Konsumsi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Konsumsi, dari bahasa Belanda consumptie, bahasa Inggris consumption, ialah suatu kegiatan yang bertujuan mengurangi atau menghabiskan daya guna suatu benda, baik berupa barang maupun jasa, untuk memenuhi kebutuhan dan kepuasan secara langsung[1]. Konsumen adalah pemakai barang dan atau jasa. [2] Mereka memakai barang atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain, maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan.

Tujuan Konsumsi[sunting | sunting sumber]

Tujuan konsumsi dalam ekonomi antaralain sebagai berikut.[3]

  • Pemenuhan Keinginan Manusia
  • Aktivitas Ekonomi
  • Konsumsi Mendorong Produksi
  • Guna Menganalisis Perilaku Individu
  • Perumusan Perekonomian Negara
  • Teori Pendapatan dan Ketenagakerjaan

Teori Konsumsi[sunting | sunting sumber]

Berikut ini adalah beberapa teori konsumsi yang sering digunakan, yaitu:[4]

Teori Konsumsi Siklus Hidup[sunting | sunting sumber]

Teori konsumsi siklus hidup merupakan teori konsumsi yang dikembangkan oleh Franco Madigliani, Albert Ando, dan Richard Blumberg yang dikemukakan pada tahun 1950. Teori ini berpendapat bahwa kegiatan ekonomi adalah kegiatan seumur hidup. Menurut teori siklus hidup, faktor sosial ekonomi seseorang atau rumah tangga sangat mempengaruhi pola konsumsi orangatau rumah tangga tersebut.[4]

Teori Pendapatan Permanen[sunting | sunting sumber]

Teori pendapatan permanen meyakini bahwa pendapatan yang mempengaruhi tingkat konsumsi. Perbedaannya terletak pada pernyataan yang menyatakan bahwa tingkat konsumsi mempunyai hubungan proporsional dengan pendapatan permanen. Yang dimaksud dengan pendapatan permanen adalah tingkat pendapatan rata-rata yang diekspektasi/diharapkan dalam jangka panjang.[4]

Teori Pendapatan Relatif[sunting | sunting sumber]

Teori pendapatan relatif merupakan teori yang dikembangkan oleh James Duessenberry pada tahun 1949. Teori ini lebih memperhatikan aspek psikologis rumah tangga dalam menghadapi perubahan pendapatan. Inti dari teori konsumsi pendapatan relatif adalah tingkat konsumsi masyarakat dipengaruhi oleh tingkat pendapatan disposabel di masa yang lalu, terutama tingkat pendapatan tertinggi yang pernah dicapai, karena pola konsumsi saat ini masih dipengaruhi pola konsumsi yang lalu.[4]

Teori Konsumsi Keynes[sunting | sunting sumber]

John Maynard Keynes lewat bukunya berjudul The General Theory of Employment, Interest, and Money mengemukakan suatu teori konsumsi yang disebut teori pendapatan absolut tentang konsumsi atau lebih dikenal dengan hipotesis pendapatan absolut. Teori konsumsi dari Keynes tersebut didasarkan atas dasar hukum psikologis yang mendasar tentang konsumsi, yang mengatakan apabila pendapatan mengalami kenaikan, maka konsumsi juga akan mengalami kenaikan, tetapi dengan jumlah yang lebih kecil. Kecenderungan mengkonsumsi rata-rata akan semakin kecil apabila tingkat pendapatan naik.Kecenderungan menabung rata-rata akan semakin besar apabila pendapatan naik.[4]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Media, Kompas Cyber. "Konsumsi: Pengertian, Ciri, dan Faktornya Halaman all". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2020-10-02. 
  2. ^ "Arti kata konsumen - Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Online". kbbi.web.id. Diakses tanggal 2020-10-02. 
  3. ^ "Mengenal Tujuan Konsumsi Beserta Pengertian, Jenis dan Fungsinya dalam Siklus Bisnis Halaman 3". merdeka.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-10-02. 
  4. ^ a b c d e Laila Ramadani (2016). "Pengaruh Penggunaan Kartu Debit dan Uang Elektronik (E-Money) Terhadap Pengeluaran Konsumsi Mahasiswa". Jurnal Ekonomi dan Studi Pembangunan. 8 (1): 2–3. ISSN 2086-1575.