Keutamaan Uskup Roma

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Keutamaan kepausan (bahasa Inggris: papal primacy), atau Keutamaan Uskup Roma, adalah suatu doktrin gerejawi mengenai penghormatan dan otoritas yang diatribusikan kepada Paus (Uskup Roma) dari para uskup dan keuskupan geraja lainnya. Doktrin ini diterima oleh Gereja Katolik Roma (Gereja Romawi Barat) dan Gereja Ortodoks Timur (Gereja Romawi Timur), meski ada beberapa hal yang tidak disepakati terutama mengenali aspek-aspek keutamaan dari keuskupan Roma.[1]

Perbedaan dalam memandang doktrin ini menjadi salah satu penyebab skisma antara Gereja Romawi Barat dan Gereja Romawi Timur;[2] di mana Gereja Romawi Timur memandang aspek keutamaan keuskupan Roma sebagai primus inter pares (yang pertama di antara yang sederajat) tanpa disertai kekuasaan efektif atas gereja-gereja lain;[3] meski ada juga beberapa teolog Gereja Ortodoks yang memandang keutamaan keuskupan Roma sebagai kekuasaan otoritatif: pengungkapan, manifestasi, dan realisasi kekuasaan dari semua uskup dan dari kesatuan Gereja ke dalam diri seorang uskup.[4] Sebaliknya, Gereja Romawi Barat memandang keutamaan Uskup Roma (Paus) sebagai memiliki "kuasa penuh, tertinggi, dan universal atas keseluruhan Gereja, suatu kuasa yang dapat selalu ia jalankan tanpa hambatan",[5] suatu kuasa yang juga diatribusikannya kepada segenap badan para uskup yang bersatu dengan sang paus.[6] Kuasa yang diatribusikannya kepada otoritas primasial sang paus terbatas dalam hal-hal resmi, hukum, dogmatis, dan praktis.[7][8]

Dalam Dokumen Ravenna, yang dikeluarkan pada tahun 2007, perwakilan-perwakilan dari Gereja Ortodoks dan Gereja Katolik Roma bersama-sama menyatakan bahwa kedua belah pihak dari Timur dan Barat menerima kenyataan tentang keutamaan Uskup Roma pada tingkatan universal, kendati terdapat perbedaan-perbedaan pemahaman mengenai bagaimana keutamaan ini dipraktikkan serta mengenai dasar-dasar biblis dan teologisnya.[9]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Nichols 2010, hlm. 313.
  2. ^ Larchet 2006, hlm. 188.
  3. ^ Speciale 2011.
  4. ^ Schmemann 1995, hlm. 165.
  5. ^ (Inggris) CCC, 882, Vatican.va 
  6. ^ (Inggris) CCC, 883, Vatican.va 
  7. ^ Phan 2000, hlm. 486–488.
  8. ^ Conte 2006.
  9. ^ Ravenna Document 2007, nn. 43–44.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Templat:Ritual dan simbol kepausan Templat:Sejarah Gereja Katolik Templat:Sejarah teologi Katolik