Definisi pendidikan yang tepat kerap menjadi perdebatan; muncul perbedaan pandangan mengenai tujuan pendidikan dan sejauh mana pendidikan dapat dibedakan dari indoktrinasi dalam menumbuhkan berpikir kritis. Perbedaan ini memengaruhi cara mengidentifikasi, mengukur, dan meningkatkan berbagai bentuk pendidikan. Pada hakikatnya, pendidikan berfungsi sebagai proses sosialisasi anak ke dalam masyarakat dengan menanamkan nilai-nilai budaya dan norma sosial, serta membekali mereka dengan keterampilan yang diperlukan untuk menjadi anggota masyarakat yang produktif. Melalui proses ini, pendidikan turut mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesadaran terhadap permasalahan lokal maupun global. Lembaga-lembaga yang terorganisasi memainkan peran penting dalam pendidikan; misalnya, pemerintah menetapkan kebijakan pendidikan untuk menentukan jadwal sekolah, kurikulum, dan persyaratan kehadiran. Organisasi internasional seperti UNESCO juga berpengaruh besar dalam memajukan pendidikan dasar untuk semua anak.
Bidang akademik utama yang menelaah pendidikan dikenal sebagai ilmu pendidikan. Disiplin ini menyelidiki hakikat pendidikan, tujuannya, dampaknya, serta cara untuk meningkatkannya. Ilmu pendidikan mencakup berbagai subbidang, seperti filsafat, psikologi, sosiologi, dan ekonomi. Selain itu, bidang ini juga menyoroti tema-tema seperti pendidikan komparatif, pedagogi, dan sejarah pendidikan.
Pada masa prasejarah, pendidikan terutama berlangsung secara informal melalui komunikasi lisan dan peniruan. Dengan munculnya peradaban kuno dan penemuan tulisan, pengetahuan mulai berkembang lebih luas, mendorong peralihan dari pendidikan informal menuju pendidikan formal. Awalnya, pendidikan formal hanya dapat diakses oleh kalangan elit dan kelompok keagamaan. Penemuan mesin cetak pada abad ke-15 membuka akses masyarakat luas terhadap buku, sehingga meningkatkan tingkat melek huruf secara umum. Pada abad ke-18 dan ke-19, pendidikan publik memperoleh peran penting, menandai munculnya gerakan global untuk menyediakan pendidikan dasar yang gratis dan wajib hingga usia tertentu. Kini, lebih dari 90% anak usia sekolah dasar di seluruh dunia bersekolah di tingkat dasar. (Artikel selengkapnya...)
Ensiklopedia, atau kadangkala dieja sebagai ensiklopedi, adalah sejumlah buku yang berisi penjelasan mengenai setiap cabang ilmu pengetahuan yang tersusun menurut abjad atau menurut kategori secara singkat dan padat. Kata "ensiklopedia" diambil dari bahasa Yunani; enkyklios paideia (ἐγκύκλιος παιδεία) yang berarti sebuah lingkaran atau pengajaran yang lengkap. Maksudnya, ensiklopedia merupakan sebuah pendidikan paripurna yang mencakup semua lingkaran ilmu pengetahuan. Seringkali ensiklopedia dicampurbaurkan dengan kamus, hal ini dikarenakan ensiklopedia-ensiklopedia awal memang berkembang dari kamus.
(Selengkapnya...)
Perpustakaan adalah sebuah koleksi buku dan majalah. Dia dapat menunjuk ke koleksi pribadi perseorangan, tetapi lebih umum, sebuah koleksi besar yang dibiayai dan dirawat oleh sebuah kota atau institusi, dan dibagi oleh banyak orang yang tidak mampu membeli banyak buku untuk diri mereka sendiri. (Keterangan gambar: buku-buku tua di perpustakaan Merton College)
Raden MasSoewardi Soerjaningrat (EYD: Suwardi Suryaningrat, sejak 1922 menjadi Ki Hadjar Dewantara, EYD: Ki Hajar Dewantara, beberapa menuliskan bunyi bahasa Jawanya dengan Ki Hajar Dewantoro; lahir di Yogyakarta, 2 Mei1889 – wafat di Yogyakarta, 26 April1959 pada umur 69 tahun; selanjutnya disingkat sebagai "Soewardi" atau "KHD") adalah aktivis pergerakan kemerdekaan Indonesia, kolumnis, politisi, dan pelopor pendidikan bagi kaum pribumiIndonesia dari zaman penjajahan Belanda. Ia adalah pendiri Perguruan Taman Siswa, suatu lembaga pendidikan yang memberikan kesempatan bagi para pribumi jelata untuk bisa memperoleh hak pendidikan seperti halnya para priyayi maupun orang-orang Belanda. (Selengkapnya...)