Transjakarta

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Busway)
Lompat ke: navigasi, cari
Transjakarta
logo
Didirikan 15 Januari 2004
Kantor pusat Jakarta, Indonesia
Lokal Jabodetabek
Wilayah rute Jakarta
Jenis Bus Rapid Transit
Rute 12 koridor; 3 direncanakan
Perhentian 228 halte
Armada Lihat di bawah.
Situs web transjakarta.co.id

Transjakarta umumnya disebut Busway adalah sebuah sistem transportasi Bus Rapid Transit (BRT) pertama di Asia Tenggara dan Selatan, yang beroperasi sejak tahun 2004 di Jakarta, Indonesia. Sistem ini didesain berdasarkan sistem TransMilenio yang sukses di Bogota, Kolombia. Transjakarta dirancang sebagai moda transportasi massal pendukung aktivitas ibukota yang sangat padat. Transjakarta merupakan sistem BRT dengan jalur lintasan terpanjang di dunia (208 km), serta memiliki 228 halte yang tersebar dalam 12 koridor (jalur), yang awalnya beroperasi dari 05.00 - 22.00 WIB, dan kini beroperasi 24 jam.[1]

Transjakarta dioperasikan oleh PT Transportasi Jakarta. Jumlah tenaga kerja yang terlibat dalam operasional Transjakarta (Pramudi, petugas bus, petugas halte, dan petugas kebersihan) sekitar 6.000 orang.[2] Jumlah rata-rata harian pengguna Transjakarta diprediksikan sekitar 350.000 orang. Sedangkan pada tahun 2012, Jumlah pengguna Transjakarta mencapai 109.983.609 orang.[3]

Pada 10 November 2014, Transjakarta meluncurkan logo barunya dan diresmikan oleh Plt. Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama. Logo baru itu berupa sebuah lingkaran berwarna biru tua dengan dua garis diagonal berwarna putih. Di sebelah lingkaran terdapat tulisan "Transjakarta" yang dengan dua warna, kata "Trans" menggunakan biru muda, sedangkan kata "Jakarta" menggunakan biru tua[4]. Selain perubahan warna, huruf J pada kata tersebut memiliki kaki lebih panjang yang ditarik ke bagian bawah kata "Trans" dengan gradasi warna biru tua ke biru muda. Logo tersebut merupakan karya Fakhri Azmi, 20 tahun, pemenang lomba desain logo Transjakarta yang diikuti 2.250 peserta[5].

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Logo Transjakarta hingga 10 November 2014.

Ide pembangunan proyek Bus Rapid Transit di Jakarta muncul sekitar tahun 2001. Kemudian ide ini ditindaklanjuti oleh Gubernur DKI Jakarta saat itu, Sutiyoso. Sebuah institut bernama Institute for Transportation & Development Policy (ITDP) menjadi pihak penting yang mengiringi proses perencanaan proyek ini. Konsep awal dibuat oleh PT Pamintori Cipta, sebuah konsultan transportasi yang sudah sering bekerjasama dengan Dinas Perhubungan DKI Jakarta. Selain pihak swasta, terdapat beberapa pihak lain yang juga mendukung keberhasilan dari proyek ini, di antaranya adalah badan bantuan Amerika (US AID) dan The University of Indonesia’s Center for Transportation Studies (UI-CTS).[6]

Transjakarta memulai operasinya pada 15 Januari 2004,ditandai dengan peresmian Koridor 1, dengan tujuan memberikan jasa angkutan yang lebih cepat, nyaman, dan terjangkau bagi warga Jakarta. Sejak awal pengoperasian Transjakarta, harga tiket ditetapkan untuk disubsidi oleh pemerintah daerah. Dalam rangka sosialisasi dan pengenalan angkutan massal ini kepada masyarakat, pada 2 minggu pertama pengoperasiannya (15-30 Januari 2004) pengguna Transjakarta tidak dikenakan tarif. Mulai 1 Februari 2004, tarif Transjakarta mulai diberlakukan seharga Rp2000. Pada tahun 2012, Dinas Perhubungan DKI Jakarta memutuskan untuk menaikkan tarif Transjakarta seharga Rp3500.

Beberapa pengembangan pasca-peresmian Koridor 1 terus dilakukan, antara lain lowongan supir bus yang terbuka bagi perempuan, perbaikan sarana-prasarana bus dan halte, pemberlakuan zona khusus perempuan, penempatan petugas di dalam bus, sterilisasi jalur Transjakarta dengan portal manual maupun otomatis, uji coba sistem contra-flow (jalur Transjakarta yang berlawanan arah dengan jalur umum yang bersinggungan), serta pelayanan bagi pengguna penyandang cacat.

Beberapa bus Transjakarta di Jalan Sudirman.

Setelah Koridor 1 sukses dioperasikan, koridor-koridor selanjutnya mulai dibangun dan diresmikan secara bertahap:

  • Koridor 2 dan 3 diresmikan pada tangggal 15 Januari 2006.
  • Koridor 4, 5, 6, dan 7 diresmikan pada tanggal 27 Januari 2007.
  • Koridor 8 diresmikan pada tanggal 21 Februari 2009.
  • Koridor 9 dan 10 diresmikan pada tanggal 31 Desember 2010.
  • Koridor 11 diresmikan pada tanggal 28 Desember 2011.
  • Koridor 12 diresmikan pada tanggal 14 Februari 2013.

Transportasi penunjang Transjakarta terus diupayakan. jalur bus pengumpan (feeder busway) juga dioperasikan pada tahun 2011 di 3 wilayah, yaitu SCBD, Puri Kembangan, dan Tanah Abang, namun ditutup pada bulan Desember 2012 karena operator menganggap rute-rute tersebut sepi pengguna dan menimbulkan kerugian.[7] Saat ini, angkutan penunjang Transjakarta terdiri atas bus pengumpan yang dioperasikan oleh Kopaja dan Kopami AC yang beroperasi di dalam kota dan Angkutan Perbatasan Terintegrasi Busway (APTB) dan SBU Transjabodetabek milik PPD yang melayani wilayah Jabodetabek.

Pada tanggal 21 April 2016, bertepatan dengan Hari Kartini, PT. Transportasi Jakarta meluncurkan bus khusus perempuan. Ada 2 bus khusus perempuan yang diluncurkan. Bus tersebut berwarna putih-merah muda dan hanya beroperasi di Koridor 1 saja. Sesuai dengan namanya bus tersebut hanya bisa dinaiki oleh pengguna perempuan saja dan bus tersebut dikemudikan oleh pramudi perempuan.[8]

Armada Bus Transjakarta[sunting | sunting sumber]

Jenis bus[sunting | sunting sumber]

Armada bus gandeng Zhongtong Bus bewarna merah-kuning yang digunakan di Koridor 1 dan 8 (DAMRI) serta Koridor 5 dan 9 (TJ)
Bus Toyota Dyna 110FT (eks-Kopaja AC) milik Kopaja yang melayani Koridor 4, 6A, 7A, 7B, 12, dan Transjakarta Feeder
Bus Transjakarta Scania K320IA body Laksana Cityline 2 yang digunakan di Koridor 1, 5, 8, 9, 10, dan 11 (TJ) serta Koridor 1, 2, dan 3 (MB)
Bus Hino RK8 R260 milik PPD yang melayani Koridor 1, 2, 3, 4, 6, 12, dan SBU Transjabodetabek

Transjakarta dioperasikan dengan menggunakan bus sebanyak 669 unit bus[9], terdiri dari bus tunggal dan bus gandeng. Bus yang digunakan sebagai armada angkutan Transjakarta adalah:

  • Koridor 1 : Bus gandeng Zhongtong LCK6180GC (DAMRI), Bus Gandeng Scania K320IA putih-biru (TJ+MB), bus gandeng Scania K340IA putih-merah muda (TJ-187, bus khusus perempuan), bus gandeng Scania K320IA putih-merah muda (TJ-189, bus khusus perempuan), dan bus Hino RK8 R260 biru (PPD)
  • Koridor 2 : Bus Gandeng Yutong (TJ), bus gandeng Ankai, bus Hino RK8 R260 Diesel Euro 2 kuning-merah (TJSB), bus Ankai HFF6120D17D kuning-merah (TJSB), bus Hino RK8 R260 biru (PPD), dan bus gandeng Scania K320IA putih-biru (MB)
  • Koridor 3 : Bus Gandeng Yutong (TJ), bus Hino RK8 R260 biru (PPD), dan bus gandeng Scania K320IA putih-biru (MB)
  • Koridor 4 : Bus Hino RK8 R260 Diesel Euro 2 kuning-merah (TJSB), bus Toyota Dyna 110FT (KAJ), bus Ankai HFF6120D17D kuning-merah (TJSB), bus Mercedes-Benz OH1521 Intercooler OM366LA (BMP), dan bus Hino RK8 R260 biru (PPD)
  • Koridor 5 : Bus Gandeng Huang Hai (JMT), Bus Gandeng AAI Komodo abu-abu (LRN ), Bus Gandeng AAI Komodo (JMT), Bus Gandeng Ankai HFF6180G02D (TJ) , dan Bus Gandeng Scania K320IA putih-biru (TJ)
  • Koridor 6 : Bus Hino RK8 R260 biru (JTM+PPD), Bus Gandeng Ankai HFF6180G02D (TJ), Bus Toyota Dyna 110FT (KAJ) dan Bus Hino RK8 R260 Diesel Euro 2 kuning-merah (TJSB)
  • Koridor 7 : Bus Hino RK1 JSNL abu-abu (LRN), Bus Toyota Dyna 110FT (KAJ) dan Bus Hino RK8 R260 Diesel Euro 2 kuning-merah (TJSB)
  • Koridor 8 : Bus Hyundai Aero Hi-class merah-kuning (BMP), dan Bus Gandeng Zhongtong Bus LCK6180GC (DAMRI), Bus gandeng Scania K320IA putih-biru (TJ)
  • Koridor 9 : Bus Hyundai Aero Hi-class merah-kuning (BMP+TMB), Bus Gandeng AAI Komodo merah-kuning (BMP+TMB), Bus Gandeng Zhongtong LCK6180GC merah-kuning (DAMRI) dan Bus Gandeng Scania K320IA putih-biru (TJ)
  • Koridor 10: Bus Hino RK1 JSNL abu-abu (PP), Bus Hyundai Aero Hi-class merah-kuning (TMB), Bus Gandeng AAI Komodo merah-kuning (TMB),Bus Hino RG J08C-TI serta Bus Mercedes-Benz OH1521 Intercooler OM366LA kuning-merah (BMP), dan Bus gandeng Scania K320IA putih-biru (TJ).
  • Koridor 11: Bus Gandeng INKA Inobus ATC 320 Series kuning-merah (DAMRI) dan Bus gandeng Scania K320IA putih-biru (TJ).
  • Koridor 12: Bus Toyota Dyna 110FT putih-biru (KAJ) dan bus Hino RK8 R260 biru (PPD)
  • Angkutan Malam Hari (Amari) dan Angkutan Dini Hari (Andini): Bus Hino RG J08C-TI dan Mercedes-Benz OH1521 Intercooler OM366LA kuning-merah (BMP)
  • Bus Tingkat: Bus tingkat Bus Coach International (BCI) hijau-ungu, bus tingkat MAN R37 (Merah dengan logo Coca Cola) Dan Bus Tingkat Mercedes Benz OC500RF 2542 Di Balut dengan body New Armada Paradise (biru dengan Logo AlfaMart).

Kedepannya, transjakarta akan menggunakan bus buatan Hino, Scania K320IA Euro 6, AAI Komodo Euro 5, Foton BJ6180CTD, Mercedes-Benz O500MA 2831 CNG, bus buatan PT INKA Inobus SGL 290 (4x2) A/T Series dan Inobus ATC 340 Euro 5 Series serta beberapa merk lainnya yang akan menggunakan BBG. Tidak hanya itu, transjakarta juga akan mengoperasikan bus diesel maxi lantai tinggi bermerek Volvo, Scania K310IB 6x2,dan MAN RR4 sepanjang 13,5 meter agar dapat menampung penumpang lebih banyak. Kedepannya juga diwacanakan akan ada bus diesel berlantai rendah merek scania model K250UB untuk dapat mengakomodasi penyandang disabilitas. Terkait beroperasinya bus berlantai rendah ini juga akan seiring dengan revitalisasi halte, trotoar, dan bus kota Jakarta agar lebih ramah terhadap penyandang disabilitas.

Spesifikasi Umum[sunting | sunting sumber]

Semua bus Transjakarta (kecuali bus Amari dan Hino TJSB yang berbahan bakar diesel/biodiesel) berbahan bakar gas(BBG) jenis CNG, dan diisi di SPBG tertentu. Bus-bus ini dibuat dengan menggunakan material tertentu. Untuk interior langit-langit bus, menggunakan bahan yang tahan api sehingga jika terjadi percikan api tidak akan menjalar. Untuk kerangkanya, menggunakan galvanil, suatu jenis logam campuran seng dan besi yang kokoh dan tahan karat. (di bus tertentu)

Bus Transjakarta memiliki pintu yang terletak lebih tinggi dibanding bus lain sehingga hanya dapat dinaiki dari halte Transjakarta (juga dikenal dengan sebutan shelter). Bus koridor 2, koridor 3, bus Amari dan Andini memiliki satu pasang pintu yang terletak di bagian tengah kanan dan kiri. Untuk bus gandeng di koridor 1, 5, 8, 9, 10, 11, 12 memiliki tiga pasang pintu yaitu bagian depan, tengah, belakang kanan dan kiri. Sedangkan bus tunggal di koridor 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10 memiliki dua pasang pintu, yaitu bagian depan dan belakang kanan dan kiri.

Pintu bus menggunakan 3 sistem yaitu sistem lipat, sistem geser, dan sistem putar yang otomatis dapat dikendalikan dari konsol yang ada di panel pengemudi. Mekanisme pembukaan pintu pada bus tunggal koridor 2-8 serta bus gandeng jenis Komodo telah diubah menjadi sistem geser untuk lebih mengakomodasi padatnya penumpang pada jam-jam tertentu, di dekat kursi-kursi penumpang yang bagian belakangnya merupakan jalur pergeseran pintu, dipasang pengaman yang terbuat dari gelas akrilik untuk menghindari terbenturnya bagian tubuh penumpang oleh pintu yang bergeser.

Setiap bus dilengkapi dengan papan pengumuman elektronik dan pengeras suara yang memberitahukan halte yang akan segera dilalui kepada para penumpang dalam 2 bahasa, yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Namun pada bus bus baru (kecuali Hino TJSB) hanya menggunakan bahasa Indonesia tetapi berbunyi dua kali. Setiap bus juga dilengkapi dengan sarana komunikasi radio panggil yang memungkinkan pengemudi untuk memberikan dan mendapatkan informasi terkini mengenai kemacetan, kecelakaan, barang penumpang yang tertinggal, GPS, serta fitur lainnya (terdapat di bus baru). Setiap bus menampilkan informasi mengenai bus yang sedang beroperasi (Kode bus, himbauan kepada pengguna, dan call center Transjakarta).

Untuk antisipasi hal-hal darurat dan dalam rangka mendukung kenyamanan dan keamanan, pada tiap bus telah dilengkapi dengan alat pemecah kaca yang tersedia di beberapa bagian pada tiap bus namun banyak yang hilang, tombol darurat di atas pintu bus, pintu darurat (bus tertentu), serta CCTV yang terhubung dengan layar yang berada di dashboard pengemudi bus (terdapat di bus bus baru).

Halte dan Koridor[sunting | sunting sumber]

Halte Harmoni Central Busway yang sedang diperluas dilihat dari arah Utara
Bus sedang memasuki halte Blok M

Koridor[sunting | sunting sumber]

Koridor Utama[sunting | sunting sumber]

Sampai tahun 2013, Transjakarta memiliki 12 dari 15 koridor utama yang direncanakan dan saling terintegrasi tiap koridornya dan tersebar di seluruh wilayah Jakarta.

Logo Warna Nomor Koridor Rute Jumlah halte Panjang rute Ketinggian
Koridor yang sudah dibangun
Roundeltjk1.png Merah 1 Blok MKota 17* 12.9 km Bukan bus

layang

Roundeltjk2.png Biru 2 Harmoni SentralPulogadung 1Kota Harapan Indah 32 24.2 km
Roundeltjk3.png Kuning 3 KalideresPasar Baru 16 19 km
Roundeltjk4.png Ungu 4 Pulogadung 2Dukuh Atas 2 17 11.85 km
Roundeltjk5.png Coklat 5 AncolKampung Melayu 18 13.5 km
Roundeltjk6.png Hijau 6 RagunanDukuh Atas 2 20 13.3 km
Roundeltjk7.png Merah Gelap 7 Kampung RambutanKampung Melayu 14 12.8 km
Roundetjk8.png Merah Muda 8 Lebak BulusHarmoni Sentral 22 26 km
Roundetjk9.png Biru Kehijauan 9 Pinang RantiPluit 27 29.9 km
Roundetjk10.png Coklat 10 Tanjung PriokPGC 2 (Cililitan) 22 19.4 km
Roundetjk11.png Biru Tua 11 Kampung MelayuPulo Gebang 16 15 km
Roundetjk12.png Hijau Terang 12 Penjaringan* – Tanjung Priok 25 23.75 km
Koridor yang sedang dan yang akan dibangun
Roundetjk13.png Nila 13 Kapten Tendean – Ciledug – Poris Plawad 12 ±14.3 km 18–23 m
Roundetjk14.png hijau daun 14 Stasiun ManggaraiUniversitas Indonesia TBA TBA TBA
Roundetjk15.png Jeruk Nipis 15 Pondok Kelapa – Kapten Tendean TBA TBA TBA
  • Koridor 13 ditukar menjadi koridor 15 (dan sebaliknya, berubah dari perencanaan awal), mengingat kondisi jalur Ciledug-Tendean (15) lebih siap untuk dibangun ketimbang jalur Kalimalang (13).[10]
  • Mulai koridor 13, jalur TransJakarta akan dibangun elevated (layang)
  • Halte koridor 1 dikurangi menjadi 17 halte karena adanya proyek MRT.
  • Halte Pluit untuk koridor 12 DITUTUP. Sehingga koridor 12 hanya melayani sampai halte Penjaringan kemudian langsung ke Halte Landmark Pluit.

Rute Langsung[sunting | sunting sumber]

Selain 15 koridor utama, PT. Transportasi Jakarta (d/h BLU Transjakarta) juga membuat rute langsung pada beberapa koridor utama, untuk memudahkan pengguna yang ingin menghindari transit selama perjalanan dan mengurangi kepadatan pada jam sibuk. Operasional rute langsung dimulai pada 1 November 2007.

Koridor Utama No. Rute Rute Jumlah halte Koridor yang dilalui
Roundeltjk1.png F21 Pinang Ranti – Kota 28 Roundeltjk1.pngRoundeltjk7.pngRoundetjk9.pngRoundetjk10.png
1B Pinang Ranti – Bundaran Senayan 18 Roundeltjk1.pngRoundeltjk7.pngRoundetjk9.pngRoundetjk10.png
Roundeltjk2.png 2A (*) Pulogadung 1 – Bundaran Senayan 35 Roundeltjk1.pngRoundeltjk2.png
2C Kota Harapan IndahASMI 12 Roundeltjk2.png
Roundeltjk3.png 3A (*) Kalideres – Bundaran Senayan 25 Roundeltjk1.pngRoundeltjk3.png
Roundeltjk4.png F22 Blok M – Manggarai 16 Roundeltjk1.pngRoundeltjk4.pngRoundeltjk6.pngRoundetjk9.png
F19 TU GasGrogol 1 17 Roundeltjk1.pngRoundeltjk3.pngRoundeltjk4.png
4C TU Gas – Blok M 17 Roundeltjk1.pngRoundeltjk4.png
F11 TU Gas – Lebak Bulus 17 Roundeltjk1.pngRoundeltjk4.pngRoundetjk8.png
Roundeltjk5.png F18 Kampung Melayu – Grogol 2 19 Roundeltjk1.pngRoundeltjk5.pngRoundetjk9.png
Roundeltjk6.png 6A Ragunan – Monas 22 Roundeltjk1.pngRoundeltjk6.png
6B Pulogadung 2 – Ragunan 33 Roundeltjk4.pngRoundeltjk6.png
Roundeltjk7.png 7A Harmoni Sentral – PGC 2 22 Roundeltjk3.pngRoundeltjk5.pngRoundeltjk7.png
7B Ancol – PGC 2 24 Roundeltjk5.pngRoundeltjk7.png
Roundetjk8.png 8A Harmoni Sentral – Grogol 2 via Tomang 8 Roundeltjk3.pngRoundetjk8.pngRoundetjk9.png
F23 Kebayoran Lama – Tomang via Stasiun Palmerah 24 Roundetjk8.pngRoundetjk9.png
F10 Lebak Bulus – Kota 24 Roundeltjk1.pngRoundetjk8.png
Roundetjk9.png 9A Grogol 2 – PGC 2 20 Roundeltjk7.pngRoundetjk9.pngRoundetjk10.png
F20 Bundaran Senayan – PGC 2 18 Roundeltjk1.pngRoundetjk9.png

(*) hanya beroperasional pada hari kerja.

Dan berikut ini rute langsung yang masih dalam rencana:[11]

  1. F12: Pulo Gadung 1 – Tanah Abang (melalui Koridor 2)
  2. F13: Pulo Gadung 2 – Blok M (melalui Koridor 4 – Koridor 10 – Koridor 9 – Koridor 1)
  3. F14: Kampung Rambutan – Kota (melalui Koridor 7 – Koridor 10 – Koridor 2 – Koridor 5 – Koridor 12)
  4. F15: Kampung Rambutan – Pulo Gadung 2 (melalui Koridor 7 – Jalan Tol Jagorawi – Koridor 10 – Koridor 4)
  5. F17: Tanjung Priok – Tanah Abang (melalui Koridor 12 – Koridor 10 – Koridor 2)
  6. F09: Manggarai – Pasar Minggu (melalui Koridor 4)
  7. F16: Kampung Rambutan – Lebak Bulus (melalui Koridor 7 – Jl. TB. Simatupang – Koridor 8)

Angkutan Malam Hari (Amari) dan Angkutan Dini Hari (Andini)[sunting | sunting sumber]

Amari dan Andini adalah layanan Transjakarta yang tersedia setiap malam (22.10-04.30 WIB) dan hanya berhenti bada halte tertentu yang dekat dengan pusat keramaian atau perumahan. Per 6 Mei 2015, ada 7 koridor yang melayani Amari dan Andini. Mulai 11 Januari 2016, Amari/Andini berhenti di setiap halte transjakarta.

Koridor Rute Mulai beroperasi
Roundeltjk1.png Blok M – Kota 1 Juni 2014
Roundeltjk2.png Pulogadung 1 – Harmoni

Sentral

6 Mei 2015
Roundeltjk3.png Kalideres – Pasar Baru 1 Juni 2014
Roundeltjk5.png Ancol – Kampung Melayu – PGC 6 Mei 2015
Roundetjk8.png Lebak Bulus – Harmoni

Sentral

6 Mei 2015
Roundetjk9.png PGC – Pluit 1 Juni 2014
Roundetjk10.png Tanjung Priuk – PGC 2 6 Mei 2015

Armada pengumpan[sunting | sunting sumber]

APTB dan TransJabodetabek[sunting | sunting sumber]

Pada 2012, UPTB bersama Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta meluncurkan angkutan pengumpan Transjakarta yang melayani wilayah perbatasan Jakarta (Bogor, Depok, Tangerang, Tangerang Selatan, dan Bekasi). APTB dan TransJabodetabek beroperasi seperti angkutan lainnya, namun diperbolehkan memasuki jalur Transjakarta, karena bus yang digunakan memenuhi syarat untuk mengangkut penumpang di halte busway.

APTB dan TransJabodetabek telah didesain menjadi 18 trayek (lintasan) yang akan tersebar merata di seluruh wilayah Jabodetabek dan diproyeksikan dapat mengurangi jumlah kendaraan bermotor yang masuk ke Jakarta.[12] Jumlah bus yang disediakan oleh operator tiap trayek ditentukan oleh Dinas Perhubungan DKI Jakarta minimal 10 unit bus yang telah ditentukan spesifikasinya. Pengguna APTB tidak perlu lagi membeli tiket Transjakarta, selama tidak keluar dari halte, karena tiket Transjakarta sudah termasuk dalam harga tiket APTB. Berbeda dengan APTB yang harus membayar Rp 5.000,- pada saat berhenti di halte busway, TransJabodetabek membayar tarif sesuai dengan tarif terjauh tergantung jurusan masing-masing pada saat berhenti atau sampai di halte tujuan.

Tujuan Akhir Trayek APTB/Transjabodetabek Koridor yang dilalui Halte yang dilayani APTB/TransJabodetabek Operator
Bekasi Mega Bekasi/Terminal Bekasi – Tosari Roundeltjk1.pngRoundetjk9.png 13 PPD
Terminal Bekasi – Tanah Abang Roundeltjk1.pngRoundetjk9.png 14 Mayasari Bakti
Terminal Cikarang – Terminal Kalideres Roundeltjk3.pngRoundetjk9.png 27 Mayasari Bakti
Pasar Modern Harapan Indah – Pasar Baru Roundeltjk2.pngRoundeltjk3.png Roundeltjk5.png 27 PPD
  • Rute APTB Bekasi – Tosari:
Terminal Bekasi → Jl. Ir. H. Juanda → Jl. H. Mulyadi Joyomartono → Jalan Tol Jakarta-Cikampek → Halim PK → Jl. MT. Haryono → Koridor 9 (BNN (arah Bekasi) → Cawang Ciliwung → Cikoko St.Cawang → Tebet BKPM → Pancoran Tugu → Pancoran Barat → Tegal Parang → Kuningan Barat → Gatot Subroto Jamsostek → Gatot Subroto LIPI → Semanggi (arah Bundaran HI)) → Koridor 1 (Bendungan Hilir → Karet → Setiabudi → Dukuh Atas → Tosari)
  • Rute APTB Bekasi – Tosari:
Mega Bekasi Hypermall → Jl. Jend A. Yani → Jalan Tol Jakarta-Cikampek → Halim PK → Jl. MT. Haryono → Koridor 9 (BNN (arah Bekasi) → Cawang Ciliwung → Cikoko St.Cawang → Tebet BKPM → Pancoran Tugu → Pancoran Barat → Tegal Parang → Kuningan Barat → Gatot Subroto Jamsostek → Gatot Subroto LIPI → Semanggi (arah Bundaran HI)) → Koridor 1 (Bendungan Hilir → Karet 2 → Dukuh Atas → Tosari)
  • Rute APTB Bekasi – Tanah Abang (via Bekasi Timur):
Terminal Bekasi → Jl. Ir. H. Juanda → Jl. H. Mulyadi Joyomartono → Jalan Tol Jakarta-Cikampek → Halim PK → Jl. MT. Haryono → Koridor 9 (BNN (arah Bekasi) → Cawang Ciliwung → Cikoko St.Cawang → Tebet BKPM → Pancoran Tugu → Pancoran Barat → Tegal Parang → Kuningan Barat → Gatot Subroto Jamsostek → Gatot Subroto LIPI → Semanggi (arah Tanah Abang)) → Koridor 1 (Bendungan Hilir → Karet 2 → Dukuh Atas → Tosari → Sarinah) → Jl. Kebon Sirih → Jl. Fachrudin → Jl. KH Mas Mansyur → Jl. Jatibaru → Tanah Abang.
  • Rute APTB Bekasi – Tanah Abang (via Bekasi Barat):
Terminal Bekasi → Jl. Ir. H. Juanda → Jl. Cut Meutia → Jl. Jend. A. Yani → Jalan Tol Jakarta-Cikampek → Halim PK → Jl. MT. Haryono → Koridor 9 (BNN (arah Bekasi) → Cawang Ciliwung → Cikoko St.Cawang → Tebet BKPM → Pancoran Tugu → Pancoran Barat → Tegal Parang → Kuningan Barat → Gatot Subroto Jamsostek → Gatot Subroto LIPI → Semanggi (arah Tanah Abang)) → Koridor 1 (Bendungan Hilir → Karet 2 → Dukuh Atas → Tosari → Sarinah) → Jl. Kebon Sirih → Jl. Fachrudin → Jl. KH Mas Mansyur → Jl. Jatibaru → Tanah Abang.
  • Rute APTB Cikarang – Kalideres:
Terminal Cikarang → Jl. Teuku Umar → Jl. Akses Tol Cibitung → Jalan Tol Jakarta-Cikampek → Halim PK → Jl. MT. Haryono → Koridor 9 (BNN (arah Cikarang) → Cawang Ciliwung → Cikoko St.Cawang → Tebet BKPM → Pancoran Tugu → Pancoran Barat → Tegal Parang → Kuningan Barat → Gatot Subroto Jamsostek → Gatot Subroto LIPI → Semanggi → Senayan JCC → Slipi Petamburan → Slipi Kemanggisan → RS. Harapan Kita → S. Parman Podomoro City → Grogol 2) → Koridor 3 (Jelambar → Indosiar → Taman Kota → Jembatan Gantung → Dispenda Samsat Barat → Jembatan Baru → Rawa Buaya → Sumur Bor → Pesakih → Kalideres).
  • Rute TransJabodetabek Kota Harapan Indah – Pasar Baru:
Koridor 2 (Kota Harapan Indah → Ujung Menteng → Bekasi Pulogebang → Cakung Cilincing → Pasar Cakung → Tipar Cakung → Cakung United Tractors → Kawasan Industri Pulo Gadung → Pulo Gadung 1 → Bermis → Pulomas → ASMI → Pedongkelan → Cempaka Timur → RS Islam → Cempaka Tengah → Pasar Cempaka Putih → Rawa Selatan → Galur → Senen (arah Pasar Baru)→ Atrium (arah Pasar Baru)→ Kemenlu (arah Pasar Baru)→ Gambir 1 (arah Pasar Baru)→ Istiqlal (arah Pasar Baru)) → Koridor 3 (Pasar Baru) → Koridor 5 (Budi Utomo (arah Kota Harapan Indah) → Senen Sentral).
Bogor Terminal Bubulak – Terminal Rawamangun Roundeltjk4.pngRoundeltjk7.pngRoundetjk9.pngRoundetjk10.png 12 Sinar Jaya
Sentul City – Terminal Rawamangun Roundeltjk4.pngRoundeltjk7.pngRoundetjk9.pngRoundetjk10.png 12 Sinar Jaya
Terminal Bubulak – Terminal Blok M Roundeltjk1.pngRoundeltjk7.pngRoundetjk9.pngRoundetjk10.png 17 Sinar Jaya
Sentul City – Terminal Blok M Roundeltjk1.pngRoundeltjk7.pngRoundetjk9.pngRoundetjk10.png 17 Sinar Jaya
Terminal Ciawi – Terminal Tanjung Priok Roundeltjk7.pngRoundetjk9.pngRoundetjk10.pngRoundetjk12.png 20 Hiba Utama
Terminal Ciawi – Tanah Abang Roundeltjk1.pngRoundeltjk7.pngRoundetjk9.pngRoundetjk10.png 16 Sinar Jaya
Rancamaya – Terminal Ciawi – Tanah Abang Roundeltjk1.pngRoundeltjk7.pngRoundetjk9.pngRoundetjk10.png 16 Sinar Jaya
Terminal Cileungsi – Terminal Blok M Roundeltjk1.pngRoundeltjk7.pngRoundetjk9.pngRoundetjk10.png 17 Mayasari Bakti
Terminal Cibinong – Terminal Grogol Roundeltjk7.pngRoundetjk9.pngRoundetjk10.png 18 Mayasari Bakti
Terminal Ciawi – Terminal Grogol Roundeltjk7.pngRoundetjk9.pngRoundetjk10.png 18 Agra Mas
Sentul City – Terminal Grogol Roundeltjk7.pngRoundetjk9.pngRoundetjk10.png 18 Sinar Jaya
Terminal Bubulak – Terminal Grogol Roundeltjk7.pngRoundetjk9.pngRoundetjk10.png 18 Sinar Jaya
Terminal Ciawi – Terminal Senen Roundeltjk2.pngRoundeltjk5.pngRoundeltjk7.pngRoundetjk9.pngRoundetjk10.pngRoundetjk11.png 20 Agra Mas
  • Rute APTB Bogor – Rawamangun:
Pool APTB Sentul City → Jalan Bali Raya → Jalan Siliwangi → Jalan MH Thamrin → Sentul Selatan → Jalan Tol Jagorawi → Jl. Mayjen Sutoyo → Koridor 10 (Cawang UKI → Cawang Sutoyo → Penas Kalimalang → Cipinang Kebon Nanas → Pedati Prumpung → St.Jatinegara → Ahmad Yani BC → Utan Kayu Rawamangun → Pemuda Pramuka) → Koridor 4 (UNJ → Sunan Giri → Velodrome) → Jl. Paus → Jl. Perserikatan → Terminal Rawamangun.
  • Rute APTB Bogor – Rawamangun:
Pool APTB Bubulak → Perumahan Taman Yasmin → Jalan KH Soleh Iskandar → Jalan Tol Lingkar Luar Bogor → Sentul Selatan → Jalan Tol Jagorawi → Jl. Mayjen Sutoyo → Koridor 10 (Cawang UKI → Cawang Sutoyo → Penas Kalimalang → Cipinang Kebon Nanas → Pedati Prumpung → St.Jatinegara → Ahmad Yani BC → Utan Kayu Rawamangun → Pemuda Pramuka) → Koridor 4 (UNJ → Sunan Giri → Velodrome) → Jl. Paus → Jl. Perserikatan → Terminal Rawamangun.
  • Rute APTB Bogor – Blok M:
Pool APTB Bubulak → Perumahan Taman Yasmin → Jalan KH Soleh Iskandar → Jalan Tol Lingkar Luar Bogor → Sentul Selatan → Jalan Tol Jagorawi → Jl. Mayjen Sutoyo → Koridor 9 (Cawang UKIBNN → Cawang Ciliwung → Cikoko St.Cawang → Tebet BKPM → Pancoran Tugu → Pancoran Barat → Tegal Parang → Kuningan Barat → Gatot Subroto Jamsostek → Gatot Subroto LIPI → Semanggi (arah Bogor)) → Koridor 1 (Polda Metro Jaya → Gelora Bung Karno → Bundaran Senayan → Masjid Agung → Blok M).
  • Rute APTB Bogor – Blok M:
Pool APTB Sentul City → Jalan Bali Raya → Jalan Siliwangi → Jalan MH Thamrin → Sentul Selatan → Jalan Tol Jagorawi → Jl. Mayjen Sutoyo → Koridor 9 (Cawang UKIBNN → Cawang Ciliwung → Cikoko St.Cawang → Tebet BKPM → Pancoran Tugu → Pancoran Barat → Tegal Parang → Kuningan Barat → Gatot Subroto Jamsostek → Gatot Subroto LIPI → Semanggi (arah Bogor)) → Koridor 1 (Polda Metro Jaya → Gelora Bung Karno → Bundaran Senayan → Masjid Agung → Blok M).
  • Rute APTB Bogor – Tanah Abang:
Terminal Ciawi → Ciawi → Jalan Tol Jagorawi → Jl. Mayjen Sutoyo → Koridor 9 (Cawang UKI → BNN → Cawang Ciliwung → Cikoko St.Cawang → Tebet BKPM → Pancoran Tugu → Pancoran Barat → Tegal Parang → Kuningan Barat → Gatot Subroto Jamsostek → Gatot Subroto LIPI → Semanggi (arah Tanah Abang)) → Koridor 1 (Bendungan Hilir → Karet 2 → Dukuh Atas → Tosari → Sarinah) → Jl. Kebon Sirih → Jl. Fachrudin → Jl. KH Mas Mansyur → Jl. Jatibaru → Tanah Abang.
  • Rute APTB Bogor – Tanah Abang:
Rancamaya → Jl. Sukabumi Raya → Ciawi → Jalan Tol Jagorawi → Jl. Mayjen Sutoyo → Koridor 9 (Cawang UKI → BNN → Cawang Ciliwung → Cikoko St.Cawang → Tebet BKPM → Pancoran Tugu → Pancoran Barat → Tegal Parang → Kuningan Barat → Gatot Subroto Jamsostek → Gatot Subroto LIPI → Semanggi (arah Tanah Abang)) → Koridor 1 (Bendungan Hilir → Karet 2 → Dukuh Atas → Tosari → Sarinah) → Jl. Kebon Sirih → Jl. Fachrudin → Jl. KH Mas Mansyur → Jl. Jatibaru → Tanah Abang.
  • Rute APTB Bogor – Tanjung Priok:
Terminal Ciawi → Ciawi → Jalan Tol Jagorawi → Jl. Mayjen Sutoyo → Koridor 10 (Cawang UKI → Cawang Sutoyo → Penas Kalimalang → Cipinang Kebon Nanas → Pedati Prumpung → St. Jatinegara → Ahmad Yani BC → Utan Kayu Rawamangun → Pemuda Pramuka → Kayu Putih → Pacuan Kuda → Cempaka Putih → Cempaka Mas → Yos Sudarso Kodamar → Sunter Kelapa Gading → Plumpang Pertamina → Walikota Jakarta Utara → Permai Koja → Enggano → Tanjung Priok).
  • Rute APTB Cibinong – Grogol:
Terminal Cibinong → Jl. Bogor Raya → Jl. Alternatif Sentul → Jalan Tol Jagorawi → Jl. Mayjen Sutoyo → Koridor 9 (Cawang UKI → BNN → Cawang Ciliwung → Cikoko St.Cawang → Tebet BKPM → Pancoran Tugu → Pancoran Barat → Tegal Parang → Kuningan Barat → Gatot Subroto Jamsostek → Gatot Subroto LIPI → Semanggi → Senayan JCC → Slipi Petamburan → Slipi Kemanggisan → RS. Harapan Kita → S. Parman Podomoro City → Grogol 2) Terminal Grogol
  • Rute APTB Cileungsi – Blok M:
Terminal Cileungsi → Jalan Cileungsi-Jonggol → Jalan Trans Yogi → Jalan Buperta → Jalan Tol Jagorawi → Jl. Mayjen Sutoyo → Koridor 9 (Cawang UKI → BNN → Cawang Ciliwung → Cikoko St.Cawang → Tebet BKPM → Pancoran Tugu → Pancoran Barat → Tegal Parang → Kuningan Barat → Gatot Subroto Jamsostek → Gatot Subroto LIPI → Semanggi (arah Cileungsi)) → Koridor 1 (Polda Metro Jaya → Gelora Bung Karno → Bundaran Senayan → Masjid Agung → Blok M).
  • Rute APTB Bogor – Grogol :
Pool APTB Sentul City → Jalan Bali Raya → Jalan Siliwangi → Jalan MH Thamrin → Sentul Selatan → Jalan Tol Jagorawi → Jl. Mayjen Sutoyo → Koridor 9 (Cawang UKI → BNN → Cawang Ciliwung → Cikoko St.Cawang → Tebet BKPM → Pancoran Tugu → Pancoran Barat → Tegal Parang → Kuningan Barat → Gatot Subroto Jamsostek → Gatot Subroto LIPI → Semanggi → Senayan JCC → Slipi Petamburan → Slipi Kemanggisan → S. Parman Harapan Kita → S. Parman Podomoro City → Grogol 2) → Terminal Grogol
  • Rute APTB Bogor – Grogol :
Terminal Ciawi → Jalan Tol Jagorawi → Jl. Mayjen Sutoyo → Koridor 9 (Cawang UKI → BNN → Cawang Ciliwung → Cikoko St.Cawang → Tebet BKPM → Pancoran Tugu → Pancoran Barat → Tegal Parang → Kuningan Barat → Gatot Subroto Jamsostek → Gatot Subroto LIPI → Semanggi → Senayan JCC → Slipi Petamburan → Slipi Kemanggisan → S. Parman Harapan Kita → S. Parman Podomoro City → Grogol 2) → Terminal Grogol
  • Rute APTB Bogor – Grogol :
Pool APTB Bubulak → Perumahan Taman Yasmin → Jalan KH Soleh Iskandar → Jalan Tol Lingkar Luar Bogor → Sentul Selatan → Jalan Tol Jagorawi → Jl. Mayjen Sutoyo → Koridor 9 (Cawang UKI → BNN → Cawang Ciliwung → Cikoko St.Cawang → Tebet BKPM → Pancoran Tugu → Pancoran Barat → Tegal Parang → Kuningan Barat → Gatot Subroto Jamsostek → Gatot Subroto LIPI → Semanggi → Senayan JCC → Slipi Petamburan → Slipi Kemanggisan → S. Parman Harapan Kita → S. Parman Podomoro City → Grogol 2) → Terminal Grogol
  • Rute APTB Bogor – Senen :
Terminal Ciawi → Ciawi → Jalan Tol Jagorawi → Jl. Mayjen Sutoyo → Koridor 7 (Cawang UKI → BNN → Cawang Otista → Gelanggang Remaja → Bidara Cina → Kampung Melayu) → Koridor 5 (Jatinegara RS. Premier (arah Ciawi) → Pasar Jatinegara (arah Ciawi) → Kebon Pala → Slamet Riyadi → Tegalan → Matraman 1 → Salemba Carolus → Salemba UI → Kramat Sentiong NU → Pal Putih) → Koridor 2 (Atrium (arah Senen) → RSPAD (arah Senen) → Deplu (arah Senen) → Senen (arah Ciawi)) → Terminal Senen
Tangerang Kebon Nanas – Terminal Poris Plawad – S. Parman Podomoro City Roundeltjk3.pngRoundetjk9.png 12 PPD
Terminal Poris Plawad – Terminal Pulo Gadung Roundeltjk2.pngRoundeltjk7.pngRoundetjk9.pngRoundetjk10.png 33 Mayasari Bakti
Terminal Poris Plawad – Pekan Raya Jakarta Roundetjk9.pngRoundetjk8.pngRoundeltjk3.pngRoundeltjk2.pngRoundeltjk5.png 7 PPD
  • Rute APTB Tangerang – S. Parman:
Kebon Nanas → Jl. MH Thamrin → Jl. Jend. Sudirman → Jl. Benteng Betawi → Terminal Poris Plawad → Jl. Benteng Betawi → Jl. KH Maulana Hasanuddin → Jl. Daan Mogot → Koridor 3 (Kalideres → Pesakih → Sumur Bor → Rawa Buaya → Jembatan Baru → Dispenda Samsat Barat → Jembatan Gantung → Taman Kota → Indosiar → Jelambar) → Koridor 9 (Grogol 2 → S. Parman Podomoro City).
  • Rute APTB Tangerang – Pulo Gadung:
Terminal Poris Plawad → Jl. Benteng Betawi → Jl. Jend. Sudirman → Jl. Teuku Umar → Jl. Imam Bonjol → Jalan Tol Jakarta-Tangerang → Koridor 9 (RS Harapan Kita → Slipi Kemanggisan → Slipi Petamburan → Senayan JCC → Semanggi → Gatot Subroto LIPI → Gatot Subroto Jamsostek → Kuningan Barat → Tegal Parang → Pancoran Barat → Pancoran Tugu → Tebet BKPM → Cikoko-Stasiun Cawang → Cawang Ciliwung → BNN → Cawang Sutoyo (arah Tangerang) → Cawang UKI (arah Tangerang)) → Koridor 10 ( Cawang UKI (arah Tangerang) → Cawang Sutoyo (arah Tangerang) → Cawang UKI (arah Tangerang)→ Penas Kalimalang → Cipinang Kebon Nanas → Pedati Prumpung → St. Jatinegara → Ahmad Yani BC → Utan Kayu → Pemuda Pramuka → Kayu Putih → Pacuan Kuda → Cempaka Putih)
  • Rute TransJabodetabek Tangerang – Kemayoran (PRJ):
Terminal Poris Plawad → Jl. Benteng Betawi → Jl. Jend. Sudirman → Jl. Teuku Umar → Jl. Imam Bonjol → Jalan Tol Jakarta-Tangerang → Koridor 9 (S. Parman-Podomoro City → Grogol 2-2 Mei Reformasi) → Koridor 3 (Sumber Waras → Harmoni Sentral → Pecenongan → Juanda) → Koridor 5 (Pasar Baru Timur) → Jl. Angkasa → Jl. Benjamin Sueb → Jl. Pekan Raya → Pekan Raya Jakarta
Tangerang Selatan Terminal Ciputat – Jakarta Kota Roundeltjk1.png 16 Bianglala Metropolitan
Terminal Ciputat – Terminal Blok M Roundetjk8.pngRoundeltjk1.png 5 PPD
  • Rute APTB Ciputat – Kota:
Terminal Ciputat → Jl. Dewi Sartika → Jl. Ir. H. Juanda → Jl. Ciputat Raya (ke Kota) → Jl. TB Simatupang (ke Kota)/Jl. Pasar Jumat Raya (dari Kota) → Metro Pondok Indah → Jl. Margaguna → Jl. Radio Dalam → Jl. Kramat Pela → Jl. Panglima Polim → Jl. Sisingamangaraja → Koridor 1 (Masjid Agung → Bundaran Senayan → Gelora Bung Karno → Polda Metro → Bendungan Hilir → Karet 2 → Dukuh Atas → Tosari → Sarinah → Bank Indonesia → Monas → Harmoni CB → Sawah Besar → Mangga Besar → Olimo → Glodok → Kota) → Jl. Jembatan Batu → Jl. Bank → Jl. Kali Besar Barat → Jl. Kali Besar Timur → Terminal Kota.
  • Rute TransJabodetabek Ciputat – Blok M:
Terminal Ciputat → Jl. Dewi Sartika → Jl. Ir. H. Juanda → Koridor 8 (Lebak Bulus (arah Ciputat) → Pondok Pinang (arah Blok M) → Pondok Indah 1 → Pondok Indah 2) → Jl. Margaguna → Jl. Radio Dalam → Jl. Kramat Pela → Jl. Barito II → Jl. Kyai Maja → Jl. Sisingamangaraja → Terminal Blok M.
Depok Terminal Depok – Terminal Grogol Roundeltjk7.pngRoundetjk9.pngRoundetjk10.png 20 PPD
  • Rute TransJabodetabek Depok – PGC – Grogol:
Terminal Depok → Jalan Margonda → Jalan Ir. H. Juanda → Jalan Raya Bogor → Jalan Tol CijagoJalan Tol Jagorawi → Koridor 9 (BKN → PGC 2 → Cawang UKI → BNN → Cawang Ciliwung → Cikoko St.Cawang → Tebet BKPM → Pancoran Tugu → Pancoran Barat → Tegal Parang → Kuningan Barat → Gatot Subroto Jamsostek → Gatot Subroto LIPI → Semanggi → Senayan JCC → Slipi Petamburan → Slipi Kemanggisan → RS. Harapan Kita → S. Parman Podomoro City → Grogol 2) Terminal Grogol
Rencana rute APTB dan TransJabodetabek[sunting | sunting sumber]

Sampai tahun 2015, Ada 22 rute yang melayani APTB dan TransJabodetabek tersebar di wilayah Bodetabek dan berikut ini rute yang sedang dalam rencana.[13]

Nomor Rute Jurusan Operator
1 18 Terminal Cikarang – Terminal Blok M Mayasari Bakti
2 19 Terminal Depok – Terminal Senen Mayasari Bakti/Steady Safe
3 20 Terminal Ciledug – Terminal Senen Bianglala
4 21 Terminal Ciputat – Terminal Senen Bianglala
7 24 Terminal Cibinong – Terminal Senen Metromini
8 25 Terminal Cibinong – Jatinegara Metromini
9 26 Terminal Depok – Terminal Kampung Rambutan Metromini
11 28 Terminal Poris Plawad – Terminal Senen Mayasari Bakti
12 29 (APTB)/18 (Transjabodetabek) Terminal Poris Plawad – Terminal Blok M Mayasari Bakti (APTB)/PPD (Transjabodetabek)
13 30 Jonggol – Terminal Kampung Rambutan Bersama
14 31 Terminal Poris Plawad – Tanah Abang Mayasari Bakti
13 32 Terminal Bekasi – Terminal Kampung Rambutan Mayasari Bakti
13 33 Terminal Poris Plawad – Terminal Kampung Rambutan Mayasari Bakti
14 34 Jatiasih – Terminal Senen Mayasari Bakti
15 35 Terminal Ciputat – Harmoni Sentral Bianglala
16 36 Terminal Bekasi – Terminal Kalideres Mayasari Bakti
17 37 (APTB)/06 (Transjabodetabek) Terminal Bekasi – Terminal Tanjung Priok Mayasari Bakti (APTB)/PPD (Transjabodetabek)
18 38 Terminal Bekasi – Terminal Grogol Mayasari Bakti
19 39 Terminal Bekasi – Terminal Kota Mayasari Bakti
20 40 Terminal Bekasi – Terminal Blok M Mayasari Bakti
21 41 Terminal Bekasi – Terminal Senen Mayasari Bakti
22 42 Terminal Cileungsi – Terminal Kalideres Mayasari Bakti
23 43 Terminal Depok – Terminal Kalideres Mayasari Bakti
24 44 Terminal Bekasi – Pasar Baru Mayasari Bakti
25 45 Terminal Cibinong – Terminal Blok M Mayasari Bakti
26 46 Terminal Cileungsi – Terminal Senen Metromini
27 47 Terminal Poris Plawad – Terminal Kota Tua Mayasari Bakti
28 48 Terminal Ciputat – Terminal Tanjung Priok Mayasari Bakti
29 05 Terminal Bekasi – Tosari (Transjabodetabek) PPD
30 07 Kota Delta Mas – Senen – Terminal Tanjung Priok (Transjabodetabek) PPD
31 08 Summarecon Bekasi – Pasar Baru (Transjabodetabek) PPD
32 09 Bogor – Kota (Transjabodetabek) PPD
33 10 Jatijajar – Ancol (Transjabodetabek) PPD
34 11 Jatijajar – Dukuh Atas (Transjabodetabek) PPD
35 12 Jatijajar – Terminal Pulogadung (Transjabodetabek) PPD
36 13 Jatijajar – Terminal Senen (Transjabodetabek) PPD
37 14 BSD CityTerminal Blok M (Transjabodetabek) PPD
38 15 Terminal Ciputat – Terminal Kampung Rambutan (Transjabodetabek) PPD
39 16 Kotabumi – Terminal Senen (Transjabodetabek) PPD
40 17 Terminal Poris Plawad – Ancol (Transjabodetabek) PPD
41 19 Serpong – Terminal Tanjung Priok (Transjabodetabek) PPD

Rute Transjakarta di kawasan penyangga[sunting | sunting sumber]

Mulai 25 April 2016, PT. Transportasi Jakarta mengoperasikan rute ke 4 kota penyangga. Pada awal pengoperasiannya Transjakarta mula-mula melayani Kota Bekasi dan Kota Depok, sedangkan rute ke Kota Tangerang dan Kota Bogor masih dalam tahap kajian rute dan akan dioperasikan secara bertahap. Berbeda dengan APTB dan TransJabodetabek, tarif bus Transjakarta ke kawasan penyangga ini sama seperti tarif Transjakarta pada umumnya, yakni Rp 3.500,-.[14][15]

Tujuan Akhir Trayek Koridor yang dilalui Halte yang dilayani Operator
Bekasi Mal Metropolitan – Tosari Roundeltjk1.pngRoundetjk9.png 15 TJ
Mal Metropolitan – Tanjung Priok Roundetjk10.png 18 TJ
Terminal Bekasi – Grogol 2 Roundetjk9.png 17 TJ
  • Rute Transjakarta Mal Metropolitan – Tosari:
Mal Metropolitan → Jl. Jend A. Yani → Jalan Tol Jakarta-Cikampek → Halim PK → Jl. MT. Haryono → Koridor 9 (BNN (arah Bekasi) → Cawang Ciliwung → Cikoko St.Cawang → Tebet BKPM → Pancoran Tugu → Pancoran Barat → Tegal Parang → Kuningan Barat → Gatot Subroto Jamsostek → Gatot Subroto LIPI → Semanggi (arah Bundaran HI)) → Koridor 1 (Bendungan Hilir → Karet 2 → Dukuh Atas → Tosari) → Jl. M.H. Thamrin (arah Bekasi) → Jl. Jend. Sudirman (arah Bekasi) → Jl. Gatot Subroto (arah Bekasi).
  • Rute Transjakarta Mal Metropolitan – Tanjung Priok:
Mal Metropolitan → Jl. Jend A. Yani → Jalan Tol Jakarta-CikampekJalan Tol Ir. Wiyoto Wiyono → Pisangan/Jatinegara → Jl. DI. Panjaitan (arah Bekasi) → Jl. Laksamana Yos Sudarso → Koridor 10 (Penas Kalimalang (arah Bekasi) → Cipinang Kebon Nanas (arah Bekasi) → Pedati Prumpung (arah Bekasi)→ Stasiun Jatinegara 1 → Ahmad Yani Bea Cukai → Utan Kayu Rawamangun → Pemuda Pramuka → Kayu Putih Rawasari → Pulomas Bypass → Cempaka Putih → Cempaka Mas 2 → Yos Sudarso Kodamar → Sunter Kelapa Gading → Plumpang Pertamina → Walikota Jakarta Utara → Permai Koja → Enggano → Tanjung Priok).
  • Rute Transjakarta Bekasi – Grogol 2 (via Bekasi Timur):
Terminal Bekasi → Jl. Ir. H. Juanda → Jl. H. Mulyadi Joyomartono → Jalan Tol Jakarta-Cikampek → Halim PK → Jl. MT. Haryono → Koridor 9 (BNN (arah Bekasi) → Cawang Ciliwung → Cikoko St.Cawang → Tebet BKPM → Pancoran Tugu → Pancoran Barat → Tegal Parang → Kuningan Barat → Gatot Subroto Jamsostek → Gatot Subroto LIPI → Semanggi → Senayan JCC → Slipi Petamburan → Slipi Kemanggisan → RS Harapan Kita → S. Parman Podomoro City → Grogol 2).
Depok Universitas Indonesia – Manggarai Roundeltjk4.png 1 TJ
  • Rute Transjakarta Depok – Manggarai:
Universitas Indonesia → Universitas Pancasila → Stasiun Lenteng AgungStasiun Tanjung Barat → Poltangan → Jl. Raya Ps. Minggu → Jl. Dr. Supomo → Jl. Dr. Saharjo → Koridor 4 (Manggarai).

Transjakarta Feeder[sunting | sunting sumber]

Transjakarta Feeder (dulunya disebut sebagai BKTB atau Bus Kota Terintegrasi Busway) adalah angkutan umum yang masyarakat hendak naik ke bus Transjakarta dan bus ini sebagai pengumpan bus Transjakarta dan wilayah jangkauannya di sekitar Jakarta. Selain itu, PT. Transportasi Jakarta juga menyediakan angkutan bus pengumpan gratis menuju 10 rusunawa bagi pemegang KTP rusunawa,[16][17] dan 4 stasiun kereta api KRL Jabodetabek agar penumpang KRL tidak kesulitan untuk berganti moda transportasi.[18] Saat ini feeder KRL beroperasi di Stasiun Tebet, Stasiun Palmerah, Stasiun Pesing, dan Stasiun Cawang, sementara stasiun lainnya direncanakan akan dilayani oleh Transjakarta Feeder pada tahun ini. Stasiun-stasiun tersebut yang direncanakan akan dilayani oleh bus pengumpan Transjakarta adalah Stasiun Manggarai, Stasiun Duren Kalibata, dan Stasiun Tanah Abang.[19] Semua armada bus pengumpan Transjakarta menggunakan bus sedang Toyota Dyna 110FT (eks-Kopaja AC) yang pengadaannya dilakukan oleh Kopaja, ada juga beberapa bus pengumpan yang menggunakan bus Hino RK8 R260 berwarna kuning-merah yang pengadaannya dilakukan oleh PT. Transportasi Jakarta sendiri. Dan berikut ini daftar rute-rute Transjakarta Feeder beroperasi dan rute rute yang masih dalam rencana.

Nomor Rute Jurusan Koridor yang terintegrasi Operator
1 F01 Pantai Indah Kapuk – Monas Roundetjk12.pngRoundeltjk1.pngRoundeltjk2.pngRoundeltjk3.png TJ/Kopaja
2 S66 Manggarai – Blok M (via Stasiun Manggarai) Roundeltjk4.pngRoundeltjk6.png Roundetjk9.png Roundeltjk1.png Kopaja
3 F04 Lebak Bulus – Senen (via Cikini) Roundetjk8.pngRoundeltjk6.pngRoundeltjk2.pngRoundeltjk3.pngRoundeltjk5.png Kopaja
4 F02 Ragunan (sisi barat) – Monas (via Semanggi) Roundeltjk6.pngRoundetjk9.png Roundeltjk1.png Kopaja
5 F02A Ragunan (sisi barat) – Monas (via Kuningan) Roundeltjk6.pngRoundeltjk1.png Kopaja
5 F03 Ragunan (sisi barat) – Dukuh Atas Roundeltjk6.pngRoundetjk9.png Roundeltjk1.png Kopaja
6 B86 Lebak Bulus – Kota (rencana) Roundetjk8.pngRoundeltjk3.pngRoundetjk9.png Roundeltjk1.pngRoundetjk12.png Kopaja
7 B88 Kalideres – Slipi (rencana) Roundeltjk3.pngRoundetjk9.png Kopaja
8 8 Kampung Melayu – Tanah Abang (rencana) Roundeltjk5.pngRoundetjk11.pngRoundeltjk2.png Kopaja
9 B95 S. Parman Podomoro City – Rawa Bokor (rencana) Roundeltjk3.pngRoundetjk9.png Kopaja
10 F07 Kota – Pelabuhan Kaliadem Roundetjk12.png TJ
11 F08 Kota – Pelabuhan Sunda Kelapa Roundetjk12.png TJ
12 F08A Ancol – Sunda Kelapa Roundeltjk5.png TJ
Nomor Rute Jurusan Koridor yang terintegrasi Operator
1 S01 Stasiun Tebet – Terminal Kampung Melayu Roundeltjk5.pngRoundeltjk7.png Roundetjk11.png TJ dan KCJ
2 S01A Stasiun Tebet – Karet Roundeltjk6.png TJ dan KCJ
3 S02 Stasiun Palmerah – Sudirman Roundetjk9.pngRoundeltjk1.png TJ dan KCJ
4 S03 Stasiun PesingIndosiar Roundeltjk3.png TJ dan KCJ
5 S02A Stasiun PalmerahRS Harapan Kita Roundetjk9.png TJ dan KCJ
6 S04 Stasiun Duren KalibataCawang UKI (rencana) Roundetjk10.pngRoundetjk9.pngRoundeltjk7.png TJ dan KCJ
7 S04A Stasiun Duren KalibataKuningan Barat (rencana) Roundetjk9.png TJ dan KCJ
Nomor Rute Jurusan Koridor yang terintegrasi Operator
1 R01 Rusunawa Marunda – Tanjung Priok Roundetjk10.pngRoundetjk12.png TJ
2 F01 Rusunawa Buddha Tzu Chi/Muara Angke – Balai Kota Roundetjk12.pngRoundeltjk1.pngRoundeltjk2.pngRoundeltjk3.png TJ
3 R08 Rusunawa Pulo Gebang – Pulo Gebang Roundetjk11.png TJ
4 R02 Rusunawa Daan Mogot – Kalideres Roundeltjk3.png TJ
5 R05 Rusunawa Kapuk Muara – Kalideres Roundeltjk3.png TJ
6 R06 Rusunawa Tambora – Pluit Roundetjk9.png TJ
7 R07 Rusunawa Flamboyan – Kalideres Roundeltjk3.png TJ
8 R03 Rusunawa Cipinang Besar Selatan – PGC Roundetjk10.png TJ
9 R04 Rusunawa Pinus Elok – Pulo Gebang Roundetjk11.png TJ
10 R09 Rusunawa Rawa Bebek – Pulo Gadung (via Ujung Menteng) Roundeltjk2.png TJ
Rute Spesial[sunting | sunting sumber]

Pada 29 Mei 2015 dalam menyambut HUT DKI Jakarta ke-488, PT. Transportasi Jakarta meluncurkan rute spesial Transjakarta Feeder pada di hari Sabtu-Minggu, HUT DKI Jakarta dan hari libur nasional untuk memudahkan penumpang Transjakarta yang hendak mengunjungi tempat-tempat wisata di Jakarta (misalnya PRJ, dll.) dan menghadiri acara-acara. Dan berikut ini daftar rute-rute Transjakarta Feeder beroperasi dan rute rute yang masih dalam rencana.

Nomor Rute Jurusan Koridor yang terintegrasi Operator
1 1 Pekan Raya Jakarta – Monas(*) Roundeltjk1.pngRoundeltjk2.pngRoundeltjk3.pngRoundeltjk5.png TJ
2 1 Pekan Raya Jakarta – Blok M(**) Roundeltjk1.pngRoundeltjk2.pngRoundeltjk3.pngRoundeltjk5.png TJ

(*) hanya beroperasi pada hari tertentu (Sabtu-Minggu, HUT Jakarta dan hari libur nasional)
(**) hanya beroperasi pada Java Jazz Festival

Bus tingkat[sunting | sunting sumber]

Selain bus Transjakarta, PT Transportasi Jakarta juga mengelola 12 bus tingkat gratis yang beroperasi dari Kota menuju Senayan dan juga sebaliknya. Bus tingkat ini diproduksi oleh Weichai (5 bus, berwarna ungu-hijau), MAN (1 bus, berwarna merah, hibah PT. Coca-Cola Indonesia), dan Mercedes-Benz (6 bus, 5 bus berwarna kuning, hibah Tahir Foundation; 1 bus berwarna biru-putih, hibah PT. Sumber Alfaria Trijaya). Keenam bus Mercedes-Benz yang dihibahkan masih belum beroperasi karena penggantian suspensi[20] dan chassis[20]. Ini adalah rute bus tingkat yang melayani berikut ini.

Nomor Rute Jurusan Operator
1 1 Pasar BaruMasjid IstiqlalLapangan Banteng – Bundaran Senayan TJ
2 2 Pasar BaruMasjid IstiqlalKota Tua Jakarta TJ
Pasar Baru - Gedung Kesenian Jakarta - Jl. Gedung Kesenian - Kantor Pos Pasar Baru - Jl. Katedral - Lapangan Banteng - Gereja Katedral Jakarta - Masjid Istiqlal - Jl. Veteran - Jl. Veteran III - Jl. Medan Merdeka Utara - Istana Negara - Jl. Medan Merdeka Barat - Monumen Nasional - Museum Nasional Indonesia - Jl. Medan Merdeka Selatan - Balai Kota DKI Jakarta - Jl. Medan Merdeka Timur - Galeri Nasional Indonesia - Gereja Immanuel Jakarta - Stasiun Gambir - Jl. Perwira - Jl. Katedral - Jl. Veteran - Jl. Veteran III - Jl. Medan Merdeka Utara - Istana Negara - Jl. Medan Merdeka Barat - Monumen Nasional - Museum Nasional Indonesia - Bunderan Arjuna - Jl. MH Thamrin - Bank Indonesia - Gedung Sarinah - Plaza Indonesia - Bunderan HI - Grand Indonesia Shopping Town - Jl. Jend. Sudirman - Bursa Efek Indonesia - Gelora Bung Karno - fX Sudirman - Bunderan Senayan - Jl. Jend. Sudirman - Jl. MH Thamrin - Jl. Medan Merdeka Barat - Jl. Majapahit (arah Pasar Baru) - Jl. Ir. H. Juanda (arah Pasar Baru)
Pasar Baru - Gedung Kesenian Jakarta - Jl. Gedung Kesenian - Kantor Pos Pasar Baru - Jl. Katedral - Gereja Katedral Jakarta - Masjid Istiqlal - Jl. Veteran - Jl. Veteran III - Jl. Medan Merdeka Utara - Istana Negara - Jl. Medan Merdeka Barat - Monumen Nasional - Museum Nasional Indonesia - Bunderan Arjuna - Jl. MH Thamrin - Bank Indonesia - Gedung Sarinah - Plaza Indonesia - Bunderan HI - Jl. MH Thamrin - Jl. Medan Merdeka Barat - Jl. Majapahit - Jl. Gajah Mada (arah Kota) - Jl. Hayam Wuruk (arah Pasar Baru) - Gedung Arsip Nasional - Glodok - Jl. Pintu Besar Selatan - Museum Bank Indonesia - Museum Bank Mandiri - Stasiun Jakarta Kota - Jl. Bank - Jl. Kali Besar Barat - Jl. Kunir - Jl. Kemukus - Jl. Ketumbar - Museum Fatahillah - Jl. Lada - Jl. Ir. H. Juanda (arah Pasar Baru)

Halte bus[sunting | sunting sumber]

Fasilitas Halte[sunting | sunting sumber]

Jembatan penyebrangan akses masuk halte Tegalan (Gramedia) Matraman.

Halte Transjakarta didesain berbeda dari halte angkutan umum lainnya. Ketinggian platform (lantai halte) yang diatur setinggi 110 cm dari permukaan jalan, menyesuaikan dengan tinggi pintu bus. Letak halte Transjakarta umumnya berada di tengah jalan, kecuali jalan satu arah dan jalan dengan area pembatas jalan yang minim. Akses masuk halte yang berada di tengah jalan menggunakan jembatan penyeberangan yang dibuat landai dan terbuat dari alumunium dan baja (kecuali jembatan penyeberangan yang sudah ada sebelumnya) atau disediakan tempat penyebrangan yang biasanya terletak dekat lampu lalu lintas atau dibuat zebra cross. Halte yang berada di pinggir jalan dilengkapi dengan halte angkutan umum disamping halte Transjakarta.

Kondisi halte Harmoni Sentral saat hari kerja.

Kontruksi halte didominasi oleh bahan alumunium, baja, dan kaca. Untuk beberapa koridor, konstruksi lantai halte menggunakan beton (halte baru). Ventilasi udara diberikan dengan menyediakan kisi-kisi alumunium pada sisi halte. Lantai halte dibuat dari pelat baja. Pintu halte menggunakan sistem geser otomatis yang akan lansung terbuka pada saat bus telah merapat di halte namun banyak yang tidak berfungsi. Di dalam halte disediakan tempat duduk, tempat sampah (bus tertentu), dan papan informasi mengenai rute Transjakarta ataupun lainnya.

Beberapa halte memiliki karakteristik tersendiri, terutama halte-halte transit. Halte Harmoni Sentral serta beberapa halte setelahnya hingga halte Glodok, berdiri di atas aliran Sungai Ciliwung, yang membuatnya ditompang dengan baja berukuran besar yang melintang di atas aliran air. Untuk titik transit yang tidak berada dalam 1 halte (2 halte yang berbeda koridor namun berdekatan), disediakan jembatan akses transit yang dikhususkan untuk pengguna Transjakarta.

Halte Transit[sunting | sunting sumber]

Pada 12 koridor Transjakarta, terdapat beberapa halte yang melayani lebih dari 1 koridor. Berikut ini adalah daftar halte transit utama yang beroperasi pada 12 koridor.

Halte transit Koridor
Harmoni Central Busway Roundeltjk1.pngRoundeltjk2.pngRoundeltjk3.pngRoundetjk8.png
Kota Roundeltjk1.pngRoundetjk12.png
Dukuh Atas 1 Dukuh Atas 2 Roundeltjk1.pngRoundeltjk4.pngRoundeltjk6.png
Bendungan Hilir Semanggi Roundeltjk1.pngRoundetjk9.png
Senen Senen Sentral Roundeltjk2.pngRoundeltjk5.png
Cempaka Timur Cempaka Mas 2 Roundeltjk2.pngRoundetjk10.png
Grogol 1 Grogol 2 Roundeltjk3.pngRoundetjk8.pngRoundetjk9.png
Pramuka BPKP Pemuda Pramuka Roundeltjk4.pngRoundetjk10.png
Matraman 1 Matraman 2 Roundeltjk4.pngRoundeltjk5.png
Kampung Melayu Roundeltjk5.pngRoundeltjk7.pngRoundetjk11.png
Pasar Jatinegara St. Jatinegara 2 Roundeltjk5.pngRoundetjk11.png
Gunung Sahari Mangga Dua Roundeltjk5.pngRoundetjk12.png
Jembatan Merah Roundeltjk5.pngRoundetjk12.png
Kuningan Barat Kuningan Timur Roundeltjk6.pngRoundetjk9.png
Cawang UKI Roundeltjk7.pngRoundetjk9.pngRoundetjk10.png
Penjaringan Roundetjk9.pngRoundetjk12.png
St. Jatinegara Flyover Jatinegara Roundetjk10.pngRoundetjk11.png
Tanjung Priok Roundetjk10.pngRoundetjk12.png
Pulogadung 1 Pulogadung 2 Roundeltjk2.pngRoundeltjk4.png

Tiket dan tarif[sunting | sunting sumber]

Kartu prabayar / E-Ticket[sunting | sunting sumber]

Pintu halte Transjakarta.

Sistem tiket pada halte Transjakarta sejak 2013 menggunakan kartu elektronik (e-ticketing), sebagai pengganti uang tunai. Operator koridor tidak menerbitkan kartu tersebut, melainkan menggunakan kartu prabayar yang dikeluarkan oleh bank. Bank tersebut yakni Bank Rakyat Indonesia (BRIZZI), Bank Central Asia (Flazz), Bank Negara Indonesia (Tapcash, Kartu Aku, dan Rail Card), Bank Mandiri (e-money, e-Toll Card, Indomaret Card, dan GazCard), Bank DKI (JakCard), serta Bank Mega MegaCash. Kartu tersebut dapat dibeli di bank penyedia kartu prabayar dan loket pada seluruh halte Transjakarta. Pengisian saldo dapat dilakukan di ATM, bank-bank terkait, dan loket halte.[21] Kartu tersebut, (kecuali untuk Bank DKI (JakCard) dan Bank Mega MegaCash), dapat juga digunakan sebagai tiket Commuter Line.[22]

Pengguna e-ticket tidak perlu mengantri di loket halte, cukup dengan tap-in di pintu masuk halte (barrier) lalu masuk ke dalam halte. Apabila saldo habis, maka saat tap-in pintu barrier tidak dapat diputar dan pengguna kartu dapat mengisi ulang di loket halte. Semua pengguna Transjakarta yang akan keluar halte tidak melakukan tap-in lagi, cukup dengan melewati barrier keluar halte.[23]

Dari bulan November 2014 hingga Februari 2015, mulai diberlakukan full e-ticket untuk 12 koridor busway. Full e-ticket diberlakukan tiap 2 minggu sekali di hari Sabtu (hingga 13 Desember 2014 untuk koridor 10, 11, dan 12). Tahap-tahap tersebut di akhiri pada hari Minggu, 15 Februari 2015 dimana berlaku ujicoba e-ticket di koridor 4 dan 6 dan seminggu setelahnya (22 Februari 2015) berlaku full e-ticket di seluruh koridor Transjakarta (termasuk koridor 4 dan 6).

Tarif[sunting | sunting sumber]

Tarif Transjakarta[sunting | sunting sumber]

Tarif Transjakarta pada pukul 05.00 - 07.00 WIB sebesar Rp2.000, sedangkan pada pukul 07.00 - 23.00 WIB sebesar Rp3.500. Transjakarta disudsidi oleh Pemprov DKI Jakarta dengan menggunakan dana dari APBD. Pada hari-hari tertentu (misalnya HUT Jakarta 22 Juni, Tahun Baru 1 Januari, dll.) pengguna Transjakarta dibebaskan dari tarif (gratis). Per 6 Januari 2016, tarif Transjakarta untuk seluruh koridor adalah Rp3.500.

Pada operasional malam hari (Amari) pukul 23.00 - 05.00 tarif Transjakarta tetap Rp3.500.

Tarif APTB dan TransJabodetabek[sunting | sunting sumber]

Tarif APTB dan TransJabodetabek tiap lintas berbeda-beda, sesuai kesepakatan Dinas Perhubungan daerah yang dilintasi dengan operator APTB dan TransJabodetabek lintas tersebut.

  • APTB Bekasi – Bundaran HI/Tanah Abang sebesar Rp10.000,-[24]
  • APTB Cikarang – Kalideres sebesar Rp20.000,-
  • APTB Bogor – Rawamangun sebesar Rp16.000,-[25]
  • APTB Cileungsi – Blok M sebesar Rp17,000,-[26]
  • APTB Cibinong – Grogol sebesar Rp17.000,-[27]
  • APTB Ciputat – Kota sebesar Rp10.000,-[28]
  • APTB Tangerang – S. Parman Podomoro City sebesar Rp10.000,-[29]
  • APTB Bogor – Blok M sebesar Rp16.000
  • APTB Bogor – Tanah Abang sebesar Rp16.000,-[30]
  • APTB Bogor – Tanjung Priok sebesar Rp16.000,-[31]
  • APTB Bogor – Grogol sebesar Rp16.000,-
  • APTB Ciawi – Grogol sebesar Rp16.000,-
  • APTB Ciawi – Senen sebesar Rp16.000,-
  • APTB Tangerang – Pulo Gadung sebesar Rp12.000,-
  • TransJabodetabek Ciputat – Blok M sebesar Rp 8.000,-
  • TransJabodetabek Tangerang – Kemayoran sebesar Rp9.000,-
  • TransJabodetabek Depok – Grogol sebesar Rp9,000,-
  • TransJabodetabek Kota Harapan Indah – Pasar Baru sebesar Rp 7.000,-
  • Dalam Halte Bus Transjakarta sebesar Rp5.000,- (Semua Jurusan APTB)
  • Untuk TransJabodetabek rute Tangerang – Kemayoran, Depok – Grogol, dan Harapan Indah – Pasar Baru bila naik antar Halte Busway (Masih di dalam Koridor TransJakarta) maka tidak akan dikenakan biaya tambahan

Pengelola[sunting | sunting sumber]

PT. Transportasi Jakarta[sunting | sunting sumber]

PT. Transportasi Jakarta adalah pengelola Transjakarta yang awalnya bernama Badan Layanan Umum (BLU) Transjakarta dan Unit Pengelola Transjakarta Busway (UPTB). Lembaga ini dibentuk pada tahun 2003 berdasarkan SK Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 110/2003 tentang Pembentukan BP Transjakarta. Pada tahun 2006 namanya kemudian diganti menjadi BLU Transjakarta berdasarkan Peraturan Gubernur Nomor 48 Tahun 2006, kemudian menjadi Unit Pengelola. UPTB bernaung di bawah Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta.[32] Lembaga ini dibubarkan pada akhir tahun 2013 dan digantikan oleh PT. Transportasi Jakarta yang merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).[33]

PT. Transportasi Jakarta memiliki kewenangan atas operasional seluruh koridor dan area kerja Transjakarta serta melakukan pengawasan dan koordinasi dengan operator koridor, penyedia armada bus, dan pengelola pool SPBG. Direktur Utama PT. Transjakarta diangkat dan diberhentikan oleh Gubernur DKI Jakarta dengan memerhatikan saran dan masukan dari Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta.

Operator koridor dan armada bus[sunting | sunting sumber]

Dalam pengoperasiannya, Transjakarta didukung oleh beberapa perusahaan operator yang mengelola armada yang melayani tiap koridor. Operator tersebut yaitu:

  1. PT Jakarta Express Trans (JET) (tidak beroperasi sejak 10 Juni 2013)
  2. PT Trans Batavia (TB) (tidak beroperasi sejak 15 Januari 2016)
  3. PT Jakarta Trans Metropolitan (JTM) – Koridor 4 dan 6
  4. PT Primajasa Perdanaraya Utama (PP) – Koridor 10
  5. PT Jakarta Mega Trans (JMT) – Koridor 5, 7A, dan 7B
  6. PT Eka Sari Lorena (LRN) – Koridor 5 dan 7
  7. PT Bianglala Metropolitan (BMP) – Koridor 8, 9, dan Amari
  8. PT Trans Mayapada Busway (TMB) – Koridor 9 dan 10
  9. Perum DAMRI (DMR/DAMRI) – Koridor 1, 8, 11
  10. PT. Transportasi Jakarta (TJ) – Seluruh koridor, Rute Langsung, Feeder Rusunawa, Feeder KRL (kerjasama dengan PT.KCJ), Rute Spesial, Rute Penyangga
  11. Kopaja (KAJ) – Feeder, Koridor 4, 6A, 7A, 7B, dan 12
  12. Mayasari Bakti (MB) – Koridor 1, 2, dan 3[34]
  13. Perum PPD (PPD) – Koridor 1, 2, 3, 4, 6, 12, Rute Langsung, Feeder KRL, Rute Penyangga, dan Amari

Operator APTB dan TransJabodetabek[sunting | sunting sumber]

Dalam pengoperasiannya, Transjakarta didukung oleh beberapa perusahaan operator yang mengelola armada yang melayani tiap rute APTB. Operator tersebut yaitu:

  1. PT Bianglala Metropolitan (BMP) – APTB Ciputat-Kota
  2. PO Sinar Jaya – APTB Bogor-Rawamangun, APTB Bogor-Blok M, APTB Ciawi-Tanah Abang, APTB Bogor-Grogol
  3. PT Mayasari Bakti (MB) – APTB Bekasi-Tanah Abang, APTB Cibinong-Grogol 2, APTB Cileungsi-Blok M, APTB Tangerang-Pulo Gadung, APTB Cikarang-Kalideres
  4. Perum PPD (PPD) – APTB Bekasi-Bundaran HI, APTB Mega Bekasi-Bundaran HI, APTB Tangerang-S. Parman-Podomoro City, SBU Transjabodetabek
  5. PT Hiba Utama – APTB Ciawi-Tanjung Priok
  6. PO Agra Mas – APTB Ciawi-Grogol, APTB Ciawi-Senen, APTB Bogor-Cililitan

Kekurangan[sunting | sunting sumber]

  • Kurangnya armada bus pengumpan (feeder) yang membantu melayani Transjakarta.
  • Beberapa jembatan penyeberangan yang dibangun bagi penumpang Transjakarta mengalami kerusakan, contohnya lantai jembatan yang berlubang serta tangga yang lantainya telah rusak.[35][36]
  • Pada jam-jam sibuk, jumlah armada yang tersedia tidak memadai dengan jumlah penumpang yang banyak menyebabkan antrian panjang di halte-halte untuk semua koridor. Terkadang kriminalitas juga terjadi pada jam-jam sibuk di saat bus penuh terisi penuh.[37]
  • Halte-halte yang ada belum menyediakan sarana ventilasi udara yang layak sehingga membuat ruangan menjadi pengap ketika terdapat banyak orang yang mengantri.[38] serta kurangnya tempat duduk di halte.
  • Beberapa titik di jalur koridor 2-12 masih sering dimasuki oleh kendaraan pribadi, menyebabkan terhambatnya perjalanan bus pada jam-jam tertentu (pada kondisi tertentu, telah diberikan suatu solusi, yaitu setelah dilakukan koordinasi, bus akan mengambil jalur dari arah yang berlawanan, sementara bus-bus dari arah yang berlawanan akan melewati jalur umum).[39]
  • Karena sering dimasuki (secara tiba-tiba) oleh pejalan kaki dan kendaraan pribadi, maka di beberapa titik di Koridor 2 dan 3 secara berkala terjadi kecelakaan yang melibatkan bus Transjakarta dan pejalan kaki/kendaraan pribadi.
  • Seringkali pengumuman halte yang diberikan tidak sesuai dengan halte yang akan dilalui, hal ini disebabkan oleh keteledoran pengemudi yang lupa menekan tombol pengumuman pada waktunya.
  • Pembuatan maupun pengoprasian Transjakarta membuat kemacetan yang luar biasa dan sering di luar batas kewajaran, terutama pembangunan jalur yang meninggikan permukaan jalan.[40]
  • Kurangnya jumlah SPBG membuat headway di sejumlah koridor menjadi lama, karena letak SPBBG yang jauh, sangat sedikit dan kadang terjadi masalah di suatu SPBG.
  • Ada 529 bus sedang dan gandeng asal Tiongkok yang sebenarnya sudah siap dioperasikan. Namun terkendala kasus korupsi mantan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Udar Pristono, sehingga sampai saat ini belum bisa dioperasikan.
  • Banyak terjadinya kejahatan seksual di dalam bus Transjakarta, sehingga pihak Transjakarta menyediakan area khusus wanita pada bagian depan hingga tengah rangkaian bus yang ditandai dengan stiker atau papan berwarna merah jambu, seperti halnya kereta khusus wanita yang sebelumnya telah diberlakukan oleh PT KAI Commuter Jabodetabek di KRL Commuter Line[41].

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ http://www.tempo.co/read/news/2014/06/01/083581606/Mulai-Hari-Ini-Transjakarta-24-Jam-di-Tiga-Koridor Mulai Hari Ini Transjakarta 24 Jam di Tiga Koridor
  2. ^ http://transjakarta.co.id/tentangkami.php?page_id=1 Tentang Kami
  3. ^ http://transjakarta.co.id/penumpang.php?year=2012 Total Penumpang 2012
  4. ^ Artikel:"Bus Transjakarta Punya Logo Baru" di tempo.co
  5. ^ Artikel:"Logo Baru TransJakarta Akan Digunakan Pada Bus Baru di 2015" di detik.com
  6. ^ ITDP (Desember 2003). "TransJakarta Bus Rapid Transit System, Technical Review" (PDF). ITDP. Diakses tanggal 16 Juni 2012. 
  7. ^ http://megapolitan.kompas.com/read/2012/12/14/17032018/Sepi.Penumpang.Tiga.Feeder.Busway.Stop.Operasi.
  8. ^ "Transjakarta "Pinky", Persembahan Ahok untuk Kaum Perempuan". Kompas.com. 21 April 2016. Diakses 24 April 2016.
  9. ^ http://transjakarta.co.id/tentangkami.php?page_id=3 Sistem Transjakarta
  10. ^ http://megapolitan.kompas.com/read/2011/03/08/15500674/Koridor.XIII.XIV.dan.XV.di.Flyover.
  11. ^ "17 Rute Baru Transjakarta Mempercepat Perjalanan Anda". Situs resmi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. 18 April 2016. Diakses 18 April 2016.
  12. ^ http://megapolitan.kompas.com/read/2013/03/01/03042320/Rute.APTB.Tangerang.dan.Bekasi.Ditambah
  13. ^ Ini 20 Rute Baru Transjabodetabek dengan Tarif Rp 3.500. 22 Januari 2016. Kompas.com. Diakses 10 April 2016.
  14. ^ "Transjakarta Akan Beroperasi 24 Jam hingga ke Daerah Penyangga". Kompas.com. 24 April 2015. Diakses 24 April 2015.
  15. ^ "Senin Besok, Transjakarta Depok dan Bekasi Mulai Beroperasi". Kompas.com. 24 April 2015. Diakses 24 April 2015.
  16. ^ Ini 10 Rusunawa yang Warganya Dilayani Bus Pengumpan Transjakarta Gratis. Kompas.com. Diakses 2 April 2016.
  17. ^ Ini Rute TransJakarta Gratis untuk Warga Penghuni Rusunawa. Liputan6.com. Diakses 2 April 2016.
  18. ^ Transjakarta Operasikan Bus Pengumpan di Stasiun Tebet. 4 April 2016. Kompas.com. Diakses 9 April 2016.
  19. ^ "Feeder" Bus Transjakarta Juga Akan Beroperasi di Tiga Stasiun Ini. 4 April 2016. Kompas.com. Diakses 9 April 2016.
  20. ^ a b Empty citation (bantuan) 
  21. ^ http://www.tempo.co/read/news/2013/01/22/087456131/Konsorsium-5-Bank-Layani-E-Ticket-Transjakarta
  22. ^ http://nasional.kompas.com/read/2014/08/11/13275481/Tiket.Elektronik.Transjakarta.Bisa.Digunakan.untuk.KRL
  23. ^ http://www.bni.co.id/id-id/bnipromo/productpromo/eticketingtransjakarta.aspx
  24. ^ http://news.liputan6.com/read/590952/tarif-aptb-jakarta-bekasi-direvisi-dari-rp-6-ribu-jadi-rp-8-ribu
  25. ^ http://info-bogor.com/jadwal-bus-aptb-bogor-bubulak-jakarta-rawamangun-dan-sebaliknya/
  26. ^ http://www.beritajakarta.com/2008/id/video_play.asp?vid=8363
  27. ^ http://www.bismania.com/home/showthread.php?t=8647&page=4
  28. ^ http://www.tribunnews.com/2012/10/02/harga-tiket-aptb-ciputat-kota-rp-9.500
  29. ^ http://www.transjakarta.co.id/news.php?id=310
  30. ^ http://jakarta.okezone.com/read/2013/11/29/500/904737/bus-aptb-bogor-tanah-abang-diluncurkan
  31. ^ http://id.berita.yahoo.com/aptb-bogor-tanjungpriok-mulai-beroperasi-005208203.html
  32. ^ (Indonesia) Transjakartabusway.com: Profil BLU Transjakarta Busway, diakses pada 29 Juli 2009.
  33. ^ DPRD DKI Sahkan PT Transjakarta Berdiri Sendiri. Diakses dari situs berita merdeka pada 17 Maret 2014
  34. ^ Kata Ahok, Mayasari Bakti Ingin Bergabung dengan PT Transjakarta. 6 Januari 2016. Kompas.com. Diakses 10 April 2016.
  35. ^ (Indonesia) Lantai Jembatan Busway Benhil Rusak Lagi (detik.com)
  36. ^ (Indonesia) 17 hari Lubang di Jembatan Busway Sawah Besar Menganga (detik.com)
  37. ^ (Indonesia) HCB Penuh Sesak, Penumpang Minta Tambah Bus (kompas.com)
  38. ^ (Indonesia) Naik Busway Bagaikan Ikan Sarder (detik.com)
  39. ^ (Indonesia)
    • Dikecilkannya jalur yang sudah ada.
    • Halte yang jarang pada beberapa koridor tertentu.
    • Memperparah kemacetan di mana-mana.
    • Menghambat perjalanan kendaraan pribadi.
    Jalur Busway di Daan Mogot Jakbar Makin Semrawut
  40. ^ (Indonesia) Dukuh Bawah-Slipi-Tomang Macet 5 Kilometer (detik.com)
  41. ^ (Indonesia) Pemisahan penumpang di Transjakarta tiru PT KCJ (kompas.com)

Pranala luar[sunting | sunting sumber]