Kabupaten Rote Ndao

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Rote Ndao)
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Koordinat: 10°45′28.5″S 123°03′45.3″E / 10.757917°S 123.062583°E / -10.757917; 123.062583

Kabupaten Rote Ndao
Nusa Tenggara Nuvola single chevron right.svg Nusa Tenggara Timur
Lambang resmi Kabupaten Rote Ndao
Lambang
Motto: 
Ita Esa
Lokasi Nusa Tenggara Timur Kabupaten Rote Ndao.svg
Kabupaten Rote Ndao berlokasi di Kepulauan Sunda Kecil
Kabupaten Rote Ndao
Kabupaten Rote Ndao
Kabupaten Rote Ndao berlokasi di Indonesia
Kabupaten Rote Ndao
Kabupaten Rote Ndao
Koordinat: 10°28′S 123°23′E / 10.47°S 123.38°E / -10.47; 123.38
Negara Indonesia
ProvinsiNusa Tenggara Timur
Tanggal peresmian02 Mei 2002
Dasar hukumUU Nomor 9 Tahun 2002
Ibu kotaBaa
Pemerintahan
 • BupatiPaulina Haning-Bullu, SE
 • Wakil BupatiStefanus M. Saek
Luas
 • Total1.280,10 km2 (49,420 sq mi)
Populasi
 • Total165.807 jiwa
Demografi
 • AgamaKristen 94,59%
- Protestan 92,86%
- Katolik 1,73%
Islam 5,38%
Hindu 0,02%
Lainnya 0,01%[2]
Zona waktuWITA (UTC+08:00)
Kode telepon0380
Kode Kemendagri53.14 Edit the value on Wikidata
Jumlah kecamatan10
Jumlah kelurahan7
Jumlah desa112
DAURp345.248.896.000,00 (2013)[3]
Fauna resmiKura-kura Leher Ular Rote
Situs webwww.rotendaokab.go.id

Kabupaten Rote Ndao adalah sebuah kabupaten di provinsi Nusa Tenggara Timur yang terletak di beranda terselatan Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di Baa. Kabupaten in memiliki luas wilayah 1.280,10 km² dan berpenduduk sebanyak 165.807 jiwa (2020).[1] Kabupaten Rote Ndao merupakan kabupaten sekaligus wilayah paling selatan di Indonesia, bahkan benua Asia secara keseluruhan. Kabupaten ini memiliki 107 pulau kecil dan enam di antaranya merupakan pulau-pulau yang berpenghuni. Wilayah utama kabupaten ini terdapat di pulau Rote, sebagai pulau yang paling besar di antara 107 pulau yang termasuk wilayah administratif kabupaten Rote Ndao. Enam pulau kecil lain yang berpenghuni adalah pulau Usu, Ndana, Ndao, Landu, Nuse, Do’o.[1]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Wilayah Rote Ndao semula adalah bagian dari Wilayah Pemerintahan Kabupaten Daerah Tingkat II Kupang yang dibentuk berdasarkan Undang - Undang Nomor 69 Tahun 1958. Wilayah Rote Ndao terdiri dari 3 wilayah pemerintahan kecamatan yaitu Kecamatan Rote Timur, Kecamatan Rote Tengah dan Kecamatan Rote Barat. Selanjutnya setelah berjalan 4 tahun lamanya, maka terjadilah pemekaran wilayah di Rote Ndao menjadi 8 kecamatan sehubungan dengan adanya keinginan masyarakat untuk membentuk Kabupaten Otonom bagi Rote Ndao.

Namun karena situasi keuangan Negara yang tidak memungkinkan sehingga pembentukan Kabupaten Otonom Rote Ndao belum dapat dilakukan. Untuk itu, pada tahun 1968 Gubernur Nusa Tenggara Timur mengeluarkan keputusan agar wilayah Rote Ndao dibentuk sebagai Wilayah Koordinator Schap dalam wilayah hukum Kabupaten Daerah Tingkat II Kupang dan menunjuk D.C. Saudale, sebagai Bupati.

Pada tahun 1979 terjadi perubahan status Wilayah Koordinator Schap Rote Ndao menjadi wilayah pembantu Bupati Kupang untuk Rote Ndao. Setelah tujuh kali berganti periode kepemimpinan maka dalam tahun 2000 timbul keinginan kuat dari masyarakat, baik yang berada di wilayah Rote Ndao maupun dukungan dari orang Rote yang berada di Kupang dan di Jakarta mengusulkan agar Wilayah Pemerintahan Pembantu Bupati Rote Ndao ditingkatkan menjadi Kabupaten definitif.

Usulan tersebut didukung dengan adanya pernyataan sikap dari 300 tokoh masyarakat, tokoh adat yang mewakili masyarakat dari 19 Nusak, kepada pemerintah pusat dalam hal ini Menteri Dalam Negeri, melalui Pemerintah Kabupaten Kupang (sebagai Kabupaten Induk). Atas dasar usulan tersebut maka setelah melalui pengkajian dan mekanisme pembahasan sesuai Peraturan Perundang - undangan yang berlaku maka pada tanggal 10 April 2002 oleh Pemerintah Pusat dan DPR - RI menetapkan Undang - Undang Nomor 9 Tahun 2002 tentang Pembentukan Kabupaten Rote Ndao di Propinsi Nusa Tenggara Timur dengan Christian Nehemia Dillak, SH sebagain Bupati Rote Ndao[4].

Geografi[sunting | sunting sumber]

Secara geografis, Kabupaten Rote Ndao terletak pada 10°25'52"–11°00'27" Lintang Selatan dan 122°38'33"–123°26'29" Bujur Timur. Wilayah Kabupaten Rote Ndao terdiri dari 107 pulau meliputi Pulau Rote sebagai pulau utamanya serta pulau-pulau kecil di sekitarnya[5]. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 1.280,10 km² dan berada di ketinggian antara 0-444 meter di atas permukaan air laut (mdpl) dengan titik tertinggi di Bukit Musaklain (444 mdpl) di selatan Pulau Rote. Seluruh wilayahnya dibatasi oleh perairan meliputi Selat Rote, Laut Sawu, Laut Timor dan Samudera Hindia. Sungai-sungai besar yang ada di Kabupaten Rote Ndao antara lain Sungai Kuli dan Sungai Batulilok.[6]

Batas wilayah[sunting | sunting sumber]

Batas-batas wilayahnya adalah sebagai berikut:

Utara Laut Sawu
Timur Laut Timor
Selatan Samudera Hindia
Barat Laut Sawu dan Samudera Hindia

Topografi[sunting | sunting sumber]

Wilayah Kabupaten Rote Ndao memiliki topografi yang relatif datar, berombak, sampai bergelombang. Sebagian besar topografi merupakan daratan, berbukit bukit dengan tingkat kemiringan rata-rata mencapai 45° dengan ketinggian dari permukaan laut (dpl) 0–500 meter. Proporsi dataran tinggi terluas di Kabupaten Rote Ndao terdapat di kecamatan Rote Timur, Rote Tengah, Rote Selatan dan Pantai Baru, kecamatan-kecamatan ini adalah kecamatan-kecamatan yang berdampingan. Keseluruhan topografi pulau Rote melandai dari arah timur ke barat. Sedangkan kecamatan Rote Tengah, Rote Selatan, Pantai Baru dan Rote Timur juga mempunyai bagian wilayah yang rendah dengan ketinggian berkisar 0-7 meter di atas permukaan laut (mdpl). Dataran rendah yang paling luas terletak di wilayah kecamatan Rote Tengah, Rote Selatan, Pantai Baru, dan Rote Timur mengarah sepanjang pesisir pantai Utara ke bagian tengah wilayah.[6]

Kemiringan lahan di wilayah pulau Rote, khususnya kecamatan Rote Barat dan Rote Timur lebih landai dari kecamatan lainnya di pulau Rote. Lereng dengan kemiringan lebih dari 40% hanya terdapat di kecamatan Rote Timur sebesar 0,33% dari luas wilayahnya, Kecamatan Pantai Baru 47,74% dari luas wilayahnya kemiringannya 2–15%, 38% berkemiringan 15-40%, sedangkan 11,70% dari luas wilayahnya berkemiringan 0–2%. Kecamatan Rote Tengah merupakan daerah yang berbukit-bukit dan bergunung, dilihat dari kemiringan lahan 15% sampai 40% luas lahannya 49,3 % dari luas lahan secara keseluruhan di kabupaten Rote Ndao. Dan dari luas lahan yang memiliki kemiringan >40% terdapat di Kecamatan Rote Tengah dengan persentase luas 70% dari luas wilayah secara keseluruhan.[6]

Hidrologi[sunting | sunting sumber]

Potensi hidrologi kabupaten Rote Ndao relatif terbatas. Sumber mata air yang ada pada umumnya berasal dari perbukitan dengan debit air menurun pada musim kemarau sehingga kebutuhan air pada musim kemarau merupakan kendala untuk wilayah ini. Jumlah sungai yang berair sepanjang tahun hanya berjumlah 12 buah. Sungai terbesar adalah Sungai Menggelama, dengan panjang sungai 32 km. Sementara jumlah danau yang berair sepanjang tahun ada 6 (enam) buah, dengan total volume 7 (tujuh) juta meter kubik (m³). Selain air permukaan, potensi air tanah juga sudah diidentifikasi. Pada tahun 2005, terdapat 30 unit sumur bor sudah dibangun di Kabupaten Rote Ndao, dengan debit bervariasi antara 0,90 dan 343,38 L/detik, dan kedalaman bervariasi antara 2,8 dan 28,4 meter.[6]

Iklim[sunting | sunting sumber]

Wilayah Kabupaten Rote Ndao mempunyai iklim yang serupa dengan sebagian besar kabupaten & kota lain di provinsi Nusa Tenggara Timur, yaitu beriklim sabana tropis (Aw) yang kering. Seperti wilayah beriklim tropis lainnya, wilayah kabupaten ini memiliki dua musim, yaitu musim hujan dan musim kemarau. Oleh karena jenis iklim yang kering, Musim penghujan berlangsung singkat dari bulan Desember sampai dengan bulan Maret, sedangkan musim kemarau berlangsung sangat panjang dari bulan April hingga pekan-pekan pertama bulan November setiap tahunnya. Rata-rata curah hujan per tahun di kabupaten ini adalah 800–1600 milimeter dan jumlah hari hujan berkisar antara 70 hingga 130 hari hujan per tahun. Suhu udara di wilayah kabupaten ini berkisar antara 20°–34°C dengan tingkat kelembapan di wilayah ini berkisar antara 60% sampai dengan 88%.

Data iklim Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, Indonesia
Bulan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des Tahun
Rata-rata tertinggi °C (°F) 30.8
(87.4)
31.6
(88.9)
32.8
(91)
32
(90)
31.7
(89.1)
30.3
(86.5)
31.6
(88.9)
32.7
(90.9)
33.5
(92.3)
34.2
(93.6)
32.9
(91.2)
31.6
(88.9)
32.14
(89.89)
Rata-rata harian °C (°F) 27
(81)
27.7
(81.9)
27.8
(82)
27.2
(81)
26.7
(80.1)
25.7
(78.3)
25.2
(77.4)
26.6
(79.9)
27.5
(81.5)
28.5
(83.3)
28
(82)
27.5
(81.5)
27.12
(80.83)
Rata-rata terendah °C (°F) 23.6
(74.5)
23.2
(73.8)
22.9
(73.2)
21.5
(70.7)
20.8
(69.4)
19.6
(67.3)
20.5
(68.9)
21.9
(71.4)
22.8
(73)
23.2
(73.8)
24.3
(75.7)
23.8
(74.8)
22.34
(72.21)
Presipitasi mm (inci) 315.8
(12.433)
335.7
(13.217)
236.1
(9.295)
73.6
(2.898)
28.1
(1.106)
18.2
(0.717)
8.1
(0.319)
3.8
(0.15)
4.1
(0.161)
16.2
(0.638)
87.9
(3.461)
232.4
(9.15)
1.360
(53,545)
Rata-rata hari hujan 19 18 17 6 3 2 1 1 1 2 7 16 93
% kelembapan 86 85 81 79 75 69 65 62 67 71 76 80 74.7
Rata-rata sinar matahari bulanan 177 196 220 246 273 270 291 316 312 304 282 178 3.065
Sumber #1: Climate-Data.org[7] & Stasiun Klimatologi Lasiana Kupang[8]
Sumber #2: WeatherOnline[9]

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Daftar Bupati[sunting | sunting sumber]

Bupati Rote Ndao
Lambang Kabupaten Rote Ndao.jpeg
Lambang Kabupaten Rote Ndao
Paulina Haning-Bullu Bupati Rote Ndao.png
Petahana
Paulina Haning-Bullu,SE

sejak 14 Februari 2019
GelarSE
KediamanRumah Jabatan Bupati Rote Ndao
Masa jabatan5 tahun
Dibentuk2 Mei 2002
Pejabat pertamaChristian Nehemia Dillak, SH
Situs webhttps://rotendaokab.go.id

Adapun para pejabat yang memimpin di Rote Ndao dari masa ke masa saat masih bergabung di Kabupaten induk, Kabupaten Kupang, dengan nomenklatur Koordinatorschap Rote Ndao, Pembantu Bupati Wilayah Rote Ndao maupun Bupati Rote Ndao adalah sebagai berikut[10]:

No. Foto Nama Mulai Jabatan Akhir Jabatan Keterangan Wakil Bupati
Periode Koordinatorschap Rote Ndao
1.
D. C. Saudale, BA
1969
1974
-
2.
Drs. R.A.D Chandra Hasyim
1974
1976
-
Periode Pembantu Bupati Rote Ndao
1.
Drs. Th. M. Hermanus
1976
1983
-
2.
Drs. G. Bait
1983
1988
-
3.
Drs. Ruben Izaac
1988
1994
-
4.
Benyamin Messakh, BA
1994
2001
-
Periode Otonomi
-
Christian Nehemia Dillak, SH
Juli 2002
Agustus 2003
Penjabat Bupati
-
-
Piet A. Tallo
Agustus 2003
Desember 2003
Penjabat Bupati
-
1.
Christian Nehemia Dillak, SH
2003
2008 Bupati dan Wakil Bupati Definitif Pertama Bernad E. Pelle, S.IP
2.
Drs. Leonard Haning, MM
2009
2014
Drs. Marthen Luther Saek
2014
14 Februari 2019
Jonas Cornelius Lun, S.Pd
3.
Paulina Haning-Bullu Bupati Rote Ndao.png Paulina Haning-Bullu, SE
14 Februari 2019[11]
14 Februari 2024
Stefanus M. Saek, SE, M.Si


Dewan Perwakilan[sunting | sunting sumber]

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kabupaten Rote Ndao dalam dua periode terakhir.[12][13]

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2014-2019 2019-2024
Logo PKB.svg PKB 3 2
Logo Gerindra.svg Gerindra 3 1
LOGO- PDIP.svg PDI Perjuangan 3 Steady 3
GOLKAR logo.png Golkar 3 Steady 3
Partai NasDem.svg NasDem 4 Increase 5
PKS logo 2020.png PKS 0 Increase 1
PartaiPerindo.png Perindo (baru) 3
Logo PPP.svg PPP 2 Steady 2
Logo Partai Amanat Nasional.png PAN 1 0
Logo Hanura.svg Hanura 3 Steady 3
Democratic Party (Indonesia).svg Demokrat 3 2
Jumlah Anggota 25 Steady 25
Jumlah Partai 9 Increase 10

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Rote Ndao merupakan lembaga legislatif unikameral yang menjadi mitra kerja Pemerintah Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur. DPRD Rote Ndao memiliki 25 anggota yang tersebar dalam 10 partai politik, dengan perolehan suara mayoritas diraih oleh Partai NasDem.

Pimpinan DPRD Kabupaten Rote Ndao terdiri atas satu orang ketua dan dua orang wakil ketua yang berasal dari partai politik yang memiliki suara terbanyak di dewan. Untuk periode 2019–2024, jabatan ketua diisi oleh Alfred Saudila dari Partai NasDem. Dua orang wakil ketua, masing-masing ialah Yosia A. Lau dari Partai Golongan Karya dan Paulus Henuk dari Partai Persatuan Indonesia.

Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Kabupaten ini pada awalnya terdiri atas 6 kecamatan, namun telah mengalami pemekaran sehingga sekarang sudah terdapat 8 kecamatan,pada tahun 2012 terjadi pemekaran wilayah sehingga menjadi 10 Kecamatan yaitu:

  1. Landu Leko
  2. Lobalain
  3. Ndao Nuse
  4. Rote Timur
  5. Pantai Baru
  6. Rote Tengah
  7. Rote Selatan
  8. Rote Barat Daya
  9. Rote Barat Laut
  10. Rote Barat

Pulau-pulau[sunting | sunting sumber]

Peta pulau Rote

Kabupaten Rote Ndao memiliki luas wilayah 1280,10 km². Dari 96 pulau yang ada di Kabupaten Rote Ndao, hanya 6 pulau yang berpenghuni[14], yaitu:

Demografi[sunting | sunting sumber]

Penduduk[sunting | sunting sumber]

Pria dan wanita mengenakan pakaian adat Suku Rote.

Jumlah penduduk Kabupaten Rote Ndao pada tahun 2013 tercatat sebanyak 147.781 jiwa terdiri dari 75.292 jiwa Laki-laki dan 72.486 jiwa Perempuan, mengalami pertumbuhan sebesar 3,99% dari tahun sebelumnya, dengan jumlah rumah tangga sebanyak 26.107 rumah tangga. Kepadatan penduduk Kabupaten Rote Ndao sebesar sekitar 100 jiwa/km², dengan Kecamatan Ndao Nuse merupakan daerah terpadat penduduknya dengan 268 jiwa/km² dan Kecamatan Rote Tengah merupakan daerah terjarang penduduknya dengan 61 jiwa/km². Penduduknya berasal dari Suku Rote dan berbahasa sehari-hari menggunakan Bahasa Rote.

Agama[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 2020, penduduk kabupaten ini berjumlah 165.608 jiwa dengan sebagian besar penduduk Kabupaten Rote Ndao menganut agama Kekristenan yakni 94,59% dimana mayoritas Protestan yakni 92,86% dan Katolik 1,73%. Kemudian sebagian lagi memeluk agama Islam yakni 5,38% dan sebagian kecil memeluk agama Hindu yakni 0,02% dan lainnya 0,01%.[2] Mata pencaharian penduduk umumnya berladang, beternak, berdagang, nelayan, menyadap nira, pengrajin kerajinan lontar, dan sebagian lainnya bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil.

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Tempat Wisata[sunting | sunting sumber]

  1. Pantai Nembrala
  2. Pantai Bo'a
  3. Pantai Oeseli
  4. Pantai Tolanamon
  5. Pantai Mulut Seribu
  6. Pantai Laviti
  7. Danau Laut Mati
  8. Bukit Manda'o
  9. Pemandian Mata Air Oemau
  10. Pemandian Oesamboka - Lelain

Galeri[sunting | sunting sumber]


Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c "Kabupaten Rote Ndao Dalam Angka 2020" (pdf). BPS Kabupaten Rote Ndao. Diakses tanggal 15 November 2020. 
  2. ^ a b "Persentase Agama yang Dianut Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur 2019". www.nttprov.go.id. Diakses tanggal 12 Mei 2020. 
  3. ^ "Perpres No. 10 Tahun 2013". 2013-02-04. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2013-02-14. Diakses tanggal 2013-02-15. 
  4. ^ Profil Kabupaten Rote Ndao (Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia
  5. ^ "Geografis Kabupaten Rote Ndao (Situs Kabupaten Rote Ndao)". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2018-07-14. Diakses tanggal 2018-07-14. 
  6. ^ a b c d "Profil Rote Ndao" (PDF). 
  7. ^ "Baa, Rote Ndao, Indonesia". Climate-Data.org. Diakses tanggal 15 Agustus 2020. 
  8. ^ "Zona Musim 257" (PDF). meteoalor.id. hlm. 15-16. Diakses tanggal 15 Oktober 2020. 
  9. ^ "Baa, Rote, Indonesia". Weatheronline.co.uk. Diakses tanggal 12 Agustus 2020. 
  10. ^ Rote Ndao, Pemkab. "Sejarah Terbentuknya Kabupaten Rote Ndao". Website Resmi Pemerintah Kabupaten Rote Ndao. Diakses tanggal 24 November 2020. 
  11. ^ "Paulina Haning Bullu, Istri Mantan Bupati Rote Ndao yang Kini Naik Takhta". tajukflores. 2019-02-15. Diakses tanggal 2020-11-24. 
  12. ^ Perolehan Kursi DPRD Rote Ndao 2014-2019
  13. ^ Perolehan Kursi DPRD Rote Ndao 2019-2024
  14. ^ Profil Wilayah Kabupaten Rote Ndao

Pranala luar[sunting | sunting sumber]