Murid (Kekristenan)

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Yesus memberikan Amanat Perpisahan (Yohanes 14-17) kepada para murid-Nya, setelah Perjamuan Terakhir; lukisan dari Maestà karya Duccio, 1308-1311.

Dalam Kekristenan, murid Yesus (bahasa Inggris: disciple) adalah para pengikut Yesus yang dapat ditemukan dalam Perjanjian Baru hanya dalam Injil dan Kisah Para Rasul. Perjanjian Baru mencatat ada banyak pengikut Yesus selama pelayanan-Nya di dunia ini, tetapi hanya beberapa yang menjadi murid. Beberapa murid diberikan suatu misi, misalnya Perutusan Kecil, perutusan ketujuh puluh murid dalam Injil Lukas, Perutusan Besar setelah kebangkitan Yesus, atau konversi Paulus, sehingga menjadikan mereka Rasul, dengan tanggung jawab memberitakan Kabar Baik (atau Injil) kepada dunia. Yesus menekankan bahwa menjadi murid-murid-Nya menuntut banyak pengorbanan.

Etimologi[sunting | sunting sumber]

Istilah "disciple" berasal dari kata Yunani Koine mathetes,[1] yang mana berarti seorang siswa atau anak didik (dari seorang guru) atau seorang magang (kepada seorang ahli), diturunkan ke bahasa Inggris melalui kata Latin discipulus yang berarti seorang learner (pelajar) kendati kata yang lebih umum dalam bahasa Inggris adalah student (siswa). Seorang murid berbeda dari seorang rasul yang mana berarti seorang utusan atau pembawa pesan.[2][3] Seorang murid adalah orang yang belajar dari seorang guru, sedangkan seorang rasul adalah orang yang diutus untuk menyampaikan ajaran-ajaran atau pesan yang diterimanya.

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Bacaan lanjutan[sunting | sunting sumber]

  • Stassen, Glen H. and David P. Gushee. Kingdom Ethics: Following Jesus in Contemporary Context, InterVarsity Press, 2003. ISBN 0-8308-2668-8.
  • Stassen, Glen H. Living the Sermon on the Mount: A Practical Hope for Grace and Deliverance, Jossey-Bass, 2006. ISBN 0-7879-7736-5.