Taman Bumi Maros-Pangkep

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Taman Bumi Nasional Maros-Pangkep
Rammang-Rammang, South Sulawesi, Indonesia.jpg
Peta memperlihatkan letak Taman Bumi Nasional Maros-Pangkep
Peta memperlihatkan letak Taman Bumi Nasional Maros-Pangkep
Maros-Pangkep National Geopark
Lokasi di Sulawesi
LetakKabupaten Maros & Kabupaten Pangkep
Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia
Kota terdekatKota Pangkajene
Kota Turikale (10 km)
Kota Makassar (40 km)
Koordinat5°6′42″S 119°34′17″E / 5.11167°S 119.57139°E / -5.11167; 119.57139Koordinat: 5°6′42″S 119°34′17″E / 5.11167°S 119.57139°E / -5.11167; 119.57139
Luas5.058 km²
(2.243 km² darat & 2.815 km² laut)
Didirikan2015
Pihak pengelolaBadan Pengelola Geopark Maros-Pangkep

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Maros

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sulawesi Selatan

Balai Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung

Taman Bumi Nasional Maros-Pangkep (Lontara Indonesia: ᨈᨆ ᨅᨘᨆᨗ ᨊᨔᨗᨕᨚᨊ ᨆᨑᨚ - ᨄᨃᨛ , transliterasi: Taman Bumi Nasional Maros-Pangkep ; Inggris: Maros-Pangkep National Geological Park atau Maros-Pangkep National Geopark ) yang biasa dikenal Geopark Maros-Pangkep adalah sebuah konsep manajemen pengelolaan kawasan yang menyerasikan keragaman geologi, hayati, dan budaya, melalui prinsip konservasi, edukasi, dan pembangunan yang berkelanjutan di kawasan Kabupaten Maros dan Kabupaten Pangkep, Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Taman bumi ini resmi didirikan pada tahun 2015 dan menyandang taman bumi nasional sejak 2017. Taman bumi ini adalah salah satu dari 15 taman bumi nasional yang dimiliki oleh Indonesia dan satu-satunya taman bumi (geopark) berstatus taman bumi nasional yang ada di Pulau Sulawesi. Pada pertengahan tahun 2020, 15 taman bumi nasional, termasuk didalamya Geopark Maros-Pangkep diajukan oleh berbagai kalangan menjadi UNESCO Global Geopark (UGGp). Pada akhir tahun 2020, pihak UNESCO Global Geopark telah memilih dua Geopark yang memenuhi persyaratan, yakni Geopark Maros-Pangkep dan Geopark Ijen dan rencananya akan ditinjau dan dinilai oleh Tim Asesor UNESCO secara langsung pada bulan Juli 2021 dan selanjutnya akan diumumkan pada konferensi geopark dunia.

Lokasi[sunting | sunting sumber]

Geosite[sunting | sunting sumber]

  1. Geosite Air Terjun Baruttung (Maros)
  2. Geosite Air Terjun Lacolla (Cenrana Baru, Cenrana, Maros)
  3. Geosite Air Terjun Lengang (Laiya, Cenrana, Maros)
  4. Geosite Bantimala (Pangkep)
  5. Geosite Bantimurung (Bantimurung, Maros)
  6. Geosite Bengo-Bengo (Limapoccoe, Cenrana, Maros)
  7. Geosite Bulu Sipong Taman Kehati Semen Tonasa (Pangkep)
  8. Geosite Celebes Mushroom
  9. Geosite Desa Wisata Tompo Bulu (Pangkep)
  10. Geosite Dewi Lamsang (Pangkep)
  11. Geosite Gua Kalibbong Alloa (Pangkep)
  12. Geosite Gua Salukang Kallang (Cenrana, Maros)
  13. Geosite Gunung Bulusaraung (Pangkep)
  14. Geosite Hutan Batu Balocci (Balocci, Pangkep)
  15. Geosite Kampung Prasejarah Balae (Pangkep)
  16. Geosite Kawasan Bellae (Pangkep)
  17. Geosite Kawasan Leang-leang, Leang Jing (Leang-Leang, Bantimurung, Maros)
  18. Geosite Kawasan Pengamatan Flora dan Fauna Karaenta (Cenrana, Maros)
  19. Geosite Kawasan Rammang-Rammang (Salenrang, Bontoa, Maros)
  20. Geosite Kompleks Baturijang Bantimala (Pangkep)
  21. Geosite Komunitas Adat Bissu (Pangkep)
  22. Geosite Leang Lonrong (Pangkep)
  23. Geosite Leang Pute
  24. Geosite Leang Surukang (Pangkep)
  25. Geosite Leang-Leang (Leang-Leang, Bantimurung, Maros)
  26. Geosite Mallawa (Mallawa, Maros)
  27. Geosite Pattunuang (Simbang, Maros)
  28. Geosite Pulau Camba-cambang (Pangkep)
  29. Geosite Pulau Pannambungan (Pangkep)
  30. Geosite Pulau Samatellu Pedda (Pangkep)
  31. Geosite Puncak Makkaroewa (Labuaja, Cenrana, Maros)
  32. Geosite Sungai Pute (Bontoa, Maros)
  33. Geosite Tabbua (Mattiro Deceng, Lau, Maros)
  34. Geosite Taman Prasejarah Leang-Leang (Leang-Leang, Bantimurung, Maros)
  35. Geosite Taman Prasejarah Sumpang Bita (Balocci Baru, Balocci, Pangkep)
  36. Geosite Taman Wisata Alam Bantimurung Kassi Kebo (Jenetaesa, Simbang, Maros)
  37. Geosite Tonasa Park (Pangkep)

Pihak-pihak yang terlibat pengembangan[sunting | sunting sumber]

  • Pusat Informasi Geologi
  • Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan
    • Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sulawesi Selatan
  • Pemerintah Kabupaten Maros
    • Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Maros
  • Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan
    • Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan
  • Departemen Teknik Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Hasanuddin
  • Departemen Arkeologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Hasanuddin
  • Balai Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung
  • Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam
  • Balai Pelestarian Cagar Budaya
  • Badan Pengelola Geopark Maros-Pangkep

Pengusulan UNESCO Global Geopark[sunting | sunting sumber]

Geopark Maros-Pangkep diusulkan oleh Pemerintah RI untuk mejadi UNESCO Global Geopark. Sebelumnya, terdapat 15 taman bumi nasional yang diusulkan, dan hanya dua yang lolos, yaitu Geopark Maros-Pangkep dan Geopark Ijen. Gubernur Sulawesi Selatan melalui Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) memberikan dukungan penuh dengan rencana pengajuan Geopark Maros-Pangkep menjadi UNESCO Global Geopark tahun 2021, melalui revisi RPJMD dengan memasukan poin-poin kebijakan yang mendukung tercapainya hal tersebut. Selain itu dengan mendorong program kolaborasi yang akan dipimpin oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulawesi Selatan. Isu yang akan diangkat dan diusulkan kepada UNESCO adalah Indonesian Island Geopark, dengan menetapkan 30 geosite prioritas. Delineasi kawasan Taman Bumi Nasional Maros-Pangkep meliputi 2 kabupaten (Maros dan Pangkep), dengan wilayah darat seluas 2.243 km² dan kawasan laut dengan luas 2.815 km². Tercakup dalam 7 jalur Geotrail dan 30 Geosite.[1]

Tahapan pengajuan ke UNESCO meliputi Apiring Geopark, Verifikasi & Evaluasi, Sidang Council dan Sidang Eksekutif. Pada Delineasi Geopark Maros-Pangkep akan ditekankan untuk menampakkan peta Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung dan Taman Wisata Perairan Kepulauan Kapoposang. Badan Pengelola Geopark Maros-Pangkep mengharapkan kebutuhan data dari BKKPN Kupang diantaranya Daftar dan Peta sebaran kawasan konservasi perairan di Sulawesi Selatan, Daftar keanekaragaman hayati di Provinsi Sulawesi Selatan, Laporan Kegiatan terkait konservasi, pendidikan/penelitian dan pemberdayaan masyarakat di kawasan konservasi TWP Kepulauan Kapoposang, Data kunjungan dan profil pengunjung di kawasan konservasi TWP Kepulauan Kapoposang.[1]

Galeri foto[sunting | sunting sumber]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional Kupang (3 September 2020). "Rapat Koordinasi Sosialisasi Stakeholder Mengenai Pelaksanaan Lapangan dan Matriks Penyusunan Dossier untuk Mendukung Geopark Maros Pangkep Menuju Global Geopark UNESCO". kkp.go.id/djprl/bkkpnkupang. Diakses tanggal 22 April 2021.