Mioglobin

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Model 3D mioglobin

Mioglobin adalah protein dengan bentuk struktur bulat yang menyimpan oksigen dan terbentuk dari rantai polipeptida.[1]

Karakteristik[sunting | sunting sumber]

Molekul penyusun mioglobin adalah asam amino dan poliferin yang merupakan sejenis zat besi.[1] Mioglobin juga terdapat dalam otot-otot hewan yang berenang di dalam air dalam jangka waktu cukup lama, seperti lumba-lumba, paus, dan anjing laut.[1] Hal ini terjadi karena mioglobin dapat menyimpan oksigen dalam sel sehingga oksigen tersebut dapat digunakan pada proses metabolisme saat hewan tersebut memerlukan energi namun masih berada di dalam air.[2] Mioglobin juga menyebabkan warna merah pada otot hewan pada umumnya.[2] Ikan yang berdaging merah akan memiliki mioglobin yang banyak, sehingga saat terpapar oksigen mioglobin akan langsung teroksidasi.[1] Ikan berdaging putih tidak mengandung mioglobin.[1] Untuk mengatasi hal ini, ikan berdaging merah seperti tuna dan cakalang memiliki banyak zat antioksidan seperti DHA dan EPA.[1] Zat besi dalam jumlah banyak terdapat pada mioglobin.[1] Zat besi ini baik untuk orang yang mengalami anemia, sehingga ikan berdarah merah baik untuk dikonsumsi penderita anemia.[1]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c d e f g h Shinya H. 2007. “The Miracle of Enzyme. Bandung : Qanita.
  2. ^ a b Stoker HS. 2007. “General, Organic, and Biological Chemistry. Boston : Houghton Mifflin.