Pandemi COVID-19 di Sulawesi Selatan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Pandemi COVID-19 di Sulawesi Selatan
PenyakitCOVID-19
Galur virusSARS-CoV-2
LokasiSulawesi Selatan, Indonesia
Kasus pertamaMakassar
Tanggal kemunculan19 Maret 2020 (2020-03-19)
Kasus terkonfirmasi17.526 [1][2]
Kasus dirawat
2.048 [1][2]
Kasus sembuh15.033 [1][2]
Kematian
445 [1][2]
Situs web resmi
covid19.sulselprov.go.id

Dari 3.293 kasus pandemi COVID-19 di Indonesia hingga 9 April, 138 kasus di antaranya berasal dari Sulawesi Selatan, dengan 23 kasus di antaranya sembuh, sementara 8 kasus lainnya meninggal.

Sebaran kasus[sunting | sunting sumber]

Keterangan:

       Daerah yang aman dari Covid-19
      Daerah yang tidak aman dari Covid-19
No. Kabupaten/Kota Dirawat Sembuh Meninggal Jumlah Kasus Positif Persentase Status
1. Kota Makassar 663 467 87 1217 67,46 % Tidak Aman
2. Kabupaten Gowa 28 17 6 51 7,18 % Tidak Aman
3. Kabupaten Maros 25 12 2 39 5,49 % Tidak Aman
4. Kabupaten Luwu Utara 25 0 0 25 3,52 % Tidak Aman
5. Kabupaten Sidenreng Rappang 9 13 0 22 3,09 % Tidak Aman
6. Kota Parepare 15 1 0 16 2,25 % Tidak Aman
7. Kabupaten Luwu Timur 14 1 0 15 2,13 % Tidak Aman
8. Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan 7 2 1 10 1,40 % Tidak Aman
9. Kabupaten Soppeng 8 0 1 9 1,26 % Tidak Aman
10. Kabupaten Sinjai 7 0 0 7 0,98 % Tidak Aman
11. Kabupaten Bulukumba 5 1 0 6 0,84 % Tidak Aman
12. Kabupaten Bone 5 0 0 5 0,70 % Tidak Aman
13. Kabupaten Pinrang 2 3 0 5 0,70 % Tidak Aman
14. Kabupaten Takalar 2 3 0 5 0,70 % Tidak Aman
15. Kabupaten Enrekang 3 0 1 4 0,56 % Tidak Aman
16. Kabupaten Tana Toraja 0 3 0 3 0,42 % Tidak Aman
17. Kabupaten Luwu 2 0 1 3 0,42 % Tidak Aman
18. Kabupaten Jeneponto 1 0 0 1 0,14 % Tidak Aman
19. Kabupaten Bantaeng 1 0 0 1 0,14 % Tidak Aman
20. Kota Palopo 0 1 0 1 0,14 % Tidak Aman
21. Kabupaten Kepulauan Selayar 1 0 0 1 0,14 % Tidak Aman
22. Kabupaten Barru 0 1 0 1 0,14 % Tidak Aman
23. Kabupaten Wajo 0 1 0 1 0,14 % Tidak Aman
24. Kabupaten Toraja Utara 0 0 0 0 0 Aman
Total 403 260 47 710 100 %
Sumber Data: Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan per 22 April 2020[3]

Garis waktu[sunting | sunting sumber]

  • 25 Maret
    • Tambahan 9 kasus.[4]
  • 26 Maret
    • Tambahan 14 kasus.[5]
  • 27 Maret
    • Tambahan 2 kasus.[6]
  • 28 Maret
    • Tambahan 4 kasus.[7]
  • 29 Maret
    • Tambahan 15 kasus.[8]
  • 1 April
    • Tambahan 15 kasus.[9]
  • 3 April
    • Tambahan 16 kasus.[10]
  • 5 April
    • Tambahan 3 kasus.[11]
  • 6 April
    • Tambahan 30 kasus.[12]
  • 7 April
    • Tambahan 15 kasus.[13]
  • 9 April
    • Tambahan 10 kasus.[14]

Klaster[sunting | sunting sumber]

Salah satu klaster di Sulawesi Selatan adalah ijtima ulama yang diadakan di Gowa.[15]

Tanggapan[sunting | sunting sumber]

Ramainya kasus positif koronavirus membuat Gubernur Nurdin Abdullah menyebut pandemi koronavirus di luar perkiraannya.[16]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c d "Peta Sebaran". Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional. 20 Oktober 2020. 
  2. ^ a b c d "Indonesia COVID-19 Dashboard". ArcGIS. Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional. 20 Oktober 2020. 
  3. ^ "Sulsel Tanggap COVID-19 Data Antar Kabupaten/Kota". covid19.sulselprov.go.id. Diakses tanggal 22 April 2020. 
  4. ^ Pramudiarja, Uyung (25 Maret 2020). "Ada 105 Kasus Baru Positif Corona di Indonesia, Ini Sebarannya". Detik. Diakses tanggal 25 Maret 2020. 
  5. ^ Pramudiarja, Uyung (26 Maret 2020). "Sebaran 103 Kasus Baru Positif Corona di Indonesia 26 Maret". Detik. Diakses tanggal 26 Maret 2020. 
  6. ^ Pramudiarja, Uyung (27 Maret 2020). "Sebaran 153 Kasus Baru Positif Corona di Indonesia 27 Maret". Detik. Diakses tanggal 27 Maret 2020. 
  7. ^ Pramudiarja, Uyung (28 Maret 2020). "Sebaran 102 Kasus Baru Positif Corona di Indonesia 28 Maret". Detik. Diakses tanggal 28 Maret 2020. 
  8. ^ Pramudiarja, Uyung (29 Maret 2020). "Sebaran 130 Kasus Baru Positif Corona di Indonesia 29 Maret". Detik. Diakses tanggal 29 Maret 2020. 
  9. ^ Pramudiarja, Uyung (1 April 2020). "Sebaran 149 Kasus Baru Positif Corona di Indonesia 1 April". Detik. Diakses tanggal 1 April 2020. 
  10. ^ Azizah, Khadijah Nur (3 April 2020). "Sebaran 196 Kasus Baru Positif Corona di Indonesia 3 April". Detik. Diakses tanggal 3 April 2020. 
  11. ^ Sagita, Nafilah Sri (5 April 2020). "Sebaran 181 Kasus Baru Positif Corona di Indonesia 5 April". Detik. Diakses tanggal 5 April 2020. 
  12. ^ Azizah, Khadijah Nur (6 April 2020). "Sebaran 218 Kasus Baru Positif Corona di Indonesia 6 April". Detik. Diakses tanggal 6 April 2020. 
  13. ^ Pramudiarja, Uyung (7 April 2020). "Sebaran 247 Kasus Baru Positif Corona di Indonesia 7 April". Detik. Diakses tanggal 7 April 2020. 
  14. ^ Azizah, Khadijah Nur (9 April 2020). "Sebaran 337 Kasus Baru Positif Corona di Indonesia 9 April". Detik. Diakses tanggal 9 April 2020. 
  15. ^ "Bom Waktu Covid-19 Klaster Ijtima Gowa di Jawa Tengah". Liputan6.com. 7 Mei 2020. 
  16. ^ "Virus Corona di Sulsel Menyebar di Luar Prediksi". Detik. 10 April 2020. Diakses tanggal 10 April 2020. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]