Kerajaan Italia (Kekaisaran Romawi Suci)

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Kerajaan Italia di Kekaisaran Romawi Suci pada awal abad ke-11.

Kerajaan Italia (Latin: Regnum Italiae atau Regnum Italicum, bahasa Italia: Regno d'Italia) adalah salah satu kerajaan yang menjadi bagian dari Kekaisaran Romawi Suci selain Kerajaan Jerman, Bohemia dan Bourgogne. Wilayahnya terdiri dari kawasan Italia Utara dan Tengah, tetapi tidak termasuk Republik Venesia. Ibukotanya terletak di Pavia hingga abad ke-11.

Pada tahun 773, Raja Franka Karel yang Agung menyeberangi Pegunungan Alpen dan menyerbu Kerajaan Langobardi yang menguasai seluruh Italia kecuali Kadipaten Roma dan wilayah Kekaisaran Romawi Timur di selatan. Pada Juni 774, Kerajaan Langobardi berhasil ditaklukkan dan suku Franka menjadi penguasa Italia Utara. Wilyah selatan Italia tetap dikuasai oleh Kadipaten Benevento yang merupakan negara Langobardi. Karel yang Agung lalu mengambil gelar "Raja Orang-Orang Langobardi" dan pada tahun 800 dimahkotai sebagai "Kaisar Orang-Orang Romawi" di Roma. Anggota Dinasti Karoling menguasai Italia hingga Karl yang Gendut dijatuhkan pada tahun 887. Dinasti ini sempat menguasai kembali tahta Italia pada tahun 894–96, tetapi hingga tahun 961 Italia diperebutkan oleh sejumlah keluarga bangsawan di dalam dan luar kerajaan.

Pada tahun 961, Raja Otto I dari Jerman yang sudah menikahi janda raja Italia sebelumnya Adelaide menyerbu Kerajaan Italia dan ia dimahkotai sebagai Raja Italia di Pavia pada tanggal 25 Desember. Ia meneruskan serangannya ke Roma dan lalu dimahkotai sebagai Kaisar pada tanggal 7 Februari 962. Penyatuan tahta Italia dan Jerman dengan "Kekaisaran Orang-Orang Romawi" terbukti mampu bertahan lama. Bourgogne juga turut disatukan pada tahun 1032 dan pada abad ke-12 istilah "Kekaisaran Romawi Suci" telah digunakan untuk mendeskripsikan entitas ini. Semenjak tahun 961, Kaisar Romawi Suci juga bergelar Raja Italia dan Jerman, walaupun kaisar kadang-kadang mengangkat penerus mereka sebagai Raja Italia dan pada kesempatan lain uskup dan bangsawan dipilih sebagai raja untuk menentang Raja Jerman. Ketiadaan penguasa monarki di Italia mengakibatkan pembubaran pemerintahan pusat pada abad pertengahan tinggi, tetapi gagasan bahwa Italia adalah sebuah kerajaan di Kekaisaran Romawi Suci masih bertahan dan kaisar-kaisar mencoba untuk memaksakan kehendak mereka terhadap negara-kota di Italia. Perang antara Guelph dan Ghibelline (faksi anti dan pro kekaisaran) mewarnai politik Italia pada abad ke-12 hingga ke-14. Liga Lombardia merupakan salah satu contoh konflik antara pendukung dan penentang kekaisaran yang paling dikenal karena liga tersebut secara terbuka menentang klaim kekuasaan Kaisar.

Pada abad ke-15, kekuasaan negara-kota telah melemah. Peperangan di Lombardia dari tahun 1423 hingga 1454 semakin mengurangi jumlah negara yang bersaing di Italia. Perdamaian lalu berlangsung selama empat puluh tahun berikutnya, tetapi pada tahun 1494 Semenanjung Italia diserbu oleh Kerajaan Perancis. Peperangan Italia Raya berlangsung pada tahun 1559 dan sebagian besar negara-negara Italia diserahkan kepada Raja Felipe II dari Spanyol. Perdamaian Westfalen pada tahun 1648 secara resmi mengakhiri kekuasaan Kaisar Romawi Suci di Italia, tetapi Dinasti Habsburg cabang Spanyol (dinasti yang sama yang menjadi Kaisar Romawi Suci) masih menguasai Italia selama Perang Penerus Spanyol (1701–14). Seusai diberlakukannya Reformatio imperii pada tahun 1495–1512, wilayah Kerajaan Italia menjadi wilayah yang berada di luar lingkaran kekaisaran di sebelah selatan Pegunungan Alpen. Secara yuridis kaisar memiliki kepentingan untuk mempertahankan Kerajaan Italia, tetapi "pemerintahan" kerajaan hanya terdiri dari utusan kaisar yang diangkat untuk mewakilinya dan gubernur yang ia nobatkan sebagai penguasa negara-negara Italia. Kekuasaan Habsburg di Italia berakhir setelah wilayah tersebut ditaklukkan oleh Perancis setelah masa revolusi pada tahun 1792–9. Beberapa negara boneka Perancis lalu didirikan, dan pada tahun 1806 Kekaisaran Romawi Suci dibubarkan oleh kaisar terakhirnya, Franz II, seusai kemenangan Napoleon dalam Pertempuran Austerlitz.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  • Liutprand, Antapodoseos sive rerum per Europam gestarum libri VI.
  • Liutprand, Liber de rebus gestis Ottonis imperatoris.
  • Anonymous, Panegyricus Berengarii imperatoris (10th century) [Mon.Germ.Hist., Script., V, p. 196].
  • Anonymous, Widonis regis electio [Mon.Germ.Hist., Script., III, p. 554].
  • Anonymous, Gesta Berengarii imperatoris [ed. Dumueler, Halle 1871].