Agama negara

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Agama negara juga disebut sebagai agama resmi merupakan agama yang berstatus resmi sebagai identitas dan falsafah utama di suatu negara. Umumnya agama-agama ini memiliki lebih banyak hak dan lebih sedikit pembatasan di negara tersebut dibanding dengan agama lain yang ada.

Kekristenan[sunting | sunting sumber]

Negara-negara yang meresmikan Kristen sebagai agama negara[sunting | sunting sumber]

Katolik Roma[sunting | sunting sumber]

Lutheran[sunting | sunting sumber]

Calvinisme[sunting | sunting sumber]

Anglikan[sunting | sunting sumber]

Ortodoks Timur[sunting | sunting sumber]

Islam[sunting | sunting sumber]

Negara-negara yang meresmikan Islam sebagai agama negara[sunting | sunting sumber]

Sunni[sunting | sunting sumber]

Syiah[sunting | sunting sumber]

Islam Non Denominasi[sunting | sunting sumber]

Buddha[sunting | sunting sumber]

Negara-negara yang meresmikan Buddha sebagai agama negara[sunting | sunting sumber]

Therawada[sunting | sunting sumber]

Wajrayana[sunting | sunting sumber]

Negara-negara yang meresmikan lebih dari satu agama negara[sunting | sunting sumber]

Negara-negara yang pernah memiliki agama negara[sunting | sunting sumber]

  •    Nepal: menyatakan Hindu sebagai agama resmi, tetapi sejak tahun 2006, Nepal menyatakan diri sekuler.
  •  Sudan: menyatakan Islam sebagai agama resmi selama pemerintahan Omar al-Bashir menurut Konstitusi Sudan tahun 2005. tetapi kemudian Sudan menyatakan diri sebagai negara sekuler pada September 2020.

Lihat pula[sunting | sunting sumber]