Lompat ke isi

Jalur kereta api Makassar–Parepare

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jalur kereta api Makassar–Parepare
Jembatan kereta api di atas Jalan Poros Parepare-Makassar di Soreang Maros.
Ikhtisar
JenisJalur lintas utama
SistemJalur kereta api rel berat
Status
TerminusMakassar
Parepare
Stasiun17
Operasi
Dibangun olehDirektorat Jenderal Perkeretaapian
Dibuka
  • 29 Okt 2022 (Garongkong - Mangilu)
  • 2 Des 2022 Soft launching (Garongkong - Maros)
  • 29 Maret 2023 Peresmian (Maros - Barru)
  • 28 Desember 2023 Pengoperasian Maros - Mandai
PemilikDirektorat Jenderal Perkeretaapian
Operator
Data teknis
Panjang lintas145 km
Jumlah trekR60
Lebar sepur1.435 mm (4 ft 8+12 in)
Peta rute
Soreang (Parepare)
Lumpue
Kota Pare Pare
Kab. Barru
Palanro
Mangkoso
Takkalasi
Garongkong
Barru
Tanete Rilau
Kab. Barru
Kab. Pangkajene & Kep.
Mandalle
Ma'rang
Labakkang
Mangilu
Bungoro
Pangkajene
Kab. Pangkajene & Kep.
Kab. Maros
Rammang-Rammang
Maros
Depo Maros
Mandai
Kab. Maros
Kota Makassar
Parangloe
Tallo Makassar

Jalur kereta api Makassar–Parepare merupakan jalur kereta api sepanjang kurang lebih 145 kilometer yang menghubungkan Kota Makassar dan Kota Parepare di Sulawesi Selatan. Jalur ini merupakan tahap pertama dari pembangunan jalur kereta api Trans-Sulawesi.

Jalur dari Stasiun Mandai hingga Stasiun Garongkong, serta percabangan dari Stasiun Labakkang menuju Stasiun Mangilu merupakan jalur yang sudah dibangun dan sudah dioperasikan.[butuh rujukan]

Pada tahun 2010, Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian menetapkan Rencana Induk Perkeretapian Nasional 2011-2030, yang mencakup pembangunan jalur kereta api Trans-Sulawesi sebagai salah satu program utama.

Peletakan batu pertama pembangunan jalur kereta api Makassar–Parepare dilaksanakan pada tanggal 18 Agustus 2014 di Desa Siawung, Kecamatan Barru, Kabupaten Barru.[1] Setelah tahap konstruksi bagian bawah selesai, pemasangan rel pertama dilaksanakan pada tanggal 13 November 2015 di Desa Lalabata, Tanete Rilau, Barru, yang disaksikan oleh Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Hermanto Dwiatmoko dan Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo.[2]

Segmen Stasiun Garongkong hingga Stasiun Mangilu telah selesai dibangun pada tahun 2022. Segmen ini kemudian dioperasikan secara terbatas mulai tanggal 29 Oktober 2022. Kemudian, segmen Stasiun Garongkong hingga Stasiun Maros mulai dioperasikan secara terbatas pada tanggal 2 Desember 2022 dan segmen hingga Stasiun Mandai pada tanggal 28 Desember 2023.[butuh rujukan]

Jalur kereta api ini pada awalnya dibangun jalur tunggal, tetapi lahan yang disiapkan memungkinkan untuk pembangunan jalur ganda. Jalur ini direncanakan mempunyai 17 stasiun.[3][4] Proyek ini diperkirakan akan rampung sepenuhnya pada tahun 2026.[5]

Pengoperasian

[sunting | sunting sumber]

Penyelenggaraan prasarana dan sarana perkeretaapian jalur Makassar–Parepare dilakukan oleh operator yang berbeda. Penyelenggaraan prasarana perkeretaapian, yang mencakup pembangunan, pengoperasian, dan perawatan jalur kereta api, dilakukan oleh PT Celebes Railway Indonesia. Sementara itu, penyelenggaraan sarana perkeretaapian dilakukan oleh Konsorsium Kereta Api Sulsel, yang merupakan perusahaan patungan antara PT Kereta Api Indonesia (Persero) dengan PT Sulsel Citra Indonesia (Perseroda).

Layanan kereta api

[sunting | sunting sumber]

Penumpang

[sunting | sunting sumber]
Nama kereta api Kelas Relasi perjalanan
Andalan Celebes Eksekutif Perintis Mangilu Garongkong
Lontara Mandai

Daftar stasiun

[sunting | sunting sumber]
NomorNama stasiunSingkatanAlamatLetakKetinggianStatusFoto
Lintas Makassar–Parepare
Segmen 3 Makassar–Mandalle
oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian
0100Tallo (Makassar)TLOTallo, Tallo, Makassarkm 0+000Konstruksi
0200ParangloePRLUntia, Biringkanaya, Makassarkm 7+600Konstruksi
0300MandaiMDIMa'rumpa, Marusu, Maroskm 14+447+ 3 MBeroperasi
Percabangan menuju Depo Maros
0400MarosMRSPallantikang, Maros Baru, Maroskm 18+288+ 2 MBeroperasi
0500Rammang-RammangRMGSalenrang, Bontoa, Maroskm 30+200+ 1 MBeroperasi
0600PangkajenePKJKabba, Minasatene, Pangkajene dan Kepulauankm 36+900+ 1 MBeroperasi
0700BungoroBNGSapanang, Bungoro, Pangkajene dan Kepulauankm 43+30Belum dibangun
0800LabakkangLKKKassi Loe, Labakkang, Pangkajene dan Kepulauankm 49+425 lintas MakassarParepare
km 0+000 lintas LabakkangMangilu
+ 3 MBeroperasi
1000Ma'rangMRGMa'rang, Ma'rang, Pangkajene dan Kepulauankm 60+800+ 5 MBeroperasi
1100MandalleMDLManggalung, Mandalle, Pangkajene dan Kepulauankm 67+857+ 3 MBeroperasi
Segmen 1 Tanete Rilau–Barru
Panjang segmen 16 km
1200Tanete RilauTANTellumpanua, Tanete Rilau, Barrukm 81+500Beroperasi
1300BarruBARTuwung, Barru, Barrukm 89+600 lintas MakassarParepare
km 0+000 lintas BarruGarongkong
Beroperasi
Segmen 2 Barru–Palanro
Panjang segmen 26 km
1500TakkalasiTKSTakkalasi, Balusu, Barrukm 100+000Konstruksi
1600MangkosoMNSAjakkang, Soppeng Riaja, Barrukm 107+000Konstruksi
1700PalanroPLOManuba, Mallusetasi, Barrukm 115+839Konstruksi
Segmen 4 Palanro–Soreang
Panjang segmen 26 km
1800LumpueLMELumpue, Bacukiki Barat, Pareparekm 128+000Konstruksi
1900Soreang (Parepare)SRPUjung Baru, Soreang, Pareparekm 141+750Konstruksi

Keterangan:

  • Stasiun yang dicetak tebal merupakan stasiun kelas besar dan kelas I.
  • Stasiun yang dicetak miring merupakan stasiun nonaktif.

Referensi:

  • Letak stasiun: [6][7]
  • Pengidentifikasi stasiun: [8]
  • Tanggal pembukaan jalur: [9]:106–124

Percabangan menuju Pabrik Semen Tonasa

[sunting | sunting sumber]
NomorNama stasiunSingkatanAlamatLetakKetinggianStatusFoto
Lintas Makassar–Parepare
Segmen F1 Labakkang–Mangilu
oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian
0800LabakkangLKKKassi Loe, Labakkang, Pangkajene dan Kepulauankm 49+425 lintas MakassarParepare
km 0+000 lintas LabakkangMangilu
+ 3 MBeroperasi
MangiluMGUMangilu, Bungoro, Pangkajene dan Kepulauankm 11+675+ 23,096 MBeroperasi

Keterangan:

  • Stasiun yang dicetak tebal merupakan stasiun kelas besar dan kelas I.
  • Stasiun yang dicetak miring merupakan stasiun nonaktif.

Referensi:

  • Letak stasiun: [6][10]
  • Pengidentifikasi stasiun: [11]
  • Tanggal pembukaan jalur: [9]:106–124

Percabangan menuju Pelabuhan Garongkong

[sunting | sunting sumber]
NomorNama stasiunSingkatanAlamatLetakKetinggianStatusFoto
Lintas Makassar–Parepare
Segmen Percabangan Barru–Garongkong
oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian
1300BarruBARTuwung, Barru, Barrukm 89+600 lintas MakassarParepare
km 0+000 lintas Barru–Stasiun Garongkong
Beroperasi
GarongkongGARMangempang, Barru, Barrukm 7+900+3,599 MBeroperasi

Keterangan:

  • Stasiun yang dicetak tebal merupakan stasiun kelas besar dan kelas I.
  • Stasiun yang dicetak miring merupakan stasiun nonaktif.

Referensi:

  • Letak stasiun: [6][12]
  • Pengidentifikasi stasiun: [13]
  • Tanggal pembukaan jalur: [9]:106–124

Lihat pula

[sunting | sunting sumber]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. "Pembangunan Rel KA Trans Sulawesi Dalam Tahap Pembebasan Lahan". Diakses tanggal 5 Maret 2015.
  2. "Pemasangan Pertama Rel Kereta Trans Sulawesi Dimulai Hari Ini". 13-11-2015.
  3. "Presiden RI Direncanakan Akan Melakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Fisik Kereta Api". Diakses tanggal 22 Februari 2015.[pranala nonaktif permanen]
  4. "Ekspose Penetapan Trase Jalur Kereta Api Makassar-Parepare". Diarsipkan dari asli tanggal 2015-12-22. Diakses tanggal 30 Juli 2013.
  5. "Kereta Pertama Sulawesi Mulai Operasi, Okupansi Tembus 100% Lebih". 20 Desember, 2023. Diakses tanggal 4 Februari, 2023. ;
  6. 1 2 3 Subdirektorat Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). ;
  7. Perusahaan Umum Kereta Api (1992). Ikhtisar Lintas Jawa.
  8. Arsip milik alm. Totok Purwo mengenai Nama, Kode, dan Singkatan Stasiun Kereta Api Indonesia
  9. 1 2 3 Reitsma, S.A. (1928). Korte Geschiedenis der Nederlandsch-Indische Spoor- en Tramwegen. Weltevreden: G. Kolff & Co.
  10. Perusahaan Umum Kereta Api (1992). Ikhtisar Lintas Jawa.
  11. Arsip milik alm. Totok Purwo mengenai Nama, Kode, dan Singkatan Stasiun Kereta Api Indonesia
  12. Perusahaan Umum Kereta Api (1992). Ikhtisar Lintas Jawa.
  13. Arsip milik alm. Totok Purwo mengenai Nama, Kode, dan Singkatan Stasiun Kereta Api Indonesia