Bumbu dapur

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Rempah-rempah yang menjadi bumbu dapur

Bumbu atau bumbu dapur adalah zat yang umumnya berasal dari tanaman beraroma yang ditambahkan pada masakan yang bertujuan untuk menyedapkan makanan. Bumbu memiliki sifat basah, sehingga tidak dapat bertahan atau disimpan lama; lain halnya dengan rempah yang bersifat cenderung kering. Meskipun demikian, istilah bumbu dan rempah sering tumpang tindih dan digunakan secara bergantian dan bersamaan.[1]

Sementara itu, bumbu juga dapat dimengerti sebagai ramuan atau percampuran dari beberapa macam tanaman. Hal ini disebut sebagai bumbu dasar dan biasanya juga memasukkan unsur rempah di dalamnya.[2] Bumbu dasar terdiri dari beberapa jenis, yakni bumbu dasar putih, bumbu dasar kuning, dan bumbu dasar merah.[3]

Penggolongan[sunting | sunting sumber]

Berdasarkan bagian tanaman[sunting | sunting sumber]

Bumbu berdasarkan bagian tanaman dapat dibedakan menjadi bumbu buah, bumbu daun dan batang, bumbu umbi, bumbu bunga dan bumbu akar:[1]

Bumbu buah

Bumbu daun dan batang

Bumbu umbi

Bumbu bunga

Bumbu akar

Sementara beberapa bumbu lain yang mungkin tumpang tindih dengan pengertian rempah:

Berdasarkan ramuan[sunting | sunting sumber]

Bumbu dasar terdiri dari beberapa jenis, yakni bumbu dasar putih, bumbu dasar kuning, dan bumbu dasar merah.[3]

  • Bumbu dasar putih terdiri dari bawang merah, bawang putih, dan ketumbar, serta kemiri. Dapat dipakai untuk memasak gudeg, terik daging, ase lidah, sayur lodeh, tempe bacem, dan opor.
  • Bumbu dasar kuning terdiri dari bumbu dasar putih yang diberi kunyit. Dapat dipakai untuk memasak kari, acar kuning, soto, terik daging, pesmol ikan, aneka pepes, ayam goreng.
  • Bumbu dasar merah terdiri dari cabai merah besar, cabai rawit, bawang merah, dan bawang putih. Dapat dipakai untuk memasak sambal goreng, kering tempe, rendang, sambal bajak, pepes, ayam bumbu rujak, aneka gulai, dan aneka balado.

Bumbu dasar[sunting | sunting sumber]

Beberapa bahan dasar bumbu khas Indonesia
Bumbu biasanya ditumis menggunakan minyak kelapa sawit untuk melepaskan aromanya

Dalam makanan Indonesia, terdapat berbagai variasi campuran rempah-rempah yang digunakan sebagai bumbu. Variasi ini tergantung pada resep tiap makanan dan budaya makanan masing-masing daerah. Sebagai contoh, masakan Bali menggunakan bumbu basa genep, sementara masakan Minang menggunakan bumbu pemasak. Meskipun demikian, terdapat empat bumbu dasar yang umum digunakan di seluruh Indonesia yang digolongkan berdasarkan warnanya.[4] Bumbu-bumbu ini umumnya terdiri atas campuran rempah-rempah yang ditumis menggunakan minyak kelapa sawit, kemudian digunakan secara langsung untuk dimasak atau disimpan dalam kulkas.

  1. Bumbu dasar putih terdiri atas bawang merah, bawang putih, lengkuas, kemiri, dan ketumbar.[5] Bumbu seperti ini umumnya digunakan untuk membuat makanan berwarna putih, seperti opor ayam, bacem, sayur lodeh, berbagai macam soto, empal, dan hidangan-hidangan lainnya.[6] Bumbu dasar putih terkadang juga digunakan bersama daun salam, daun jeruk, dan serai.[7]
  2. Bumbu dasar merah atau bumbu pedas terdiri atas cabai merah, bawang merah, bawang putih,[8] tomat, terasi, gula kelapa, dan garam. Bumbu ini digunakan untuk makanan berwarna kemerahan seperti tumisan sayur, nasi goreng, gulai, dan sambal goreng.[9] Bumbu merah kerap digunakan bersama daun salam, serai, dan lengkuas.[10]:96
  3. Bumbu dasar kuning terdiri atas bawang merah, bawang putih, tumisan kemiri, kunyit bakar, ketumbar, jahe, lengkuas, dan lada hitam. Bumbu dasar kuning umumnya digunakan pada makanan Indonesia yang berwarna kekuningan, seperti beberapa jenis soto, pepes, mie goreng, dan ayam goreng. Terkadang, bumbu dalam bentuk acar digunakan bersama ikan bakar atau ikan goreng.[10]:97
  4. Bumbu dasar jingga/oranye terdiri atas bawang merah, bawang putih, jintan, adas manis, ketumbar, kemiri, kunyit, jahe, lengkuas, dan lasa hitam. Bumbu ini biasa digunakan pada masakan berwarna jingga, seperti gulai, kari, kalio, dan rendang.[11]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b "Inilah Bedanya Bumbu dan Rempah - Sajian Sedap". sajiansedap.grid.id. Diakses tanggal 2020-04-18. 
  2. ^ "Jangan Salah Sebut, Inilah Perbedaan Bumbu dan Rempah!". ResepKoki. 2018-02-12. Diakses tanggal 2020-04-18. 
  3. ^ a b nurhayatiTNR, Nunuy (2015-11-19). "Tiga Jenis Bumbu Dasar Pembuat Nikmat Kuliner Indonesia". Tempo (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-04-18. 
  4. ^ Setyorini, Tantri (8 Maret 2020). "4 Cara Membuat Bumbu Dasar untuk Berbagai Masakan". merdeka.com. Diakses tanggal 1 Januari 2021. 
  5. ^ Umasugi, Ryana Aryadita (28 November 2020). "Resep Bumbu Dasar Putih, Racikan untuk Sop Kambing dan Nasi Bakar". KOMPAS.com. Diakses tanggal 1 Januari 2021. 
  6. ^ Erwin, Lilly T. (2013). Seri Jadi Koki Sekejap - Masak Sajian dari Bumbu Dasar dalam. Gramedia Pustaka Utama. hlm. 5. ISBN 978-979-22-7632-9. 
  7. ^ Soewitomo, Sisca (2013). Masak Praktis dengan 3 Bumbu Dasar ala Sisca Soewitomo. Gramedia Pustaka Utama. hlm. 10. ISBN 978-979-22-8859-9. 
  8. ^ Umasugi, Ryana Aryadita (28 November 2020). "Resep Bumbu Dasar Merah, Hanya Butuh 3 Bahan". KOMPAS.com. Diakses tanggal 1 Januari 2021. 
  9. ^ Kharie, Ayu, ed. (2009). Bumbu Siap Pakai untuk Masakan Sehari-hari. DeMedia. hlm. 4. ISBN 978-979-1471-79-4. 
  10. ^ a b Garjito, Murdijati (2013). Bumbu, Penyedap, dan Penyerta Masakan Indonesia. Gramedia Pustaka Utama. ISBN 978-979-22-9362-3. 
  11. ^ Hafadzoh, Siti (24 April 2020). "Tips Membuat Bumbu Dasar Oranye, Serba Guna untuk Berbagai Masakan Padang". moms-life. Diakses tanggal 20 Januari 2022.