Stadion Kassi Kebo

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Stadion Merdeka Kassi Kebo
ᨔᨛᨈᨉᨗᨐᨚ ᨆᨛᨑᨛᨉᨙᨀ ᨀᨔᨗ ᨀᨛᨅᨚ
ᨙᨔᨈᨉᨗᨐᨚ ᨆᨑᨉᨙᨀ ᨀᨔᨗ ᨀᨙᨅᨚ
Stadion Kassi Kebo
Kassi kebo 2.jpg
Informasi stadion
Nama lengkapStadion Merdeka Kassi Kebo
PemilikPemerintah Kabupaten Maros
Lokasi
LokasiBendera Indonesia Baju Bodoa, Maros, Sulawesi Selatan, Indonesia
Koordinat5°00′17″S 119°33′58″E / 5.00472°S 119.56611°E / -5.00472; 119.56611Koordinat: 5°00′17″S 119°33′58″E / 5.00472°S 119.56611°E / -5.00472; 119.56611
Direnovasi2019
Data teknik
PermukaanRumput
Kapasitas15.000 (tempat duduk)
Pemakai
Persim Maros
Askab Maros U-21 / Persim Maros U-21
Askab Maros U-19 / Persim Maros U-19
Askab Maros U-17 / Persim Maros U-17
Askab Maros U-15 / Persim Maros U-15
Askab Maros U-13 / Persim Maros U-13
Sekolah Sepakbola (SSB) Maros

Stadion Merdeka Kassi Kebo[1] (Bugis: ᨔᨛᨈᨉᨗᨐᨚ ᨆᨛᨑᨛᨉᨙᨀ ᨀᨔᨗ ᨀᨛᨅᨚ, Makassar: ᨙᨔᨈᨉᨗᨐᨚ ᨆᨑᨉᨙᨀ ᨀᨔᨗ ᨀᨙᨅᨚ, Inggris: Kassi Kebo Independent Stadium) (dikenal dengan nama Stadion Kassi Kebo) adalah sebuah stadion sepak bola yang terletak di Lingkungan Kassi Kebo, Kelurahan Baju Bodoa, Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Indonesia yang juga merupakan markas klub sepak bola Persim Maros. Stadion ini merupakan aset milik Pemerintah Kabupaten Maros dan pernah dipakai di kompetisi Divisi Satu Liga Indonesia musim 2002-2006[2] dan Copa Indonesia tahun 2005-2006. Stadion ini dikenal angker bagi lawan atau tamu Persim Maros, karena selama Persim Maros bermain partai kandang pada kompetisi resmi di Liga Indonesia maupun Copa Indonesia tidak pernah mencicipi kekalahan bahkan lawan yang dijamu kerap menjadi lumbung gol. Oleh karena itu, Stadion Merdeka Kassi Kebo menjadi saksi kejayaan Persim Maros dan sejumlah pemain top tanah air tercatat pernah menjajal stadion ini kala itu[3]. Stadion Kassi Kebo memiliki kapasitas maksimal sampai dengan 15.000 tempat duduk untuk penonton. Kelompok suporter yang biasanya memadati stadion ini adalah Persimania & The Butterfly yang merupakan pendukung setia kesebelasan Persim Maros. Semenjak Persim Maros vakum di Liga Indonesia dari tahun 2007, stadion ini menjadi tidak terurus. Pada akhir tahun 2019 hingga sekarang, Stadion Merdeka Kassi Kebo sedang mengalami renovasi secara bertahap.

Penamaan[sunting | sunting sumber]

Stadion Merdeka Kassi Kebo atau biasa disebut Stadion Kassi Kebo oleh masyarakat Kabupaten Maros dan sekitarnya. Penamaan Kassi Kebo diambil dari nama tempat dimana lokasi stadion ini berada, yakni Lingkungan Kassi Kebo. Lingkungan Kassi Kebo sarat akan nilai sejarah dan merupakan simbol sekaligus benteng perjuangan masyarakat Maros zaman dahulu dalam menghapus penindasan dan mengusir penjajahan untuk meraih kemerdekaan. Secara etimologis, nama Kassi Kebo sendiri diadopsi dari Bahasa Makassar, kassi artinya pasir yang menyimbolkan harapan dan kebo artinya putih menyimbolkan fitrah atau kembali suci, jadi Kassi Kebo yang secara literal bahasa bermakna pasir putih yang menyimbolkan harapan untuk kembali suci dengan artian bebas dari pertumpahan darah, penindasan, dan penjajahan. Tidak heran jika nama Kassi Kebo juga diberikan penamaan pada sebuah danau yang terdapat pada Taman Wisata Alam Bantimurung. Stadion ini terletak di Lingkungan Kassi Kebo, Kelurahan Baju Bodoa, Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Indonesia. Dengan kata lain, stadion ini letaknya strategis berada di tengah-tengah Kota Turikale yang merupakan ibu kota Kabupaten Maros, jaraknya tidak jauh dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin dan selain itu stadion ini tidak jauh dari jalan trans Sulawesi yang menghubungkan antara Kota Makassar-Kota Palu. Stadion ini merupakan markas dari klub kebanggaan Persim Maros. Stadion ini memiliki lisensi stadion berkategori D oleh PSSI dengan tipe stadion sepak bola lama dan daya tampung stadion ini adalah sekitar 15.000 penonton.[4]

Kondisi[sunting | sunting sumber]

Kondisi rumput lapangan di Stadion Merdeka Kassi Kebo tahun 2013.

Kondisi Stadion Merdeka Kassi Kebo pasca Persim Maros vakum di kompetisi Liga Indonesia pada periode 2007-2018 sangat tidak terawat, terkesan kumuh, dan tak ada pembenahan dari pihak pemerintah daerah untuk memperbaikinya. Berikut ini adalah data-data mengenai kondisi stadion pada periode tersebut: [5]

  • Kategori: D
  • Tipe Stadion: Stadion Sepakbola Lama
  • Tribun: C
    • Tribun Tertutup
    • Tribun Terbuka
      • Tribun Terbuka Selatan
      • Tribun Terbuka Utara
      • Tribun Terbuka Timur
  • Tempat duduk: C
  • Fasilitas: C
  • Rumput: C
  • Drainase: C
  • Penerangan: -
  • Papan Skor: C
  • Kondisi: C

Penggunaan[sunting | sunting sumber]

Stadion Merdeka Kassi Kebo ditunjuk oleh PSSI untuk menggelar kompetisi Divisi Satu Liga Indonesia Grup D musim 2003 Putaran II pada 1–20 Juni 2003.

Stadion ini dipergunakan untuk menggelar pertandingan-pertandingan sepak bola baik profesional maupun amatir dan kegiatan olahraga lainnya. Selain untuk olahraga, stadion ini biasa juga dipakai untuk lokasi sholat Ied, upacara, acara konser musik[3], kampanye politik dan lain-lain.

Di kancah sepak bola nasional, pada periode tahun 2002-2006 stadion ini kerap digunakan untuk pertandingan klub Persim Maros pada laga kandang di Divisi Satu Liga Indonesia dan Copa Indonesia (2005-2006). Bahkan Stadion Merdeka Kassi Kebo Maros bersama Stadion Gelora Kie Raha Ternate pernah terpilih atau ditunjuk oleh PSSI sebagai tuan rumah untuk penyelenggaraan Divisi Satu Liga Indonesia Grup D. Stadion Gelora Kie Raha Ternate digunakan pada putaran pertama dan Stadion Merdeka Kassi Kebo Maros digunakan pada putaran kedua. Adapun klub-klub yang tergabung di grup D tersebut, yaitu Persim Maros, Persiter Ternate, Perseman Manokwari, Persiba Balikpapan, Persmin Minahasa, Putra Samarinda, dan Persma Manado. Pada lingkup Kabupaten Maros, Stadion Merdeka Kassi Kebo sejak tahun 2013 hingga tahun-tahun berikutnya kerap dijadikan tuan rumah untuk penyelenggaraan turnamen sepak bola yang bergengsi antar kecamatan di Kabupaten Maros, yaitu Turnamen Sepakbola Bupati Maros Cup yang melibatkan seluruh kecamatan (14 kecamatan) yang ada di Kabupaten Maros.

Pertandingan[sunting | sunting sumber]

Berikut ini adalah beberapa laga, partai, atau pertandingan yang pernah dilaksanakan di Stadion Merdeka Kassi Kebo:

Kekurangan[sunting | sunting sumber]

Bupati Maros, Hatta Rahman mengatakan bahwa Stadion Merdeka Kassi Kebo tidak lagi representatif untuk digunakan sebagai sarana olahraga di Maros. Apalagi, wilayah sekitar stadion sudah dipadati rumah penduduk, sehingga semakin sempit. Tidak ada lahan parkir yang memungkinkan untuk digunakan. Karena itu, perlu pembenahan sarana, penetapan lahan dan pembebasan lahan [6].

Sebelum Agustus 2019, kondisi stadion sangat memperihatinkan, rumput liar tumbuh subur di tribun penonton. Tribun VIP juga dalam kondisi tak terawat. Sejumlah sisi stadion, dibiarkan rusak tak terawat. Tak hanya itu, kedua bench pemain juga tampak rusak. Kondisi stadion yang dibiarkan terbengkalai beberapa tahun terakhir. Saat Persim Maros vakum, perhatian pihak terkait tak seperti dulu lagi. Dulu stadion ini sangat terawat dengan rutin disiram dan dipangkas rumput lapangannya. Pemerintah Kabupaten Maros kurang memberikan perhatian terhadap Stadion Merdeka Kassi Kebo Maros, yang notabene merupakan aset Pemkab Maros.[3]

Dalam aspek kebijakan, Pemkab Maros tidak memiliki master plan pengembangan olahraga yang jelas. Sehingga tidak ada yang fokus, jadinya ada aset daerah seperti stadion ini, yang kini terbengkalai. Keberadaan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Maros dan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Maros yang seakan "tidak berbuat" dalam hal pengembangan fasilitas olahraga. Padahal kedua lembaga tersebut, dibiayai dana hibah daerah setiap tahunnya. Keprihatinan tersebut karena aspek kebijakan dan organisasi profesi tidak punya perhatian terkait nasib Stadion Merdeka Kassi Kebo. Padahal jika ada kepedulian, sudah banyak model kerjasama yang bisa dilakukan pemerintah, seperti public private partnership yang diterapkan di Karebosi Makassar. Bisa juga dengan kolaborasi antara pemda, swasta dan masyarakat.[7]

Lihat Pula[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "VIDEO: Pernah Jadi Markas Persim Maros, Begini Kondisi Terkini Stadion Merdeka Kassi Kebo". makassar.tribunnews.com. 8 November 2019. Diakses tanggal 26 Mei 2020. 
  2. ^ "Persim Maros Vakum, Begini Kondisi Terkini Stadion Merdeka Kassi Kebo". makassar.tribunnews.com. 6 Juli 2019. Diakses tanggal 26 Mei 2020. 
  3. ^ a b c Amiruddin (6 Juli 2019). "Persim Maros Vakum, Begini Kondisi Terkini Stadion Merdeka Kassi Kebo". makassar.tribunnews.com. Diakses tanggal 30 Mei 2020. 
  4. ^ "Stadion Merdeka Kassi Kebo". yhudiyuba.blogspot.com. 27 April 2011. Diakses tanggal 14 Mei 2020. 
  5. ^ "Stadion Kassi Kebo". stadion-nusantara.blogspot.com. Desember 2009. Diakses tanggal 29 Mei 2020. 
  6. ^ "Maros Segera Miliki Stadion Kelas Madya?". koran.tempo.co. 13 Juli 2012. Diakses tanggal 29 Mei 2020. 
  7. ^ Amiruddin (9 Mei 2019). "Stadion Kassi Kebo Tak Terurus, Wakil Sekretaris Pemuda Muhammadiyah Kritik Pemkab Maros". makassar.tribunnews.com. Diakses tanggal 1 Juni 2020.