephen Ausmus, Kementerian Pertanian Amerika Serikat. (from Portal:Makanan/Gambar pilihan)
Artikel dalam kategori makanan
- Pilih [►] untuk melihat subkategori
Topik
Portal lain di Wikipedia
Proyek Wikimedia lainnya
Temukan hal-hal yang berkaitan dengan makanan di berbagai proyek Wikimedia berikut ini:
| Berita | Kutipan | Panduan & Teks | Definisi | Gambar & Media |
|---|---|---|---|---|
| di Wikinews | di Wikiquote | di Wikibooks | di Wiktionary | di Commons |




















