Lompat ke isi

Disakarida

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Sukrosa, merupakan disakarida yang terbentuk dari kondensasi molekul glukosa dan molekul fruktosa.

Disakarida atau biosa[1] merupakan senyawa karbohidrat yang terbentuk ketika dua monosakarida mengalami reaksi kondensasi yang melibatkan terlepasnya suatu molekul kecil, seperti air, dari bagian gugus fungsi saja. Seperti monosakarida, disakarida membentuk larutan dalam air. Tiga senyawa disakarida paling umum adalah sukrosa, laktosa,[2] dan maltosa.

"Disakarida" adalah satu dari empat kelompok kimia karbohidrat, yang meliputi:

Klasifikasi

[sunting | sunting sumber]

Ada dua jenis disakarida:

  • disakarida reduktor (reducing disaccharides), di mana satu monosakarida, gula reduktor, masih mempunyai satu gugus hemiasetal bebas. Contoh: selobiosa dan maltosa
  • disakarida non-reduktor, di mana komponen-komponennya terikat melalui suatu ikatan asetal antara pusat-pusat anomeriknya dan tidak ada monosakarida yang mempunyai gugus hemiasetal bebas. Contoh: sukrosa dan trehalosa

[3] [4]

Pembentukan

[sunting | sunting sumber]

Disakarida terbentuk ketika dua monosakarida bergabung dan satu molekul air dilepaskan, suatu proses yang dikenal sebagai reaksi dehidrasi. Misalnya, gula susu (milk sugar), laktosa, terbentuk dari glukosa dan galaktosa, sedangkan gula tebu (sugar cane) dan gula bit (sugar beet), sukrosa, terbentuk dari glukosa dan fructose. Maltosa, suatu disakarida terkenal yang lain, terbentuk dari dua molekul glukosa.[5] Dua monosakarida itu terikat melalui suatu reaksi dehidrasi, juga disebut reaksi kondensasi atau sintesis dehidrasi (dehydration synthesis), yang menghasilkan terlepasnya suatu molekul air dan pembentukan ikatan glikosidik.[6]

Ikatan glikosidik dapat terbentuk antara suatu gugus hidroksil manapun pada komponen monosakarida. Jadi, meskipun kedua komponen gula sama (misalnya, glukosa), dapat terjadi kombinasi ikatan yang beragam baik secara lokasi (regiochemistry) dan ruang (stereokimia, seperti alfa- atau beta-) sehingga dihasilkan disakarida yang merupakan diastereoisomer dengan sifat-sifat kimia dan fisika yang berbeda.

Tergantung dari komponen monosakarida pembentuknya, disakarida kadangkala berbentuk kristal, kadangkala larut dalam air, kadangkala berasa manis dan terasa lengket.

Disakarida umum

[sunting | sunting sumber]
DisakaridaUnit 1Unit 2Ikatan
Sukrosa ("gula pasir", "gula tebu",
atau sakarosa)
glukosafruktosaα(1→2)β
Laktulosagalaktosafruktosaβ(1→4)
Laktosa ("gula susu")galaktosaglukosaβ(1→4)
Maltosaglukosaglukosaα(1→4)
Trehalosaglukosaglukosaα(1→1)α
Selobiosaglukosaglukosaβ(1→4)

Maltosa merupakan hasil hidrolisis dari polisakarida tepung, sedangkan selobiosa dari polisakarida selulosa.

Disakarida yang kurang umum dikenal antara lain:[7]

DisakaridaGugusIkatan
Kojibiosadua monomer glukosaα(1→2) [8]
Nigerosadua monomer glukosaα(1→3)
Isomaltosadua monomer glukosaα(1→6)
β,β-Trehalosadua monomer glukosaβ(1→1)β
α,β-Trehalosadua monomer glukosaα(1→1)β[9]
Sophorosadua monomer glukosaβ(1→2)
Laminaribiosadua monomer glukosaβ(1→3)
Gentiobiosadua monomer glukosaβ(1→6)
Turanosasatu monomer glukosa dan satu monomer fruktosaα(1→3)
Maltulosasatu monomer glukosa dan satu monomer fruktosaα(1→4)
Palatinosasatu monomer glukosa dan satu monomer fruktosaα(1→6)
Gentiobiulosasatu monomer glukosa dan satu monomer fruktosaβ(1→6)
Manobiosadua monomer manosabisa α(1→2), α(1→3), α(1→4), atau α(1→6)
Melibiosasatu monomer galaktosa dan satu monomer glukosaα(1→6)
Melibiulosasatu monomer galaktosa dan satu monomer fruktosaα(1→6)
Rutinosasatu monomer rhamnosa dan satu monomer glukosaα(1→6)
Rutinulosasatu monomer rhamnosa dan satu monomer fruktosaβ(1→6)
Xilobiosadua monomer xilopiranosaβ(1→4)

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. "Biose" pada www.merriam-webster.org
  2. IUPAC, Compendium of Chemical Terminology, edisi ke-2 ("Buku Emas") (1997). Versi koreksi daring:  (2006) "disaccharides".
  3. "Nomenclature of Carbohydrates (Recommendations 1996)2-Carb-36 Disaccharides".
  4. "Disaccharides and Oligosaccharides". Diarsipkan dari asli tanggal 2018-11-18. Diakses tanggal 2008-01-29. {{cite web}}:
  5. Whitney, Ellie; Sharon Rady Rolfes (2011). Peggy Williams (ed.). Understanding Nutrition (Edisi Twelfth). California: Wadsworth, Cengage Learning. hlm. 100. ISBN 0-538-73465-5.
  6. "Glycosidic Link". OChemPal. Utah Valley University. Diarsipkan dari asli tanggal 2016-05-15. Diakses tanggal 11 December 2013. {{cite web}}:
  7. F.W.Parrish; W.B.Hahn,G.R.Mandels (July 1968). "Crypticity of Myrothecium verrucaria Spores to Maltose dan Induction of Transport by Maltulose, a Common Maltose Contaminant" (PDF). J. Bacteriol. 96 (1). American Society for Microbiology: 227–233. PMC 252277. PMID 5690932. Diakses tanggal 2008-11-21.
  8. Matsuda, K.; Abe, Y; Fujioka, K (November 1957). "Kojibiose (2-O-alpha-D-Glucopyranosyl-D-glucose): Isolation dan Structure: Chemical Synthesis". Nature. 180 (4593): 985–6. doi:10.1038/180985a0. PMID 13483573.
  9. T. Taga; Y. Miwa; Z. Min (1997). "α,β-Trehalose Monohydrate". Acta Cryst. C53 (2): 234–236. doi:10.1107/S0108270196012693.

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]