Lompat ke isi

Kerajaan Mesir

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Kerajaan Mesir

المملكة المصرية
al-Mamlakah al-Miṣrīyah
1922–1953

Hijau: MesirHijau muda: Kondominium Sudan Inggris-MesirHijau terang: Diberikan kepada Italia pada tahun 1919.
Hijau: Mesir
Hijau muda: Kondominium Sudan Inggris-Mesir
Hijau terang: Diberikan kepada Italia pada tahun 1919.
Ibu kotaKairo
Bahasa yang umum digunakanArab (resmi)[1]
PemerintahanMonarki konstitusional
Raja 
 1922–1936
Fuad I
 1936–1952
Farouk I
 1952–1953
Fuad II a
Perdana Menteri 
 1922
Abdel Khaliq Sarwat Pasha
 1952–1953
Muhammad Naguibb
LegislatifParlemen
Dewan Syura
Kamar Deputi
Era SejarahInterbellum, PD II, Perang Dingin
 Kemerdekaan diakui Britania Raya
28 Februari 1922
 Sultan Fuad I menjadi Raja Fuad I
15 Maret 1922
19 April 1923
27 Augustus 1936
Mei 1948–Maret 1949
 Revolusi
23 Juli 1952
 Proklamasi republik
18 Juni 1953
Luas
19373.418.400 km2 (1.319.900 sq mi)
Populasi
 1927
14218000
 1937
15933000
 1947
19090447
Mata uangPound
Kode ISO 3166EG
Didahului oleh
Digantikan oleh
kslKesultanan
Mesir
Republik Mesir (1953-1958)
Administrasi Militer Britania (Libya)
  1. Dibawah perwalian.
  2. Menjadi Presiden Mesir pertama.
Daerah dan kepadatan hanya termasuk daerah berpenghuni. Total luas Mesir, termasuk gurun, adalah 994.000 km2.[2][3]
Sunting kotak info
Sunting kotak info Lihat Bicara
Info templat
Bantuan penggunaan templat ini

Kerajaan Mesir (bahasa Arab: المملكة المصرية) adalah negara Mesir modern pertama, yang berdiri dari tahun 1922 hingga tahun 1953. Kerajaan ini didirikan pada tahun 1922 setelah keberhasilan Revolusi Mesir 1919. Pemerintah Britania Raya kemudian melepas Mesir dari status negara sebagai protektorat. Sultan Fuad I menjadi raja pertama negara ini.

Namun, Kerajaan Mesir ini menghadapi berbagai masalah, di antaranya masalah korupsi yang masif, bahkan mayoritas rakyat melihat Kerajaan Mesir hanyalah sebagai boneka Britania.

Masyarakat Mesir pada saat periode Kerajaan Mesir merasa bahwa Revolusi Mesir 1919 merupakan revolusi yang sia-sia. Walaupun status protektorat telah dicabut, faktanya Mesir hanya diberi kemerdekaan secara nominal, bukan secara mutlak. Hal itu dikarenakan Imperium Britania Raya melihat bahwa Mesir harus dipertahankan diakibatkan letaknya yang strategis dan memiliki sumber daya alam dan sejarah yang kaya. Bukti nyata Britania Raya tetap mempertahankan Mesir adanya kehadiran pasukan Britania Raya di Terusan Suez. [4]

Ditambah dengan kekalahan Mesir dalam Perang Arab-Israel 1948, memicu meletusnya Revolusi Mesir 1952. Puncaknya pada tahun 1953, sistem monarki dihapuskan dan diganti dengan pendirian Republik Mesir.

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. Pasal 149 Konstitusi 1923
  2. Bonné, Alfred (2003) [First published 1945]. The Economic Development of the Middle East: An Outline of Planned Reconstruction after the War. The International Library of Sociology. London: Routledge. hlm. 24. ISBN 978-0-415-17525-8. OCLC 39915162. Diakses tanggal 2010-07-09.
  3. Shousha, Aly Tewfik (1947). "Cholera Epidemic in Egypt: A Preliminary Report". Bull. World Health Organ. 1 (2). National Center for Biotechnology Information: 371. PMC 2553924. PMID 20603928.
  4. "T. Cliff: The Problem of the Middle East (15. The National Movement in Egypt)". www.marxists.org. Diakses tanggal 2025-07-26.

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]