Keutamaan Petrus

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Keutamaan Petrus adalah sebuah posisi menonjol yang ditujukan kepada Santo Petrus di antara Dua Belas Murid.

Ini berbeda dari keutamaan Uskup Roma, yang juga dikenal sebagai keutamaan kepausan atau keutamaan Roma, yang hubungannya dengan keutamaan Petrus dipersengketakan.

Keutamaan Petrus di antara Para Rasul[sunting | sunting sumber]

Evangelical Dictionary of Theology menggambarkan peran utama Petrus di antara Para Rasul, berbicara tentang materi-materi yang menyoroti itu semua, dipanggil oleh Yesus dengan sebuah nama yang menghubungkannya dengan batu dimana Yesus membangun gereja-Nya, menggembalakan para pengikut Yesus dan mengambil peran utama dalam gereja awal yang disebutkan dalam Kisah Para Rasul.[1]

Terdapat kesepakatan umum antar para cendekiawan tentang keutamaan bahwa Petrus memegang para murid Yesus, menjadikannya "anggota paling penting dan berpengaruh dari Dua Belas Murid pada masa pelayanan Yesus dan Gereja perdana".[2]

Dalam satu tafsiran menyatakan bahwa Perjanjian Baru dan tulisan-tulisan Gereja Perdana lainnya menghormati Petrus karena mereka memandangnya sebagai faktor pemersatu ketimbang figur-figur lainnya yang diidentifikasikan dengan tafsiran-tafsiran Kekristenan yang dipersengketakan.[3]

Matius 16:18[sunting | sunting sumber]

Kontroversi muncul terkait satu teks yang berhubungan dengan nama julukan Aram כפא (Cepha'), yang artinya "batu", yang Yesus berikan kepada pria yang sebelumnya dikenal sebagai Simon (Yohanes 1:42) Orang Yunani menerjemahkannya menjadi Πέτρος (Petros), sebuah bentuk maskulin dari kata feminim standar πέτρα (petra), yang jug artinya "batu;" dan orang Latin menerjemahkannya menjadi Petrus.[4]

Sejak Reformasi Protestan, beberapa non-Katolik, yang tidak sepakat dengan pandangan Gereja Katolik, mempersengketakan apakah kata feminim πέτρα merujuk kepada Petrus, dengan sebagai gantinya mengklaim bahwa kata tersebut merujuk kepada pengakuan iman Petrus atau Yesus sendiri. Sehingga, penjelasan tradisional dari pasal tersebut disalahartikan oleh beberapa sarjana Alkitab Katolik terkini.[5][6]

Meskipun alasan ketidaksepakatan tentang keutamaan tersebut adalah materi yang sangat kompleks terhadap doktrin, sejarah, dan politik, debat tersebut seringkali tertuju pada diskusi pengartian dan terjemahan pasal "di atas batu ini":

Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus [Yunani, Petros, batu, maskulin],[7] dan di atas batu ini [Yunani, petra, batu, feminim][8] Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Catatan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Walter A. Elwell (editor), Evangelical Dictionary of Theology (Baker Academic 2001 ISBN 978-0-80102075-9), entry "Peter, Primacy of"
  2. ^ Theodore Stylianopoulos "Concerning the Biblical Foundation of Primacy", in Walter Kasper (editor), The Petrine Ministry (Paulist Press 2008 ISBN 978-0-80914334-4), pp. 43–44, citing John P. Meier, A Marginal Jew. 3. Companions and Competitors (Knopf Doubleday 2001 ISBN 978-0-38546993-7), pp. 221–225, and others.
  3. ^ "For Peter was probably in fact and effect the bridge-man (pontifex maximus!) who did more than any other to hold together the diversity of first-century Christianity. James the brother of Jesus, and Paul of Tarsus, the two other most prominent leading figures in first-century Christianity, were too much identified with their respective "brands" of Christianity, at least in the eyes of Christians at the opposite ends of this particular spectrum. But Peter, as shown particularly by the Antioch episode in Galatians 2, had both a care to hold firm to his Jewish heritage—which Paul lacked—and an openness to the demands of developing Christianity, which James lacked. John might have served as a figure of the center holding together the extremes, but if the writings linked with his name are at all indicative of his own stance, he was too much of an individualist to provide such a rallying point. Others could link the developing new religion more firmly to its founding events and to Jesus himself. But none of them, including the rest of the twelve, seem to have played any role of continuing significance for the whole sweep of Christianity—though James the brother of John might have proved an exception had he been spared." [Italics original] Dunn, James D.G. The Canon Debate. McDonald & Sanders editors, 2002, ch. 32, p. 577.
  4. ^ "Cephas - Dictionary.com - Reference.com". Dictionary.reference.com. Diakses tanggal 2013-07-18. 
  5. ^ John Engler. "The Rock-Foundation of Matthew 16:17-20". <http://www.greatcommission.com/Matthew161720.html> Accessed 12 Mar 2013
  6. ^ Stagg, Frank. New Testament Theology. Broadman Press, 1962. ISBN 0-8054-1613-7
  7. ^ 4074. petros - Strong's Greek Concordance
  8. ^ 4073. petra - Strong's Greek Concordance

Referensi[sunting | sunting sumber]

  • Addis, William E. & Thomas Arnold (rev. T.B. Scannell). Catholic Dictionary. (9th ed.) London: Virtue & Co., 1925. (Provides citations for the use of "πέτρος" to mean "rock" in classical works)
  • "Who is the Rock of Matthew 16:18?". Diakses tanggal June 21, 2005. 
  • "Section IV: Authority". Refutation of James G. McCarthy's 'The Gospel According to Rome'. Diakses tanggal June 21, 2005. 

Bacaan tambahan[sunting | sunting sumber]

Buku

  • Cleenewerck, Laurent. His Broken Body: Understanding and Healing the Schism between the Roman Catholic and Eastern Orthodox Churches (Section II/3 and Section IV) (ISBN 0-61518-361-1)[rujukan terbitan sendiri]
  • Chadwick, Henry. The Church in Ancient Society: From Galilee to Gregory the Great. Oxford: Oxford University Press, 2001.
  • Collins, Paul. Upon This Rock: The Popes and their Changing Roles. Melbourne: Melbourne University Press, 2000.
  • Evans, G.R. The Church in the Early Middle Ages. I.B. Tauris: New York, 2007.
  • Maxwell-Stuart, P.G. Chronicle of the Popes: the Reign-by-Reign Record of the Papacy from St. Peter to the Present. 2nd ed. London : Thames & Hudson, 2006.
  • Meyendorff, John, ed. The Primacy of Peter: Essays in Ecclesiology and the Early Church. (ISBN 0-88141-125-6)
  • Perkins, Pheme. Peter: Apostle for the Whole Church. Columbia: University of South Carolina Press, 1994.
  • Pham, John-Peter. Heirs of the Fisherman: Behind the Scenes of Papal Death and Succession. New York: Oxford University Press, 2004.
  • Ray, Stephen K. Upon This Rock: St. Peter and the Primacy of Rome in Scripture and the Early Church. (ISBN 0-89870-723-4)
  • Winter, Michael M. Saint Peter and the Popes. Baltimore: Helicon Press, 1960.