Pandemi COVID-19 di Maros

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Pandemi koronavirus di Maros
PenyakitCOVID-19
Galur virusSARS-CoV-2
LokasiKabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Indonesia
Kasus pertamaDesa Tenrigangkae, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros
Tanggal kemunculan27 Maret 2020 (2020-3-27)
(7 bulan dan 4 minggu lalu)
AsalArab Saudi
Kasus terkonfirmasi61
Kasus sembuh23
Kematian
2
Wilayah terdampak
8 kelurahan dan 16 desa
(10 kecamatan)
Situs web resmi

maroskab.go.id/covid19
covid19.sulselprov.go.id

Bot WhatsApp resmi
Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Maros
+6285240202907
+628124243101
+6285255221142

Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Sulawesi Selatan
+6282154021119
+6285299354451
+6281244244474

Pandemi koronavirus di Maros pertama kali dikonfirmasi pada tanggal 27 Maret 2020 pada seorang warga Desa Tenrigangkae, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros. Warga tersebut menjadi pasien positif COVID-19 pertama di Maros setelah diperiksa di RSAU Dr Dody Sardjoto Maros.[1] Dari 1017 kasus pandemi koronavirus di Sulawesi Selatan hingga 18 Mei 2020, 54 kasus (5,31 %) di antaranya berasal dari Kabupaten Maros. 19 kasus di antaranya sembuh, sementara 2 kasus lainnya meninggal dunia. Maros menjadi kabupaten/kota dengan jumlah kasus positif koronavirus tertinggi ketiga di Sulawesi Selatan, setelah Makassar dan Gowa. Dalam situs web "covid19.kemkes.go.id" milik instansi Kemenkes RI, Maros telah ditetapkan sebagai salah satu wilayah transmisi lokal penularan COVID-19 di Indonesia. Transmisi lokal sendiri merujuk pada penularan COVID-19 antara orang per orang yang terjadi di suatu wilayah.[2] Bupati Hatta Rahman menyatakan ada dua klaster COVID-19 di Kabupaten Maros, yakni klaster umrah dan klaster bandara. Untuk klaster bandara dimulai di Kecamatan Mandai, sedangkan klaster umrah dimulai di Kecamatan Bantimurung.[3] Seiring semakin bertambahnya kasus, saat ini dalam jajaran pemerintahan di Kabupaten Maros sedang merencanakan sistem penerapan PSBB.

Pandemi koronavirus atau pandemi COVID-19 adalah peristiwa menyebarnya penyakit yang disebabkan oleh salah satu koronavirus jenis baru yang diberi nama SARS-CoV-2.[4] Virus ini pertama kali diidentifikasi di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Republik Rakyat Tiongkok pada tanggal 17 November 2019.[5][6] Penderita yang terpapar COVID-19 dapat mengalami demam, batuk kering, dan kesulitan bernafas.[7][8] Pada penderita yang paling rentan, penyakit ini dapat berujung pada pneumonia dan kegagalan multiorgan.[9] Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengumumkan bahwa pandemi koronavirus sebagai pandemi dunia pada tanggal 11 Maret 2020.[10][11][12]

Klaster[sunting | sunting sumber]

Dalam wawancara langsung bersama Gubernur Sulawesi Selatan pada tanggal 9 Mei, Bupati Maros menyebutkan sejauh ini ada 4 klaster penyebaran COVID-19 di Maros, yakni klaster ijtima (Gowa), klaster bandara (Bandara Sultan Hasanuddin), klaster umrah (Makkah, Arab Saudi), dan klaster pendatang (Jakarta).[13]

Kronologi[sunting | sunting sumber]

  • 27 Maret 2020 RS AURI Dody Sardjito Maros mengonfirmasi hasil tes yang menunjukkan positif COVID-19 pada salah satu pasien yang dirawat di sana sejak 24 Maret. Awalnya pasien mengalami keluhan pada dada, keluhan jantung, namun setelah diperiksa dinyatakan positif COVID-19. Setelah dikonfirmasi positif, pasien dirujuk lebih lanjut di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar. Pasien tersebut merupakan warga Maros pertama yang dinyatakan positif COVID-19. Pasien merupakan laki-laki berusia 62 tahun yang tinggal di Dusun Tinggito, Desa Tenrigangkae, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros dan diketahui baru pulang dari Mekkah setelah menunaikan ibadah umrah. Dia disambut secara besar-besaran oleh pihak keluarga, pada februari 2020 lalu.[1]
  • 28 Maret 2020 Berdasarkan hasil pemeriksaan swab pada tenggorokan di RS Dr. Tadjuddin Chalid Makassar, seorang warga Kompleks Perumahan Otoritas Bandara (Otban) Wilayah V Makassar yang berada di Dusun Baddo-Baddo, Desa Baji Mangai, Kecamatan Mandai Kabupaten Maros terkonfirmasi positif COVID-19. Pasien terkonfirmasi positif adalah laki-laki berusia 55 tahun. Dia merupakan Kepala Kantor Otoritas Bandara (Otban) Wilayah V Makassar Sulawesi Selatan. Dia menjalani perawatan dan isolasi di RS Dr Tadjuddin Chalid Makassar. Sebelum positif terjangkit COVID-19, Kaotban Wilayah V Makassar sempat melakukan pemantauan langsung pemulangan jamaah Ijtima di Bandara Sultan Hasanuddin Mandai Maros bersama Gubernur Sulsel, Kapolda, Kepala KKP Kelas 1 Makassar, dan GM Bandara Hasanuddin.[14][15][16]
  • 29 Maret 2020 RSUD Salewangang Maros mengonfirmasi seorang pasien PDP dinyatakan positif COVID-19. Dia merupakan seorang laki-laki berusia 58 tahun yang tinggal di Dusun Sege-Segeri, Desa Minasa Baji, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros. Pasien tersebut telah dirawat sejak 23 Maret di RSUD Salewangang Maros karena keluhan sakit sepulang melaksanakan ibadah umrah di Kota Makkah. Pasien tersebut merupakan pasien positif COVID-19 yang ketiga Maros[17]
  • 1 April 2020 RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar mengonfirmasi seorang pasien PDP asal Maros dinyatakan sembuh. Pasien yang pertama dikonfirmasi positif COVID-19 di Maros sejak 27 Maret itu diperbolehkan pulang usai menjalani perawatan isolasi rumah sakit. Setelah hasil tes swab terakhir keluar, pasien tersebut dinyatakan negatif.[18] Sementara itu, pemerintah melalui Jubir Tim Gugus Tugas Pencegahan Penyebaran COVID-19 Kabupaten Maros mengonfirmasi adanya tiga tambahan positif COVID-19, yakni 2 dari Dusun Sege-Segeri, Desa Minasa Baji, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros (perempuan 23 tahun & laki-laki 62 tahun) dan 1 dari Kelurahan Maccini Baji, Kecamatan Lau, Kabupaten Maros (perempuan 34 tahun).[19][20] Pasien perempuan 23 tahun tersebut memiliki riwayat pernah kontak dengan pasien positif COVID-19 di Dusun Sege-Segeri dan pasien laki-laki 62 tahun memiliki riwayat baru pulang melaksanakan ibadah umrah di Kota Makkah. Pasien perempuan 34 tahun tersebut memiliki riwayat pernah kontak dengan pasien positif COVID-19.[21]
  • 4 April 2020 RS Siloam Makassar mengonfirmasi adanya seorang pasien warga Maros yang positif COVID-19. Pasien tersebut merupakan seorang perempuan berusia 30 tahun yang berprofesi sebagai perawat atau petugas medis di RS Siloam Makassar dan bertempat tinggal di Dusun Takkalasi Desa Temmapadduae, Kecamatan Marusu, Kabupaten Maros. Awalnya, pasien ini tidak terdaftar di catatan Tim Gugus Tugas Pencegahan Penyebaran COVID-19 Kabupaten Maros. Ia tidak pernah terdaftar sebagai ODP maupun PDP di Kabupaten Maros. Hal itu terjadi karena ia melakukan pemeriksaan mandiri di RS Siloam Makassar. Riwayat perjalanan ia pernah menangani seorang pasien di RS Siloam Makassar karena keluhan jantung, dan ternyata pasien itu terkonfirmasi positif COVID-19 setelah dipindahkan di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar. Karena pasien positif COVID-19 ini tidak menunjukkan adanya gejala atau Orang Tanpa Gejala (OTG). Sekarang pasien sedang melakukan isolasi mandiri di rumahnya.[22]
  • 6 April 2020 Pemerintah melalui Jubir Tim Gugus Tugas Pencegahan Penyebaran COVID-19 Kabupaten Maros mengonfirmasi adanya 4 pasien warga Maros yang positif terinfeksi COVID-19. Pasien pertama adalah seorang perempuan berusia 46 tahun yang tinggal di Dusun Jambua, Desa Bonto Marannu, Kecamatan Moncongloe, Kabupaten Maros. Pasien kedua adalah seorang perempuan berusia 61 tahun yang tinggal di Dusun Sege-Segeri Desa Minasa Baji, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros. Pasien kedua tersebut memiliki riwayat pernah kontak dengan pasien positif COVID-19 yang ketiga Maros. Pasien ketiga adalah seorang laki-laki berusia 71 tahun yang tinggal di BTN Palu Cipta Kelurahan Adatongeng, Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros. Pasien keempat adalah seorang perempuan berusia 60 tahun yang tinggal di Desa Bontotallasa, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros.[23][24]
  • 8 April 2020 Pemerintah melalui Jubir Tim Gugus Tugas Pencegahan Penyebaran COVID-19 Kabupaten Maros mengonfirmasi adanya 1 pasien warga Maros yang positif terinfeksi COVID-19. Pasien tersebut adalah seorang laki-laki berusia 26 tahun yang tinggal di Dusun Sege-Segeri Desa Minasa Baji, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros. Pasien tersebut merupakan keluarga pasien laki-laki (58 tahun) dengan riwayat perjalanan umrah sebelumnya.[25]
  • 10 April 2020 Pemerintah melalui Jubir Tim Gugus Tugas Pencegahan Penyebaran COVID-19 Kabupaten Maros mengonfirmasi adanya 4 pasien warga Maros yang positif terinfeksi COVID-19. Mereka adalah perempuan 60 tahun dari Kelurahan Adatongeng, Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros (kontak erat dengan pasien positif sebelumnya), perempuan 41 tahun dari Desa Bontotallasa, Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros (kontak erat dengan pasien positif sebelumnya), laki-laki dari Desa Bontotallasa, Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros (kontak erat dengan pasien positif sebelumnya), dan laki-laki 53 tahun dari Lingkungan Bonto Manai, Kelurahan Allepolea, Kecamatan Lau, Kabupaten Maros.[26]
  • 11 April 2020 Pemerintah melalui Jubir Tim Gugus Tugas Pencegahan Penyebaran COVID-19 Kabupaten Maros mengonfirmasi adanya 2 pasien warga Maros yang positif terinfeksi COVID-19. Mereka adalah perempuan 41 tahun dari Kelurahan Adatongeng, Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros (kontak erat dengan pasien positif sebelumnya di Kelurahan Adatongeng) dan laki-laki 18 tahun dari Kelurahan Adatongeng, Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros (kontak erat dengan pasien positif sebelumnya di Kelurahan Adatongeng.[27]
  • 14 April 2020 RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar mengonfirmasi adanya pasien positif COVID-19 yang meninggal dunia pada pukul 19.30 WITA. Pasien tersebut merupakan laki-laki berusia 58 tahun yang tinggal di Dusun Sege-Segeri, Desa Minasa Baji, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros. Sebelumnya, pasien tersebut dirawat di RSUD Salewangang Maros sejak 23 Maret karena keluhan sakit setelah pulang dari ibadah umrah di Kota Mekkah dan ia terkonfirmasi positif COVID-19 pada 29 Maret. Setelah dinyatakan positif, ia dirujuk ke RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar pada 29 Maret. Ia merupakan pasien ketiga yang dinyatakan positif dan sekaligus pasien pertama meninggal sebagai warga Maros karena COVID-19. Beberapa jam setelah meninggal, jenazah langsung dimakamkan di pemakaman khusus COVID-19 yang dikelola langsung oleh pemerintah provinsi di wilayah Macanda, Kelurahan Samata, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa.[28][29][30]
  • 17 April 2020 RS Pendidikan Unhas Makassar mengonfirmasi adanya seorang pasien warga Maros yang positif COVID-19. Dia merupakan seorang perempuan berusia 32 tahun yang berprofesi sebagai petugas medis penanganan pasien COVID-19 di RS Pendidikan Unhas Makassar dan ber-KTP alamat di Desa Sudirman, Kecamatan Tanralili, Kabupaten Maros. Diketahui bahwa pasien tersebut melakukan pemeriksaan mandiri di RS Pendidikan Unhas Makassar. Selama hampir dua bulan terakhir, pasien tersebut tinggal di Hotel Harper Makassar karena ikut Satgas COVID-19 di RS Pendidikan Unhas. Diketahui Gubernur Nurdin Abdullah menempatkan para tenaga medis yang menangani pasien COVID-19 di beberapa hotel di Makassar. Hal itu dilakukan sebagai bentuk apresiasi terhadap para tenaga medis baik itu dokter dan perawat yang berada di garis depan penanganan COVID-19.[31][32]
  • 18 April 2020 Tim Gugus Tugas Pencegahan Penyebaran COVID-19 Kabupaten Maros mengonfirmasi tambahan satu kasus positif COVID-19 di Kabupaten Maros. Dia merupakan seorang laki-laki berusia 42 tahun yang tinggal di Kompleks Perhubungan Udara, Kelurahan Bontoa, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros. Pasien saat ini dirawat di RSU Labuang Baji Makassar. Pasien memiliki riwayat pernah kontak erat dengan pasien positif COVID-19 di area Bandara Sultan Hasanuddin Mandai Maros.[33]
  • 19 April 2020 Pemerintah melalui Jubir Tim Gugus Tugas Pencegahan Penyebaran COVID-19 Kabupaten Maros mengonfirmasi adanya empat pasien COVID-19 dinyatakan sembuh, yakni 2 dari Desa Minasa Baji (perempuan 61 tahun & laki-laki 62 tahun), 1 dari Kelurahan Maccini Baji (perempuan 34 tahun), dan 1 dari Desa Baji Mangai (laki-laki 55 tahun)[34][35]
  • 20 April 2020 Pemerintah melalui Jubir Tim Gugus Tugas Pencegahan Penyebaran COVID-19 Kabupaten Maros mengonfirmasi adanya seorang pasien COVID-19 dinyatakan sembuh, yakni seorang perempuan berusia 23 tahun dari Desa Minasa Baji.
  • 22 April 2020 Pemerintah melalui Jubir Tim Gugus Tugas Pencegahan Penyebaran COVID-19 Kabupaten Maros mengonfirmasi adanya 3 pasien warga Maros yang positif terinfeksi COVID-19. Pasien pertama adalah seorang perempuan berusia 36 tahun yang tinggal di Dusun Baji Areng, Desa Bonto Bahari, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros. Dia diduga kontak erat dengan suaminya dari Jakarta beberapa waktu lalu. Pasien kedua adalah seorang perempuan berusia 10 tahun yang tinggal di Jl. Poros Kompleks Perhubungan, Kelurahan Bontoa, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros. Pasien kedua tersebut memiliki riwayat diduga tertular dari keluarganya yang juga merupakan pasien positif COVID-19 sebelumnya, jenis kelamin laki-laki berusia 42. Sekarang (pasien 10 tahun) sedang dirawat di RSUD Salewangang Maros. Pasien ketiga adalah seorang perempuan berusia 41 tahun yang tinggal di BTN Cinranae Desa Marumpa, Kecamatan Marusu, Kabupaten Maros.[36]
  • 24 April 2020 Pemerintah melalui Jubir Tim Gugus Tugas Pencegahan Penyebaran COVID-19 Kabupaten Maros mengonfirmasi adanya 2 pasien warga Maros yang positif terinfeksi COVID-19. Pasien pertama adalah seorang laki-laki berusia 52 tahun yang tinggal di Kelurahan Bontoa, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros. Pasien pertama ini memiliki riwayat kontak erat dengan pasien positif sebelumnya di Bandara Sultan Hasanuddin Mandai Maros. Pasien pertama ini dirujuk dari RSAU dr. Dody Sardjoto Maros, dan merupakan klaster bandara. Dan ia saat ini sedang dirawat di RSUP dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar. Pasien kedua adalah seorang perempuan berusia 46 tahun yang tinggal di Kelurahan Alliritengae, Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros. Pasien kedua ini memiliki riwayat pernah kontak erat dengan pasien positif sebelumnya. Selain itu, pada hari juga ada seorang pasien dinyatakan telah sembuh, yakni laki-laki berusia 71 tahun yang tinggal di Kelurahan Adatongeng, Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros.[37][38][39]
  • 25 April 2020 Dari situs resmi Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mengonfirmasi adanya seorang pasien COVID-19 dinyatakan sembuh, yakni seorang perempuan berusia 32 tahun dari Desa Sudirman.
  • 28 April 2020 Pemerintah melalui Jubir Tim Gugus Tugas Pencegahan Penyebaran COVID-19 Kabupaten Maros mengonfirmasi adanya seorang pasien warga Maros yang positif terinfeksi COVID-19. Pasien tersebut adalah seorang laki-laki berusia 37 tahun yang tinggal di Desa Moncongloe Lappara, Kecamatan Moncongloe, Kabupaten Maros. Saat ini pasien tersebut sedang diisolasi mandiri di Swiss Bell Makassar. Pasien tersebut bekerja sebagai karyawan Mall di Kota Makassar.[40] Selain bertambahnya kasus positif, pada hari ini juga telah terkonfirmasi adanya seorang pasien COVID-19 dinyatakan sembuh, yakni seorang perempuan berusia 30 tahun dari Desa Temmapadduae yang berprofesi sebagai perawat.
  • 30 April 2020 Pemerintah melalui Jubir Tim Gugus Tugas Pencegahan Penyebaran COVID-19 Kabupaten Maros mengonfirmasi adanya dua pasien warga Maros yang positif terinfeksi COVID-19. Pasien pertama adalah seorang laki-laki berusia 37 tahun yang berprofesi sebagai ASN kesehatan di Kota Makassar tetapi berdomisili di Dusun Takkalasi, Desa Temmapadduae, Kecamatan Marusu, Kabupaten Maros. Saat ini pasien pertama tersebut sedang melakukan isolasi mandiri di rumahnya karena berstatus sebagai Orang Tanpa Gejala. Pasien kedua adalah seorang perempuan berusia 42 tahun yang tinggal di Kelurahan Alliritengae, Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros. Saat ini pasien kedua tersebut juga sedang melakukan isolasi mandiri di rumahnya karena berstatus sebagai Orang Tanpa Gejala. Pasien kedua ini memiliki riwayat pernah kontak erat dengan pasien positif sebelumnya.[41]
  • 1 Mei 2020 Pemerintah melalui Jubir Tim Gugus Tugas Pencegahan Penyebaran COVID-19 Kabupaten Maros mengonfirmasi adanya satu pasien warga Maros yang positif terinfeksi COVID-19. Pasien adalah seorang laki-laki berusia 32 tahun yang tinggal di Jl. Jenderal Sudirman, Kelurahan Pettuadae, Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros. Pasien diduga tertular dari pasien positif klaster bandara karena pasien bekerja sebagai karyawan di bandara.[42]
  • 2 Mei 2020 Pemerintah melalui Jubir Tim Gugus Tugas Pencegahan Penyebaran COVID-19 Kabupaten Maros mengonfirmasi adanya satu pasien warga Maros yang positif terinfeksi COVID-19. Pasien adalah seorang perempuan berusia 34 tahun yang tinggal di Dusun Bantimurung, Desa Jenetaesa, Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros. Pasien tersebut memiliki riwayat pernah kontak dengan pasien positif residen anak di RSUD Salewangang Maros. Dan saat ini dia diisolasi mandiri di salah satu hotel yang ada di Makassar.[43]
  • 3 Mei 2020 Pemerintah melalui Jubir Tim Gugus Tugas Pencegahan Penyebaran COVID-19 Kabupaten Maros mengonfirmasi adanya dua pasien warga Maros yang positif terinfeksi COVID-19. Kedua pasien tersebut merupakan satu keluarga yang terdiri dari seorang ibu berusia 36 tahun dan seorang bayinya laki-laki berusia 1 tahun yang tinggal di Desa Moncongloe Lappara, Kecamatan Moncongloe, Kabupaten Maros. Mereka memiliki riwayat kontak erat dengan suaminya yang sudah dinyatakan positif sebelumnya. Saat ini kedua pasien tersebut melakukan isolasi mandiri di rumahnya karena berstatus Orang Tanpa Gejala (OTG).[44][45][46]
  • 4 Mei 2020 Pemerintah melalui Jubir Tim Gugus Tugas Pencegahan Penyebaran COVID-19 Kabupaten Maros mengonfirmasi adanya tiga pasien COVID-19 dinyatakan sembuh, yakni perempuan 46 tahun dari Dusun Jambua, Desa Bonto Marannu, Kecamatan Moncongloe, Kabupaten Maros, perempuan 60 tahun dari Desa Bontotallasa, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros, dan laki-laki 53 tahun dari Lingkungan Bonto Manai, Kelurahan Allepolea, Kecamatan Lau, Kabupaten Maros.
  • 5 Mei 2020 Pemerintah melalui Jubir Tim Gugus Tugas Pencegahan Penyebaran COVID-19 Kabupaten Maros mengonfirmasi adanya tiga pasien warga Maros yang positif terinfeksi COVID-19. 1 diantaranya dinyatakan telah meninggal dunia, yaitu seorang laki-laki berusia 43 tahun yang tinggal di Dusun Ongkoe, Desa Tellumpoccoe, Kecamatan Marusu, Kabupaten Maros. Diketahui bahwa pasien yang meninggal dunia tersebut sebelumnya tidak terdata dalam Tim Gugus Tugas Pencegahan Penyebaran COVID-19 Kabupaten Maros karena pasien tidak diperiksa di puskesmas atau rumah sakit di Kabupaten Maros, melainkan pasien tersebut memeriksakan diri yang sebelumnya memiliki riwayat penyakit ginjal di RS Akademis Jaury Jusuf Putera di Kota Makassar. Pasien tersebut meninggal dunia pada 2 mei lalu, namun baru rilis data hasil swab terbarunya hari ini yang hasilnya positif pada situs data Tim Gugus Tugas Percepatan Pencegahan COVID-19 Sulawesi Selatan. Alhasil pasien tersebut tak dimakamkan berdasarkan protap COVID-19. Ia dikuburkan di Pekuburan Ongkoe Tellumpoccoe pada 3 Mei. 2 pasien positif lainnya adalah perempuan berusia 60 tahun yang tinggal di Jl. Jenderal Sudirman, Kelurahan Pettuadae, Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros dan perempuan berusia 28 tahun yang tinggal di Perumahan Griya Batas Kota, Desa Marumpa, Kecamatan Marusu, Kabupaten Maros. Pasien usia 28 tahun ini memiliki riwayat perjalanan dari Jakarta.[47]
  • 8 Mei 2020 Data terbaru pada situs web resmi milik Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mengonfirmasi adanya tiga tambahan pasien warga Maros yang positif terinfeksi COVID-19. Mereka adalah perempuan berusia 74 tahun yang tinggal di Desa Mattoangin, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros, perempuan 67 tahun dan perempuan 32 tahun dari Desa Bontotallasa, Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros. Sekarang pasien dengan identitas perempuan 74 tahun ini sedang dirawat di RSUD Salewangang Maros. Pasien perempuan 32 tahun memiliki riwayat kontak erat dengan pasien positif lainnya dan saat ini sedang menjalani isolasi mandiri di rumahnya. Sementara itu, pasien perempuan 67 tahun memiliki riwayat perjalanan umrah dan saat ini sedang menjalani isolasi mandiri di rumahnya.[48]
  • 10 Mei 2020 Data terbaru pada situs web resmi milik Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mengonfirmasi adanya dua pasien COVID-19 dinyatakan sembuh, yakni perempuan 36 tahun dari Dusun Baji Areng, Desa Bonto Bahari, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros dan perempuan 34 tahun dari Kelurahan Allepolea, Kecamatan Lau, Kabupaten Maros.
  • 12 Mei 2020 Pemerintah melalui Jubir Tim Gugus Tugas Pencegahan Penyebaran COVID-19 Kabupaten Maros mengonfirmasi adanya enam pasien warga Maros yang positif terinfeksi COVID-19. Ini merupakan rekor tertinggi pertambahan pasien positif dalam sehari. Mereka yang terkonfirmasi positif, yakni dimulai dari pasien laki-laki 80 tahun, perempuan 2 tahun, laki-laki 1 tahun. Ketiganya berasal dari alamat yang sama, yakni Dusun Paranggi, Desa Mattoanging, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros. Kemudian, pasien keempat merupakan warga laki-laki 29 tahun yang berdomisili di Perumahan Batangase Permai, Kelurahan Bontoa, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros. Empat pasien yang disebutkan tersebut ada kaitannya dengan klaster bandara. Kemudian, pasien kelima merupakan warga perempuan 19 tahun Perumahan Graha Cemerlang, Kelurahan Hasanuddin, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros. Ia disebut merupakan pegawai salah satu mini market di Kota Makassar. Selanjutnya, pasien keenam merupakan warga perempuan 62 tahun asal Desa Sambueja, Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros. Ia sekarang dirawat di Rumah Sakit Awal Bros Makassar.[49]
  • 13 Mei 2020 Pemerintah melalui Jubir Tim Gugus Tugas Pencegahan Penyebaran COVID-19 Kabupaten Maros mengonfirmasi adanya 1 pasien warga Maros yang positif terinfeksi COVID-19. Dia adalah laki-laki usia 27 tahun yang tinggal di Dusun Paranggi, Desa Mattoanging, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros. Ia terkonfirmasi bekerja di bandara. Rumitnya, empat orang keluarganya sudah lebih dahulu dinyatakan positif COVID-19. Ialah neneknya (74) terkonfirmasi positif, Jumat, 8 Mei 2020. Kemudian, menyusul kakek (80), bayi (1), dan keponakannya (2), Selasa, 12 Mei 2020. Padahal, oleh Gugus Tugas Covid-19 Pemkab Maros mereka dimasukkan dalam klaster bandara. Namun, proses penularan masih sebatas dugaan. Apalagi, pria yang bekerja di bandara itu justru belakangan baru dinyatakan positif.[50]
  • 14 Mei 2020 Pemerintah melalui Jubir Tim Gugus Tugas Pencegahan Penyebaran COVID-19 Kabupaten Maros mengonfirmasi adanya empat pasien COVID-19 dinyatakan sembuh, yakni laki-laki 26 tahun dari Dusun Sege-Segeri, Desa Minasa Baji, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros, perempuan 40 tahun, laki-laki 64 tahun, dan laki-laki 18 tahun dari Kelurahan Adatongeng, Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros.
  • 16 Mei 2020 Pemerintah melalui Jubir Tim Gugus Tugas Pencegahan Penyebaran COVID-19 Kabupaten Maros mengonfirmasi adanya 2 pasien warga Maros yang positif terinfeksi COVID-19. Mereka adalah laki-laki usia 32 tahun yang tinggal di Kelurahan Allepolea, Kecamatan Lau, Kabupaten Maros dan perempuan usia 39 tahun yang tinggal di Kelurahan Raya, Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros. Saat ini keduanya sedang dirawat di RSUD Salewangang Maros.[51]
  • 17 Mei 2020 Pemerintah melalui Jubir Tim Gugus Tugas Pencegahan Penyebaran COVID-19 Kabupaten Maros mengonfirmasi adanya 3 pasien warga Maros yang positif terinfeksi COVID-19. Mereka adalah perempuan usia 46 tahun yang tinggal di Desa Samangki, Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros yang saat ini sedang dirawat di Rumah Sakit Grestalina Makassar, perempuan usia 37 tahun yang tinggal di Kelurahan Bontoa, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros yang saat ini sedang diisolasi di Hotel Harper Makassar, dan seorang lagi juga dari Kelurahan Bontoa, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros yang saat ini sedang diisolasi di Hotel Harper Makassar. ketiga pasien tambahan ini terkait dengan klaster bandara.[52]
  • 18 Mei 2020 Pemerintah melalui Jubir Tim Gugus Tugas Pencegahan Penyebaran COVID-19 Kabupaten Maros mengonfirmasi adanya 3 pasien warga Maros yang positif terinfeksi COVID-19. Mereka adalah perempuan usia 26 dan 46 tahun yang tinggal di Dusun Sambueja, Desa Sambueja, Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros. 2 perempuan tersebut diduga tertular dari keluarganya yang sebelumnya telah dinyatakan positif pada 12 mei lalu dan sekarang sedang diisolasi RS Dadi Makassar[53]. 1 lainnya adalah perempuan usia 62 tahun yang tinggal di Dusun Ujung, Desa Pattiro Deceng, Kecamatan Camba, Kabupaten Maros. Kabar baiknya 1 pasien dinyatakan telah sembuh, yakni perempuan usia 41 tahun dari Dusun Pakere, Desa Bontotallasa, Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros[54].
  • 25 Mei 2020 Pemerintah melalui Jubir Tim Gugus Tugas Pencegahan Penyebaran COVID-19 Kabupaten Maros mengonfirmasi adanya 2 pasien warga Maros yang positif terinfeksi COVID-19. Mereka adalah laki-laki usia 33 tahun asal Desa Tellumpoccoe, Kecamatan Marusu, Kabupaten Maros yang sedang diisolasi di Hotel Almadera Makassar dan laki-laki usia 50 tahun asal Kelurahan Bontoa, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros yang sedang dirawat di RS Dadi Makassar.[55]

Statistik dan Perkembangan Kasus[sunting | sunting sumber]

Grafik perkembangan kasus

27 Maret

  • Temuan awal 1 kasus positif COVID-19.

28 Maret

  • Jumlah kasus positif COVID-19 bertambah 1 kasus menjadi 2 kasus positif COVID-19.[14]

29 Maret

  • Jumlah kasus positif COVID-19 bertambah 1 kasus menjadi 3 kasus positif COVID-19.[17]

1 April

  • Jumlah kasus positif COVID-19 bertambah 3 kasus menjadi 6 kasus positif COVID-19 dan 1 sembuh.[56][57]

4 April

  • Jumlah kasus positif COVID-19 bertambah 1 kasus menjadi 7 kasus positif COVID-19.[58]

6 April

  • Jumlah kasus positif COVID-19 bertambah 4 kasus menjadi 11 kasus positif COVID-19.[59]

8 April

  • Jumlah kasus positif COVID-19 bertambah 1 kasus menjadi 12 kasus positif COVID-19.[60]

10 April

  • Jumlah kasus positif COVID-19 bertambah 4 kasus menjadi 16 kasus positif COVID-19.[61]

11 April

  • Jumlah kasus positif COVID-19 bertambah 2 kasus menjadi 18 kasus positif COVID-19.[62][63]

14 April

  • 1 meninggal dunia.[64]

15 April

  • Jumlah kasus positif COVID-19 bertambah 1 kasus menjadi 19 kasus positif COVID-19.[65]

17 April

  • Jumlah kasus positif COVID-19 bertambah 1 kasus menjadi 20 kasus positif COVID-19.[66]

18 April

  • Jumlah kasus positif COVID-19 bertambah 1 kasus menjadi 21 kasus positif COVID-19.[33]

19 April

  • Jumlah sembuh bertambah 4 (total 5 sembuh).[35]

20 April

  • Jumlah sembuh bertambah 1 (total 6 sembuh).[67]

22 April

  • Jumlah kasus positif COVID-19 bertambah 3 kasus menjadi 24 kasus positif COVID-19.[68]

24 April

  • Jumlah kasus positif COVID-19 bertambah 2 kasus menjadi 26 kasus positif COVID-19 dan jumlah sembuh bertambah 1 (total 7 sembuh).[38]

25 April

  • Jumlah sembuh bertambah 1 (total 8 sembuh).

28 April

  • Jumlah kasus positif COVID-19 bertambah 1 kasus menjadi 27 kasus positif COVID-19 dan jumlah sembuh bertambah 1 (total 9 sembuh).[40]

30 April

  • Jumlah kasus positif COVID-19 bertambah 2 kasus menjadi 29 kasus positif COVID-19.[41]

1 Mei

  • Jumlah kasus positif COVID-19 bertambah 1 kasus menjadi 30 kasus positif COVID-19.[69]

2 Mei

  • Jumlah kasus positif COVID-19 bertambah 1 kasus menjadi 31 kasus positif COVID-19.[70]

3 Mei

  • Jumlah kasus positif COVID-19 bertambah 2 kasus menjadi 33 kasus positif COVID-19.[45]

4 Mei

  • Jumlah sembuh bertambah 3 (total 12 sembuh).

5 Mei

  • Tambahan 1 meninggal dunia (total 2) dan jumlah kasus positif COVID-19 bertambah 3 kasus menjadi 36 kasus positif COVID-19.

8 Mei

  • Jumlah kasus positif COVID-19 bertambah 3 kasus menjadi 39 kasus positif COVID-19.

10 Mei

  • Jumlah sembuh bertambah 2 (total 14 sembuh).

12 Mei

  • Jumlah kasus positif COVID-19 bertambah 6 kasus menjadi 45 kasus positif COVID-19.[49]

13 Mei

  • Jumlah kasus positif COVID-19 bertambah 1 kasus menjadi 46 kasus positif COVID-19.[50]

14 Mei

  • Jumlah sembuh bertambah 4 (total 18 sembuh).

16 Mei

  • Jumlah kasus positif COVID-19 bertambah 2 kasus menjadi 48 kasus positif COVID-19.[51]

17 Mei

  • Jumlah kasus positif COVID-19 bertambah 3 kasus menjadi 51 kasus positif COVID-19.

18 Mei

  • Jumlah kasus positif COVID-19 bertambah 3 kasus menjadi 54 kasus positif COVID-19 dan 1 sembuh (total 19).

21 Mei

  • Jumlah kasus positif COVID-19 bertambah 2 kasus menjadi 58 kasus positif COVID-19.

22 Mei

  • Jumlah kasus positif COVID-19 bertambah 1 kasus menjadi 59 kasus positif COVID-19.

25 Mei

  • Jumlah kasus positif COVID-19 bertambah 2 kasus menjadi 61 kasus positif COVID-19.

Persebaran Data Kasus[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Terkonfirmasi Sembuh Meninggal Aktif
54 19 2 33
Bantimurung  10 
Laki-laki, 58 tahun, Desa Minasa Baji
Laki-laki, 26 tahun, Desa Minasa Baji
Perempuan, 23 tahun, Desa Minasa Baji
Perempuan, 61 tahun, Desa Minasa Baji
Laki-laki, 62 tahun, Desa Minasa Baji
Perempuan, 74 tahun, Desa Mattoangin
Perempuan, 2 tahun, Desa Mattoangin
Laki-laki, 1 tahun, Desa Mattoangin
Laki-laki, 80 tahun, Desa Mattoangin
Laki-laki, 27 tahun, Desa Mattoangin
 4 
Perempuan, 61 tahun, Desa Minasa Baji
Laki-laki, 62 tahun, Desa Minasa Baji
Perempuan, 23 tahun, Desa Minasa Baji
Laki-laki, 26 tahun, Desa Minasa Baji
 1 
Laki-laki, 58 tahun, Desa Minasa Baji
 5 
Perempuan, 74 tahun, Desa Mattoangin
Perempuan, 2 tahun, Desa Mattoangin
Laki-laki, 1 tahun, Desa Mattoangin
Laki-laki, 80 tahun, Desa Mattoangin
Laki-laki, 27 tahun, Desa Mattoangin
Bontoa  1 
Perempuan, 36 tahun, Desa Bonto Bahari
 1 
Perempuan, 36 tahun, Desa Bonto Bahari
 0   0 
Camba  1 
Perempuan, 62 tahun, Desa Pattiro Deceng
 0   0   1 
Perempuan, 62 tahun, Desa Pattiro Deceng
Cenrana  0   0   0   0 
Lau  4 
Laki-laki, 21 tahun, Kelurahan Allepolea
Laki-laki, 53 tahun, Kelurahan Allepolea
Perempuan, 34 tahun, Kelurahan Maccini Baji
Laki-laki, 32 tahun, Kelurahan Allepolea
 3 
Perempuan, 34 tahun, Kelurahan Maccini Baji
Laki-laki, 53 tahun, Kelurahan Allepolea
Laki-laki, 21 tahun, Kelurahan Allepolea
 0   1 
Laki-laki, 32 tahun, Kelurahan Allepolea
Mallawa  0   0   0   0 
Mandai  9 
Laki-laki, 62 tahun, Desa Tenrigangkae
Laki-laki, 55 tahun, Desa Baji Mangai
Laki-laki, 42 tahun, Kelurahan Bontoa
Perempuan, 10 tahun, Kelurahan Bontoa
Laki-laki, 52 tahun, Kelurahan Bontoa
Laki-laki, 29 tahun, Kelurahan Bontoa
Perempuan, 19 tahun, Kelurahan Hasanuddin
Perempuan, 37 tahun, Kelurahan Bontoa
TBA, Kelurahan Bontoa
 2 
Laki-laki, 62 tahun, Desa Tenrigangkae
Laki-laki, 55 tahun, Desa Baji Mangai
 0   7 
Laki-laki, 42 tahun, Kelurahan Bontoa
Perempuan, 10 tahun, Kelurahan Bontoa
Laki-laki, 52 tahun, Kelurahan Bontoa
Laki-laki, 29 tahun, Kelurahan Bontoa
Perempuan, 19 tahun, Kelurahan Hasanuddin
Perempuan, 37 tahun, Kelurahan Bontoa
TBA, Kelurahan Bontoa
Maros Baru  0   0   0   0 
Marusu  5 
Perempuan, 30 tahun, Desa Temmapadduae
Perempuan, 41 tahun, Desa Marumpa
Laki-laki, 37 tahun, Desa Temmapadduae
Laki-laki, 43 tahun, Desa Tellumpoccoe
Perempuan, 28 tahun, Desa Marumpa
 1 
Perempuan, 30 tahun, Desa Temmapadduae
 1 
Laki-laki, 43 tahun, Desa Tellumpoccoe
 3 
Perempuan, 41 tahun, Desa Marumpa
Laki-laki, 37 tahun, Desa Temmapadduae
Perempuan, 28 tahun, Desa Marumpa
Moncongloe  4 
Perempuan, 46 tahun, Desa Bonto Marannu
Laki-laki, 37 tahun, Desa Moncongloe Lappara
Perempuan, 36 tahun, Desa Moncongloe Lappara
Laki-laki, 1 tahun, Desa Moncongloe Lappara
 1 
Perempuan, 46 tahun, Desa Bonto Marannu
 0   3 
Laki-laki, 37 tahun, Desa Moncongloe Lappara
Perempuan, 36 tahun, Desa Moncongloe Lappara
Laki-laki, 1 tahun, Desa Moncongloe Lappara
Simbang  10 
Laki-laki, Desa Bontotallasa
Perempuan, 41 tahun, Desa Bontotallasa
Perempuan, 60 tahun, Desa Bontotallasa
Perempuan, 34 tahun, Desa Jenetaesa
Perempuan, 67 tahun, Desa Bontotallasa
Perempuan, 32 tahun, Desa Bontotallasa
Perempuan, 62 tahun, Desa Sambueja
Perempuan, 46 tahun, Desa Samangki
Perempuan, 46 tahun, Desa Sambueja
Perempuan, 26 tahun, Desa Sambueja
 2 
Perempuan, 60 tahun, Desa Bontotallasa
Perempuan, 41 tahun, Desa Bontotallasa
 0   8 
Laki-laki, Desa Bontotallasa
Perempuan, 34 tahun, Desa Jenetaesa
Perempuan, 67 tahun, Desa Bontotallasa
Perempuan, 32 tahun, Desa Bontotallasa
Perempuan, 62 tahun, Desa Sambueja
Perempuan, 46 tahun, Desa Samangki
Perempuan, 46 tahun, Desa Sambueja
Perempuan, 26 tahun, Desa Sambueja
Tanralili  1 
Perempuan, 32 tahun, Desa Sudirman
 1 
Perempuan, 32 tahun, Desa Sudirman
 0   0 
Tompobulu  0   0   0   0 
Turikale  9 
Laki-laki, 64 tahun, Kelurahan Adatongeng
Laki-laki, 18 tahun, Kelurahan Adatongeng
Laki-laki, 71 tahun, Kelurahan Adatongeng
Perempuan, 40 tahun, Kelurahan Adatongeng
Perempuan, 46 tahun, Kelurahan Alliritengae
Perempuan, 42 tahun, Kelurahan Alliritengae
Laki-laki, 32 tahun, Kelurahan Pettuadae
Perempuan, 60 tahun, Kelurahan Pettuadae
Perempuan, 39 tahun, Kelurahan Raya
 4 
Laki-laki, 71 tahun, Kelurahan Adatongeng
Laki-laki, 64 tahun, Kelurahan Adatongeng
Laki-laki, 18 tahun, Kelurahan Adatongeng
Perempuan, 40 tahun, Kelurahan Adatongeng
 0   5 
Perempuan, 46 tahun, Kelurahan Alliritengae
Perempuan, 42 tahun, Kelurahan Alliritengae
Laki-laki, 32 tahun, Kelurahan Pettuadae
Perempuan, 60 tahun, Kelurahan Pettuadae
Perempuan, 39 tahun, Kelurahan Raya
Sumber Data: Pemerintah Kabupaten Maros "Tim Gugus Tugas Penanganan Pencegahan COVID-19 Kabupaten Maros" &
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan "Sulsel Tanggap COVID-19"
[71][72]

Perbandingan Jumlah Kasus[sunting | sunting sumber]

Perbandingan jumlah kasus positif COVID-19 di Kabupaten Maros dengan kabupaten/kota lain di Provinsi Sulawesi Selatan pada data update 25 Mei 2020 pukul 12.00 WIB berdasarkan data umum dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana, serta data detail dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

Keterangan:

       Daerah yang aman dari COVID-19
      Daerah yang tidak aman dari COVID-19
No. Kabupaten/Kota Dirawat Sembuh Meninggal Jumlah Kasus Positif Persentase Situs Web Resmi Status
1. Makassar 355 321 55 731 55,46 % infocorona.makassar.go.id Tidak Aman
2. Rekreasi Duta COVID-19 Sulsel 138 19 0 157 11,91 % Tidak Aman
3. Lutim 109 1 0 110 8,35 % covid19.luwutimurkab.go.id Tidak Aman
4. Gowa 54 28 7 89 6,75 % covid19.gowakab.go.id Tidak Aman
5. Maros 28 24 2 54 4,10 % maroskab.go.id/covid19/ Tidak Aman
6. Sidrap 13 17 0 30 2,28 % Tidak Aman
7. Parepare 22 7 0 29 2,20 % Tidak Aman
8. Lutra 17 12 0 29 2,20 % covid19.luwuutarakab.go.id Tidak Aman
9. Pangkep 5 9 1 15 1,14 % covid19.pangkepkab.go.id Tidak Aman
10. Soppeng 7 1 1 9 0,68 % covid19.soppeng.info Tidak Aman
11. Takalar 6 3 0 9 0,68 % Tidak Aman
12. Bulukumba 5 4 0 9 0,68 % Tidak Aman
13. Luwu 7 0 1 8 0,61 % covid19.luwukab.go.id Tidak Aman
14. Bone 5 2 0 7 0,53 % covid19.bone.go.id Tidak Aman
15. Enrekang 4 2 1 7 0,53 % covid19.enrekangkab.go.id Tidak Aman
16. Sinjai 6 0 0 6 1,46 % covid19.sinjaikab.go.id Tidak Aman
17. Pinrang 2 4 0 6 0,46 % covid19.pinrangkab.go.id Tidak Aman
18. Jeneponto 2 2 0 4 0,30 % covid19.jenepontokab.go.id Tidak Aman
19. Palopo 1 2 0 3 0,23 % covid19.palopokota.go.id Tidak Aman
20. Tator 0 3 0 3 0,23 % covid19.tanatorajakab.go.id & covid19.infotoraja.com Aman
21. Bantaeng 1 0 0 1 0,08 % covid19.bantaengkab.go.id Tidak Aman
22. Barru 1 0 0 1 0,08 % Tidak Aman
23. Wajo 0 1 0 1 0,08 % covid19.wajokab.go.id Aman
24. Torut 0 0 0 0 0 covid19.infotoraja.com Aman
25. Selayar 0 0 0 0 0 kepulauanselayarkab.go.id/tag-covid19.html Aman
Total 788 462 68 1318 100 % covid19.sulselprov.go.id
Sumber Data: Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan "Sulsel Tanggap COVID-19"[73]

Respon[sunting | sunting sumber]

Spanduk sosialisasi berisi ajakan Pemerintah Kabupaten Maros untuk memakai masker.
  • Dokter, perawat, dan sopir ambulans yang menangani pasien positif Covid-19 pertama di Maros diisolasi.[74]
  • Pembentukan Tim Gugus Tugas Pencegahan Penyebaran Covid-19 Maros untuk menangani khusus wabah Covid-19 di wilayah Kabupaten Maros.
  • Pengadaan 800 Alat Pelindung Diri (APD).[75]
  • Penyediaan rujab bupati untuk tim medis.[75]
  • Penyediaan rusun untuk isolasi pasien positif Covid-19 tanpa gejala[75]
  • Himbauan Pemda Maros untuk masyarakat serius menerapkan pschycal distancing dan jujur saat melakukan pemeriksaan kesehatan di rumah sakit.
  • Penetapan RSUD Salewangang Maros untuk menangani pasien Covid-19.
  • Penutupan semua objek wisata.
  • Meliburkan semua aktivitas belajar mengajar di sekolah sejak 23 maret 2020.
  • Mengalihkan kegiatan perkantoran untuk dikerjakan di dalam rumah.
  • Penyemprotan desinfektan di beberapa tempat umum.
  • Pembatasan jam buka pasar dibuka pukul 7.00-14.00 WITA berdasarkan surat resmi dari bupati Maros.
  • Pemeriksaan ketat suhu tubuh dan kesehatan pada jalur perbatasan Maros-Makassar.
  • Pembagian masker dan sembako oleh pemerintah daerah dan swadaya masyarakat.
  • Bupati Maros menghimbau kepada masyarakat Maros yang pernah berinteraksi dengan pasien positif COVID-19 agar melakukan tindakan screening (29 Maret 2020).[76]
  • Bupati Maros menghimbau pada wilayah yang ditemukan ada orang yang positif COVID-19, maka masyarakat di wilayah tersebut dilarang untuk berinteraksi baik dalam wilayah maupun luar wilayah tempat tinggal selama 14 hari atau melakukan isolasi mandiri (29 Maret 2020).[76]
  • Bupati Maros menghimbau kepada masyarakat Maros yang pernah berinteraksi dengan Orang Dalam Pengawasan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) agar menyampaikan kepada petugas yang berwenang untuk mengambil langkah-langkah pemutusan rantai penularan COVID-19 (29 Maret 2020).[76]
  • Bupati Maros menghimbau kepada masyarakat Maros agar selalu menjaga kesehatan dengan selalu berperilaku hidup sehat, hidup bersih, selalu berolahraga dan makan makanan yang bergizi (29 Maret 2020).[76]
  • Bupati Maros menghimbau kepada masyarakat Maros agar menghindari keramaian (29 Maret 2020).[76]
  • Bupati Maros menghimbau kepada masyarakat Maros untuk meningkatkan kekebalan tubuh (imunitas) dengan anjuran berjemur minimal 10-15 menit 3 kali dalam seminggu pada pukul 09.00-10.00 pagi (29 Maret 2020).[76]
  • Tim Gugus Tugas Pencegahan Penyebaran Covid-19 Maros menghimbau masyarakat Maros bila memiliki gejala pilek, batuk, sakit tenggorokan, demam tinggi untuk datang ke puskesmas-puskesmas atau menghubungi petugas puskesmas (1 April 2020).[77]
  • Tim Gugus Tugas Pencegahan Penyebaran Covid-19 Maros menghimbau masyarakat Maros untuk bersikap terbuka dan jujur terkait COVID-19 (1 April 2020).[77]
  • Pemerintah Kabupaten Maros terus memberikan pelayanan prima terhadap pasien positif COVID-19 yang melakukan isolasi mandiri. Pelayanan berupa tambahan makanan bergizi, seperti ikan, daging, ayam, sayuran, dan buah-buahan diberikan kepada pasien positif COVID-19 yang melakukan isolasi di rumah masing-masing. Makanan tambahan ini diberikan agar pasien positif bisa cepat sembuh.[78]
  • Pemerintah Kabupaten Maros juga memberikan bantuan sembako kepada masyarakat sekitar zona merah.[78]
  • Bupati Maros membagikan masker dan memberikan sosialisasi terkait pencegahan COVID-19 kepada warga di Pasar Lelong atau Pasar Pelelangan Ikan (PPI) Labuang Maros (16 April 2020).[79]
  • Bupati Maros memanjakan para pasien positif COVID-19 agar mereka betah tinggal di rumah dan segera sembuh sehingga segala kebutuhannya harus dipenuhi.[80][81]
  • Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Maros menerima bantuan logistik dari Pihak Polres Maros.[82]
  • Pihak Semen Bosowa Maros dan Manajemen Bosowa Peduli menyerahkan 400 Paket (Alat Pelindung Diri) APD kepada Pemerintah Kabupaten Maros.[83]

Tokoh Penanganan COVID-19 Maros[sunting | sunting sumber]

  • Andi Davied Syamsuddin, S.STP, M.Si : Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Maros
  • dr. Syarifuddin P., S.Ked : Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Maros
  • Ir. H. Muhammad Hatta Rahman, M.M : Bupati Maros, Penentu Kebijakan Penanganan COVID-19 di Kabupaten Maros
  • Andi Zulkifli Riswan Akbar : Camat Turikale, Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros
  • AkBP Musa Tampubolon, S.I.K., S.H. : Kapolres Maros

Fasilitas[sunting | sunting sumber]

  • RSUD Salewangang untuk rujukan pasien PDP Maros
  • Rumah Sakit AURI Dody Sardjoto Maros untuk rujukan pasien PDP Maros
  • RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar untuk rujukan pasien positif COVID-19 Maros
  • RS Dr. Tadjuddin Chalid Makassar untuk rujukan pasien positif COVID-19 Maros
  • RS Awal Bros Makassar untuk rujukan pasien positif COVID-19 Maros
  • Rumah Sakit Pendidikan Unhas untuk rujukan pasien positif COVID-19 Maros
  • Rumah susun untuk isolasi mandiri para positif COVID-19 Maros terkhusus OTG (Orang Tanpa Gejala)
  • Wisma untuk Tenaga Kesehatan Penanganan COVID-19 Maros
  • UPT Puskesmas Bantimurung untuk pemeriksaan ODP.
  • UPT Puskesmas Bonto Marannu untuk pemeriksaan ODP.
  • UPT Puskesmas Bontoa untuk pemeriksaan ODP.
  • UPT Puskesmas Camba untuk pemeriksaan ODP.
  • UPT Puskesmas Cenrana untuk pemeriksaan ODP.
  • UPT Puskesmas Lau untuk pemeriksaan ODP.
  • UPT Puskesmas Mallawa untuk pemeriksaan ODP.
  • UPT Puskesmas Mandai untuk pemeriksaan ODP.
  • UPT Puskesmas Maros Baru untuk pemeriksaan ODP.
  • UPT Puskesmas Marusu untuk pemeriksaan ODP.
  • UPT Puskesmas Moncongloe untuk pemeriksaan ODP.
  • UPT Puskesmas Simbang untuk pemeriksaan ODP.
  • UPT Puskesmas Tanralili untuk pemeriksaan ODP.
  • UPT Puskesmas Tompobulu untuk pemeriksaan ODP.
  • UPT Puskesmas Turikale untuk pemeriksaan ODP.

Kritik[sunting | sunting sumber]

Ketidakseriusan Menangani COVID-19 dari Segi Anggaran[sunting | sunting sumber]

Forum Pemuda Jawi-Jawi Desa Minasa Baji Kecamatan Bantimurung memberikan kritikan kepada Pemerintah Kabupaten Maros atau instansi terkait untuk serius mengatasi dan menangani masalah COVID-19 di Kabupaten Maros. Terutama di Desa Minasa Baji yang saat ini sudah menjadi zona merah. Lebih lanjut, Ketua Karang Taruna Desa Bontotallasa Kecamatan Simbang menilai jika Pemkab Maros tidak serius menangani virus Corona dari segi anggaran.[84]

Tidak Ada Tindakan Tegas[sunting | sunting sumber]

Pemkab Maros dinilai tidak ada perhatian serta tidak ada tindakan tegas kepada warga yang terdampak COVID-19. Bahkan sejak COVID-19 melanda warga Desa Minasa Baji Kecamatan Bantimurung telah melakukan upaya-upaya pencegahan penyebaran virus tersebut dengan melakukan penyemprotan di sekeliling Desa Minasa Baji Kecamatan Bantimurung dengan menggunakan alat seadanya serta bantuan dari swadaya masyarakat. Seharusnya ada bentuk perhatian yang dilakukan oleh Dinas terkait. Apalagi pasien positif COVID-19 terbanyak di Kecamatan Bantimurung di antara semua kecamatan di Kabupaten Maros.[84]

Positif COVID-19 Bebas Berkeliaran[sunting | sunting sumber]

Ketua Karang Taruna Desa Bontotallasa menilai tindakan Pemerintah Kabupaten hanya memeriksa atau mengambil sampel darah saja. Tidak ada tindakan lain. Sehingga warga yang positif mengisolasi diri dirumah tanpa diberi kejelasan dan tidak disuplai bantuan dari pihak Pemkab. Bahkan pihaknya mendapat informasi jika warga positif bebas berkeliaran karena hanya isolasi di rumah saja tanpa ada tindakan jelas.[84]

Ruang Isolasi Mandiri[sunting | sunting sumber]

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Maros, A Patarai Amir mengatakan seharusnya Pemerintah Daerah segera membuat ruang isolasi mandiri.[84]

Kebijakan[sunting | sunting sumber]

  • 29 Maret 2020: Bupati Maros menyatakan status wilayah Kabupaten Maros pada level Waspada COVID-19 pada 29 Maret-12 April 2020.[76]
  • 2 April 2020: Bupati Maros mengalokasikan dana sebesar Rp 6 miliar pada Dinas Kesehatan Kabupaten Maros sebagai garda terdepan dalam penanganan COVID-19.[85]
  • 6 April 2020: Bupati Maros menetapkan kebijakan kepada seluruh masyarakat untuk wajib selalu menggunakan masker ketika berada atau berkegiatan di luar rumah.[86]
  • 6 April 2020: Bupati Maros menetapkan kebijakan kepada seluruh masyarakat untuk menggunakan masker tidak hanya untuk orang sakit tetapi semua masyarakat agar menggunakan masker saat keluar rumah.[86]
  • 6 April 2020: Bupati Maros menetapkan kebijakan kepada seluruh masyarakat untuk dianjurkan menggunakan masker kain dan tidak menggunakan masker medis.[86]
  • 6 April 2020: Bupati Maros menetapkan kebijakan kepada seluruh masyarakat untuk penggunaaan masker medis dan N95 diprioritaskan untuk tenaga kesehatan dan warga yang sakit.[86]
  • 6 April 2020: Bupati Maros menetapkan kebijakan kepada seluruh masyarakat untuk tetap mengutamakan berada di rumah, menjaga jarak aman, sering mencuci tangan dengan sabun, dan melaksanakan etika batuk dan bersin.[86]
  • 6 April 2020: Bupati Maros menetapkan kebijakan kepada para camat, lurah, kepala desa agar mengingatkan warga untuk menggunakan masker sesuai standar kesehatan.[86]
  • 6 April 2020: Bupati Maros menetapkan kebijakan kepada para camat, lurah, kepala desa agar menggunakan anggaran dari belanja rutin kecamatan, kelurahan dan desa untuk pengadaan masker bagi warganya.[86]
  • 23 April 2020: Bupati Maros menetapkan waktu operasional Pasar Subuh di kompleks Pasar Rakyat Butta Salewangang Maros (Pasar Rakyat BSM) mulai pukul 04.00 - 07.00 WITA berlaku selama Ramadan.
  • 23 April 2020: Bupati Maros menetapkan waktu operasional Pasar Rakyat BSM mulai pukul 10.00 - 17.00 WITA berlaku selama Ramadan.
  • 23 April 2020: Bupati Maros menghimbau pengelola pasar rakyat untuk melakukan penyemprotan desinfektan pada setiap area di dalam lokasi pasar secara rutin serta menyediakan sarana untuk mencuci tangan di setiap pintu keluar-masuk pasar.

Dampak[sunting | sunting sumber]

  • Para pedagang pengepul kepiting di Kabupaten Maros mengakui dampak pandemi COVID-19 ini sangat dirasakan karena terjadi penurunan harga yang cukup drastis serta ketidakjelasan pasar di masa yang datang. Selama ini mereka menjual kepiting ke sebuah perusahaan yang berkantor di Kawasan Industri Makassar (KIMA), namun sejak 16 April 2020 mulai menghentikan pembelian dari nelayan.[87]
  • Banyak pekerja dirumahkan dan diPHK di Kabupaten Maros.[88][89]
  • Adanya kasus kematian di Kabupaten Maros disebabkan oleh pandemi koronavirus.
  • Adanya beberapa penutupan jalan masuk desa oleh warga setempat yang tersebar di Minasa Baji, Borikamase, Tenrigangkae, dan Labuaja.
  • Harga masker medis di Kabupaten Maros melonjak drastis per kotak di beberapa toko setelah seorang warga yang dinyatakan positif mengidap koronavirus. Pembelian karena panik juga dilaporkan sejak pertengahan Februari sebelum kasus pertama dikonfirmasi. Masker dan penyanitasi tangan sulit didapatkan masyarakat dalam beberapa jam setelah pemerintah mengumumkan adanya kasus COVID-19 di Indonesia. Presiden Indonesia Joko Widodo pun memperingatkan orang-orang agar tidak menimbun masker dan penyanitasi tangan. Polres Maros telah menindak para tersangka penimbun.
  • Adanya himbauan pelarangan mudik atau pulang kampung sementara ke Kabupaten Maros untuk perantau.[90]
  • Penutupan Sentra Kuliner Maros "Pantai Tak Berombak" selama sebulan.[91]
  • Pihak Lion Air melakukan penundaan penerbangan di Bandara Sultan Hasanuddin Mandai Maros.[92]
  • Harga bawang putih dan wortel mengalami kenaikan di Pasar Rakyat Butta Salewangan Maros.[93]
  • PT Angkasa Pura I SHIAM kehilangan 9 miliar per bulan dari dampak COVID-19.[94]
  • Pedagang pernak-pernik Ramadan dan busana muslim tahun ini sepi pembeli di Maros.[95]
  • Shalat Idul Fitri dilakukan di rumah.[96]
  • Liga SSB, Kursus Pelatih, hingga Seleksi Pemain Persim; Semua Tertunda [97]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b Muhammad Ikhsan WR, Andi (27 Maret 2020). "Kasus Pertama Covid-19 di Maros, Korban Pulang Umrah & Disambut Besar-besaran, Desa Diisolasi Dadakan". Tribun Timur. Diakses tanggal 14 April 2020. 
  2. ^ "Manado, Maros dan Gowa Jadi Transmisi Lokal Baru Covid-19". CNN Indonesia. 7 April 2020. Diakses tanggal 21 April 2020. 
  3. ^ "VIDEO TELECONFERENCE BUPATI MAROS BERSAMA WAGUB SUL-SEL". Pemerintah Daerah Kabupaten Maros Channel Youtube. 3 April 2020. Diakses tanggal 19 April 2020. 
  4. ^ BBC News (11 Februari 2020). "Coronavirus Disease Named COVID-19". BBC News. Diakses tanggal 22 Maret 2020. 
  5. ^ Hadi, Fadjar (13 Maret 2020). "COVID-19 Diduga Muncul Pertama Kali pada 17 November 2019 di Hubei". Kumparan. Diakses tanggal 22 Maret 2020. 
  6. ^ Mangihot, Johannes (19 Maret 2020). "Pasien Pertama di China Ditemukan, Seorang Berumur 55 Tahun dari Hubei". Kompas. Diakses tanggal 22 Maret 2020. 
  7. ^ Centers for Disease Control and Prevention (tanpa tanggal). "Coronavirus Disease 2019 (COVID-19)". U.S. Department of Health and Human Services. Diakses tanggal 22 Maret 2020. 
  8. ^ Hessen, Margaret Trexler (27 Januari 2020). "Novel Coronavirus Information Center". Elsevier. Diakses tanggal 22 Maret 2020. 
  9. ^ World Health Organization (9 Maret 2020). "Question and Answer on Coronaviruses (COVID-19)". World Health Organization. Diakses tanggal 22 Maret 2020. 
  10. ^ World Health Organization (11 Maret 2020). "WHO Director-General's Opening Remarks at the Media Briefing on COVID-19 - 11 March 2020". World Health Organization. Diakses tanggal 14 Maret 2020. 
  11. ^ Damaledo, Yandri Daniel (12 Maret 2020). "COVID-19 Jadi Pandemi, Apa Bedanya dengan Wabah dan Endemi?". Kumparan. Diakses tanggal 22 Maret 2020. 
  12. ^ BBC News (13 Maret 2020). "Koronavirus: Status Pandemi Global, Pemerintah 'Harus Lebih Keras' Telusuri Pasien COVID-19". BBC News. Diakses tanggal 22 Maret 2020. 
  13. ^ "Full Wawancara Gubernur Sul Sel dan Bupati Maros terkait Penaganan Covid 19 Di Maros". YouTube Pemerintah Daerah Kabupaten Maros. 9 Mei 2020. Diakses tanggal 11 Mei 2020. 
  14. ^ a b Muhammad Ikhsan, Andi (28 Maret 2020). "Pasien Positif Corona di Maros Bertambah 1 Orang". Tribun Timur. Diakses tanggal 15 April 2020. 
  15. ^ Maros, Berita (28 Maret 2020). "Satu Warga Perumahan Otban Mandai Maros Positif Covid-19". Berita Maros. Diakses tanggal 17 April 2020. 
  16. ^ Bakrie, Muhammad (28 Maret 2020). "Kepala Otoritas Bandara Makassar Positif Corona, Tak Ada Gejala Berat". Detik. Diakses tanggal 17 April 2020. 
  17. ^ a b Muhammad Ikhsan, Andi (29 Maret 2020). "Pasien Positif Corona di Kabupaten Maros Sudah 3 Orang". Tribun Timur. Diakses tanggal 15 April 2020. 
  18. ^ Amiruddin, Herman (2 April 2020). "Pria 62 Tahun Ini Jadi Pasien Sembuh Pertama Covid-19 di Maros". Sulsel Inews. Diakses tanggal 15 April 2020. 
  19. ^ "Sudah 6 Orang Positif Covid-19 di Maros, 1 Sembuh". Kabar News. 1 April 2020. Diakses tanggal 22 April 2020. 
  20. ^ "Warga Maros Positif Covid-19 Bertambah Jadi 6 Orang". BeritaMaros. 2 April 2020. Diakses tanggal 22 April 2020. 
  21. ^ "Pasien Positif COVID-19 di Maros Bertambah Tiga Orang". Celebes Media. 2 April 2020. Diakses tanggal 22 April 2020. 
  22. ^ Muhammad Ikhsan WR, Andi (4 April 2020). "Positif Virus Corona, Perawat Ini Tidak Pernah Tercatat Sebagai ODP dan PDP di Kabupaten Maros". Tribun Timur. Diakses tanggal 19 April 2020. 
  23. ^ Maros, Berita (6 April 2020). "Warga Maros Positif Covid-19 Jadi 11 Orang". BeritaMaros.com. Diakses tanggal 19 April 2020. 
  24. ^ "Sembuh 1, Total Pasien Positif Corona di Maros 10 Orang". Kabar News. 6 April 2020. Diakses tanggal 19 April 2020. 
  25. ^ Muhammad, Fahril (8 April 2020). "NEWSPositif Covid-19 Sudah 12 Orang, Tambahannya dari Minasa Baji". Matamaros.com. Diakses tanggal 24 April 2020. 
  26. ^ Maros, Berita (10 April 2020). "Sudah 16 Orang Warga Maros Positif Covid-19". Beritamaros.com. Diakses tanggal 25 April 2020. 
  27. ^ Maros, Berita (11 April 2020). "Warga Maros Positif Covid-19 Jadi 18 Orang". Beritamaros.com. Diakses tanggal 25 April 2020. 
  28. ^ Bakrie, Moehammad (14 April 2020). "Satu Pasien Positif Corona di Maros Sulsel Meninggal Dunia". Detik. Diakses tanggal 15 April 2020. 
  29. ^ Muhammad Ikhsan WR, Andi (14 April 2020). "Ini Alasan Pasien Covid-19 Asal Maros Dimakamkan di Gowa". Tribun Timur. Diakses tanggal 19 April 2020. 
  30. ^ Muhammad Ikhsan WR, Andi (14 April 2020). "Pasien Covid-19 Asal Maros Dimakamkan di Gowa, Begini Tanggapan Keluarganya". Tribun Timur. Diakses tanggal 19 April 2020. 
  31. ^ Muhammad Ikhsan WR, Andi (18 April 2020). "Update Corona Maros, Positif Covid-19 Bertambah Satu". Tribun Timur. Diakses tanggal 18 April 2020. 
  32. ^ "Satu Tenaga Medis Asal Maros Dinyatakan Positif Covid-19". Tribun Timur. 18 April 2020. Diakses tanggal 19 April 2020. 
  33. ^ a b Muhammad Ikhsan, Andi (19 April 2020). "Tambahan Pasien Positif Corona di Maros Berasal dari Kecamatan Mandai". Tribun Timur. Diakses tanggal 19 April 2020. 
  34. ^ Muhammad Ikhsan WR, Andi (20 April 2020). "Update Corona Maros, Pasien Positif Corona Bertambah Satu, Pasien Sembuh Bertambah Tiga". Tribun Timur. Diakses tanggal 20 April 2020. 
  35. ^ a b Muhammad Ikhsan WR, Andi (19 April 2020). "Update Covid-19 Kabupaten Maros, Pasien Positif Bertambah". Tribun Timur. Diakses tanggal 20 April 2020. 
  36. ^ Muhammad, Fahril (22 April 2020). "Positif Covid-19 Bertambah, Ada Bocah 10 Tahun di Mandai". Matamaros.com. Diakses tanggal 23 April 2020. 
  37. ^ Muhammad Ikhsan WR, Andi (25 April 2020). "Update Corona Maros, Positif Corona Bertambah 2, Ada Riwayat Kontak Pasien Covid-19 di Bandara". Tribun Timur. Diakses tanggal 25 April 2020. 
  38. ^ a b Muhammad Ikhsan, Andi (24 April 2020). "Update Covid-19 di Kabupaten Maros, Pasien Positif Bertambah 2 Orang". Tribun Timur. Diakses tanggal 24 April 2020. 
  39. ^ Maros, Berita (24 April 2020). "Pasien Positif Covid-19 Maros Bertambah 2 dan Sembuh Jadi 9 Orang". Beritamaros.com. Diakses tanggal 25 April 2020. 
  40. ^ a b Muhammad Ikhsan WR, Andi (29 April 2020). "Update Corona Maros, Pasien Positif Corona Bertambah Satu, Total 27 Kasus". Tribun Timur. Diakses tanggal 29 April 2020. 
  41. ^ a b Muhammad Ikhsan WR, Andi (1 Mei 2020). "Update Corona Maros, Dua Tambahan Pasien Positif dan Satu PDP Meninggal". Tribun Timur. Diakses tanggal 1 Mei 2020. 
  42. ^ Muhammad Ikhsan WR, Andi (2 Mei 2020). "Update Corona Maros, Satu Tambahan Pasien Positif Covid-10 dari Klaster Bandara". Tribun Timur. Diakses tanggal 2 Mei 2020. 
  43. ^ Muhammad Ikhsan WR, Andi (3 Mei 2020). "Pasien Positif Covid-19 Asal Maros Bertambah, Satu Dinyatakan Sembuh". Tribun Timur. Diakses tanggal 3 Mei 2020. 
  44. ^ Muhammad Ikhsan WR, Andi (4 Mei 2020). "Pasien Positif Corona di Maros Bertambah Dua Orang, Merupakan Satu Keluarga". Tribun Timur. Diakses tanggal 4 Mei 2020. 
  45. ^ a b Muhammad Ikhsan, Andi (3 Mei 2020). "Pasien Positif Covis -19 di Kabupaten Maros Bertambah 2, Total 33 Kasus". Tribun Timur. Diakses tanggal 3 Mei 2020. 
  46. ^ Anthony, Rio (4 Mei 2020). "Satu Keluarga Positif Covid-19 di Maros". Tagar.id. Diakses tanggal 6 Mei 2020. 
  47. ^ Muhammad Ikhsan WR, Andi (6 Mei 2020). "Pasien Positif Corona Asal Maros Meninggal Malam Ini". Tribun Timur. Diakses tanggal 6 Mei 2020. 
  48. ^ Muhammad Ikhsan WR, Andi (8 Mei 2020). "Tiga Tambahan Kasus Positif di Kabupaten Maros, 1 Dinyatakan Sembuh". Tribun Timur. Diakses tanggal 9 Mei 2020. 
  49. ^ a b Muhammad, Fahril (12 Mei 2020). "Rekor… Pasien Positif Covid-19 di Maros Bertambah 6 Orang". matamaros.com. Diakses tanggal 13 Mei 2020. 
  50. ^ a b Muhammad, Fahril (13 Mei 2020). "Pekerja di Bandara Positif Covid-19; Kakek, Nenek, hingga Bayinya Juga Terinfeksi". matamaros.com. Diakses tanggal 13 Mei 2020. 
  51. ^ a b Muhammad Ikhsan WR, Andi (16 Mei 2020). "Dua Orang Tambahan Positif Covid -19 di Kabupaten Maros, Kini Sudah 48 Kasus". Tribun Timur. Diakses tanggal 16 Mei 2020. 
  52. ^ Muhammad Ikhsan WR, Andi (17 Mei 2020). "Tiga Tambahan Pasien Covid -19 di Kabupaten Maros, Total Sudah 51 Kasus". Tribun Timur. Diakses tanggal 17 Mei 2020. 
  53. ^ "Bepergian Hanya ke Pasar, Riwayat Kontak Pasien di Camba Belum Diketahui". matamaros.com. 19 Mei 2020. Diakses tanggal 19 Mei 2020. 
  54. ^ "Camba Jebol, Pasien Positif Pertama Covid-19 Warga Pattiro Deceng". matamaros.com. 18 Mei 2020. Diakses tanggal 18 Mei 2020. 
  55. ^ Muhammad Ikhsan WR, Andi (25 Mei 2020). "Dua Tambahan Pasien Positif Covid-19 di Kabupaten Maros". Tribun Timur. Diakses tanggal 26 Mei 2020. 
  56. ^ Muhammad Ikhsan, Andi (1 April 2020). "Pasien Corona Dinyatakan Sembuh & Pulang ke Rumah, Isolasi Desa Tenrigangkae Maros Dihentikan". Tribun Timur. Diakses tanggal 15 April 2020. 
  57. ^ Muhammad Ikhsan, Andi (2 April 2020). "Update Covid-19 di Maros, Jumlah Positif Corona Bertambah, 1 Sembuh". Tribun Timur. Diakses tanggal 15 April 2020. 
  58. ^ Muhammad Ikhsan, Andi (4 April 2020). "Update Covid-19 di Kabupaten Maros, Positif 7, ODP 105, PDP 7 Orang". Tribun Timur. Diakses tanggal 15 April 2020. 
  59. ^ Muhammad Ikhsan, Andi (6 April 2020). "Update Covid -19 di Kabupaten Maros, PDP Turun Jadi 4 Orang, Positif Naik 11 Orang". Tribun Timur. Diakses tanggal 15 April 2020. 
  60. ^ Muhammad Ikhsan, Andi (8 April 2020). "Update Covid -19 di Kabupaten Maros, ODP 120, PDP 10 dan Positif 12". Tribun Timur. Diakses tanggal 15 April 2020. 
  61. ^ Muhammad Ikhsan, Andi (11 April 2020). "Update Covid-19 Maros, Pasien Positif Bertambah 4 Orang". Tribun Timur. Diakses tanggal 15 April 2020. 
  62. ^ Nursam, Muhammad. "Bertambah, Jumlah Pasien Covid-19 di Maros Kini 18 Orang". Fajar.co.id. Diakses tanggal 2020-04-14. 
  63. ^ Muhammad Ikhsan, Andi (11 April 2020). "Update Covid-19 di Kabupaten Maros, Pasien Positif 18 Orang". Tribun Timur. Diakses tanggal 15 April 2020. 
  64. ^ Muhammad Ikhsan, Andi (15 April 2020). "1 Pasien Positif Covid-19 Asal Maros Meninggal, Hasil Swab Keluarga Negatif". Tribun Timur. Diakses tanggal 15 April 2020. 
  65. ^ Muhammad Ikhsan, Andi (15 April 2020). "Update Covid -19 di Kabupaten Maros, Pasien Positif 19 Orang". Tribun Timur. Diakses tanggal 15 April 2020. 
  66. ^ Muhammad Ikhsan, Andi (17 April 2020). "Update Covid -19 di Kabupaten Maros, ODP 150, PDP 15 dan Positif 20 Orang". Tribun Timur. Diakses tanggal 17 April 2020. 
  67. ^ "Kabar Baik! 3 Warga Bantimurung Maros Sembuh dari Covid-19". Kabar News. 20 April 2020. Diakses tanggal 22 April 2020. 
  68. ^ Muhammad Ikhsan, Andi (2 April 2020). "Update Covid -19 di Kabupaten Maros, ODP Bertambah 5 Orang, dan Positif 3 Kasus". Tribun Timur. Diakses tanggal 23 April 2020. 
  69. ^ Muhammad Ikhsan, Andi (1 Mei 2020). "Update Covid-19 Maros Jumat 1 Mei 2020, Satu Kasus Baru, Total Positif Jadi 30 Pasien". Tribun Timur. Diakses tanggal 2 Mei 2020. 
  70. ^ Muhammad Ikhsan, Andi (2 Mei 2020). "Update Data Covid -19 di Kabupaten Maros, Ada Tambahan Satu Pasien Positif". Tribun Timur. Diakses tanggal 3 Mei 2020. 
  71. ^ "List Data Jumlah Pasien Covid-19". maroskab.go.id/covid19. Diakses tanggal 2020-04-16. 
  72. ^ "Sulsel Tanggap COVID-19 Peta". covid19.sulselprov.go.id. Diakses tanggal 2020-04-24. 
  73. ^ "Sulsel Tanggap COVID-19 Data Antar Kabupaten/Kota". covid19.sulselprov.go.id. Diakses tanggal 2020-05-26. 
  74. ^ Bakrie, Moehammad (27 Maret 2020). "Maros Laporkan Kasus Corona Pertamanya, Pasien Kakek 62 Tahun". Detik. Diakses tanggal 14 April 2020. 
  75. ^ a b c Bakrie, Moehammad (12 April 2020). "Pemkab Maros Jadikan Rusun untuk Isolasi Pasien Positif Corona Tanpa Gejala". Detik. Diakses tanggal 14 April 2020. 
  76. ^ a b c d e f g "Himbauan Bupati Maros tentang Peningkatan Status Waspada Covid-19 di Kabupaten Maros". Pemerintah Daerah Kabupaten Maros Channel Youtube. 29 Maret 2020. Diakses tanggal 18 April 2020. 
  77. ^ a b "Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kab.Maros tentang Penanganan pandemi Virus Covid-19". Pemerintah Daerah Kabupaten Maros Channel Youtube. 1 April 2020. Diakses tanggal 14 April 2020. 
  78. ^ a b Muhammad Ikhsan WR, Andi (15 April 2020). "Pemkab Maros Beri Pelayanan Prima ke Pasien Positif Covid-19 yang Isolasi Mandiri". Tribun Timur. Diakses tanggal 18 April 2020. 
  79. ^ Muhammad Ikhsan WR, Andi (16 April 2020). "Bupati Maros Hatta Rahman Bagikan Masker di Pasar Lelong Maros". Tribun Timur. Diakses tanggal 18 April 2020. 
  80. ^ "Lagi, Bupati Maros Suplai Coto dan Buah Ke Pasien Positif Covid-19". maroskab.go.id. 17 April 2020. Diakses tanggal 26 April 2020. 
  81. ^ "Menu Harian Pasien Positif Covid Ditambah, Pasien Sembuh Diisolasi di Hotel". maroskab.go.id. 16 April 2020. Diakses tanggal 26 April 2020. 
  82. ^ "Sekda terima Bantuan Logistik Penanganan Dampak Covid-19 dari Polres Maros". maroskab.go.id. 15 April 2020. Diakses tanggal 26 April 2020. 
  83. ^ "Bupati Maros Terima Langsung Bantuan 400 Paket APD dari Pihak Semen Bosowa". maroskab.go.id. 14 April 2020. Diakses tanggal 26 April 2020. 
  84. ^ a b c d Alfarisi, Rasid (12 April 2020). "Pemkab Maros Dituding Tak Punya Konsep Tangani Covid-19". Fajar. Diakses tanggal 17 April 2020. 
  85. ^ "Tangani Covid-19, Bupati Adakan Rapat Terbatas Intern Pergeseran Anggaran". maroskab.go.id. 2 April 2020. Diakses tanggal 26 April 2020. 
  86. ^ a b c d e f g "Tindaklanjuti Himbauan Presiden Terkait Penggunaan Masker, Bupati Terbitkan Surat Edaran". maroskab.go.id. 6 April 2020. Diakses tanggal 26 April 2020. 
  87. ^ Chandra, Wahyu (21 April 2020). "Terdampak COVID-19, Nelayan Harus Diberi Perhatian Khusus". Mongabay. Diakses tanggal 22 April 2020. 
  88. ^ "Terbaru 970 Perusahaan Sulsel Terdampak Corona atau Covid-19, 12.197 Orang Dirumahkan dan PHK". Tribun Timur. 20 April 2020. Diakses tanggal 22 April 2020. 
  89. ^ Anthony, Rio (15 April 2020). "Pekerja Terdampak Corona di Maros Diberi Kompensasi". Tagar.id. Diakses tanggal 22 April 2020. 
  90. ^ Herman, Amiruddin (6 April 2020). "7 Orang Positif Corona di Maros Sulsel, Warga Diminta Tak Mudik". Okezone News. Diakses tanggal 22 April 2020. 
  91. ^ Nur Permatasari, Anjani (15 April 2020). "Dampak Corona, Harga Bumbu Dapur di Sulawesi Utara Naik Hampir 100 Persen". Kompas TV. Diakses tanggal 22 April 2020. 
  92. ^ Muhammad Ikhsan WR, Andi (3 Mei 2020). "Penerbangan Khusus Lion Air Group Ditunda, Bandara Sultan Hasanuddin Makassar Terpantau Sepi". Tribun Timur. Diakses tanggal 4 Mei 2020. 
  93. ^ Muhammad Ikhsan WR, Andi (3 Mei 2020). "Harga Bawang Putih dan Wortel Naik di Pasar Rakyat Butta Salewangan Maros". Tribun Timur. Diakses tanggal 4 Mei 2020. 
  94. ^ Muhammad Ikhsan WR, Andi (5 Mei 2020). "Puluhan Pesawat 'Parkir', Angkasa Pura I SHIAM Kehilangan Rp 9 M Sebulan". Tribun Timur. Diakses tanggal 5 Mei 2020. 
  95. ^ Muhammad Ikhsan WR, Andi (9 Mei 2020). "Dampak Corona, Pedagang Busana Muslim di Maros Tak Lagi Ramai Pembeli". Tribun Timur. Diakses tanggal 11 Mei 2020. 
  96. ^ Muhammad Ikhsan WR, Andi (20 Mei 2020). "Pandemi Corona, Shalat Idul Fitri di Maros Juga Dilakukan di Rumah". Tribun Timur. Diakses tanggal 20 Mei 2020. 
  97. ^ Muhammad, Fahril (27 April 2020). "Liga SSB, Kursus Pelatih, hingga Seleksi Pemain Persim; Semua Tertunda". matamaros.com. Diakses tanggal 20 Mei 2020. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]