Lompat ke isi

Garis waktu Gereja Katolik

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Sebagai salah satu cabang tertua Kekristenan, bersama dengan Gereja Ortodoks, Gereja Oriental atau non-Kalsedonian, dan Gereja dari Timur,[1] sejarah Gereja Katolik Roma merupakan bagian integral dari sejarah Kekristenan secara keseluruhan. Artikel ini mencakup suatu periode waktu sekitar dua ribu tahun.

Karya pelayanan Yesus dan pendirian Gereja

[sunting | sunting sumber]
Lukisan Bizantin yang menampilkan Yesus sebagai Kristos Pantokrator
  • Menurut perhitungan Dionisius Eksiguus, Yesus lahir pada tahun 1 tarikh Masehi, tetapi sebagian besar sejarawan memperkirakan bahwa Yesus lahir antara tahun 6 sampai 4 SM.
  • Sekitar 27: Yesus dibaptis, dimulainya pelayanan, dan dipilihnya para rasul. Injil Lukas mengindikasikan bahwa Kristus dibaptis pada tahun ke-15 pemerintahan Kaisar Tiberius yakni tahun 27 Masehi (Lukas 3:1,21,22). Injil-Injil umat Kristiani sangat menonjolkan Petrus sebagai pimpinan dan juru bicara para rasul Yesus dengan seringnya disebutkan namanya dalam Injil-Injil. Petrus, dan putera-putera Zebedeus, Yakobus dan Yohanes, merupakan lingkaran dalam dari para rasul Yesus karena menyaksikan peristiwa-peristiwa penting tertentu dari kehidupan Yesus. Dakwah-dakwah utama Yesus, seperti Khotbah di Bukit. Perbuatan-perbuatan mukjizat, seperti membangkitkan orang mati, memberi makan lima ribu orang, berjalan di atas air, dst.
  • Sekitar 33: Petrus menyatakan dan para pengikut lainnya percaya bahwa Yesus dari Nazaret adalah Al-Masih bangsa Yahudi yang dijanjikan Yahweh menurut kitab-kitab suci Yahudi dan ramalan-ramalan para nabi Ibrani. Masuk ke Yerusalem, dimulainya sengsara Kristus. Yesus dari Nazaret disalibkan di Yerusalem di bawah kuasa Pontius Pilatus, procurator Yudea pada masa pemerintahan Tiberius dan Herodes Antipas, setelah Sanhedrin, di bawah pimpinan Imam Besar Kayafas, menuduh Yesus melakukan hujat. Akan tetapi Dia disalibkan oleh bangsa Romawi, atas dakwaan kejahatan politik yakni perbuatan makar dan pemberontakan seperti yang tertulis pada titulus di atas salib yang menunjukkan kejahatan yang diperbuatNya yakni: "Yesus dari Nazaret, Raja orang Yahudi". Menurut para pengikutNya, tiga hari kemudian, "Allah membangkitkanNya dari antara orang mati",[2] atau, seperti yang juga mereka katakan, Dia "sudah bangkit."[3] Empat puluh hari setelah kebangkitanNya, Yesus naik ke surga, Injil-Injil Kristiani meriwayatkan bahwa Yesus memberi petunjuk kepada para muridNya bahwa: "Segala kuasa telah diberikan kepadaKu di surga dan di atas bumi. Karena itu pergilah dan jadikanlah semua bangsa muridKu, baptislah mereka dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus, ajarilah mereka untuk melakukan semua yang telah kuperintahkan kepadamu; dan lihatlah, Aku menyertaimu, bahkan sampai akhr zaman." (Matius 28:18-20). Sepuluh hari kemudian (Pentakosta) Petrus memberikan khotbah perdananya dan 3.000 orang memberi diri untuk dibaptis. Sejak saat itu, ajaran-ajaran Yesus menyebar ke seluruh dan ke luar batas Kekaisaran Romawi sehingga membentuk Gereja-Gereja yang dipimpin oleh para Rasul. Tradisi Kristiani mencatat bahwa Gereja Kristiani di Roma didirikan oleh Santo Petrus bersama Santo Paulus, dan bahwa Petrus adalah uskupnya yang pertama.

Milenium pertama

[sunting | sunting sumber]

Gereja Katolik Apostolik

[sunting | sunting sumber]

Kekaisaran Romawi Akhir (313 — 476)

[sunting | sunting sumber]
Patung kolosal kepala Konstantinus di Musei Capitolini

Kekaisaran Bizantium Awal dan Awal Abad Pertengahan (477 — 799)

[sunting | sunting sumber]
Yustinianus I tergambar dalam sebuah mosaik dalam gereja San Vitale, Ravenna, Italia

Kekaisaran Romawi Suci sampai Akhir Abad Pertengahan (800 — 1453)

[sunting | sunting sumber]

Milenium ke-2

[sunting | sunting sumber]

1001–1453

[sunting | sunting sumber]
Katedral Notre-Dame - dirancang dalam gaya arsitektur Gothik.

Abad Pencerahan (1454 — 1632)

[sunting | sunting sumber]
Pieta karya Michelangelo dalam Basilika St. Petrus, Vatikan

Abad Akal-Budi (1633 — 1800)

[sunting | sunting sumber]

Abad ke-19

[sunting | sunting sumber]

Abad ke-20

[sunting | sunting sumber]

Milenium ke-3

[sunting | sunting sumber]

Abad ke-21

[sunting | sunting sumber]
Paus Benediktus XVI, paus pertama yang terpilih pada abad ke-21
  • 5 Maret 2000: Paus Yohanes Paulus II membeatifikasi Pedro Calungsod, martir pribumi Filipina yang kedua, di Vatikan.
  • 30 April 2000: Paus Yohanes Paulus II mengkanonisasi Faustina Kowalska dan menetapkan hari Minggu sesudah Paskah sebagai hari Minggu Kerahiman Ilahi dalam Kalender Umum Roma, berlaku mulai tahun 2001.
  • 1 Januari 2001: Abad ke-21 dan milenium baru dimulai. Gereja mengkhidmatkan permulaan milenium Kristiani ketiga dengan memperpanjang sampai ke sebagian tahun 2001, tahun Yubileum yang diperingati Gereja tiap 25-tahun sekali. Khusus untuk tahun 2000, disebut Yubileum Agung.
  • 6 Januari 2001: Yohanes Paulus II mengeluarkan Novo Millennio Ineunte, sebuah program bagi Gereja dalam milenium baru, dalam mana dia menempatkan kekudusan melalui latihan doa sebagai prioritas terpenting dari Gereja Katolik sejalan dengan tujuannya.
  • 18 Januari 2002: Mantan iman John Geoghan didakwa melakukan perundungan seksual terhadap anak-anak dan dijatuhi hukuman penjara 10 tahun, sebagai bagian dari skandal pelecehan seksual. Kasus Geoghan merupakan salah satu dari skandal-skandal terburuk dalam Gereja Katolik pada zaman modern.
  • 25 sampai 26 Januari 2003: 4th Pertemuan Keluarga Sedunia ke-4 di Taman Rizal, Manila, Filipina.
  • 2004: Penerbit Universitas Cambridge menerbitkan The Cambridge Companion to Hans Urs von Balthasar, bedah ilmiah karya-karya tulisnya.
  • 2 April 2005: Paus Yohanes Paulus II meninggal-dunia pada usia 84 tahun. Pemakamannya disiarkan ke segenap penjuru dunia melalui media modern. Jutaan peziarah Katolik pergi ke Roma untuk memberikan penghormatan terakhir.
  • 19 April 2005: Joseph Kardinal Ratzinger asal Jerman terpilih oleh Dewan Kardinal sebagai Paus Benediktus XVI, dan menjadi paus pertama yang terpilih pada abad ke-21 dan pada milenium ke-3.
  • 18 Agustus 2005: Paus Benediktus XVI berkunjung ke Köln, Jerman, kunjungan pertamanya di luar Italia. Melanjutkan Hari Pemuda Dunia yang dimulai oleh pendahulunya.
  • 9 Januari 2006: Peringatan 400 tahun pemindahan Poong Itim na Nazareno digelar di Basilika Minor Jesus Nazareno di Quiapo, Manila, Filipina. Patung ini tiba dari Acapulco, Meksiko, pada tahun 1606.
  • 12 September 2006: Paus Benediktus XVI memberikan ceramah "Iman, Akal Budi serta Kenangan dan Renungan Universitas" di Universitas Regensburg. Mengutip Kaisar Manuel II Paleologus: "Coba tunjukkan kepadaku hal baru yang dibawa Muhammad, maka hal-hal yang akan kau dapati hanyalah keburukan dan ketidakmanusiawian, seperti perintah untuk menyebarluaskan agama yang didakwahkannya itu dengan pedang." dalam sebagian kecil dari ceramahnya mengenai iman dan akal budi, irasionalitas kekerasan, dan program dehelenisasi membangkitkan reasksi keras dan mematikan dari umat muslim di seluruh dunia.[14][15][16][17][18]
  • 11 Juni 2007: Paus Benediktus XVI mereversi keputusan pendahulunya terkait pemilihan paus, dan memberlakukan kembali syarat mayoritas dua pertiga.[19]
  • 7 Juli 2007: Motu proprio Summorum Pontificum dikeluarkan oleh Paus Benediktus XVI yang secara eksplisit memperbolehkan Missale Romanum tahun 1962 sebagai bentuk luar-biasa dari Ritus Romawi. Harapan akan pemulihan skisma antara SSPX dan Gereja Katolik tersirat dalam surat lampiran pada motu proprio tersebut.
  • 28 Oktober 2007: Paus Benediktus XVI mengotorisasi upacara beatifikasi terbesar dalam sejarah Gereja, yakni beatifikasi 498 Martir Spanyol yang terbunuh dalam perang saudara di Spanyol.
  • Pengunduran diri Paus Benediktus XVI dari jabatan kepausan, diumumkan pada pagi hari tanggal 11 Februari 2013, saat Vatikan menegaskan bahwa Paus Benediktus XVI akan mengundurkan diri dari jabatan kepausan pada tanggal 28 Februari. Keputusan Benediktus untuk mundur sebagai pemimpin Gereja Katolik Roma akan membuat dia paus pertama untuk melepaskan jabatannya sejak Paus Gregorius XII pada tahun 1415 (yang melakukannya untuk mengakhiri Skisma Barat), dan yang pertama untuk melakukannya atas kemauannya sendiri sejak Paus Selestinus V pada tahun 1294.
  • Konklaf Kepausan dilaksanakan pada tahun 2013 (lihat: Konklaf Kepausan 2013), akibat pengunduran diri Paus Benediktus XVI. Dalam pemungutan suara hari kedua konklaf, 13 Maret 2013, Kardinal Jorge Mario Bergoglio, SJ dari Argentina terpilih menjadi Paus ke-266. Ia memilih nama Paus Fransiskus. Sebelumnya ia menjabat sebagai Uskup Agung Buenos Aires sejak 1998 dan diangkat menjadi kardinal pada 2001.
  • 31 Desember 2022: Paus Benediktus XVI meninggal pada usia 95 tahun.
  • 21 April 2025: Paus Fransiskus meninggal pada usia 88 tahun, setelah beberapa lama sakit. Pemakamannya dilaksanakan pada tanggal 26 April 2025.
  • 9 Mei 2025: Paus Leo XIV terpilih sebagai Paus baru, paus pertama dari Amerika Serikat, dan paus pertama dari Tarekat Santo Agustinus.
  • 28 November 2025: Paus Leo XIV dan Batrik Bartolomeus I bersama-sama merayakan peringatan 1.700 tahun penyelenggaraan Konsili Nikea. Keduanya bersama-sama mendaraskan Syahadat Nikea tanpa Filioque. [20]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. Gereja Ortodoks dan beberapa Gereja non-Barat utama yang lain juga apostolik asal-usulnya — artinya, mereka juga menelusuri asal-usulnya kembali pada pendirian Gereja pada zaman Para Rasul.
  2. Kisah Para Rasul 2:24, Roma 10:9, 1 Korintus 15:15, Kisah Para Rasul 2:31-32, Kisah Para Rasul 3:15, Kisah Para Rasul 3:26, Kisah Para Rasul 4:10, Kisah Para Rasul 5:30, Kisah Para Rasul 10:40-41, Kisah Para Rasul 13:30, Kisah Para Rasul 13:34, Kisah Para Rasul 13:37, Kisah Para Rasul 17:30-31, 1 Korintus 6:14, 2 Korintus 4:14, Galatia 1:1, Efesus 1:20, Kolose 2:12, Tesalonika 1:10, Ibrani 13:20, 1 Petrus 1:3, 1 Petrus 1:21
  3. Markus 16:9, Lukas 24:7, Lukas 24:46, Yohanes 20:9, Kisah Para Rasul 10:41, Kisah Para Rasul 17:3, Kisah Para Rasul 1:22, Kisah Para Rasul 2:31, Kisah Para Rasul 4:33,
  4. St. Yohanes Penginjil Diarsipkan 2014-07-02 di Wayback Machine., Catholic Encyclopedia, diakses 30 Sep. 2006
  5. St. Yohanes Penginjil Diarsipkan 2019-01-22 di Wayback Machine., ewtn.com, diakses 30 Sep. 2006
  6. Pernyataan ini diutarakan dalam situs-situs web derivatif seperti Cultural Catholic Diarsipkan 2022-04-07 di Wayback Machine. (diakses 28 September 2006) dan Catholic Apologetics International[pranala nonaktif permanen] (diakses 28 September 2006); tetapi para sarjana liturgi meragukannya: Adrian Fortescue dari era awal abad dua puluh, dalam dua artikel Catholic Encyclopedia, Liturgy of the Mass Diarsipkan 2017-07-22 di Wayback Machine. 28 September 2006) dan Church Latin Diarsipkan 2017-07-22 di Wayback Machine. 28 September 2006), berpendapat bahwa, atas dasar kaitan antara Paus Viktor dengan sebuah karya tulis yang terdapat di antara tulisan-tulisan Santo Siprianus, Paus Viktor tampaknya merupakan Paus pertama yang "menggunakan Bahasa Latin di Roma" (merujuk pada tulisan, bukan pada liturgi); dan Josef Jungmann dari era sesudahnya tidak menyebut-nyebut teori menyangkut Paus Viktor ini, dan menyatakan penggunaan Bahasa Latin pada makam para paus baru dimulai sejak Paus Kornelius (wafat 253), yang mengindikasikan bahwa perubahan tersebut terjadi sesudahnya, sementara dia mengamati bahwa kedua bahasa itu digunakan di Roma selama beberapa abad, menurut bahasa-bahasa yang dituturkan berbagai kelompok umat Kristiani di kota itu (halaman 65 pada jilid I dari bukunya Missarum Sollemnia - Eine genetische Erklärung der römischen Messe (Vienna, 1949) - terjemahan Bahasa Inggrisnya, juga dalam dua jilid, diberi judul "The Mass of the Roman Rite: Its Origins and Development", dan telah didaulat sebagai sebuah "karya tulis klasik", yang "mungkin merupakan naskah terbaik mengenai misteri terpenting dari iman kita ini" Diarsipkan 2021-02-27 di Wayback Machine.).
  7. 1 2 De Imperatoribus Romanis - Constantine I Diarsipkan 2017-09-29 di Wayback Machine., diakses 23 Feb. 2007
  8. Tanggal ini menurut Catholic Encyclopedia Diarsipkan 2020-06-16 di Wayback Machine. tetapi tidak definitif.
  9. Theodosian Code XVI.1.2 Diarsipkan 2007-02-27 di Wayback Machine. Medieval Sourcebook: Banning of Other Religions oleh Paul Halsall, Juni 1997, Fordham University, diakses 25 September 2006
  10. IMPERATORIS THEODOSIANI CODEX Liber Decimus Sextus Diarsipkan 2006-05-04 di Wayback Machine., Emperor Theodosius, George Mason University diakses 25 September 2006
  11. Codex Theodosiani XVI.1.2:
    Bahwasanya keinginan kami adalah agar berbagai bangsa yang tunduk pada belas kasih dan kemurahan hati kami, harus terus menganut agama yang ajarkan kepada bangsa Romawi oleh Rasul Petrus yang suci, sebagaimana yang telah dilestarikan oleh tradisi yang teguh dan yang sekarang dianut oleh Pontif Damasus dan oleh Petrus, Uskup Aleksandria, orang yang kudus dan apostolik. Sesuai dengan ajaran apostolik dan doktrin Injil, marilah kita percaya akan satu Allah Bapa, Putera, dan Roh Kudus, dalam kemuliaan yang setara dan dalam Trinitas yang kudus. Kami memberi wewenang kepada orang-orang yang menuruti undang-undang ini untuk menggunakan sebutan umat Kristiani Katolik; tetapi untuk orang-orang lain, karena menurut penilaian kami mereka adalah orang-orang gila yang bodoh, kami memerintahkan agar mereka ditandai dengan nama yang memalukan yakni kaum bidaah, dan tidak boleh menyebut jamaah-jamaah mereka sebagai gereja-gereja. Mereka akan dihukum pertama-tama dengan hukuman kutukan ilahi dan yang kedua dengan hukuman yang akan dijatuhkan oleh kekuasaan kami seturut kehendak surga.
    dari Henry Bettenson, ed., Documents of the Christian Church, (London: Oxford University Press, 1943), halaman 31
  12. Suave Molecules of Mocha Diarsipkan 2005-03-09 di Wayback Machine. Coffee, Chemistry, and Civilization, New Partisan - A Journal of Culture, Arts and Politics, 7 Maret 2005, diakses 23 Oktober 2006
  13. Schism of SSPX Diarsipkan 2011-09-27 di Wayback Machine. Pete Vere, My Journey out of the Lefebvre Schism: All Tradition Leads to Rome, Catholic Education Resource Center, diakses 20 Nov. 2006
  14. Iman, Akal Budi serta Kenangan-Kenangan dan Renungan-Renungan Universitas Diarsipkan 2011-10-08 di Wayback Machine. dari situs web resmi Vatikan, diakses 18 Oktober 2006
  15. "Tiga Langkah dalam Program DeHelenisasi" Diarsipkan 2006-09-19 di Wayback Machine. oleh Paus Benediktus XVI, Zenit News Agency, diakses 18 Oktober 2006
  16. Pope Is Regretful That His Speech Angered Muslims, 17 September 2006, L.A. Times Diarsipkan 2023-07-28 di Wayback Machine., diakses 18 Oktober 2006
  17. Al Qaeda threat over pope speech, 18 September 2006, CNN.com diakses 18 Oktober 2006
  18. Qaeda-led group vows "jihad" over Pope's speech, 18 September 2006, Reuters Diarsipkan 2006-10-25 di Wayback Machine., diakses 18 Oktober 2006
  19. Moto Proprio, De Aliquibus Mutationibus, 11 Juni 2007
  20. https://www.youtube.com/watch?v=RGKndZMvbTg

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]