Kereta api Argo Jati

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Argo Jati)
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Kereta api Argo Jati
New Papan Nama KA Argo Jati khas Daop 3.png
Argo Jati Tambahan Sembrani CN.jpg
KA Argo Jati Fakultatif di Stasiun Cirebon
Informasi umum
Jenis layananKereta api fakultatif
StatusBeroperasi Hanya KA Fakultatif
Daerah operasiDaerah Operasi III Cirebon
PendahuluCirebon Ekspres Utama
Mulai beroperasi
  • 12 April 2007 (sebagai KA Argo Jati layanan lama)
  • 3 November 2010 (sebagai KA Argo Jati layanan baru)
Terakhir beroperasi
  • 15 Agustus 2019 (Layanan KA Argo Jati reguler dihentikan dan diganti dengan KA Argo Cheribon)
  • 14 September 2019 (Layanan KA Argo Jati Tambahan diganti nama dengan Argo Cheribon)
PendahuluArgo Cheribon (hasil peleburan layanan KA Argo Jati, KA Cirebon Ekspres, dan KA Tegal Bahari)
Operator saat iniPT Kereta Api Indonesia
Jumlah penumpang1.000 penumpang per hari (rata-rata)
Rute
Stasiun awalGambir
Jumlah pemberhentianLihatlah di bawah
Stasiun akhirCirebon
Jarak tempuh219 km
Waktu tempuh rerata3 jam (rata-rata)
Frekuensi perjalanansatu kali perjalanan pulang pergi sehari
Jenis relRel berat
Pelayanan
KelasEksekutif Argo
Pengaturan tempat duduk50 tempat duduk disusun 2-2, reclining and revolving seat
Fasilitas kateringAda, dapat memesan sendiri makanan di kereta makan yang tersedia
Fasilitas observasiKaca panorama dupleks dengan tirai dan lapisan laminasi isolator panas
Fasilitas hiburanAda
Fasilitas bagasiAda
Fasilitas lainLampu baca, toilet, alat pemadam api ringan, rem darurat, AC, dan peredam suara
Teknis sarana dan prasarana
Bakal pelantingCC201, CC203, CC206
Lebar sepur1.067 mm
Kecepatan operasional70 s.d. 100 km/jam
Pemilik jalurDitjen KA, Kemenhub RI
Nomor pada jadwal39F-40F (fakultatif)
Peta rute
Tegal - Cirebon - Jakarta Gambir
Untuk Kereta api Tegal Bahari, Cirebon Ekspres (reguler dan fakultatif),
serta Argo Jati (reguler, fakultatif, dan tambahan)
Ke Semarang
Tegal
Ke Prupuk via Slawi
Brebes
Tanjung
Losari
Babakan
Ke Prupuk via Ketanggungan
Cirebon
Arjawinangun
Jatibarang
Haurgeulis
Ke Bandung
Cikampek
Bekasi KRL Icon Blue.svg  ARS 
Jawa Barat
DKI Jakarta
Jatinegara KRL Icon Yellow.svg KRL Icon Blue.svg Roundeltjk5.png Roundetjk10.png Roundetjk11.png
Ke Pasar Senen
Ke Bogor dan Sukabumi
Manggarai KRL Icon Red.svg KRL Icon Yellow.svg KRL Icon Blue.svg Roundeltjk4.png
Ke Tanah Abang dan Merak
Jakarta Gambir Roundeltjk2.png
Ke Jakarta Kota
Keterangan:
  • Cirebon Ekspres dan Argo Jati berterminus di Stasiun Cirebon
  • Argo Jati melintas langsung stasiun yang bertanda bolong
  • Hampir semua perjalanan KA Tegal Bahari berhenti di Tanjung,
    kecuali jadwal malam arah Jakarta (KA 65)
  • Hampir semua perjalanan KA Tegal Bahari berhenti di Losari,
    kecuali jadwal sore dan malam arah Jakarta (KA 63 dan 65)
  • Hampir semua perjalanan KA Tegal Bahari berhenti di Babakan,
    kecuali jadwal sore arah Jakarta (KA 63)
  • Hanya Tegal Bahari jadwal pagi arah Jakarta (KA 61)
    dan Cirebon Ekspres jadwal siang arah Cirebon (KA 68)
    yang berhenti di Arjawinangun
  • Hampir semua KA di atas berhenti di Jatibarang,
    kecuali Tegal Bahari jadwal pagi arah Jakarta (KA 61)
  • Hampir semua KA di atas berhenti di Haurgeulis,
    kecuali Tegal Bahari jadwal pagi dan malam arah Jakarta (KA 61 dan 65)
  • Hanya Cirebon Ekspres jadwal pagi arah Jakarta (KA 67)
    dan Tegal Bahari jadwal malam arah Tegal (KA 66)
    yang berhenti di Cikampek
  • Hampir semua KA di atas berhenti di Bekasi,
    kecuali Argo Jati Tambahan arah Cirebon (PLB 7006)
    dan Argo Jati Fakultatif (KA 39F-40F)
Logo pertama KA Argo Jati

Kereta api Argo Jati (Carakan: ꦱꦼꦥꦸꦂ​ꦲꦂꦒ​ꦗꦠꦶ , Sepur Harga Jati) merupakan kereta api penumpang kelas eksekutif argo yang dioperasikan oleh PT Kereta api Indonesia (Persero) Daerah Operasi III Cirebon yang melayani rute Cirebon-Gambir dan sebaliknya. Awalnya KA ini melayani perjalanan reguler, namun sejak beroperasinya KA Argo Cheribon, jadwal reguler KA ini digunakan untuk KA Argo Cheribon sehingga membuat kereta api ini hanya berstatus sebagai KA fakultatif.

Dalam perjalanannya, kereta api ini hanya berhenti di Jatibarang, Bekasi, dan Jatinegara (hanya untuk arah jakarta). Perjalanan sejauh 219 km hanya ditempuh dalam waktu rata-rata 3 jam saja.

Asal-usul nama[sunting | sunting sumber]

Nama Argo, sebagaimana disebutkan dalam kelas pelayanan PT KAI, merupakan sebuah brand image layanan kelas eksekutif. Sementara Jati sendiri berasal dari tokoh Walisongo yang berhasil mengembangkan Islam di Jawa, Sunan Gunung Jati. Keberhasilannya itulah yang kemudian dilekatkan pada nama kereta api ini, sehingga memunculkan kebanggaan dan prestise bagi para penumpangnya.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Awal pengoperasian (2007-2010)[sunting | sunting sumber]

Sebelum KA Argo Jati diluncurkan, di jalur Jakarta - Cirebon terdapat dua KA yang beroperasi, yaitu KA Cirebon Ekspres kelas eksekutif-bisnis sebanyak 3 kali PP dan KA Cirebon Ekspres Utama kelas eksekutif sebanyak 2 kali pergi pulang. Kedua kereta mengawali dan mengakhiri perjalanan di Stasiun Gambir.

Peluncuran KA Argo untuk jalur ini pun sudah mulai diwacanakan mengingat adanya permintaan kelas argo dan turunnya pamor KA Cirebon Ekspres Utama. Maka, Daop III Cirebon meluncurkan KA Argo Jati pada tanggal 12 April 2007, berangkat pukul 14.00. KA ini menggunakan rangkaian bekas KA Argo Gede yang diproduksi pada tahun 1995 dan dengan diluncurkannya KA ini, lokomotif CC203 01 05 (CC 203 35) pun dikirim ke Cirebon sebagai penarik utama KA Argo Jati.[1]

Peluncuran kembali (2010-sekarang)[sunting | sunting sumber]

Peluncuran ulang kereta api Argo Jati dengan nama "New Argo Jati" pada saat itu dilaksanakan pada tanggal 3 November 2010 sebagai pengganti rangkaian kereta api Argo Jati layanan lama yang merupakan hasil improvisasi/peningkatan dari kereta api Cirebon Ekspres yang diresmikan tanggal 13 Mei 2005, sebagai cikal bakal kereta api Argo Jati. Animo masyarakat kota Cirebon dan sekitarnya terhadap layanan kereta api kelas eksekutif yang semakin meningkat, sehingga PT KAI berupaya meningkatkan layanan kelas eksekutif argo dengan jurusan Stasiun Gambir dan Stasiun Cirebon.

Sejak tahun 2013, lokomotif CC 206 resmi menggantikan lokomotif CC 203 35 yang biasa menarik kereta api Argo Jati. Selain itu, kereta api ini sempat mengalami beberapa kali pergantian rangkaian hingga akhirnya mendapatkan satu set rangkaian terbaru di tahun 2018.

Stamformasi[sunting | sunting sumber]

Pada masa-masa awal beroperasi, kereta api ini menggunakan rangkaian kereta eksekutif keluaran tahun 1995 yang sebelumnya digunakan oleh kereta api Argo Gede bernomor K1 0 95 05, K1 0 95 11, K1 0 95 15, K1 0 95 16, K1 0 95 17, K1 0 95 19 dan K1 0 95 22. Pada tahun 2010, bersamaan dengan peluncuran layanan baru yang bernama "New Argo Jati", maka kereta api ini pun kembali mendapatkan kereta eksekutif terbaru keluaran tahun 2010 dari PT INKA Madiun dengan nomor K1 0 10 01 - K1 0 10 06. Sedangkan K1 buatan tahun 1995 ex-Argo Gede digunakan sebagai rangkaian KA Cirebon Ekspres dan rangkaian cadangan KA Argo Jati.

Pada tahun 2010, bersamaan dengan peluncuran layanan baru yang bernama "New Argo Jati", maka kereta api ini pun kembali mendapatkan kereta eksekutif terbaru keluaran tahun 2010 dari PT INKA Madiun dengan nomor K1 0 10 01 - K1 0 10 06. Sedangkan K1 buatan tahun 1995 ex-Argo Gede digunakan sebagai rangkaian KA Cirebon Ekspres dan rangkaian cadangan KA Argo Jati.

Pada tahun 2016, kereta api Argo Jati sempat menggunakan rangkaian kereta kelas bisnis yang dimodifikasi oleh Balai Yasa Gubeng pada tahun 2015. Sedangkan rangkaiannya yang buatan tahun 2010 sempat dihibahkan ke kereta api Purwojaya yang saat itu naik kelas menjadi kelas eksekutif seluruhnya (sebelumnya eksekutif-bisnis) hingga 23 Februari 2017.

Mulai 25 Februari 2017 rangkaian KA Argo Jati sudah kembali menggunakan kereta eksekutif buatan tahun 2010 dari Kereta api Purwojaya, karena KA Purwojaya sudah mendapatkan hibah K1 buatan tahun 2009 (K1 0 09 01 - K1 0 09 10 dan M1 0 09 01) yang sebelumnya merupakan milik Kereta api Gajayana.

Mulai 29 Oktober 2018, KA Argo Jati mendapatkan rangkaian baru tahun 2018 trainset 21 (K1 0 18 123 - K1 0 18 132, M1 0 18 21 dan P 0 18 21), sedangkan rangkaian lama KA Argo Jati buatan tahun 2010 dihibahkan ke KA Ranggajati.

Berikut ini adalah susunan rangkaian KA Argo Jati Fakultatif yang saat ini masih menggunakan rangkaian idle KA Sembrani.

  • 1 lokomotif CC201, CC203, atau CC206
  • 4 kereta kelas eksekutif (K1 2016 JAKK)
  • 1 kereta makan kelas eksekutif (M1 2016 JAKK)
  • 4 Kereta kelas eksekutif (K1 2016 JAKK)
  • 1 kereta pembangkit (P 2016 JAKK)

Fasilitas[sunting | sunting sumber]

Rangkaian kereta KA Argo Jati yang bernuansa batik dari Tegalan.

Kereta api ini menyediakan fasilitas sarana hiburan selama perjalanan. Selain hiburan, penumpang juga dapat memesan makanan dan minuman dari kereta makan yang tersedia. Kereta ini, seperti semua kereta api eksekutif lainnya, diperlengkapi dengan toilet, AC, tempat duduk yang bisa dilipat dan diputar, serta rak bagasi yang cukup untuk memuat bagasi yang relatif besar.

Tarif[sunting | sunting sumber]

Tarif kereta api ini adalah Rp170.000,00 - Rp270.000,00, bergantung pada jarak yang ditempuh penumpang serta hari-hari tertentu seperti akhir pekan dan libur nasional.

Jadwal perjalanan[sunting | sunting sumber]

Jadwal mulai 1 April 2017 sesuai Gapeka 2017.

Stasiun Tiba Berangkat
KA 39F Argo Jati Fakultatif Siang
Cirebon - 11.00
Jatibarang 11.31 11.34
Bekasi Ls 13.27
Jatinegara 13.42 13.44
Gambir 14.00 -
Stasiun KA 40F Argo Jati Fakultatif Pagi
Gambir - 07.15
Bekasi Ls 07.44
Jatibarang 09.39 09.41
Cirebon 10.12 -

Galeri[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Majalah KA Edisi Mei 2014

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

(Indonesia) Situs web resmi PT Kereta Api Indonesia