Waktu

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Zaman)
jam pasir sebagai alat pengukur waktu, contoh pengukuran waktu klasik

Waktu atau masa menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1997) adalah seluruh rangkaian saat ketika proses, perbuatan, atau keadaan berada atau berlangsung.[1] Dalam hal ini, skala waktu merupakan interval antara dua buah keadaan/kejadian, atau bisa merupakan lama berlangsungnya suatu kejadian. Jenis-jenis pengukur waktu atau jam utama adalah:

Skala[sunting | sunting sumber]

Skala waktu diukur dengan satuan:

Daftar perhitungan skala waktu[sunting | sunting sumber]

Dari ke
Milenium Abad Dekade Windu Tahun Bulan Minggu Hari Jam Menit Detik
Milenium 10 100 125 1000 12000 48000 366000 8784000 527040000 31622400000
Abad 0.1 10 12.5 100 1200 4800 36600 878400 52704000 3162240000
Dekade 0.01 0.1 1.25 10 120 480 3660 87840 5270400 316224000
Windu 0.0008 0.008 0.08 8 96 384 2928 70272 4216320 252979200
Tahun 0.001 0.01 0.1 0.125 12 48 366 8784 527040 31622400
Bulan 0.00008 0.0008 0.008 0.01 0.08 4 30.5 732 43920 2635200
Minggu 0.00002 0.0002 0.002 0.0028 0.02 0.25 7.625 183 10980 658800
Hari 0.000002 0.00002 0.0002 0.003 0.002 0.03 0.1 24 1440 86400
Jam 0.0000001 0.000001 0.00001 0.000014 0.0001 0.001 0.005 0.04 60 3600
Menit 1 x 10-9 1 x 10-8 1 x 10-7 0.0000002 1 x 10-6 0.00002 0.00009 0.0006 0.01 60
Detik 3 x 10-11 3 x 10-10 3 x 10-9 3.9 x 10-9 3 x 10-8 3 x 10-7 0.000001 0.00001 0.0002 0.01

Pandangan terhadap waktu[sunting | sunting sumber]

Tiap masyarakat memiliki pandangan yang relatif berbeda tentang waktu yang mereka jalani. Sebagai contoh: masyarakat Barat melihat waktu sebagai sebuah garis lurus (linier). Konsep garis lurus tentang waktu diikuti dengan terbentuknya konsep tentang urutan kejadian. Dengan kata lain, sejarah manusia dilihat sebagai sebuah proses perjalanan dalam sebuah garis waktu sejak zaman dulu, zaman sekarang, dan zaman yang akan datang. Berbeda dengan masyarakat Barat, masyarakat Hindu melihat waktu sebagai sebuah siklus yang terus berulang tanpa akhir.

Cara pandang terhadap waktu bukan hanya sekadar cara melihat detikan arloji pada dinding yang terus berputar tanpa henti dan menunggu komando dari setiap orang, tetapi waktu lebih dilihat sebagai kesempatan, uang, dan karya yang terus berlangsung mengukir hidup yang tiada hentinya. Kebebasan waktu terjadi tempat orang mampu memberikan segala karya, cipta, dan karsanya bagi semua.

Kebebasan waktu[sunting | sunting sumber]

Untuk mengukur skala waktu yang berlangsung sangat cepat (di dalam dunia elektronika dan semikonduktor), kebanyakan orang menggunakan satuan:

  • milidetik (ms, seperseribu detik, 10−3 s, millisecond)
  • mikrodetik (μs, sepersejuta detik, 10−6 s, microsecond)
  • nanodetik (ns, 10−9 s, nanosecond)
  • pikodetik (ps, 10−12 s, picosecond)

Dalam dunia fisika, dimensi waktu dan dimensi ruang (panjang, luas, dan volume) merupakan besaran pengukuran yang mendasar, selain juga massa dari suatu benda (time, length and mass). Gabungan dari waktu, ruang dan massa ini dapat dipakai untuk menceritakan dan menjelaskan misteri alam semesta secara kuantitatif (berdasarkan hasil pengukuran). Misalnya tenaga (energi) dinyatakan dalam satuan ukuran kg * (meter kuadrat) / (detik kuadrat) atau yang sering kita kenal sebagai satuan watt*detik atau joule.

Penetapan waktu[sunting | sunting sumber]

Sistem 24
Pagi 04.00-11.00
Tengah hari 12.00
Siang 12.00-14.00
Sore 15.00-17.30
Petang 18.00
Malam 19.00-03.00
Tengah malam 00.00

Keterangan atau urutan waktu[sunting | sunting sumber]

Urutan Keterangan
Selumbari, kemarin dulu, kemarin lusa Dua hari sebelum hari ini (H-2)
Kemarin Hari sebelum hari ini (H-1)
Hari ini – (H}
Besok, esok Hari sesudah hari ini (H+1)
Lusa Hari sesudah besok; hari kedua sesudah hari ini (H+2)
Tulat, langkat Hari sesudah lusa; hari ketiga sesudah hari ini (H+3)
Tubin, tungging Hari keempat sesudah hari ini (H+4)

Rujukan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Arti kata waktu - Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Online". kbbi.web.id. Diakses tanggal 2020-10-17.