Negara Gereja

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Negara-negara Kepausan)
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Negara Gereja
Stato della Chiesa
754–1798

1799–1849

1849–1870
Bendera (1808-1870) Lambang (1870)
Negara Gereja (hijau) pada era 1700-an.
Ibu kota Roma
Bahasa Bahasa Latin, Bahasa Italia
Agama Kristen Katolik
Bentuk pemerintahan Monarki elektif, mutlak, dan teokratis
Sri Paus
 -  752 Paus Stefanus
 -  1846-1878 Paus Pius IX
Kardinal Sekretaris Negara
 -  1551–1555 Girolamo Dandini
 -  1848–1870 Giacomo Antonelli
Perdana Menteri
 -  1848 Gabriele Ferretti
 -  1850–1870 Giacomo Antonelli
Sejarah
 -  Pendirian 752
 -  Kodifikasi 781
 -  Pembubaran pertama 15 Februari 1798
 -  Pembubaran kedua 20 September 1870
 -  Kota Vatikan 11 Februari 1929
Pendahulu
Pengganti
Kerajaan Italia (Abad Pertengahan)
Eksarkat Ravenna
Republik Roma (Abad ke-18)
Republik Roma (Abad ke-19)
Kerajaan Italia (1861–1946)
Republik Roma (Abad ke-18)
Republik Roma (Abad ke-19)
Tahanan Vatikan

Negara Gereja (bahasa Italia: Stato della Chiesa)[1] adalah sekumpulan daerah di Semenanjung Italia yang diperintah secara langsung oleh Sri Paus sejak abad ke-8 sampai tahun 1870. Negara Gereja adalah salah satu di antara negara-negara besar di Italia yang berdiri sejak sekitar abad ke-8 sampai kawasan Semenanjung Italia dipersatukan melalui perang penaklukan oleh Kerajaan Piemonte-Sardegna. Hampir semua negara di Semenanjung Italia dapat ditaklukkan pada tahun 1861, tetapi kesatuan seluruh kawasan Semenanjung Italia baru terwujud pada tahun 1870. Pada masa jayanya, Negara Gereja menguasai sebagian besar wilayah Lazio (sudah termasuk Roma), Marche, Umbria, Romagna, dan sejumlah daerah di Emilia. Kepemimpinan Sri Paus selaku Kepala Negara Gereja dipandang sebagai perwujudan dari kuasa temporalnya, bukan perwujudan dari kuasa gerejawinya selaku rohaniwan tertinggi.

Pada tahun 1861, sebagian besar wilayah Negara Gereja telah direbut oleh Kerajaan Italia, tinggal Lazio, termasuk Roma, yang masih tetap dikuasai oleh Sri Paus. Pada tahun 1870, Lazio dan Roma dianeksasi oleh Kerajaan Italia, sehingga Sri Paus tidak lagi memiliki wilayah kedaulatan selain Basilika Santo Petrus, Istana Apostolik, dan gedung-gedung lembaga kepausan di sekitar kawasan Vatikan di kota Roma, yakni tempat-tempat yang tidak diduduki oleh tentara Kerajaan Italia. Pada tahun 1929, kepala pemerintahan negara Italia, yang kala itu dijabat oleh pemimpin Fasis Italia, Benito Mussolini, mengakhiri krisis antara Negara Kesatuan Italia dan Takhta Suci melalui perundingan, yang bermuara pada penandatanganan Perjanjian Lateran oleh kedua belah pihak. Berdasarkan perjanjian ini, negara Italia mengakui kedaulatan Takhta Suci atas sebuah entitas wilayah internasional bentukan baru, yakni Negara Kota Vatikan, dengan luas yang sangat terbatas, sekadar untuk membuatnya memiliki wilayah kedaulatan.

Nama negara[sunting | sunting sumber]

Negara Gereja (bahasa Italia: Stato della Chiesa) memiliki sejumlah sebutan lain, misalnya Negara Gerejawi (bahasa Italia: Stato Ecclesiastico, bahasa Latin: Status Ecclesiasticus), Negara Sri Paus (bahasa Italia: Stato Pontificio, bahasa Latin: Status Pontificius), dan Daulat Sri Paus (bahasa Latin: Dicio Pontificia).[2]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Asal mula[sunting | sunting sumber]

Sepanjang 300 tahun pertama keberadaannya, Gereja Katolik tertindas dan tersisih, tidak berhak memiliki maupun memindahtangankan properti.[3] Ibadat berjemaah diselenggarakan di dalam bilik khusus di rumah-rumah tinggal anggota jemaat yang berpunya, dan di dalam rumah-rumah ibadat perdana di pinggiran kota Roma, yang tercatat sebagai bangunan milik pribadi anggota jemaat, bukan milik Gereja. Kendati demikian, bangunan-bangunan tempat beribadat yang tercatat sebagai properti anggota jemaat, baik yang benar-benar merupakan milik pribadi maupun yang sekadar mengatasnamakan anggota jemaat tertentu, biasanya dianggap sebagai harta pusaka milik seluruh jemaat pengguna, dan diwariskan kepada seorang "ahli waris" yang sah. Seringkali orang yang ditetapkan menjadi ahli waris adalah diakon senior dari jemaat yang bersangkutan, yakni asisten uskup. Harta-harta pusaka semacam ini adalah properti yang dikuasai bersama oleh jemaat-jemaat di Roma, dan oleh karena itu menjadi properti yang dikuasai oleh Uskup Roma. Jumlahnya kian lama kian bertambah, dan tidak hanya berupa rumah tinggal melainkan juga berupa lahan-lahan yasan, baik sebagian maupun keseluruhan, yang tersebar di seantero Semenanjung Italia maupun di tempat-tempat lain.[4]

Sistem semacam ini mulai berubah pada masa pemerintahan Kaisar Konstantinus Agung, kaisar yang mengesahkan keberadaan agama Kristen di wilayah Kekaisaran Romawi, dan mengembalikan semua properti Gereja yang pernah disita negara. Di kota-kota besar, properti-properti ini cukup tinggi nilainya, dan properti-properti pusaka warisan di kota Roma sendiri tidak kurang tinggi nilainya.[3] Istana Lateran adalah properti bernilai tinggi pertama yang dihibahkan kepada Gereja, mungkin sekali oleh Kaisar Konstantinus sendiri.[3]

Gereja selanjutnya dihibahi pula properti-properti lain, terutama properti yang berlokasi di daratan Semenanjung Italia, tetapi ada pula yang berlokasi di provinsi-provinsi Kekaisaran Romawi. Seluruh tanah dan bangunan hibah ini dikuasai Gereja selaku lembaga swasta, bukan selaku entitas berdaulat. Pada abad ke-5, manakala Semenanjung Italia dikuasai oleh Odoaker, dan kemudian oleh orang Ostrogoth, organisasi Gereja di Italia, yang dikepalai oleh Sri Paus, terpaksa tunduk di bawah daulat penguasa daratan semenanjung, kendati tetap mengaku sebagai tampuk kepemimpinan Gereja sejagat.

Benih-benih Negara Gereja sebagai sebuah entitas politik berdaulat mulai disemai pada abad ke-6. Semenjak tahun 535, Kekaisaran Bizantin, di bawah pemerintahan Kaisar Yustinianus I, melancarkan perang perebutan kembali Italia yang berlangsung selama berpuluh-puluh tahun dan memorak-porandakan tatanan politik dan perekonomian Italia. Perang baru saja mereda tatkala orang Lombardi memasuki daratan semenanjung dari arah utara, dan merebut sebagian besar daerah pedesaan.

Kepala daerah[sunting | sunting sumber]

Foto beberapa personel pasukan Zuavi Sri Paus dari tahun 1869

Negara Gereja terdiri atas sejumlah daerah yang masing-masing diperintah oleh seorang kepala daerah selaku wakil Sri Paus. Kepala-kepala daerah ini menyandang sebutan yang berbeda-beda, misalnya sebutan Legatus Sri Paus bagi kepala daerah di bekas Kepangeranan Benevento, Bologna, Romagna, dan Mancanegara Ancona, serta sebutan Delegatus Sri Paus bagi kepala daerah di bekas Kadipaten Pontecorvo dan Provinsi Campagna e Marittima. Ada pula kepala-kepala daerah yang menggunakan sebutan Vikaris Sri Paus, Vikaris Jenderal, serta gelar-gelar ningrat semisal conte (bupati) dan bahkan principe (pangeran). Kendati demikian, sepanjang sejarah Negara Gereja, ada banyak pemimpin laskar dan bahkan pemimpin gerombolan bandit yang menjadi penguasa kota atau kadipaten kecil di dalam wilayahnya tanpa gelar apa-apa dari Sri Paus.

Kemiliteran[sunting | sunting sumber]

Kekuatan militer Negara Gereja terdiri atas pasukan-pasukan sukarelawan dan tentara bayaran. Antara tahun 1860 dan tahun 1870, Angkatan Bersenjata Sri Paus (bahasa Italia: Esercito Pontificio) terdiri atas dua resimen infanteri berkebangsaan Italia, dua resimen berkebangsaan Swiss, satu batalion sukarelawan berkebangsaan Irlandia, ditambah pasukan-pasukan artileri dan dragonder.[5] Pada tahun 1861, Negara Gereja membentuk korps sukarelawan Katolik internasional, yang dinamakan pasukan Zuavi Sri Paus (bahasa Italia: Zuavi Pontifici), meniru nama pasukan infanteri kolonial Prancis yang beranggotakan bumiputra Aljazair, bahkan meniru model pakaian seragamnya. Korps sukarelawan yang sebagian besar berkebangsaan Belanda, Prancis, dan Belgia ini pernah bertempur melawan Laskar Baju Merah pimpinan Giuseppe Garibaldi, laskar-laskar pejuang Italia, dan pasukan-pasukan tentara Italia ketika Negara Kesatuan Italia baru terbentuk.[6]

Angkatan Bersenjata Sri Paus dibubarkan pada tahun 1870, menyisakan pasukan Garda Kehormatan Istana (bahasa Italia: Guardia Palatina d'Onore) yang akhirnya dibubarkan oleh Paus Paulus VI pada tanggal 14 September 1970,[7] pasukan Garda Mulia (bahasa Italia: Guardia Nobile) yang juga dibubarkan pada tahun 1970, dan pasukan Garda Swiss (bahasa Italia: Guardia Svizzera) yang masih dipertahankan sampai sekarang sebagai pasukan seremonial di Vatikan sekaligus sebagai pasukan pengamanan Sri Paus.

Angkatan Bersenjata Sri Paus juga mencakup Angkatan Laut Sri Paus (bahasa Italia: Marina Pontificia), yang ditempatkan di dua pangkalan laut, Civitavecchia di pantai barat dan Ancona di pantai timur. Ketika Negara Gereja runtuh pada tahun 1870, kapal-kapal yang tersisa dari armada kecil Negara Gereja bertolak menuju Prancis, tempat kapal-kapal itu dijual sepeninggal Paus Pius IX.

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Rujukan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Frederik de Wit, "Status Ecclesiasticus et Magnus Ducatus Thoscanae" (1700)
  2. ^ Mitchell, S.A. (1840). Mitchell's geographical reader. Thomas, Cowperthwait & Co. hlm. 368. 
  3. ^ a b c Schnürer, Gustav. "States of the Church." Catholic Encyclopedia. Jld. 14. New York: Robert Appleton Company, 1912. 16 Juli 2014
  4. ^ Brent, Allen (2009-09-01). A Political History of Early Christianity (dalam bahasa Inggris). A&C Black. hlm. 243. ISBN 9780567606051. 
  5. ^ Brandani, Massimo (1976). L'Esercito Pontificio da Castelfidardo a Porta Pia. Milan: Intergest. hlm. 6. 
  6. ^ Charles A. Coulombe, The Pope's Legion: The Multinational Fighting Force that Defended the Vatican, Palgrave Macmillan, New York, 2008
  7. ^ Levillain 2002, hlm. 1095.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Koordinat: 42°49′16″N 12°36′10″E / 42.82111°N 12.60278°E / 42.82111; 12.60278