Kereta api Fajar dan Senja Utama Solo

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Kereta api Fajar dan Senja Utama Solo
Papan Nama KA Fajar & Senja Utama Solo khas Daop 6.png
KA 138 Fajar Utama Solo.jpg
Kereta api Fajar Utama Solo saat melintas di petak Karawang-Cikampek
Informasi umum
Jenis layananKereta api jarak jauh
StatusBeroperasi
Daerah operasiDaerah Operasi VI Yogyakarta
Mulai beroperasi14 Oktober 1978
Operator saat iniPT Kereta Api Indonesia
Jumlah penumpang1.040 penumpang per hari (rata-rata)
Rute
Stasiun awalSolo Balapan
Jumlah pemberhentianLihatlah di bawah.
Stasiun akhirPasar Senen
Jarak tempuh570 km
Waktu tempuh reratarata-rata 8 jam
Frekuensi perjalanansatu perjalanan pulang pergi
Jenis relRel berat
Pelayanan
KelasEksekutif dan ekonomi premium
Pengaturan tempat duduk
  • 50 tempat duduk disusun 2-2 (kelas eksekutif)
    kursi dapat direbahkan dan diputar
  • 80 tempat duduk disusun 2-2. Sebanyak 32 kursi ke arah depan dan 32 ke arah belakang (kelas ekonomi premium)
    kursi dapat direbahkan
Fasilitas kateringAda, dapat memesan sendiri makanan di kereta makan yang tersedia.
Fasilitas observasiKaca panorama dupleks dengan tirai, lapisan laminasi isolator panas.
Fasilitas hiburanAda
Fasilitas bagasiAda
Teknis sarana dan prasarana
Bakal pelantingCC201, CC203, CC206
Lebar sepur1.067 mm
Kecepatan operasional65 s.d. 105 km/jam
Pemilik jalurDitjen KA, Kemenhub RI
Nomor pada jadwal137-138
Peta rute
Lintas KA Solo-Yogyakarta-Kutoarjo-Jakarta
Untuk Kereta api: Mulai 1 Desember 2019
Ke Surabaya
Solo Balapan
Purwosari
Klaten
Jawa Tengah
DI Yogyakarta
Lempuyangan
Yogyakarta
Jembatan Kali Progo
Wates
DI Yogyakarta
Jawa Tengah
Jembatan Kali Bogowonto
Jenar
Kutoarjo
Kebumen
Karanganyar
Gombong
Terowongan Ijo
Sumpiuh
Kroya
Ke Cilacap, Bandung
Terowongan Kebasen
Jembatan Kali Serayu
Terowongan Notog
Purwokerto
Jembatan Sakalimolas
Bumiayu
Ke Tegal
Ketanggungan
Jawa Tengah
Jawa Barat
Ciledug
Ke Semarang
Cirebon Prujakan
Cirebon
Jatibarang
Haurgeulis
Ke Bandung
Cikampek
Bekasi KRL Icon Blue.svg  ARS 
Jawa Barat
DKI Jakarta
Jatinegara KRL Icon Blue.svg KRL Icon Yellow.svg Roundeltjk5.png Roundetjk10.png Roundetjk11.png
Ke Gambir
Pasar Senen KRL Icon Blue.svg KRL Icon Yellow.svg Roundeltjk2.png Roundeltjk5.png
Ke Jakarta Kota
Keterangan:

1. Stasiun terminus kereta api

  • Solo Balapan: KA Senja Utama Solo
  • Purwosari: KA Bengawan dan KA Purwosari
  • Lempuyangan: KA Bogowonto, KA Gajahwong, KA Jaka Tingkir, KA Progo, dan KA Mataram
  • Yogyakarta: KA Fajar/Senja Utama Yogya

2. Stasiun pemberhentian

  • Sebagian besar KA arah Jakarta berhenti di Bekasi, kecuali KA Fajar Utama Yogya dan Bogowonto
  • KA Fajar/Senja Utama Yogya dan Senja Utama Solo berhenti di Cirebon, sedangkan lainnya berhenti di Cirebon Prujakan
  • Hanya KA Jaka Tingkir arah Lempuyangan saja yang berhenti di Cikampek
  • Hanya KA Bogowonto arah Lempuyangan, Gajahwong arah Jakarta, dan Fajar Utama Yogya yang berhenti di Haurgeulis
  • Hanya KA Bengawan arah Purwosari, Jaka Tingkir arah Jakarta, dan Fajar Utama Yogya yang berhenti di Jatibarang
  • Hanya KA Bengawan arah Jakarta, Bogowonto, dan Gajahwong yang berhenti di Ciledug
  • Hanya KA Fajar Utama Yogya arah Jakarta dan Gajahwong arah Lempuyangan saja yang berhenti di Ketanggungan
  • Hanya KA Fajar Utama Yogya, KA Jaka Tingkir, dan KA Gajahwong yang berhenti di Bumiayu
  • Hampir semua KA di atas berhenti di Kroya, kecuali KA Senja Utama Solo arah Solo, Jaka Tingkir arah Lempuyangan,
    Bengawan arah Purwosari, Progo arah Lempuyangan, dan Fajar Utama Yogya arah Jakarta
  • Hanya sebagian kecil KA arah Jakarta saja yang berhenti di Sumpiuh (KA Bengawan dan Mataram)
  • Hampir semua KA di atas berhenti di Gombong, kecuali KA Senja Utama Yogya arah Yogyakarta,
    Jaka Tingkir arah Lempuyangan, Fajar Utama Yogya, dan Mataram
  • Hanya KA Gajah Wong arah Jakarta dan Fajar Utama Yogya arah Yogyakarta saja yang berhenti di Karanganyar
  • Hampir semua KA di atas berhenti di Kebumen, kecuali KA Senja Utama Solo arah Jakarta, Jaka Tingkir arah Jakarta,
    Progo arah Jakarta, dan Fajar Utama Yogya
  • Hanya KA Bogowonto saja yang berhenti di Jenar
  • Hampir semua KA di atas berhenti di Yogyakarta, kecuali KA Mataram arah Lempuyangan, Jaka Tingkir,
    Bengawan, dan Progo
  • Hanya KA Senja Utama Solo saja yang melintas langsung di Wates, Lempuyangan, dan Purwosari
  • Hanya KA Senja Utama Solo dan Bengawan yang berhenti di Klaten

Kereta api Fajar dan Senja Utama Solo merupakan kereta api penumpang kelas eksekutif dan ekonomi premium yang dioperasikan oleh PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi VI Yogyakarta lintas Solo Balapan-Pasar Senen. Kereta api ini memiliki waktu keberangkatan dari Jakarta pada pagi hari sehingga dinamakan "Fajar Utama Solo" sedangkan waktu keberangkatan dari Solo Balapan pada malam hari dinamakan "Senja Utama Solo".

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Kereta api Senja Utama Solo saat zaman Perumka.

Kereta api ini diluncurkan pada tanggal 14 Oktober 1978 lintas Jakarta-Solo dengan nama "Senja Utama Solo" dengan layanan kelas bisnis menggunakan rangkaian kereta buatan suatu pabrik di Gosa, Yugoslavia.[1] Rangkaian kereta ini memiliki ciri khas karena ia memiliki jumlah jendela yang lebih sedikit—hanya delapan buah pada satu sisi—yang kemudian jumlah jendela pada rangkaian kereta ini diubah seperti kereta bisnis pada umumnya.

Pada tahun 2016, layanan pada kereta api ini ditambahkan kelas eksekutif sehingga ia menggunakan rangkaian kereta berbahan baja nirkarat dengan layanan kelas eksekutif dan ekonomi premium mulai tanggal 21 Mei 2018.


Data teknis[sunting | sunting sumber]

Lintasan perjalanan Solo Balapan - Pasar Senen pp.
Lokomotif CC201, CC203, CC206
Rangkaian 1 kereta pembangkit (P 2018 SLO) + 4 kereta kelas eksekutif (K1 2018 SLO) + 1 kereta makan (M1 2018 SLO) + 4 kereta kelas ekonomi premium (K3 2018 SLO) + satu kereta bagasi (B)


Catatan : Susunan rangkaian dapat berubah sewaktu-waktu

Tarif[sunting | sunting sumber]

Tarif kereta api ini berkisar antara Rp215.000,00-Rp350.000,00 untuk kelas ekonomi premium dan Rp300.000,00-Rp500.000,00 untuk kelas eksekutif tergantung pada jarak tempuh, subkelas/posisi tempat duduk di dalam kereta, serta hari-hari tertentu seperti akhir pekan dan libur nasional. Selain itu, berlaku pula tarif khusus yang hanya dapat dipesan di loket stasiun mulai dua jam sebelum keberangkatan kereta api ini pada stasiun yang berada dalam rute berikut.

  • Yogyakarta - Purwokerto maupun sebaliknya Rp110.000,00 (eksekutif) dan Rp65.000,00 (ekonomi premium)
  • Kutoarjo - Yogyakarta maupun sebaliknya Rp45.000,00 (eksekutif) dan Rp25.000,00 (ekonomi premium)
  • Kutoarjo - Solo maupun sebaliknya Rp75.000,00 (eksekutif) dan Rp45.000,00 (ekonomi premium)
  • Yogyakarta - Solo maupun sebaliknya Rp55.000,00 (eksekutif) dan Rp40.000,00 (ekonomi premium)
  • Cirebon - Jakarta maupun sebaliknya Rp165.000,00 (eksekutif) dan Rp105.000,00 (ekonomi premium)
  • Bekasi - Jakarta : Rp30.000,00 (eksekutif) dan Rp20.000,00 (ekonomi premium)

Jadwal perjalanan[sunting | sunting sumber]

Berikut ini adalah jadwal kereta api Fajar/Senja Utama Solo per 1 Desember 2019 (berdasarkan Gapeka 2019).

KA 137 Senja Utama Solo (Solo Balapan-Yogyakarta-Pasar Senen)
Stasiun Datang Berangkat
Solo Balapan - 17.50
Klaten 18.17 18.20
Yogyakarta 18.47 18.53
Kutoarjo 19.47 19.51
Prembun 20.03 20.09
Purwokerto 21.28 21.35
Cirebon 23.31 23.43
Bekasi 02.15 02.17
Jatinegara 02.37 02.39
Pasar Senen 02.49 -
KA 138 Fajar Utama Solo (Pasar Senen-Yogyakarta-Solo Balapan)
Stasiun Datang Berangkat
Pasar Senen - 05.50
Haurgeulis 07.43 07.45
Jatibarang 08.16 08.17
Cirebon 08.49 08.56
Purwokerto 10.51 11.02
Kutowinangun 12.21 12.28
Kutoarjo 12.46 12.49
Yogyakarta 13.42 13.49
Klaten 14.14 14.16
Solo Balapan 14.49 -

Insiden[sunting | sunting sumber]

Galeri[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Senja Utama". Suara Merdeka. Selasa, 17 Oktober 1978. 
  2. ^ "Palang Misterius Menjemput Maut". Kedaulatan Rakyat. 28 Januari 2014. Diarsipkan dari versi asli tanggal 3 Februari 2014. 

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]