Ahmad Dawami Ragil Saputro

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

H. Ahmad Dawami Ragil Saputro atau sapaan akrabnya Kaji Mbing (lahir di Madiun, 14 Agustus 1977; umur 41 tahun) adalah Bupati Madiun terpilih periode 2018 – 2023. Ia terpilih bersama Wakil Bupati Madiun H. Hari Wuryanto yang diusung oleh Koalisi Partai Demokrat, Golkar, PKPI dan Hanura dengan perolehan suara 162.012 atau 40,17[1]persen suara dan resmi dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati Madiun Pada tanggal 24 September 2018 oleh Gubernur Jawa Timur Soekarwo di Gedung Grahadi Surabaya.[2]

H. Ahmad Dawami Ragil Saputro Selain menjabat sebagai Ketua DPC Partai Demokrat Kab. Madiun, dia juga dipercaya menjadi bendahara NU Kabupaten Madiun, dia adalah kader NU tulen, yang mulai mengabdi untuk NU melalui GP Anshor dan Banser sejak masih belia.

Dengan kepemimpinannya Bupati Madiun H. Ahmad Dawami Ragil Saputro dan Wakil Bupati H. Hari Wuryanto memiliki Visi yaitu Terwujudnya Kabupaten Madiun Aman, Mandiri, Sejahtera dan Berakhlak. Makna dari Visi tersebut adalah terwujudnya sebuah tatanan masyarakat maupun pemerintah yang aman baik dalam aspek sosial, budaya, politik maupun gangguan ketertiban umum dan bencana, terwujudnya kemandirian ekonomi, kedaulatan pangan, terwujudnya kesejahteraan yang berkeadilan serta terwujudnya masyarakat yang religius dan berbudaya yang berbasis pada kearifan lokal dan nilai-nilai luhur budaya. Dalam mewujudkan Visi tersebut, maka motto yang dipilih sebagai ikon semangat adalah, AYO APIK BARENG...[3]

Dengan memperhatikan seluruh aspek, potensi dan dinamika di Kabupaten Madiun, dan sebagai penjabaran dari Visi, maka ditetapkan Misi sebagai berikut: 1. Mewujudkan aman bagi seluruh masyarakat dan Aparatur Pemerintah Kabupaten Madiun, 2. Mewujudkan aparatur pemerintah yang profesional untuk meningkatkan pelayanan publik 3. Meningkatkan pembangunan ekonomi yang mandiri berbasis agrobisnis, agroindustri dan parawisata yang berkelanjutan 4. Meningkatkan kesejahteraan yang berkeadilan dengan meningkatkan kehidupan beragama, menguatkan budaya dan mengedepankan kearifan lokal.

Referensi[sunting | sunting sumber]