Serai

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Serai
Serai.jpg
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
(tanpa takson):
(tanpa takson):
(tanpa takson):
Ordo:
Famili:
Genus:
Spesies:
C. citratus
Nama binomial
Cymbopogon citratus
(DC.) Stapf,[1] 1906

Serai atau sereh adalah tumbuhan anggota suku rumput-rumputan yang dimanfaatkan sebagai bumbu dapur untuk mengharumkan makanan.

Minyak serai adalah minyak atsiri yang diperoleh dengan jalan menyuling bagian atas tumbuhan tersebut. Minyak serai dapat digunakan sebagai pengusir (repelen) nyamuk, baik berupa tanaman ataupun berupa minyaknya. Kandungan serai antara lain adalah sitronela, yang tidak disukai oleh nyamuk. Maka dari itu, serai dapat dibuat menjadi obat nyamuk dan serangga lainnya.

Morfologi[sunting | sunting sumber]

Serai adalah bagian dari keluarga rumput (Poaceae). Mereka memiliki daun hijau kebiruan sederhana dengan tepi linier. Masing-masing helai daun biasanya sepanjang 18-36 inci. Seperti beberapa jenis rumput lainnya, serai bertulang daun sejajar.[2]

Penggunaan dalam kuliner[sunting | sunting sumber]

Serai berlimpah di Filipina dan Indonesia, di Filipina ia dikenal sebagai tanglad. Daunnya yang harum secara tradisional digunakan dalam masakan, terutama untuk membumbui lechon dan ayam panggang.[3]

Daun serai kering juga dapat diseduh menjadi teh, atau hanya sebagai bahan penyedap dalam teh lain. Serai memberikan nuansa rasa yang sekilas mirip lemon tetapi dengan rasa manis ringan dan tanpa rasa asam.

Di Sri Lanka, serai dikenal sebagai sera (සේර). Di sana serai digunakan sebagai bumbu masakan, selain digunakan juga untuk membuat minyak esensial.[4]

Serai di Thailand disebut takhrai (ตะไคร้). Di Thialand serai adalah bahan penting dalam pembuatan tom yam dan tom kha kai. Irisan tipis batang serai segar juga digunakan dalam pembuatan miangpla, sejenis makanan ringan.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Cymbopogon citratus information from NPGS/GRIN". www.ars-grin.gov. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2009-01-20. Diakses tanggal 2008-03-02. 
  2. ^ Shah, Gagan; Shri, Richa; Panchal, Vivek; Sharma, Narender; Singh, Bharpur; Mann, AS (2011). "Scientific basis for the therapeutic use of Cymbopogon citratus, stapf (Lemon grass)". Journal of Advanced Pharmaceutical Technology & Research. 2 (1): 3–8. doi:10.4103/2231-4040.79796. ISSN 2231-4040. PMC 3217679alt=Dapat diakses gratis. PMID 22171285. 
  3. ^ "Tanglad / Lemongrass". Market Manila. August 21, 2006. Diakses tanggal July 27, 2011. 
  4. ^ "Salinan arsip". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2020-07-29. Diakses tanggal 2022-02-24.