Tanralili, Maros

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Tanralili
Peta Kecamatan Tanralili.jpg
Peta lokasi Kecamatan Tanralili
Negara Indonesia
ProvinsiSulawesi Selatan
KabupatenMaros
Pemerintahan
 • CamatAndi Irfan Paharuddin (sekarang)
Kodepos
90553[1]
Luas84,46 km² tahun 2017
Kepadatan293,92 jiwa/km²[2] tahun 2017
Desa/kelurahan8 (total)
7 desa
1 kelurahan

Tanralili adalah nama sebuah kecamatan yang berada di wilayah kabupaten Maros, provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Ibu kota kecamatan ini berada di Ammarang dengan jarak 10 km dari kota Turikale yang merupakan ibu kota dan pusat pemerintahan kabupaten Maros. Kecamatan Tanralili kala itu dibentuk berdasarkan Peraturan Pemerintah RI Nomor 28 Tahun 1992 Pasal 7 dari hasil pemekaran wilayah kecamatan Mandai. Pembentukan wilayah kecamatan Tanralili dimulai pada tanggal 23 mei 1992 dengan membawahi 6 desa.

Daerah ini merupakan wilayah bekas Kerajaan Tanralili yang diperintah oleh seorang raja bergelar Karaeng Tanralili, adapun susunan raja yang memerintah dari masa ke masa adalah sebagai berikut:

  1. Lamappaware daeng Ngirate (Batara Tanralili) matinroa ri Tompo Bulu (raja ke-I)
  2. Idaeng Tanralili matinroa ri Masale (raja ke-II)
  3. I Lele daeng rimoncong matinroa ri Tallo (raja ke-III)
  4. Ipangjanggau daeng mamala matinroa ri Solojirang (raja ke-IV)
  5. Imalluluang daeng mannimbangi matinroa ri Cidu Toa (raja ke-V)
  6. Icalla daeng mabbunga karaeng Borong (raja ke-VI)
  7. Inyimpung daeng palallo (raja ke-VII)
  8. I Toe daeng pagajang tallea ri Bima (raja ke-VIII)
  9. Ipungruang daeng mangngati matinroe ri Bengkalis (raja ke-IX)
  10. I Burane (Abd. Gani) daeng manromo karaeng jawayya (raja ke-X)
  11. I Nanggong daeng Mattimu (raja ke-XI)
  12. Andi ABDULLAH daeng Mattimu (raja ke-XII)
  13. Andi Baduddin daeng Mannuntungi (raja ke-XIII)

Tanralili merupakan kerajaan terbesar kedua dalam jajaran Toddo Limayya ri Marusu, kekuasaannya meliputi 40 buah kampung dengan pusat pemerintahan awal berada di Masale dan selanjutnya dipindahkan ke Ammarang saat pemerintahan raja Tanralili ke-VI. Wilayah Tanralili didiami oleh kelompok masyarakat yang terkenal memiliki tempramen dan watak yang keras dan mudah tersinggung sehingga daerah itu dinamakan tenrilili (tanralili) yang berarti "tak dapat di tundukkan".

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Wilayah Kabupaten Maros dalam sejarahnya telah mengalami pemekaran wilayah, termasuk didalamnya wilayah Tanralili. Pada tanggal 4 Juli 1959, secara administratif Kabupaten Maros resmi dibentuk sebagai Daerah Swantantra tingkat II, ibu kota berkedudukan di Kota Maros, dan kuota jumlah Dewan Perwakilan Rakyat Daerah adalah 15 orang anggota melalui dasar hukum Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 1959 Bab I Pasal 1, 2 & 3. Kabupaten Maros pada saat itu membawahi beberapa distrik adat gemeenschap yaitu: Distrik Simbang, Distrik Bontoa, Distrik Tanralili, Distrik Raya (Lau), Distrik Turikale, Distrik Marusu, Distrik-distrik dari federasi Gallarang Appaka, dan Distrik-distrik dari federasi Lebbotengae.

Setelah kemerdekaan Republik Indonesia diproklamasikan, maka struktur pemerintahan yang ada kemudian mengalami perubahan. Distrik adat gemeenschap yang sebelumnya diformulasikan ke dalam bentuk distrik harus pula menyesuaikan sejak tanggal 19 Desember 1961 Kabupaten Maros tidak lagi terdiri dari distrik tetapi terbagi ke dalam 4 (empat) Kecamatan. Pada tanggal 1 Juni 1963, Undang-Undang Nomor 29 Tahun 1959 mulai diberlakukan. Distrik/Daerah Adat/Kerajaan Lokal kemudian menghilang dari permukaan sejarah dengan dibentuknya kecamatan-kecamatan. 4 (empat) kecamatan yang terbentuk pada waktu itu sebagai berikut:

  1. Distrik Turikale, Marusu', Lau', dan Bontoa dilebur menjadi Kecamatan Maros Baru.
  2. Distrik Simbang dan beberapa wilayah dari distrik tetangganya dilebur menjadi Kecamatan Bantimurung.
  3. Distrik-distrik dari federasi “Lebbo' Tengngae” dilebur menjadi Kecamatan Camba.
  4. Distrik Tanralili dan beberapa wilayah dari federasi Gallarang Appaka dilebur menjadi Kecamatan Mandai.

Selanjutnya pada tahun 1986 mulai dilakukan perencanaan pemekaran menjadi tujuh kecamatan. Pada tahun 1989, terjadi pemekaran wilayah kecamatan dengan dibentuknya 3 Kecamatan Perwakilan yakni:

  1. Kecamatan Tanralili
  2. Kecamatan Mallawa
  3. Kecamatan Maros Utara

Kemudian pada hari kamis, tanggal 22 agustus 1996, DPD II KNPI Kabupaten Maros mengadakan “Seminar Pemekaran dan Perubahan Nama Kecamatan” dengan berlandaskan latar belakang kesejarahan sekaligus sebagai pemantapan “jati diri Maros” melalui kilas balik sejarah. Upaya DPD II KNPI Maros pada waktu itu mendapat apresiasi dan sambutan hangat dari para budayawan dan pemerhati sejarah. Nama yang sarat dengan muatan historis memang punya arti tersendiri, terutama bagi orang-orang yang menghormati jati dirinya.

Bertolak dari hasil seminar tersebut, maka Bupati KDH Tingkat II Maros, alm. H. Nasrun A. Amrullah (cucu langsung dari H. Andi Page Manyanderi Petta Ranreng, Petta Imam Turikale III), lewat Surat Bupati KDH Tingkat II Maros, No.146.1/276/Pem. Tgl. 19 September 1996, meminta Persetujuan DPRD Tingkat II Maros untuk Pembentukan/Pemekaran Kecamatan. DPRD Tingkat II Maros kemudian membentuk panitia khusus yang kemudian membahas dan menetapkan pembentukan/pemekaran kecamatan yang telah ada serta diberi nama sesuai dengan nama distrik yang pernah ada.

Pada tahun 2000 menjadi 12 kecamatan dan pada tanggal 3 agustus 2001, dilakukan pembentukan Kecamatan Moncongloe dan Kecamatan Lau serta perubahan nama Kecamatan Maros Utara menjadi Kecamatan Bontoa melalui Peraturan Daerah Kabupaten Maros No. 17 Tahun 2001. Pada Perda ini, wilayah Kecamatan Lau diambil dari sebagian wilayah Kecamatan Maros Baru (Kelurahan Allepolea, Kelurahan Soreang, Kelurahan Maccini Baji, dan Kelurahan Mattiro Deceng) dan sebagian wilayah Kecamatan Maros Utara (Desa Marannu dan Desa Bonto Marannu). Wilayah Kecamatan Lau ini diterapkan pada bab II pasal 2 ayat 1, 2, dan 3. Untuk wilayah Kecamatan Moncongloe diambil dari sebagian wilayah Kecamatan Mandai (Desa Moncongloe, Desa Moncongloe Lappara, Desa Moncongloe Bulu, Desa Bonto Bunga, dan Desa Bonto Marannu). Wilayah Kecamatan Lau ini diterapkan pada bab II pasal 3 ayat 1, 2, dan 3. Untuk perubahan nama Kecamatan Maros Utara menjadi Kecamatan Bontoa ini diterapkan pada bab III pasal 4 ayat 1. Wilayah Kecamatan Bontoa berkurang setelah Desa Marannu dan Bonto Marannu masuk dalam wilayah administratif Kecamatan Lau. Sekarang wilayah Kecamatan Bontoa meliputi Kelurahan Bontoa, Desa Bonto Bahari, Desa Ampekale, Desa Tunikamaseang, Desa Tupabbiring, Desa Minasa Upa, Desa Salenrang, Desa Pajukukang, dan Desa Bontolempangan. Wilayah Kecamatan Bontoa ini diterapkan pada bab III pasal 4 ayat 2. Wilayah Kecamatan Maros Baru berkurang setelah Kelurahan Allepolea, Kelurahan Soreang, Kelurahan Maccini Baji, dan Kelurahan Mattiro Deceng masuk dalam wilayah administratif Kecamatan Lau. Sekarang wilayah Kecamatan Maros Baru meliputi Kelurahan Pallantikang, Kelurahan Baju Bodoa, Kelurahan Baji Pamai, Desa Mattirotasi, Desa Majannang, Desa Borikamase, dan Desa Borimasunggu. Wilayah Kecamatan Maros Baru ini diterapkan pada bab IV pasal 6 ayat 2. Wilayah Kecamatan Mandai berkurang setelah Desa Moncongloe, Desa Moncongloe Lappara, Desa Moncongloe Bulu, Desa Bonto Bunga, dan Desa Bonto Marannu masuk dalam wilayah administratif Kecamatan Moncongloe. Sekarang wilayah Kecamatan Mandai meliputi Kelurahan Bontoa, Kelurahan Hasanuddin, Desa Tenrigangkae, Desa Bonto Matene, Desa Baji Mangai, dan Desa Pattontongan. Wilayah Kecamatan Mandai ini diterapkan pada bab IV pasal 7 ayat 2.

Sekarang ini terdapat 14 kecamatan yang telah terbentuk di Kabupaten Maros, dimana beberapa diantaranya telah kembali diberi nama sesuai dengan tapak sejarahnya.

  1. Kecamatan Bantimurung
  2. Kecamatan Bontoa
  3. Kecamatan Camba
  4. Kecamatan Cenrana
  5. Kecamatan Lau
  6. Kecamatan Mallawa
  7. Kecamatan Mandai
  8. Kecamatan Maros Baru
  9. Kecamatan Marusu
  10. Kecamatan Moncongloe
  11. Kecamatan Simbang
  12. Kecamatan Tanralili
  13. Kecamatan Tompobulu
  14. Kecamatan Turikale

Kondisi Geografis[sunting | sunting sumber]

Batas Wilayah[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Tanralili memiliki batas-batas wilayah sebagai berikut:

Sebelah Berbatasan
utara Kecamatan Simbang
selatan Kabupaten Gowa
barat Kecamatan Mandai dan Kecamatan Moncongloe
timur Kecamatan Tompobulu

Kondisi Demografis[sunting | sunting sumber]

Etnis[sunting | sunting sumber]

Penduduk kecamatan Tanralili mayoritas adalah suku Makassar dan suku Bugis.

Jumlah Penduduk[sunting | sunting sumber]

Tahun Laki-laki Perempuan Jumlah Rumah Tangga Total Penduduk (jiwa) Pertumbuhan Penduduk (jiwa) Kepadatan Penduduk (jiwa/km²)
2000 - - - - - -
2001 - - - - - -
2002 - - - - - -
2003 - - - - - -
2004 - - - - - -
2005 - - - - - -
2006 - - - - - -
2007 - - - - - -
2008 - - - - - -
2009 - - - - - -
2010 - - - - - -
2011 - - - - - -
2012 - - - - - -
2013 - - - - - -
2014 - - - - - -
2015 - - - - - -
2016 - - - - - -
2017 - - - - - -
2018 - - - - - -
2019 - - - - - -
2020 - - - - - -

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Pembagian Wilayah Administrasi[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Tanralili memiliki delapan wilayah pembagian administrasi dengan rincian satu berstatus kelurahan dan tujuh berstatus desa sebagai berikut:

No. Desa/Kelurahan Luas (km²)
1 Desa Allaere 6,16
2 Desa Damai 8,30
3 Desa Kurusumange 15,52
4 Desa Lekopancing 13,17
5 Desa Purna Karya 5,34
6 Desa Sudirman 4,36
7 Desa Toddo Pulia 32,12
8 Kelurahan Borong 4,49
Jumlah 84,46


Kecamatan Tanralili memiliki tiga puluh dua wilayah di bawah kelurahan/desa dengan rincian dua berstatus lingkungan dan tiga puluh berstatus dusun sebagai berikut:

  1. Dusun Biringkaloro
  2. Dusun Bonto Cinde
  3. Dusun Bonto Tangnga
  4. Dusun Cambayya
  5. Dusun Tana Didi
  6. Dusun Abbekae
  7. Dusun Billa
  8. Dusun Mangngai
  9. Dusun Bira-Bira
  10. Dusun Bonto Bira
  11. Dusun Kabbung
  12. Dusun Majannang
  13. Dusun Panasakkang
  14. Dusun Baku
  15. Dusun Carangki Selatan
  16. Dusun Carangki Utara
  17. Dusun Cendana
  18. Dusun Sentosa
  19. Dusun Palagai
  20. Dusun Benteng
  21. Dusun Botolempangan
  22. Dusun Kaluku
  23. Dusun Tangnga
  24. Dusun Bonto Bira
  25. Dusun Padadae
  26. Dusun Sudirman
  27. Dusun Bonto Panno
  28. Dusun Bungung-Bungung
  29. Dusun Kassi-Kassi
  30. Dusun Sabantang
  31. Lingkungan Dulang
  32. Lingkungan Ama'rang

Daftar Camat[sunting | sunting sumber]

Berikut ini adalah daftar camat Tanralili:

No. Foto Nama Awal Menjabat Akhir Menjabat Keterangan
1 - - - - -
2 - - - - -
3 - - - - -
4 - - - - -
5 - - - - -
6 - - - - -
7 - - - - -
8 - Andi Rais Noval 19 Januari 2015 8 Januari 2017 -
9 - Abdullah Sudjayatma Djabir 9 Januari 2017 31 Januari 2019 -
10 - Andi Irfan Paharuddin 1 Februari 2019 sedang menjabat -

Fasilitas[sunting | sunting sumber]

  • Kantor Polsek Tanralili
  • Kantor Camat Tanralili
  • Kantor Kelurahan Borong
  • Kantor Desa Sudirman
  • Kantor Desa Toddo Pulia
  • Kantor Desa Kurusumange
  • Kantor Desa Lekopancing
  • Kantor Desa Damai
  • Kantor Desa Allaere
  • Kantor Desa Purna Karya

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Lembaga pendidikan formal di kecamatan Tanralili adalah sebagai berikut:

SD sederajat[sunting | sunting sumber]

  • MI Swasta Yaslim
  • MI Swasta Bontopanno
  • SD Negeri 114 Baku
  • SD Negeri 115 Inpres Benteng Gajah
  • SD Negeri 117 Inpres Kurusumange
  • SD Negeri 124 Inpres Allaere
  • SD Negeri 126 Inpres Kariango
  • SD Negeri 150 Inpres Toddopulia
  • SD Negeri 151 Inpres Sabantang
  • SD Negeri 165 Inpres Abbekae
  • SD Negeri 181 Inpres Kampung Tangnga
  • SD Negeri 183 Inpres Mangngai
  • SD Negeri 196 Sudirman
  • SD Negeri 218 Inpres Dulang
  • SD Negeri 220 Inpres Lekopancing
  • SD Negeri 38 Biringkaloro
  • SD Negeri 4 A′marang
  • SD Negeri 50 Dulang
  • SD Negeri 52 Panasakkang
  • SD Negeri 95 Abbekae
  • SD Negeri 96 Carangki
  • SD Negeri 98 Inpres Kaluku

SMP sederajat[sunting | sunting sumber]

  • SMP Swasta Al-Irsyad Biringkaloro
  • MTs Swasta Al-Ihsan DDI Lekopancing
  • MTs Swasta Wahdaniyatillah
  • SMP Swasta PGRI 5 Maros
  • SMP Negeri 14 Tanralili
  • SMP Swasta Al-Ihsan Lekopancing

SMA sederajat[sunting | sunting sumber]

  • MA Swasta Al-Irsyad Biringkaloro
  • MA Swasta Wahdaniyatillah
  • SMA Negeri 5 Maros
  • SMA Swasta Al-Ihsan Lekopancing
  • SMK Swasta Harapan Indonesia Maros
  • SMK Swasta Persatuan Indonesia Maros

Agama[sunting | sunting sumber]

Gereja[sunting | sunting sumber]

  • Gereja Damai Kostrad Kariango (tahun berdiri 1997)
  • Gereja Kristen Sulawesi Selatan (GKSS) Jemaat Maranatha

Masjid[sunting | sunting sumber]

  • Masjid Nurul Iman
  • Masjid Jami Kostrad
  • Masjid Nurul Qalbi
  • Masjid Babul Razki
  • Masjid Nurul Iman
  • Masjid Al-Muhajirin
  • Masjid Ta'mirul
  • Masjid Baiturrahman
  • Masjid Nurul Hidayah
  • Masjid Miftahul Khaer
  • Masjid Miftahul Khaer
  • Masjid Darul Faizin
  • Masjid Al-Hijrah
  • Masjid Jabal Nur
  • Masjid Nurul Amin
  • Masjid Nurul Yaqin
  • Masjid Nurul Hidayah
  • Masjid Al-Mujahidin
  • Masjid Jabal Nur
  • Masjid Nulul Samsi
  • Masjid Nurul Baqarah
  • Masjid Babussalam
  • Masjid Jabal Nur
  • Masjid Al-Muhajirin
  • Masjid Abu Bakar
  • Masjid Nurul Rahmah
  • Masjid Nurul Yaqin
  • Masjid Al-Manar
  • Masjid Al-Afiat
  • Masjid Nurul Falaq
  • Masjid Sidratul Mumtaha
  • Masjid Babu Salam
  • Masjid Syuhada
  • Masjid Babu Taubah
  • Masjid Nurul Amin
  • Masjid Nurul Rahman
  • Masjid Fastabiqul Khaerat
  • Masjid Nurul Taqwa
  • Masjid Nurul Rahmah
  • Masjid Nurul Amin
  • Masjid Al-Fath
  • Masjid Nurul Iman
  • Masjid Alfalah
  • Masjid Jami Kostrad
  • Masjid Nurul Rahmah
  • Masjid Al-Muhajirin
  • Masjid Bak'atun Mubaraqah
  • Masjid Babur Rezki
  • Masjid Al-Muhajirin
  • Masjid Mujtahidah ll
  • Masjid Nurul Muttaqin
  • Masjid Babus Salam

Ekonomi[sunting | sunting sumber]

Pusat perbelanjaan[sunting | sunting sumber]

  • Pasar SNI Ammarang

Perusahaan[sunting | sunting sumber]

  • PT Indomakmur Agar-Agar (perusahaan agar-agar dan rumput laut)

Tambang[sunting | sunting sumber]

  • Tambang Tanah Merah

Galeri foto[sunting | sunting sumber]

Informasi[sunting | sunting sumber]

  • E-mail: kec_tanralili@maroskab.go.id
  • Kode Wilayah: 73.09.07

Bencana Daerah[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]