Kecombrang

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Kecombrang
Amomum magnificum (1832).jpg
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Liliopsida
Ordo: Zingiberales
Famili: Zingiberaceae
Genus: Etlingera
Spesies: E. elatior
Nama binomial
Etlingera elatior
(Jack) R.M. Smith
Sinonim
  • Alpinia elatior Jack (1822)
  • Nicolaia speciosa (Blume) Horan. (1862)
  • Phaeomeria speciosa (Blume) Merrill (1922)

Kecombrang, kantan, atau honje adalah sejenis tumbuhan rempah dan merupakan tumbuhan tahunan berbentuk terna yang bunga, buah, serta bijinya dimanfaatkan sebagai bahan sayuran. Nama lainnya adalah kincung (Medan), bungong kala (Aceh), bunga rias (Tapanuli), asam cekala (Karo), kumbang sekala (Lpg.), sambuang (Mng.) serta lucu (Banyuwangi). Orang Thai menyebutnya daalaa. Di Bali disebut kecicang sedangkan batang mudanya disebut bongkot kecicang dan keduanya bisa dipakai sambal (sambal matah).

Pertelaan[sunting | sunting sumber]

Rumpun honje

Honje berwarna kemerahan seperti jenis tanaman hias pisang-pisangan. Jika batangnya sudah tua, bentuk tanamannya mirip jahe atau lengkuas, dengan tinggi mencapai 5 m.[1]

Batang-batang semu bulat gilig, membesar di pangkalnya; tumbuh tegak dan banyak, berdekat-dekatan, membentuk rumpun jarang, keluar dari rimpang yang menjalar di bawah tanah. Rimpangnya tebal, berwarna krem, kemerah-jambuan ketika masih muda. Daun 15-30 helai tersusun dalam dua baris, berseling, di batang semu; helaian daun jorong lonjong, 20-90 cm × 10–20 cm, dengan pangkal membulat atau bentuk jantung, tepi bergelombang, dan ujung meruncing pendek, gundul namun dengan bintik-bintik halus dan rapat, hijau mengkilap, sering dengan sisi bawah yang keunguan ketika muda.[2]

Kecombrang baru mekar

Bunga dalam karangan berbentuk gasing, bertangkai panjang 0,5-2,5 m × 1,5-2,5 cm, dengan daun pelindung bentuk jorong, 7–18 cm × 1–7 cm, merah jambu hingga merah terang, berdaging, melengkung membalik jika mekar. Kelopak bentuk tabung, panjang 3-3,5 cm, bertaju 3, terbelah. Mahkota bentuk tabung, merah jambu, hingga 4 cm. Labellum[3] serupa sudip, sekitar 4 cm panjangnya, merah terang dengan tepian putih atau kuning.[2]

Buah berjejalan dalam bongkol hampir bulat berdiameter 10–20 cm; masing-masing butir 2-2,5 cm besarnya, berambut halus pendek di luarnya, hijau dan menjadi merah ketika masak. Berbiji banyak, coklat kehitaman, diselubungi salut biji (arilus) putih bening atau kemerahan yang berasa masam.[2]

Manfaat[sunting | sunting sumber]

Kecombrang, dari sisi atas

Kecombrang atau bunga honje terutama dijadikan bahan campuran atau bumbu penyedap berbagai macam masakan di Nusantara. Kuntum bunga ini sering dijadikan lalap atau direbus lalu dimakan bersama sambal di Jawa Barat. Kecombrang yang dikukus juga kerap dijadikan bagian dari pecel di daerah Banyumas. Di Pekalongan, kecombrang yang diiris halus dijadikan campuran pembuatan megana, sejenis urap berbahan dasar nangka muda. Di Malaysia dan Singapura, kecombrang menjadi unsur penting dalam masakan laksa.

Di Tanah Karo, buah honje muda disebut asam cekala. Kuncup bunga serta "polong"nya menjadi bagian pokok dari sayur asam Karo; juga menjadi peredam bau amis sewaktu memasak ikan. Masakan Batak populer, arsik ikan mas, juga menggunakan asam cekala ini,kuncup bunganya juga biasanya di masak dengan daun Singkong menjadi gule bulung gadung masakan khas Tapanuli bagian Selatan.Di Palabuhanratu, buah dan bagian dalam pucuk honje sering digunakan sebagai campuran sambal untuk menikmati ikan laut bakar.

Di Sulawesi Selatan, tanaman dan buah honje disebut sebagai "patikala" sebagai bumbu masakan untuk ikan kuah kuning atau pallu mara dan juga masakan kapurung di daerah Luwu dan bumbu berbagai jenis sayuran semacam urap. Tunas tanaman ini dipercaya menyembuhkan penyakit panas dalam dengan cara dipanggang / dibakar lalu dikonsumsi isinya.

Honje juga dapat dimanfaatkan sebagai sabun dengan dua cara: menggosokkan langsung batang semu honje ke tubuh dan wajah atau dengan mememarkan pelepah daun honje hingga keluar busa yang harum yang dapat langsung digunakan sebagai sabun. Tumbuhan ini juga dapat digunakan sebagai obat untuk penyakit yang berhubungan dengan kulit, termasuk campak.[1]

Kecombrang
Nilai nutrisi per 100 g (3,5 oz)
Energi 0 kJ (0 kcal)
Karbohidrat 4.4 g
- Serat pangan 1.2 g
Lemak 1.0 g
Protein 1.3 g
Air 91 g
Kalsium 32 mg (3%)
Besi 4 mg (32%)
Magnesium 27 mg (7%)
Fosfor 30 mg (4%)
Kalium 541 mg (12%)
Zink 0.1 mg (1%)
Persentase merujuk kepada rekomendasi Amerika Serikat untuk dewasa.

Dari rimpangnya, orang-orang Sunda memperoleh bahan pewarna kuning. Pelepah daun yang menyatu menjadi batang semu, pada masa lalu juga dimanfaatkan sebagai bahan anyam-anyaman; yaitu setelah diolah melalui pengeringan dan perendaman beberapa kali selama beberapa hari. Batang semu juga merupakan bahan dasar kertas yang cukup baik.[4]

10 Manfaat Tanaman Kecombrang untuk Kesehatan[sunting | sunting sumber]

Kecombrang adalah tanaman berbentuk bunga merah dengan ketinggian hingga 5 meter. Bunga kecombrang biasanya digunakan untuk bahan masakan, seperti semur sayuran atau rempah-rempah.

Rasanya sangat lezat untuk semua orang yang menyukainya. Dikutip dari Steemit, tanaman yang dikenal dengan banyak nama di berbagai daerah ini memiliki banyak manfaat kesehatan dari kandungan yang dimilikinya.

1. Mengandung kalium tinggi[sunting | sunting sumber]

Bunga kecombrang mengandung kalium mencapai 541 mg. Nilai ini merupakan angka yang besar, cukup untuk memenuhi kebutuhan kalium Anda.

Kalium memiliki banyak fungsi yang terkait dengan penyerapan nutrisi dalam tubuh. Tanpa kalium yang cukup, tubuh Anda secara alami mengalami kegagalan dalam penyerapan nutrisi, sehingga tubuh tidak berkembang dan menjadi kurang gizi.

2. Menetralisir asam[sunting | sunting sumber]

Tanaman ini akan bermanfaat bagi Anda yang memiliki gangguan perut atau lambung. Konsumsilah bunga kecombrang ini dengan memasukkannya ke masakan Anda. Selain membuat masakan menjadi lebih harum, kecombrang juga memiliki peran yang sangat kuat untuk menyembuhkan gangguan lambung.

3. Memiliki kandungan zat besi[sunting | sunting sumber]

Zat besi di kecombrang mencapai 4 mg. Angka ini cukup kuat untuk meningkatkan jumlah zat besi dalam darah Anda. Setelah mengonsumsinya, diharapkan Anda akan bebas dari anemia, hipotensi, dan gangguan kekurangan zat besi lainnya. Tubuh Anda pun akan merasa bugar.

4. Penambah nafsu makan[sunting | sunting sumber]

Jika kita mengalami penurunan nafsu makan yang drastis, segera temukan obatnya. Sebab, apabila nafsu makan dibiarkan melemah, bisa memicu berbagai penyakit, terutama Anoreksia.

Anda pasti telah melihat bagaimana Anoreksia yang mengerikan ini dapat mengancam jiwa. Jadi, untuk mencegahnya, kita bisa minum obat herbal alami dari sayuran ini agar nafsu makan Anda membaik.

5. Sumber serat makanan[sunting | sunting sumber]

Jika Anda memiliki gangguan pencernaan seperti sembelit, sebaiknya segera obati usus Anda dengan tanaman yang satu ini. Sebab, bunga kecombrang mengandung banyak serat yang andal dalam membersihkan usus Anda dari residu dan bakteri yang menyebabkan sembelit.

6. Memiliki kandungan kalsium[sunting | sunting sumber]

Selain potasium, ternyata Kecombrang juga mengandung kalsium sebanyak 3 persen atau sekitar 32 mg / 100 gram. Kalsium adalah zat yang baik sebagai tulang penyusun mineral utama. Dengan mengosumsi kaya kalsium, maka tulang Anda terlindungi dari osteoporosis dan gangguan lainnya.

7. Menghilangkan bau amis[sunting | sunting sumber]

Banyak orang tidak suka aroma atau bau amis pada ikan atau daging, karena dapat membuat mual dan pusing. Kecombrang sendiri dapat digunakan untuk menghilangkan bau amis. Caranya mudah, yakni cukup rebus ikan atau daging dengan kelopak ini. Tidak diragukan lagi, aroma tidak sedap atau amis tersebut akan hilang.

8. Mengandung air[sunting | sunting sumber]

Air dalam sayuran berfungsi dengan baik untuk tubuh karena bisa menghindari tubuh dari gangguan kulit dan ginjal. Air di Kecombrang juga sangat banyak. Ditandai dengan kerutan atau susut bunga ini jika direbus hingga 50 persen.

9. Rendah lemak[sunting | sunting sumber]

Lemak dalam kecombrang hanya ditemukan 1 mg hanya untuk 1 ons. Angka ini tentu saja jumlah yang sangat kecil. Jadi, bisa dipastikan bahwa mengonsumsi tanaman ini tidak akan membuat Anda mengalami obesitas. Sayuran ini pun sangat cocok untuk menu diet Anda.

10. Tingkat fosfor tinggi[sunting | sunting sumber]

Gigi Anda sering bermasalah seperti rapuh dan mudah pecah untuk selanjutnya menjadi berlubang? Pada kondisi itu, Anda mungkin kekurangan fosfor.

Maka, Anda membutuhkan asupan makanan fosfor yang tinggi, dan bisa ditangani dengan mengonsumsi kecombrang. Sertakanlah kecombrang ke dalam berbagai hidangan favorit Anda. Hidangan yang paling disukai orang adalah sambal kecombrang.[5]

Jenis yang serupa[sunting | sunting sumber]

Honje hutan (E. hemisphaerica (Bl.) R.M. Smith) memiliki rasa dan kegunaan yang serupa. Jenis ini sering tampak lebih kasar, dapat tumbuh hingga setinggi 7 m, dengan butir-butir buah yang lebih besar, 5 cm × 2,5 cm.[2]

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b Ardita, Ferdi. Sabun alami. Percik Yunior edisi 6 Oktober hal. 12. ISSN 1978-5429
  2. ^ a b c d Ibrahim, H. and F.M. Setyowati. 1999. Etlingera Giseke, dalam C.C. de Guzman and J.S. Siemonsma (eds.). Plant Resources of South-East Asia 13: Spices. PROSEA. Bogor. ISBN 979-8316-34-7. pp. 123-126.
  3. ^ bibir, yakni staminodia yang membesar, melebar, dan berwarna-warni
  4. ^ Heyne, K. 1987. Tumbuhan Berguna Indonesia, jil. 1. Yay. Sarana Wana Jaya, Jakarta. Hal. 586-587.
  5. ^ Sunnaholomi Halakrispen, Medcom (2019-07-29). "10 Manfaat Tanaman Kecombrang untuk Kesehatan". Medcom.id. Diakses tanggal 2019-07-29. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]