Jawa Tengah

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Jawa tengah)
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Koordinat: 6°58′S 110°7′E / 6.967°S 110.117°E / -6.967; 110.117

Jawa Tengah
Provinsi di Indonesia
Jateng
Transkripsi bahasa Jawa
 • Hanacarakaꦗꦮ​ꦠꦼꦔꦃ
 • Alfabet Basa JawaJåwå Tengah
Borobudur Temple.jpg
Portal Serang - Baturraden.jpgKeraton Surakarta.jpg
Fishermen on Rawa Pening.jpgPithecanthropus VIII Sangiran.JPG
Lawang sewu (2013).jpgSlamet & Serayu, Watu Meja,.jpg
Dari atas searah jarum jam: Borobudur, Keraton Surakarta, fosil tengkorak manusia jawa di Sangiran, Kali Serayu, Lawang Sewu, Rawa Pening, dan pintu masuk menuju Baturraden.
Bendera Jawa Tengah
Bendera
Lambang resmi Jawa Tengah
Lambang
Semboyan: Jawa: Prasetya Ulah Sakti Bhakti Praja
꧋ꦥꦿꦱꦼꦠꦾꦲꦸꦭꦃꦱꦏ꧀ꦠꦶꦧꦏ꧀ꦠꦶꦥꦿꦗ꧉
(Indonesia: "Berjanji akan berusaha keras dan setia terhadap negara")
Peta
Peta
Negara Indonesia
Hari jadi15 Agustus 1950
Ibu kotaKota Semarang
Jumlah satuan pemerintahan
Pemerintahan
 • GubernurGanjar Pranowo
 • Wakil GubernurTaj Yasin Maimoen
 • Sekretaris DaerahSri Puryono
 • Ketua DPRDBambang Kusriyanto
Luas
 • Total32.548 km2 (12,567 sq mi)
Penduduk (2015)[1][2]
 • Total35.557.249
Demografi
 • AgamaIslam (96,28%)
Kristen (3,33%)
Protestan (1,91%)
Katolik (1,42%)
Hindu (0,20%)
Buddha (0,18%)
Lainnya (0,01%)[1]
 • Suku bangsaJawa (97,86%)
Sunda (1,40%)
Tionghoa (0,43%)
Batak (0,07%)[3]
 • BahasaIndonesia (resmi)
Jawa (dominan)
Jawa Banyumasan
Jawa Blora
Jawa Brebes
Jawa Kedu
Jawa Muria
Jawa Pekalongan
Jawa Semarang
Jawa Surakarta
Jawa Tegal
Peranakan
Sunda
Arab
Hakka
Tiochiu
Tionghoa
Zona waktuWIB (UTC+07:00)
Kode pos50xxx-54xxx dan 56xxx-59xxx
Kode area telepon
ISO 3166ID-JT
Plat kendaraan
Dasar hukum pendirianUU No. 10 Tahun 1950
DAURp1.576.180.223.000,00 (2011)[4]
Lagu daerahGambang Suling, Gundhul Pacul, Ilir-ilir
Rumah adatRumah Joglo
Madala Kaloka
Senjata tradisionalKeris
Kudi
FloraKantil
FaunaKepudang kuduk-hitam
Situs webjatengprov.go.id


Jawa Tengah (disingkat Jateng, Hanacaraka: ꦗꦮ​ꦠꦼꦔꦃ; Jawa: Jåwå Tengah) adalah sebuah provinsi Indonesia yang terletak di bagian tengah Pulau Jawa. Ibu kotanya adalah Semarang. Provinsi ini berbatasan dengan Provinsi Jawa Barat di sebelah barat, Samudra Hindia dan Daerah Istimewa Yogyakarta di sebelah selatan, Jawa Timur di sebelah timur, dan Laut Jawa di sebelah utara. Luas wilayahnya 32.548 km², atau sekitar 28,94% dari luas pulau Jawa. Provinsi Jawa Tengah juga meliputi Pulau Nusakambangan di sebelah selatan (dekat dengan perbatasan Jawa Barat), serta Kepulauan Karimun Jawa di Laut Jawa.

Pengertian Jawa Tengah secara geografis dan budaya kadang juga mencakup wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Jawa Tengah dikenal sebagai "jantung" budaya Jawa. Meskipun demikian di provinsi ini ada pula suku bangsa lain yang memiliki budaya yang berbeda dengan suku Jawa seperti suku Sunda di daerah perbatasan dengan Jawa Barat. Selain ada pula warga Tionghoa-Indonesia, Arab-Indonesia dan India-Indonesia yang tersebar di seluruh provinsi ini.

Sejak tahun 2008, provinsi Jawa Tengah memiliki hubungan kembar dengan provinsi Fujian di Tiongkok.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Kantor gubernur di Semarang di masa kolonial

Jawa Tengah sebagai provinsi dibentuk sejak zaman Hindia Belanda. Hingga tahun 1905, Jawa Tengah terdiri atas 5 wilayah (gewesten), yakni Semarang, Pati, Kedu, Banyumas, dan Pekalongan. Surakarta masih merupakan daerah swapraja kerajaan (vorstenland) yang berdiri sendiri dan terdiri dari dua wilayah, Kasunanan Surakarta dan Mangkunegaran, sebagaimana Yogyakarta. Masing-masing gewest terdiri atas kabupaten-kabupaten. Waktu itu Pati Gewest juga meliputi Regentschap Tuban dan Bojonegoro.

Setelah diberlakukannya Decentralisatie Besluit tahun 1905, gewesten diberi otonomi dan dibentuk dewan daerah. Selain itu juga dibentuk gemeente (kotapraja) yang otonom, yaitu Pekalongan, Tegal, Semarang, Salatiga, dan Magelang.

Sejak tahun 1930, provinsi ditetapkan sebagai daerah otonom yang juga memiliki Dewan Provinsi (Provinciale Raad). Provinsi terdiri atas beberapa karesidenan (residentie), yang meliputi beberapa kabupaten (regentschap), dan dibagi lagi dalam beberapa kawedanan (district). Provinsi Jawa Tengah terdiri atas 5 karesidenan, yaitu Pekalongan, Pati, Semarang, Banyumas, dan Kedu.

Menyusul kemerdekaan Indonesia, pada tahun 1945 Pemerintah membentuk daerah swapraja Kasunanan dan Mangkunegaran; dan dijadikan karesidenan. Pada tahun 1950 melalui undang-undang ditetapkan pembentukan kabupaten dan kota madya di Jawa Tengah yang meliputi 29 kabupaten dan 6 kota madya. Penetapan undang-undang tersebut hingga kini diperingati sebagai Hari Jadi Provinsi Jawa Tengah, yakni tanggal 15 Agustus 1950.

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Secara administratif, Provinsi Jawa Tengah terdiri atas 29 kabupaten dan 6 kota. Administrasi pemerintahan kabupaten dan kota ini terdiri atas 545 kecamatan dan 8.490 desa/kelurahan.

Pemerintahan Daerah, Jawa Tengah juga terdiri atas 3 kota administratif, yaitu Kota Purwokerto, Kota Cilacap, dan Kota Klaten. Namun sejak diberlakukannya otonomi daerah tahun 2001, kota-kota administratif tersebut dihapus dan menjadi bagian dalam wilayah kabupaten.

Menyusul otonomi daerah, 3 kabupaten memindahkan pusat pemerintahan ke wilayahnya sendiri, yaitu Kabupaten Magelang (dari Kota Magelang ke Mungkid), Kabupaten Tegal (dari Kota Tegal ke Slawi), serta Kabupaten Pekalongan (dari Kota Pekalongan ke Kajen).

Daftar kabupaten dan kota[sunting | sunting sumber]

No. Kabupaten/kota Pusat pemerintahan Bupati/wali kota Luas wilayah (km2)[5] Jumlah penduduk (2017)[5] Kecamatan Kelurahan/desa Logo
Jawa Tengah Logo.svg
Peta lokasi
1 Kabupaten Banjarnegara Banjarnegara Budhi Sarwono 1.023,73 1.002.398 20 12/266
Banjarnegara.png
2 Kabupaten Banyumas Purwokerto Achmad Husein 1.335,30 1.741.077 27 30/301
Kabupaten Banyumas.png
3 Kabupaten Batang Batang Wihaji 788,65 773.138 15 9/239
Kabupaten Batang.png
4 Kabupaten Blora Blora Djoko Nugroho 1.804,59 893.940 16 24/271
Logo Kabupaten Blora.png
5 Kabupaten Boyolali Boyolali Seno Samodro 1.008,45 989.776 19 6/261
Kabupaten Boyolali.png
6 Kabupaten Brebes Brebes Idza Priyanti 1.902,37 1.896.243 17 5/292
Lambang Kabupaten Brebes.png
7 Kabupaten Cilacap Cilacap Tatto Suwarto Pamuji 2.124,47 1.840.594 24 15/269
Logo-Cilacap.png
8 Kabupaten Demak Demak Moh. Natsir 900,12 1.116.343 14 6/243
Logo Kabupaten Demak.png
9 Kabupaten Grobogan Purwodadi Sri Sumarni 2.013,86 1.448.535 19 7/273
LOGO KABUPATEN GROBOGAN.png
10 Kabupaten Jepara Jepara Dian Kristiandi (Plt.) 1.059,25 1.158.182 16 11/184
Kabupaten Jepara.png
11 Kabupaten Karanganyar Karanganyar Juliyatmono 775,44 896.991 17 15/162
Kabupaten Karanganyar.png
12 Kabupaten Kebumen Kebumen Yazid Mahfudz 1.211,74 1.362.524 26 11/449
LOGO KABUPATEN KEBUMEN.png
13 Kabupaten Kendal Kendal Mirna Annisa 1.118,13 976.771 20 20/266
Logo Kendal.png
14 Kabupaten Klaten Klaten Sri Mulyani 658,22 1.304.519 26 10/391
LOGO KABUPATEN KLATEN.png
15 Kabupaten Kudus Kudus Hartopo (Plt) 425,15 832.681 9 9/123
KABUPATEN KUDUS.png
16 Kabupaten Magelang Mungkid Zaenal Arifin 1.102,93 1.280.679 21 5/367
Logo Kabupaten Magelang.png
17 Kabupaten Pati Pati Haryanto 1.489,19 1.420.292 21 5/401
Logo Kabupaten Pati.png
18 Kabupaten Pekalongan Kajen Asip Kholbihi 837,00 934.929 19 13/272
Logo Kabupaten Pekalongan.png
19 Kabupaten Pemalang Pemalang Junaedi 1.118,03 1.471.174 14 11/211
Kabupaten Pemalang.png
20 Kabupaten Purbalingga Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi 677,55 953.304 18 15/224
Kabupaten purbalingga.png
21 Kabupaten Purworejo Purworejo Agus Bastian 1.091,49 771.203 16 25/469
Kabupaten Purworejo.png
22 Kabupaten Rembang Rembang Abdul Hafidz 887,13 625.991 14 7/287
Logo Kabupaten Rembang.png
23 Kabupaten Semarang Ungaran Mundjirin ES 950,21 1.008.646 19 27/208
LOGO KABUPATEN SEMARANG.png
24 Kabupaten Sragen Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati 941,54 981.416 20 12/196
Logo Kabupaten Sragen.png
25 Kabupaten Sukoharjo Sukoharjo Wardoyo Wijaya 489,12 897.291 12 17/150
Kabupaten Sukoharjo.png
26 Kabupaten Tegal Slawi Umi Azizah 876,10 1.444.074 18 6/281
Shield of Tegal Regency.svg
27 Kabupaten Temanggung Temanggung Muhammad Al Khadziq 837,71 769.843 20 23/266
Logo Kabupaten Temanggung.png
28 Kabupaten Wonogiri Wonogiri Joko Sutopo 1.793,67 1.081.041 25 43/251
Kabupaten Wonogiri.png
29 Kabupaten Wonosobo Wonosobo Eko Purnomo 981,41 858.273 15 29/236
Kabupaten Wonosobo.png
30 Kota Magelang - Sigit Widyonindito 16,06 129.303 3 17/-
Logo kota magelang.png
31 Kota Pekalongan - Mohammad Saelany Mahfudz 45,25 305.052 4 27/-
Lambang Kota Pekalongan.png
32 Kota Salatiga - Yulianto 57,36 186.859 4 23/-
Lambang Kota Salatiga.png
33 Kota Semarang - Hendrar Prihadi 373,78 1.653.035 16 177/-
Lambang Kota Semarang.png
34 Kota Surakarta - F.X. Hadi Rudyatmo 46,01 562.269 5 51/-
Logo Kota Surakarta (Solo).png
35 Kota Tegal - Dedy Yon Supriyono 39,68 280.940 4 27/-
Kota tegal.png

Daftar gubernur[sunting | sunting sumber]

No Foto Gubernur Gubernur[6] Mulai Jabatan Akhir Jabatan Periode Keterangan Wakil Gubernur
1 Raden panji suroso.jpg Raden Panji Soeroso
18 Agustus 1945
13 Oktober 1945
1
2 13 wongsonegoro.jpg K.R.M.T. Wongsonegoro
13 Oktober 1945
13 Oktober 1949
2
3 R Boediono, Gubernur Jawa Tengah.jpg Raden Boedijono
1949
1954
3
[7]
4
MRT. Mangoen Negoro, Gubernur Jawa Tengah.jpg MRT Mangoen Negoro
1954
1958
4
5 Soekardji Mangoen Koesoemo, Gubernur Jawa Tengah.jpg R. M. T. Soekardji Mangoen Koesoemo
1958
1958
5
 
6 Hadisubeno Sosrowerdojo (restored).jpg R. M. Hadisoebeno Sosrowerdojo
1958
1960
6
7 Mochtar, Gubernur Jawa Tengah.jpg Mochtar
1960
1966
7
8 Moenadi, Gubernur Jawa Tengah.jpg Moenadi
1966
1974
8
9 Soepardjo Rustam, 25 Tahun Pembangunan Pemerintah Orde Baru.jpg Soepardjo Rustam
1974
1982
9
10 Muhammad Ismail, Gubernur Jawa Tengah.jpg Muhammad Ismail
1983
1988
10
1988
1993
11
11 Soewardi, Gubernur Jawa Tengah.jpg Soewardi
1993
1998
12
12 Mardiyanto.jpg Mardiyanto
24 Agustus 1998
24 Agustus 2003
13
24 Agustus 2003
28 September 2007
14
[cat. 1]
Ali Mufiz
13 H. Alu Mufiz.jpg Ali Mufiz
28 September 2007
23 Agustus 2008
[cat. 2]
14 100px Bibit Waluyo
23 Agustus 2008
23 Agustus 2013
15
Rustriningsih
15 Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.jpg Ganjar Pranowo
23 Agustus 2013
23 Agustus 2018
16
Heru Sudjatmoko
Heru Wagub Jateng.jpg Heru Sudjatmoko
(Pelaksana Tugas)
15 Februari 2018
24 Juni 2018
[cat. 3]
Pj. Gubernur Jawa Tengah Syarifuddin.png Syarifuddin
(Penjabat)
23 Agustus 2018
5 September 2018
[8]
(15) Ganjar Pranowo, Gubernur Jateng Periode II.jpg Ganjar Pranowo
5 September 2018
Petahana
17
Taj Yasin Maimoen


Catatan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Berhenti setelah diangkat menjadi Menteri Dalam Negeri dalam Kabinet Indonesia Bersatu oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
  2. ^ Sebelumnya menjabat Wakil Gubernur Jawa Tengah menggantikan Mardiyanto
  3. ^ Menjabat Wakil Gubernur Jawa Tengah dan menggantikan Ganjar Pranowo yang cuti demi mengikuti Pemilihan umum Gubernur Jawa Tengah 2018

Struktur Pemerintahan Daerah Jawa Tengah terdiri atas Sekretariat Daerah (yang meliputi 3 asisten dan membawahi 9 biro), 19 dinas, 6 kantor, 15 badan, serta 7 badan rumah sakit daerah.

Perwakilan[sunting | sunting sumber]

DPRD Jawa Tengah beranggotakan 120 orang yang dipilih melalui pemilihan umum setiap lima tahun sekali. Pimpinan DPRD Jawa Barat terdiri dari 1 Ketua dan 5 Wakil Ketua yang berasal dari partai politik pemilik jumlah kursi dan suara terbanyak. Anggota DPRD Jawa Tengah yang sedang menjabat saat ini adalah hasil Pemilu 2019 yang dilantik pada 3 September 2019 oleh Ketua Pengadilan Tinggi Semarang, Sri Sutatiek, di Aula Lantai IV Gedung Berlian, Semarang. Komposisi anggota DPRD Jawa Tengah periode 2019-2024 terdiri dari 9 partai politik dimana PDI Perjuangan adalah partai politik pemilik kursi terbanyak yaitu 42 kursi.[9][10][11] Tugas utama DPRD Jawa Tengah adalah menjadi mitrakerja Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang meliputi pengawasan, penetapan anggaran belanja, dan penetapan peraturan-peraturan daerah.[12][13][14][15][16]

Jawa Tengah memiliki 77 wakil dari sepuluh daerah pemilihan ke DPR RI dan empat wakil ke DPD.[17]

DPRD Jawa Tengah hasil Pemilihan Umum Legislatif 2019 tersusun dari sembilan partai, dengan perincian sebagai berikut:

Partai Kursi %
Lambang PDI-P PDI-P 42 35,06%
Lambang PKB PKB 20 16,66%
Lambang Partai Gerindra Partai Gerindra 13 10,83%
Partai Golkar 13 10,83%
PKS 10 8,33%
PPP 9 7,50%
Lambang PAN PAN 6 5,00%
Democratic Party (Indonesia).svg
Partai Demokrat
5 4,16%
Lambang Partai NasDem Partai NasDem 3 2,50%
Total 120 100,0

Geografi[sunting | sunting sumber]

Peta Administrasi Provinsi Jawa Tengah

Relief[sunting | sunting sumber]

Menurut tingkat kemiringan lahan di Jawa Tengah, 38% lahan memiliki kemiringan 0–2%, 31% lahan memiliki kemiringan 2–15%, 19% lahan memiliki kemiringan 15–40%, dan sisanya 12% lahan memiliki kemiringan lebih dari 40%.

Kawasan pantai utara Jawa Tengah memiliki dataran rendah yang sempit. Di kawasan Brebes selebar 40 km dari pantai, dan di Semarang hanya selebar 4 km. Dataran ini bersambung dengan depresi Semarang-Rembang di timur. Gunung Muria pada akhir Zaman Es (sekitar 10.000 tahun SM) merupakan pulau terpisah dari Jawa, yang akhirnya menyatu karena terjadi endapan aluvial dari sungai-sungai yang mengalir. Kota Demak semasa Kesultanan Demak (abad ke-16 Masehi) berada di tepi laut dan menjadi tempat berlabuhnya kapal. Proses sedimentasi ini sampai sekarang masih berlangsung di pantai Semarang.

Di selatan kawasan tersebut terdapat Pegunungan Kapur Utara dan Pegunungan Kendeng, yakni pegunungan kapur yang membentang dari sebelah timur Semarang mulai dari ujung Barat Daya Kota Pati kemudian ke timur hingga perbatasan Lamongan dan Bojonegoro (Jawa Timur).

Rangkaian utama pegunungan di Jawa Tengah adalah Pegunungan Serayu Utara dan Serayu Selatan. Rangkaian Pegunungan Serayu Utara membentuk rantai pegunungan yang menghubungkan rangkaian Bogor di Jawa Barat dengan Pegunungan Kendeng di timur. Lebar rangkaian pegunungan ini sekitar 30–50 km; di ujung baratnya terdapat Gunung Slamet dan bagian timur merupakan Dataran Tinggi Dieng dengan puncak-puncaknya Gunung Prahu dan Gunung Ungaran. Antara rangkaian Pegunungan Serayu Utara dan Pegunungan Serayu Selatan dipisahkan oleh Depresi Serayu yang membentang dari Majenang (Kabupaten Cilacap), Purwokerto, hingga Wonosobo. Sebelah timur depresi ini terdapat gunung berapi Sindoro dan Sumbing, dan sebelah timurnya lagi (kawasan Magelang dan Temanggung ) merupakan lanjutan depresi yang membatasi Gunung Merapi dan Gunung Merbabu.

Pegunungan Serayu Selatan merupakan bagian dari Cekungan Jawa Tengah Selatan yang terletak di bagian selatan provinsi Jawa Tengah. Mandala ini merupakan geoantiklin yang membentang dari barat ke timur sepanjang 100 kilometer dan terbagi menjadi dua bagian yang dipisahkan oleh lembah Jatilawang yaitu bagian barat dan timur. Bagian barat dibentuk oleh Gunung Kabanaran (360 m) dan bisa dideskripsikan mempunyai elevasi yang sama dengan Zona Depresi Bandung di Jawa Barat ataupun sebagai elemen struktural baru di Jawa Tengah. Bagian ini dipisahkan dari Zona Bogor oleh Depresi Majenang.

Bagian timur dibangun oleh antiklin Ajibarang (narrow anticline) yang dipotong oleh aliran Sungai Serayu. Pada timur Banyumas, antiklin tersebut berkembang menjadi antiklinorium dengan lebar mencapai 30 km pada daerah Lukulo (selatan Banjarnegara-Midangan 1043 m) atau sering disebut tinggian Kebumen (Kebumen High). Pada bagian paling ujung timur Mandala Pegunungan Serayu Selatan dibentuk oleh kubah Pegunungan Kulonprogo (1022 m), yang terletak di antara Purworejo dan Sungai Progo.

Kawasan pantai selatan Jawa Tengah juga memiliki dataran rendah yang sempit, dengan lebar 10–25 km. Selain itu terdapat Kawasan Karst Gombong Selatan. Perbukitan yang landai membentang sejajar dengan pantai, dari Yogyakarta hingga Cilacap. Sebelah timur Yogyakarta merupakan daerah pegunungan kapur yang membentang hingga pantai selatan Jawa Timur.

Hidrologi[sunting | sunting sumber]

Sungai-sungai yang bermuara di Laut Jawa di antaranya adalah Bengawan Silugonggo, Kali Pemali, Kali Comal, dan Kali Bodri. Sedangkan, sungai-sungai yang bermuara di Samudra Hindia di antaranya adalah Kali Serayu, Sungai Bogowonto, Sungai Luk Ulo dan Kali Progo. Bengawan Solo merupakan sungai terpanjang di Pulau Jawa (572 km); memiliki mata air di Pegunungan Sewu (Kabupaten Wonogiri), sungai ini mengalir ke utara, melintasi Kota Surakarta, dan akhirnya menuju ke Jawa Timur dan bermuara di daerah Gresik (dekat Surabaya).

Di antara waduk-waduk (Danau) yang utama di Jawa Tengah adalah Danau Gunung Rowo ( Kabupaten Pati ), Waduk Gajahmungkur (Kabupaten Wonogiri), Waduk Kedungombo (Kabupaten Boyolali, Grobogan dan Sragen), Danau Rawa Pening (Kabupaten Semarang), Waduk Cacaban (Kabupaten Tegal), Waduk Malahayu (Kabupaten Brebes), Waduk Wadaslintang (perbatasan Kabupaten Kebumen dan Kabupaten Wonosobo), Waduk Gembong ( Kabupaten pati ), Waduk Sempor (Kabupaten Kebumen)dan Waduk Mrica (Kabupaten Banjarnegara).

Gunung berapi[sunting | sunting sumber]

Terdapat 5 gunung berapi yang aktif di Jawa Tengah, yaitu: Gunung Merapi ( di Magelang - Boyolali - Klaten ), Gunung Slamet (di Pemalang), Gunung Sindoro (di Temanggung -Wonosobo), Gunung Sumbing ( di Temanggung - Wonosobo - Magelang ), dan Gunung Dieng (di Banjarnegara).

Keadaan tanah[sunting | sunting sumber]

Menurut Lembaga Penelitian Tanah Bogor tahun 1969, jenis tanah wilayah Jawa Tengah didominasi oleh tanah latosol, aluvial, dan grumusol; sehingga hamparan tanah di provinsi ini termasuk tanah yang mempunyai tingkat kesuburan yang relatif subur.

Iklim[sunting | sunting sumber]

Jawa Tengah memiliki iklim tropis, dengan curah hujan tahunan rata-rata 2.000 meter, dan suhu rata-rata 21-32oC. Daerah dengan curah hujan tinggi terutama terdapat di Nusakambangan bagian barat, dan sepanjang Pegunungan Serayu Utara. Daerah dengan curah hujan rendah dan sering terjadi kekeringan di musim kemarau berada di daerah Blora dan sekitarnya serta di bagian selatan Kabupaten Wonogiri.

Demografi[sunting | sunting sumber]

Penduduk[sunting | sunting sumber]

Jumlah penduduk Provinsi Jawa Tengah berdasarkan sensus 2015 adalah 35.557.249 jiwa. Kabupaten/kota dengan jumlah penduduk terbesar adalah Kabupaten Brebes (2,342 juta jiwa), Kabupaten Cilacap (2,227 juta jiwa), dan Kabupaten Banyumas (1,953 juta jiwa).

Sebaran penduduk umumnya terkonsentrasi di pusat-pusat kota, baik kabupaten ataupun kota. Kawasan permukiman yang cukup padat berada di daerah Semarang Raya (termasuk Ungaran dan sebagian wilayah Kabupaten Demak dan Kendal), daerah Salatiga Raya ( termasuk wilayah Ambarawa, Bringin, Kopeng, Tengaran dan Suruh), Solo Raya (termasuk sebagian wilayah Kabupaten Karanganyar, Sukoharjo, dan Boyolali), serta Tegal-Brebes-Slawi.

Pertumbuhan penduduk Provinsi Jawa Tengah sebesar 0,67% per tahun. Pertumbuhan penduduk tertinggi berada di Kabupaten Demak (1,45% per tahun), sedang yang terendah adalah Kota Pekalongan (0,09% per tahun).

Dari jumlah penduduk ini, 47% di antaranya merupakan angkatan kerja. Mata pencaharian paling banyak adalah di sektor pertanian (42,34%), diikuti dengan perdagangan (20,91%), industri (15,71%), dan jasa (10,98%).

Suku[sunting | sunting sumber]

Komposisi etnis Jawa Tengah pada tahun 2010
Etnis Jumlah (%)
Jawa 97,86
Sunda 1,40
Tionghoa 0,43
Batak 0,07
Madura 0,04
Arab 0,04
Melayu 0,03
Minangkabau 0,02
Dayak 0,01
Bugis 0,01
Banjar 0,01
Lain-lain 0,08
Sumber: Sensus Penduduk Tahun 2010[18]

Mayoritas penduduk Jawa Tengah adalah Suku Jawa. Jawa Tengah dikenal sebagai pusat budaya Jawa, di mana di kota Surakarta dan Yogyakarta terdapat pusat istana kerajaan Jawa yang masih berdiri hingga kini.

Suku minoritas yang cukup signifikan adalah Tionghoa, terutama di kawasan perkotaan meskipun di daerah pedesaan juga ditemukan. Pada umumnya, mereka bergerak di bidang perdagangan dan jasa. Komunitas Tionghoa sudah berbaur dengan Suku Jawa, dan banyak di antara mereka yang menggunakan bahasa Jawa dengan logat yang kental sehari-harinya. Pengaruh kental bisa kita rasakan saat berada di kota Semarang serta kota Lasem yang berada di ujung timur laut Jawa Tengah, bahkan Lasem dijuluki Le Petit Chinois atau Kota Tiongkok Kecil.

Selain itu, di beberapa kota-kota besar di Jawa Tengah ditemukan pula komunitas Arab-Indonesia. Mirip dengan komunitas Tionghoa, mereka biasanya bergerak di bidang perdagangan dan jasa.

Di daerah perbatasan dengan Jawa Barat terdapat pula orang Sunda yang sarat akan budaya Sunda, terutama di wilayah Cilacap, Brebes, dan Banyumas. Di pedalaman Blora (perbatasan dengan provinsi Jawa Timur) terdapat komunitas Samin yang terisolasi, yang kasusnya hampir sama dengan orang Kanekes di Banten.

Bahasa[sunting | sunting sumber]

Meskipun bahasa Indonesia adalah bahasa resmi, umumnya sebagian besar menggunakan bahasa Jawa sebagai bahasa sehari-hari. Bahasa Jawa dialek Solo-Jogja atau Mataram dianggap sebagai bahasa Jawa standar.

Di samping itu, terdapat sejumlah dialek bahasa Jawa, namun secara umum terdiri dari dua, yakni kulonan dan timuran. Kulonan dituturkan di bagian barat Jawa Tengah, terdiri atas Dialek Banyumasan dan Dialek Tegal; dialek ini memiliki pengucapan yang cukup berbeda dengan bahasa Jawa Standar. Sedang Timuran dituturkan di bagian timur Jawa Tengah, di antaranya terdiri atas Dialek Mataram (Solo-Jogja), Dialek Semarang, dan Dialek Pati. Di antara perbatasan kedua dialek tersebut, dituturkan bahasa Jawa dengan campuran kedua dialek; daerah tersebut di antaranya adalah Pekalongan dan Kedu.

Di wilayah-wilayah berpopulasi Sunda, yaitu di kabupaten Brebes bagian selatan, dan kabupaten Cilacap utara sekitar kecamatan Dayeuhluhur, orang Sunda masih menggunakan bahasa Sunda dalam kehidupan sehari-harinya.[19],

Berbagai macam dialek Bahasa Jawa yang terdapat di Jawa Tengah:

  1. dialek Pekalongan (Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Batang)
  2. dialek Kedu (Kabupaten Magelang, Kabupaten Temanggung, Kabupaten Wonosobo, Kota Magelang dan sebagian Kabupaten Kebumen)
  3. dialek Bagelen (Kabupaten Purworejo dan sebagian Kabupaten Kebumen)
  4. dialek Semarangan (Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kota Salatiga, Kabupaten Kendal, Kabupaten Demak)
  5. dialek Pantura Timur (Kabupaten Pati, Kabupaten Jepara, Kabupaten Rembang, Kabupaten Kudus)
  6. dialek Blora (Kabupaten Grobogan dan Kabupaten Blora)
  7. dialek Surakarta (Kota Surakarta, Kabupaten Klaten, Kabupaten Sragen, Kabupaten Wonogiri, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Karanganyar)
  8. dialek Banyumasan (Kabupaten Banyumas, Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Kebumen, Kabupaten Cilacap)
  9. dialek Tegal (Kota Tegal, Kabupaten Tegal, Kabupaten Brebes, Kabupaten Pemalang)

Berbagai macam dialek Bahasa Sunda yang terdapat di Jawa Tengah:

  1. Bahasa Sunda dialek Timur-Laut, yang digunakan di wilayah Kabupaten Kuningan dan Kabupaten Cirebon di provinsi Jawa Barat juga digunakan pada wilayah Kabupaten Brebes bagian Barat dan Selatan yang merupakan wilayah provinsi Jawa Tengah.
  2. Bahasa Sunda dialek Tenggara, yang digunakan di wilayah Kabupaten Ciamis sekitar Kota Ciamis dan Kota Banjar di provinsi Jawa Barat juga digunakan pada wilayah Kabupaten Cilacap bagian Utara yang merupakan wilayah provinsi Jawa Tengah

Pendidikan Bahasa Daerah[sunting | sunting sumber]

Secara umum pendidikan yang ada di Jawa Tengah terutama pendidikan bahasa daerah mengajarkan Pendidikan Bahasa Daerah Bahasa Jawa (Bahasa Jawa Baku dialek Surakarta-Yogyakarta) untuk seluruh Kabupaten / Kota di Provinsi Jawa Tengah dari tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) sesuai dengan SK Gubernur Nomor 895.5/01/2005, namun beberapa tahun terakhir terutama periode 2000-an, beberapa kabupaten/kota terutama di wilayah barat menginginkan untuk mengajarkan bahasa Jawa dengan dialek mereka sendiri, misalnya bahasa Jawa dialek Brebes-Tegal. Hal tersebut dilakukan karena menurut mereka bahasa Jawa Baku (dialek Surakarta-Yogyakarta) tidak mereka gunakan dalam kehidupan sehari-hari terlebih tujuan dari pengajaran bahasa daerah adalah untuk mengembangkan sekaligus melindungi bahasa daerah berikut dialeknya dari kepunahan.

Agama[sunting | sunting sumber]

Islam
  
96.28%
Kristen Protestan
  
1.91%
Katolik
  
1.42%
Hindu
  
0.20%
Buddha
  
0.18%
Lainnya
  
0.01%

Sebagian besar penduduk Jawa Tengah beragama Islam yang umumnya dikategorikan ke dalam dua golongan, yaitu kaum Santri dan Abangan. Kaum santri mengamalkan ajaran agama sesuai dengan syariat Islam, sedangkan kaum abangan walaupun menganut Islam namun dalam praktiknya masih terpengaruh Kejawen yang kuat.

Agama lain yang dianut adalah Kristen (Protestan dan Katolik), Hindu, Buddha, Kong Hu Cu, dan aliran kepercayaan. Provinsi Jawa Tengah merupakan pusat penyebaran Kristen dan Katolik di Pulau Jawa. Seperti di kota Semarang, Magelang, Surakarta dan Salatiga yang memiliki populasi umat Kristen sekitar 15% hingga 25%.[1]

Perekonomian[sunting | sunting sumber]

Pertanian merupakan sektor utama perekonomian Jawa Tengah, di mana mata pencaharian di bidang ini digeluti hampir separuh dari angkatan kerja terserap.

Kawasan hutan meliputi 20% wilayah provinsi, terutama di bagian utara dan selatan. Daerah Rembang, Blora, Grobogan merupakan penghasil kayu jati. Jawa Tengah juga terdapat sejumlah industri besar dan menengah. Daerah Semarang-Ungaran-Demak-Kudus merupakan kawasan industri utama di Jawa Tengah. Kudus dikenal sebagai pusat industri rokok. Di Cilacap terdapat industri semen. Solo, Pekalongan, Juwana, dan Lasem dikenal sebagai kota Batik yang kental dengan nuansa klasik.

Blok Cepu di pinggiran Kabupaten Blora (perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah) terdapat cadangan minyak bumi yang cukup signifikan, dan kawasan ini sejak zaman Hindia Belanda telah lama dikenal sebagai daerah tambang minyak.

Kabupaten/Kota di Jawa Tengah menurut IPM[sunting | sunting sumber]

Berikut ini sejumlah data tentang Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten dan Kota di Jawa Tengah. Indeks Pembangunan Manusia menjadi kualitas hidup masing masing daerah.

Kabupaten/Kota 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016
Jawa Tengah 66.08 66.64 67.21 68.02 68.78 69.49 69.98
Cilacap 64.18 64.73 65.72 66.80 67.25 67.77 68.60
Banyumas 66.87 67.45 68.06 68.55 69.25 69.89 70.49
Purbalingga 63.61 64.33 64.94 65.53 66.23 67.03 67.50
Banjarnegara 60.70 61.58 62.29 62.84 63.15 64.73 65.52
Kebumen 63.08 64.05 64.47 64.86 65.67 66.87 67.41
Purworejo 68.16 69.11 69.4 69.77 70.12 70.37 70.66
Wonosobo 62.50 63.07 64.18 64.57 65.2 65.70 66.19
Magelang 63.28 64.16 64.75 65.86 66.35 67.13 67.85
Boyolali 68.76 69.14 69.51 69.81 70.34 71.74 72.18
Klaten 70.76 71.16 71.71 72.42 73.19 73.81 73.97
Sukoharjo 71.53 72.34 72.81 73.22 73.76 74.53 75.06
Wonogiri 63.90 64.75 65.75 66.40 66.77 67.76 68.23
Karanganyar 70.31 71.00 72.26 73.33 73.89 74.26 74.9
Grobogan 64.56 65.41 66.39 67.43 67.77 68.05 68.52
Blora 63.02 63.88 64.70 65.37 65.84 66.22 66.61
Rembang 64.53 65.36 66.03 66.84 67.40 68.18 68.6
Pati 65.13 65.71 66.13 66.47 66.99 68.51 69.03
Kudus 69.22 69.89 70.57 71.58 72.00 72.72 72.94
Jepara 66.76 67.63 68.45 69.11 69.61 70.02 70.25
Demak 66.02 66.84 67.55 68.38 68.95 69.75 70.10
Semarang 69.58 70.35 70.88 71.29 71.65 71.89 72.4
Temanggung 63.08 64.14 64.91 65.52 65.97 67.07 67.6
Kendal 66.23 66.96 67.55 67.98 68.46 69.57 70.11
Batang 61.64 62.59 63.09 63.60 64.07 65.46 66.38
Pekalongan 63.75 64.72 65.33 66.26 66.98 67.40 67.71
Pemalang 58.64 59.66 60.78 61.81 62.35 63.70 64.17
Tegal 61.14 61.97 62.67 63.50 64.10 65.04 65.84
Brebes 59.49 60.51 60.92 61.87 62.55 63.18 63.98
Kota Magelang 73.99 74.47 75.00 75.29 75.79 76.36 77.16
Kota Surakarta 77.45 78.00 78.44 78.89 79.34 80.14 80.76
Kota Salatiga 78.35 78.76 79.10 79.37 79.98 80.96 81.14
Kota Semarang 76.96 77.53 78.04 78.68 79.24 80.23 81.19
Kota Pekalongan 68.95 69.54 69.95 70.82 71.53 72.69 73.32
Kota Tegal 69.33 70.03 70.68 71.44 72.20 72.96 73.55

Komunikasi dan Media Massa[sunting | sunting sumber]

Semarang, Surakarta, Purwokerto, dan Tegal merupakan kota-kota yang memiliki stasiun relay televisi swasta nasional. Beberapa stasiun televisi lokal di Jawa Tengah adalah Metro Tv Jawa Tengah, Kompas TV Jawa Tengah, iNews Semarang, Semarang TV, TVKU (di Semarang), Simpang5 TV, Cahaya TV, RTV Pati, Kartika TV (di Pati), TATV, Solo TV (di Surakarta),MTA TV(di Surakarta),Salatiga TV (di Salatiga), Tegal TV (di Tegal), Ratih TV (di Kebumen), Batik TV (di Pekalongan), Magelang TV, iNews Magelang (di Magelang), dan BMS TV (di Banyumas).

Suara Merdeka, harian yang terbit dari Semarang, adalah surat kabar dengan sirkulasi tertinggi di Jawa Tengah[butuh rujukan]; harian ini juga memiliki edisi lokal Suara Pantura dan Suara Solo. Di samping itu, terdapat koran jaringan Jawa Pos Group, baik yang terbit bersama induknya Jawa Pos (Radar Solo, Radar Jogja, Radar Semarang, dan Radar Kudus) maupun yang terbit sendiri (Meteor, Solo Pos, Radar Tegal, Radar Banyumas, Joglosemar). Selain itu, terdapat juga jaringan baru surat kabar, yaitu Radar Pos di kota Salatiga dan beberapa biro di kota Semarang dan kota Solo, Pati Expres di Kota Pati, di samping dahulu terdapat Salatiga Pos, Solopos Salatiga Raya, Gerbang Metro Salatiga (Suara Merdeka), dan Hati Beriman Majalah milik Pemkot Salatiga.[20][21]

Pendidikan Tinggi[sunting | sunting sumber]

Jawa Tengah memiliki sejumlah perguruan tinggi terkemuka, terutama di kota Semarang, kabupaten kendal dan Surakarta. Perguruan tinggi negeri meliputi: Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Negeri Semarang (Unnes), Politeknik Negeri Semarang (Polines), Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang (Poltekkes) dan Universitas Islam Negeri UIN Walisongo di Semarang; Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu di Kabupaten Kendal; Universitas Sebelas Maret (UNS), Insitut Agana Islam Surakarta (IAIN), Politeknik Kesehatan Kemenkes Surakarta (Poltekkes) Institut Agama Islam Negeri (Stain) Salatiga, dan Institut Seni Indonesia di Surakarta, serta Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) di Purwokerto, Universitas Tidar (Untidar) di Magelang

Logo Undip

Sedangkan universitas swasta di Jawa Tengah antara lain Universitas Semarang (USM) yang didirikan oleh Yayasan Alumni Universitas Diponegoro (Undip), Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), Universitas 17 Agustus 1945 Semarang (UNTAG), Universitas Dian Nuswantoro Semarang (UDINUS), Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) di Salatiga, Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) dan Unika Soegijapranata di Semarang, STIE Bank BPD Jateng,Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu Kabupaten Kendal, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Universitas Muhammadiyah Magelang, Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS), Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMP), Universitas Muhammadiyah Kudus ( UMKU ), Universitas Pekalongan UNIKAL, Universitas Setia Budi (USB), Universitas Batik (Uniba), Universitas Sains Al-Qur'an (UNSIQ Wonosobo), Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Informatika dan Komputer Duta Bangsa (STMIK Dubang), Institut Agama Islam Negeri IAIN Pekalongan, Sekolah Tinggi Manajemen Informatika Dan Komputer Widya Pratama Pekalongan STMIK Widya Pratama Pekalongan, Universitas Panca Sakti di Tegal, Universitas Muhadi Setiabudi di Brebes, Sekolah Tinggi Agama Islam Pati (STAIP) dan Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Informatika dan Komputer Abadi Karya Indonesia (STIMIK AKI) di Pati, STIE YPPI Rembang, Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdathul Ulama (STAINU) Kebumen, serta Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STAINU) Putra Bangsa di Kebumen.

Selain itu juga terdapat Akademi Militer (Akmil) dan SMA Taruna Nusantara di Magelang serta Akademi Kepolisian di Semarang. LPLP Tutuko adalah lembaga pendidikan aviasi dan maintenance penerbangan (mekanik) di Surakarta (Jl. Merapi, Surakarta) dan Yogyakarta (Jl. Sorosutan, Yogyakarta).

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Pantai Menganti

Jawa Tengah memiliki banyak objek wisata yang sangat menarik. Kota Semarang, misalnya, memiliki sejumlah bangunan kuno. Objek wisata di kota ini termasuk Puri Maerokoco (Taman Mini Jawa Tengah)[22] , Museum Jawa Tengah Ranggawarsita[23] dan Museum Rekor Indonesia (MURI).[24] Banyak Wisata alam yang terdapat di JaWa Tengah seperti Air Terjun Grenjengan SeWu, Gua Wareh, Goa Pancur yang terdapat di Pantai Utara Jawa Pati.

Kabupaten Jepara terdapat sejumlah bangunan kuno yaitu: Candi Angin, Masjid Mantingan, Kelenteng Hian Thian Siang Tee, Benteng Portugis, Benteng VOC, Museum Gong Perdamaian Dunia, Museum R.A Kartini.[25]

Salah satu kebanggaan provinsi ini adalah Candi Borobudur, yakni monumen Buddha terbesar di dunia yang dibangun pada abad ke-9, terdapat di Kabupaten Magelang.[26] Candi Mendut dan Candi Pawon juga terletak dalam satu kawasan dengan Borobudur.[27]

Candi Prambanan di Klaten merupakan kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia.[28] Di kawasan Dieng terdapat kelompok candi-candi Hindu, yang diduga dibangun sebelum era Mataram Kuno.[29] Kompleks candi Gedong Songo terletak di lereng Gunung Ungaran, Kabupaten Semarang.[30] Di kawasan kecamatan Keling tepatnya di desa Tempur terdapat Candi Angin.[31]

Surakarta dipandang sebagai salah satu pusat kebudayaan Jawa, di mana di kota ini terdapat Keraton Kasunanan dan Pura Mangkunegaran. Objek wisata menarik di timur kota ini adalah beberapa wisata air terjun seperti Air Terjun Jumog, serta yang terkenal adalah Air Terjun Grojogan Sewu. Adapula candi-candi peninggalan Majapahit yang ketiganya terletak di Kabupaten Karanganyar; serta Museum Fosil Sangiran yang terletak di Jalan Solo-Purwodadi tepatnya Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen. Di bagian selatan wilayah Surakarta, Kabupaten Wonogiri terdapat beberapa wisata air, seperti Waduk Gajah Mungkur, serta Pantai Nampu dan Pantai Sembukan dengan hamparan tebing dan pasir putihnya.

Bagian selatan Jawa Tengah juga menyimpan sejumlah objek wisata menarik, di antaranya Goa Jatijajar, Goa Pancur Gua Petruk, Pantai Menganti, Benteng Van der Wijk, Pantai Suwuk, Waduk Sempor, Air Terjun Sudimoro, Air Terjun Sawangan, Goa Barat, Hutan Mangrove Logending, Geowisata Karangsambung, Pemandian Air Panas Krakal dan Pantai Karangbolong di Kabupaten Kebumen, serta Baturraden di Kabupaten Banyumas. Di bagian utara terdapat Objek Wisata Guci di lereng Gunung Slamet, Kabupaten Tegal; serta Kota Pekalongan yang dikenal dengan julukan 'kota batik'.

Kawasan pantura timur banyak menyimpan wisata religius. Masjid Agung Demak yang didirikan pada abad ke-16 merupakan bangunan artistik dengan paduan arsitektur Islam dan Hindu. Demak adalah kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa. Kawasan pantura timur terdapat 5 makam wali sanga, yakni Sunan Ngerang , Sunan Prawoto, Sunan Makhdum di Pati , Sunan Kalijaga di Demak, Sunan Kudus, Sunan Muria di Kabupaten Kudus. Beberapa tempat tujuan wisata di Pati di antaranya adalah Makam dan Masjid Peninggalan Syekh Ahmad Mutamakkin kajen Margoyoso Pati, Patung dan Makam Raden Adipati Tombronegoro, Syekh Ronggo Kusumo Ngemplak, Syekh Hendro Kusumo Sukoharjo, makam Syech Jangkung (Saridin), Goa Wareh, Gua Pancur, Waduk Gunungrowo, Waduk Seloromo, ViHara SaddaGHiri Jrahi, Juwana Water Park Fantasy (JWF), Agrowisata Kebun Kopi Jolong dan Pintu Gerbang Majapahit. Sementara itu di Kabupaten Rembang terdapat wisata ziarah, alam, dan sejarah, seperti di Pasujudan Sunan Bonang dan Masjid Sunan Bonang di desa Bonang, Lasem, makam Tumenggung Wilwatikta Mpu Santibadra yang tersohor sebab mengarang kitab Pustaka Sabda Badra Santi, makam pahlawan nasional RA. Kartini, Vihara Ratanavana Arama Lasem, Klenteng Cu An Kiong, telusur kota tua Lasem, situs arkeologi Plawangan dan Terjan wisata pantai di pantai Tasikharjo, pantai Karangjahe, Punjulharjo, pantai Gedong/Caruban, pantai Binangun, hutan bakau Banggi, Dampo Awang Beach serta wisata alam pendakian Gunung Lasem,

Perayaan[sunting | sunting sumber]

Perayaan tradisional[sunting | sunting sumber]

Perayaan modern[sunting | sunting sumber]

Transportasi[sunting | sunting sumber]

Jawa Tengah dilalui beberapa ruas jalan nasional, yang meliputi jalur pantura (menghubungkan Jakarta-Semarang-Pati-Surabaya-Banyuwangi), jalur Tegal-Purwokerto, jalur lintas selatan (menghubungkan Bandung-Yogyakarta-Surakarta-Madiun-Surabaya), serta jalur Semarang-Solo. Losari, pintu gerbang Jawa Tengah sebelah barat dapat ditempuh 3,5 - 4 jam perjalanan dari Jakarta. Selain itu, Jawa Tengah juga dilintasi beberapa ruas Jalan Tol Trans Jawa, yakni Jalan Tol Kanci-Pejagan; Jalan Tol Pejagan-Pemalang; Jalan Tol Pemalang-Batang; Jalan Tol Semarang-Batang; Jalan Tol Semarang ABC; Jalan Tol Semarang-Solo; dan Jalan Tol Solo-Ngawi yang menghubungkan antar kota di Jawa Tengah; Jawa Timur; Jawa Barat; dan DKI Jakarta. Saat ini juga direncanakan pembangunan Jalan Tol Semarang–Demak dan Jalan Tol Demak–Tuban yang menghubungkan antara kota-kota di pantai utara Jawa Tengah dengan Jawa Timur, Jalan Tol Yogyakarta–Solo; Jalan Tol Yogyakarta–Magelang–Bawen; dan Jalan Tol Yogyakarta–Cilacap yang menghubungkan Jawa Tengah dengan Daerah Istimewa Yogyakarta; serta Jalan Tol Tegal–Cilacap yang menghubungkan antara kota di pantai utara Jawa Tengah dengan wilayah selatan.

Jawa Tengah merupakan provinsi yang pertama kali mengoperasikan jalur kereta api, yakni pada tahun 1867 di Semarang dengan rute Semarang-Tanggung yang berjarak 26 km, atas permintaan Raja Willem I untuk keperluan militer di Semarang maupun hasil bumi ke Gudang Semarang.[32] Saat ini jalur kereta api yang melintasi Jawa Tengah adalah lintas utara (Jakarta-Semarang-Surabaya), lintas selatan (Bandung-Yogyakarta-Surabaya), jalur Kroya-Cirebon, dan jalur Solo-Gundih-Semarang. Jalur kereta Solo-Wonogiri yang telah lama mati dihidupkan kembali pada tahun 2005. Jalur lain yang diaktifkan kembali adalah jalur rel Kedungjati - Ambarawa yang menghubungkan stasiun Bringin, stasiun Tuntang dan berakhir di stasiun Ambarawa. Dari stasiun Ambarawa dapat berlanjut sampai stasiun Bedono pada tahun 2015 mendatang.[33]

Untuk transportasi udara, Bandara Ahmad Yani di Semarang dan Bandara Adi Sumarmo di Boyolali merupakan bandara komersial yang paling penting di Jawa Tengah. Selain itu juga terdapat Bandara Dewandaru di Jepara (Kec. Karimunjawa), Bandara Tunggulwulung di Cilacap dan Bandara Wirasaba di Purbalingga. Penerbangan Jakarta-Semarang atau Jakarta-Surakarta dapat ditempuh dalam waktu 45-50 menit.

Tokoh[sunting | sunting sumber]

Pahlawan Nasional[sunting | sunting sumber]

Pahlawan Nasional yang berasal dari Jawa Tengah, yaitu:

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c "Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka 2016"
  2. ^ Sensus Penduduk 2010
  3. ^ "Kewarganegaraan, Suku Bangsa, Agama, Bahasa 2010" (PDF). Diakses tanggal 27 Juni 2018. 
  4. ^ "Perpres No. 6 Tahun 2011". 2011-02-17. Diakses tanggal 2011-05-23. 
  5. ^ a b "Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan (Permendagri No.137-2017) - Kementerian Dalam Negeri - Republik Indonesia". www.kemendagri.go.id (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-07-10. 
  6. ^ "Sejarah Perkembangan Provinsi Jawa Tengah: Kepala Pemerintahan". Pemerintah Kabupaten Pati. Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Pati. Diakses tanggal 12 Januari 2018. 
  7. ^ Wardaya, F. X. Baskara Tulus (2008). Mencari Supriyadi: Kesaksian Pembantu Utama Bung Karno. Yogyakarta: Galangpress. hlm. 105. ISBN 978-602-8174-07-7. 
  8. ^ Purnomo, Daniel Ari (23 Agustus 2018). Huda, M Nur, ed. "Syarifuddin Dilantik Menjadi PJ Gubernur Jawa Tengah". Tribun Jateng. Diakses tanggal 23 Agustus 2018. 
  9. ^ Wisnu Adhi Nugroho (03-09-2019). Edy Sujatmiko, ed. "120 anggota DPRD Jawa Tengah 2019-2024 resmi dilantik". antaranews.com. Diakses tanggal 23-09-2019. 
  10. ^ Ariel (03-09-2019). Priyanto, ed. "Pelantikan DPRD Jateng Periode 2019-2024". DPRD Provinsi Jawa Tengah. Diakses tanggal 23-09-2019. 
  11. ^ B. Maharani (03-09-2019). "120 Anggota DPRD Jateng Periode 2019-2024 Dilantik". KORAN BERNAS. Diakses tanggal 23-09-2019. 
  12. ^ Antara Jateng: Calon Pimpinan DPRD Jateng sedang disiapkan
  13. ^ Golkar Jateng: DPRD Provinsi Jateng
  14. ^ Jateng Tribun News: Daftar nama anggota DPRD Jateng
  15. ^ News okezone: 100 anggota DPRD Jateng dilantik, wajah baru mendominasi
  16. ^ News Detik: Wakil Ketua DPRD Jateng meninggal saat menjalankan tugas
  17. ^ Purbaya, Angling Adhitya. "120 Caleg DPRD Jateng Terpilih Diumumkan, 45 Persen Muka Lama". detiknews. Diakses tanggal 2019-09-22. 
  18. ^ "Kewarganegaraan, Suku Bangsa, Agama, Bahasa, 2010 (PDF)"
  19. ^ Permana, Merdeka. 2010 "Sunda Lelea yang Terkatung-katung": Pikiran Rakyat
  20. ^ "Radar Pos Radar Salatiga". radarpos.com. 16 Juni 2013. Diakses tanggal 26 Juni 2013. 
  21. ^ "Hati Beriman Majalah Masyarakat Kota Salatiga". hatiberiman-pemkot-salatiga.go.id. 16 Juni 2013. Diakses tanggal 26 Juni 2013. 
  22. ^ "Optimalisasi Fungsi Puri Maerokoco". suara merdeka.com. 17 May 2010. Diakses tanggal 26 Juni 2012. 
  23. ^ "Gading Gajah Purba Direkonstruksi di Museum Ronggowarsito". suara merdeka.com. 16 June 2009. Diakses tanggal 26 Juni 2012. 
  24. ^ "Kaligrafi Pelapah Pisang Catat Rekor MURI". kompas.com. 12 May 2012. Diakses tanggal 26 Juni 2012. 
  25. ^ "Pariwisata di Jepara, Penyokong PAD Terkuat Setelah Ukir". kompas.com. 17 Juni 2012. Diakses tanggal 26 Juni 2012. 
  26. ^ "Menikmati Sunrise di Borobudur". kompas.com. 17 February 2012. Diakses tanggal 26 Juni 2012. 
  27. ^ "Kisah Mataram di Poros Kedu-Prambanan". kompas.com. 18 February 2012. Diakses tanggal 26 Juni 2012. 
  28. ^ "Candi Prambanan, Alternatif Rest Area Pemudik". suaramerdeka.com. 20 August 2011. Diakses tanggal 26 Juni 2012. 
  29. ^ "UGM Temukan Puluhan Artefak di Candi Dieng". suara merdeka.com. 13 June 2010. Diakses tanggal 26 Juni 2012. 
  30. ^ "Wisatawan Padati Gedong Songo". suara merdeka.com. 02 January 2010. Diakses tanggal 26 Juni 2012. 
  31. ^ "Situs Candi Angin Diminta Dilestarikan". suara merdeka.com. 15 November 2008. Diakses tanggal 26 Juni 2012. 
  32. ^ "Sejarah Kereta Api di Indonesia". kompas.com. 21 Juli 2011. Diakses tanggal 26 Juni 2012. 
  33. ^ "Jalur Kereta Kedungjati-Tuntang Beroperasi Tahun 2015". tempo.co.id. 30 May 2013. Diakses tanggal 14 Juni 2013. 

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]